
Ketika kamera mengarah padanya, semua yang ada di acara itu bertepuk tangan pada Theo.
Lelaki itu berdiri dan berjalan untuk naik ke panggung, dia tidak menyangka Megan akan mengakui dirinya di acara besar itu.
"Maafkan aku, untuk ke depannya aku akan mencoba jadi yang terbaik untuk menebus semua kesalahanku selama ini," ucap Megan ketika Theo sudah mendekat padanya.
Theo menggeleng dan memeluk istrinya. "Kau tidak perlu melakukan apapun, kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri, sayang."
Mereka sudah tidak memikirkan lagi bagaimana tanggapan public mengenai mereka, yang jelas mereka sudah merasa lega karena tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.
Ternyata respon public sungguh di luar ekspektasi, pengakuan Megan di repost oleh akun media berkali-kali dan menjadi sorotan.
Theolovers juga memihak idolanya karena sudah setulus itu mencintai istrinya, mereka tidak menyangka jika ibu Ara adalah Megan.
Awalnya Theo dan Megan yang ingin kembali ke kampung, berubah rencana karena banyaknya undangan bintang tamu dan banyak brand ingin memakai jasa mereka yang tengah viral.
"Ini rejeki bayi kecubung," ucap Theo seraya mengusap perut istrinya yang masih rata. "Mungkin ini jalan menjadi juragan sawit, aku akan mengambil job beberapa bulan ke depan, kesempatan seperti ini tidak akan bisa terulang lagi."
"Aku juga akan mengambil job semampuku saja, kasihan Ara kalau ditinggal lama-lama," balas Megan.
Mereka akhirnya setuju untuk tinggal di kota lebih lama lagi, mungkin sampai kehamilan Megan memasuki trimester kedua.
Saat trimester ketiga nanti, Megan dan Theo baru benar-benar vacum. Ibaratnya bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian.
"Bagaimana dengan pesta pernikahan?" tanya Tia yang mendatangi apartemen Megan. Dia datang untuk memberikan dokumen yang sebelumnya diurus oleh pasangan suami istri itu.
"Semua administrasi dan kewarganegaraan sudah selesai," ucap Tia. Dengan kekuatan uang, bukan rahasia umum lagi kalau semua akan cepat diurus.
"Yang terpenting dokumen pernikahan dulu supaya mempunyai kekuatan hukum," lanjutnya.
"Ck! Aku masih saja harus mengurusi semua keperluanmu," decak Tia sebal.
Tidak masalah, mungkin ini terakhir kalinya dia akan mengurusi keperluan Megan sebelum perempuan itu hijrah ke kampung.
...***...
Ara dan Ibu Sri menyusul ke kota karena acara pernikahan Megan dan Theo. Sudah ada mobil jemputan yang menjemput mereka.
"Kau senang?" tanya Ibu Sri pada cucu perempuannya itu.
"Tentu saja, aku selalu bangga pada kedua orang tuaku," jawab Ara.
Ibu Sri mengusap rambut anak itu, untunglah Ara bukan anak yang suka menyalahkan keadaan.
Mereka sampai bertepatan dengan Berta yang ingin mengunjungi Megan.
Berta melihat anak dengan perempuan paruh baya berjalan menuju unit apartemen paling atas. Sudah dipastikan anak itu adalah anak Theo dan Megan.
"Hai," sapa Berta melambaikan tangannya pada Ara. "Wajahmu mirip dengan putriku!"
Pada saat itu Megan membuka pintu apartemen dan langsung menarik Ara ke pelukannya.
"Jangan mengucapkan kalimat yang akan menyakitinya, Mom. Ara adalah anakku dari Theo," ucap Megan tegas.
"Apa mommy masih buruk di matamu? Aku tidak mungkin menyakiti cucuku sendiri, aku datang justru karena ingin melihatmu," balas Berta yang sudah melihat video pengakuan Megan. Dia merasa bersalah dan ingin minta maaf pada Theo yang selama ini ternyata adalah menantunya.
Theo sudah berjasa dalam hidupnya karena memberi resep sambal oreknya yang sekarang menjadi bisnis kuliner ibu mertuanya.