Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 49 - Penolakan



Theo melihat berita mengenai istrinya dan unggahan foto Ruben terbaru bersama Megan. Rasanya Theo tidak percaya semua ini akan terjadi padahal kemarin hubungannya dengan Megan masih baik-baik saja.


Tapi sekarang jadi berubah drastis, sebenarnya apa yang membuat Megan seperti itu?


Alih-alih memenuhi keinginan Megan yang mengusirnya, Theo justru mendatangi penginapan yang Megan dan Tia gunakan untuk beristirahat.


Sementara Megan sendiri sudah berada di lokasi syuting, hari ini dia harus berakting dengan Ruben yang sebagai cameo.


"Apa kau sudah baik-baik saja, Megan?" tanya sang sutradara.


"Iya, sisa adegan hari ini dan besok, 'kan?" Megan ingin memastikan.


Sutradara mengangguk karena memang besok adalah hari terakhir syuting.


Megan pun secara profesional berakting dengan Ruben dan diam-diam potongan adegan mereka tersebar ke sosial media, hal itu sengaja dilakukan oleh produser sebagai promosi yang akan membuat semua orang penasaran dengan film terbaru mereka.


"Sepertinya Megan menjadi trending topic lagi," gumam Tia yang melihat akun-akun gosip mulai update berita terbaru.


Tia masih setia menemani Megan, sepanjang perjalanan ke lokasi syuting sebelumnya aktris itu mengabaikan dirinya.


Ini pasti ada hubungannya dengan rahasia yang telah dia simpan apalagi sedari tadi Theo juga berusaha menghubunginya.


Sebelum bicara pada Theo, Tia ingin berbicara pada Megan terlebih dahulu.


Dia tidak mau terjadi salah paham.


Beberapa jam berlalu, Megan menyelesaikan syutingnya. Dia belum menemui Tia karena masih berbicara dengan Ruben.


Terjadi perdebatan antara Megan dan Ruben di sana.


"Aku sudah memenuhi permintaanmu jadi berikan file aslinya," pinta Megan.


Sebenarnya perusahaannya sedang tidak baik-baik saja karena uang operasional yang dia gunakan untuk kebutuhan pribadi. Kalau Ruben menang taruhan maka uang kemenangan bisa untuk menutupi biaya operasional tersebut.


Megan tersenyum smirk karena merasa diperas. "Baiklah, tunggu aku menyelesaikan syutingku!"


"Keputusan yang bijak, Megan," Ruben meraih tangan perempuan itu dan menciumnya.


Tia melihat interaksi keduanya dari kejauhan, dia sudah menduga ada sesuatu yang tidak beres. Jadi, dia mendatangi Megan untuk bertanya.


"Kenapa kau menghindariku?" tanya Tia.


Pada saat itu Ruben sudah pergi jadi hanya tertinggal dua perempuan itu.


"Apa yang kau bicarakan dengan Ruben? Kenapa tidak bilang padaku?"


Megan berdecih mendengar protes dari managernya itu. "Kau yang duluan menyembunyikan sesuatu dariku, Tia!"


"Kenapa kau tidak bilang kalau aku hamil?"


Rupanya Megan sudah menyadarinya, padahal Tia tidak bermaksud menyembunyikan hal sebesar itu hanya saja dia menunggu waktu yang tepat.


"Dengarkan aku dulu, aku merasa bersalah karena melupakan jadwal kontrasepsimu dan aku harus memastikan ayah dari bayi kalau dia akan bertanggung jawab. Aku ingin membicarakan masalah ini dengan suasana yang tenang karena aku tahu kau akan menolak bayi itu," jelas Tia.


Tia meraih tangan perempuan itu. "Theo akan bertanggung jawab, Megan. Jadi, lahirkan bayi itu!"


"Selama trimester pertama, kehamilan masih bisa disembunyikan, kau bisa menerima beberapa iklan tapi untuk film, kau harus istirahat dulu dan bersembunyi saat kandunganmu membesar," Tia sudah merancang semuanya.


Tapi, Megan menolak tawaran dari Tia itu.


"Aku tidak mau bayinya jadi jangan beritahu apapun pada Theo, lagipula kami sudah berpisah," ucap Megan dengan dingin.