Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 45 - Kode Merah



Sebelumnya Theo berusaha menghubungi Tia untuk menanyakan lokasi Megan. Beruntung perempuan itu mau mengirimkan lokasi rumah sakit.


Saat Theo sampai, pemuda itu langsung mencari ojek yang ada di stasiun kemudian meminta mengantarnya ke lokasi yang ada di ponselnya.


"Di mana kakak?" tanya Theo yang berpapasan dengan Tia di lobi rumah sakit.


Tia menarik tangan Theo ke tempat sepi untuk berbicara. Walaupun Theo memakai masker tapi tetap saja beresiko.


"Kenapa kau datang kemari? Apa kau ingin membuat skandal Megan semakin memburuk?" tanya Tia dengan gusar.


"Bagaimana mungkin aku hanya diam saja ketika melihat istriku sakit? Aku bukan suami yang akan lari dari tanggung jawab seperti itu," balas Theo tak mau kalah.


Ya, Theo memang orang seperti itu.


"Kita bicarakan ini nanti, aku akan membeli makanan dulu," Tia akhirnya mengalah dan memberitahu ruangan Megan berada.


"Akan ada dokter dan perawat yang memeriksa istrimu!"


Theo kemudian berlari karena tidak sabar melihat keadaan Megan. Dia sampai sebelum dokter dan perawat jadi pemuda itu langsung membuka pintu begitu saja.


"Theo? Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Megan.


Theo langsung mendekat dan memeluk Megan dengan nafas terengah-engah karena sebelumnya berlarian di koridor rumah sakit untuk mencari ruangan istrinya.


"Aku suami kakak, tentu saja harus ada di sini," jawab Theo.


Mendengar itu, Megan membalas pelukan suaminya. Mereka hanya diam saja karena menikmati kehangatan tubuh masing-masing dan mencurahkan rasa rindu.


Sampai dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan sang aktris.


"Anda harus meminum vitamin yang sudah saya resepkan, saya sudah membicarakan kondisi anda dengan manager anda," ucap sang dokter.


"Baik, Dokter. Terima kasih," balas Megan.


Theo berdiri menjauh, dia masih memakai maskernya karena takut ketahuan. Tapi ketika dokter sudah pergi, Megan memintanya membuka masker.


"Sini aku lihat lebamnya," pinta Megan.


Pemuda itu mendekat dan melepas maskernya, ada lebam biru yang tampak memudar.


"Ini akibatnya kalau tidak memberitahuku, kau terkena azab," Megan jadi ikut-ikutan virus Indosiar yang mewabah.


Pasangan suami istri tertawa bersama seolah tidak terjadi apa-apa.


"Apa mommy ku menyusahkanmu?" tanya Megan.


"Jangan bohong atau terkena azab lagi," Megan yang tahu bagaimana Berta tentu saja tidak akan percaya.


"Bagaimana pun ibu mertua, tetap saja itu adalah ibu mertuaku jadi aku harus menghormatinya," balas Theo.


Dia tidak mau membahas hal itu jadi Theo mengeluarkan amplop yang telah dia siapkan kemudian dia berikan pada Megan.


"Apa ini?" tanya Megan sambil membolak balikkan amplop itu.


"Ini uang gajiku, aku sudah mengurangi untuk jatah ibu jadi semua itu buat kakak," jelas Theo.


Megan jadi penasaran, dia membuka amplop itu dan menghitung jumlah uang yang diberikan Theo padanya. Uang hasil dari suaminya bekerja.


Sesuai dugaan Megan, uang itu dibawah tiga juta tapi Megan menghargai suaminya.


"Terima kasih ya, padahal seharusnya saat kau gajihan kita akan berkencan tapi sekarang kita justru berada di rumah sakit. Kau pasti meninggalkan pekerjaanmu demi aku, bukan?" Megan menatap Theo yang terus memandangi wajahnya.


"Saat melihat kabar kakak yang pingsan, rasanya didetik itu juga waktu berhenti berputar. Aku tidak bisa menahan diri untuk datang kemari," jawab Theo jujur.


"Apalagi ditambah ada laki-laki yang mengaku menjadi kekasih kakak itu, aku tidak rela istriku dimanfaatkan..." Theo akhirnya menceritakan apa yang dia dengar di club malam dimana Ruben yang akan menjadikan Megan taruhan.


Namun, Megan tampak tidak kaget karena sudah tahu dari awal karena yang memberi tantangan Ruben adalah mantan teman kencan Megan yang sakit hati pada dirinya.


"Karena Ruben menjadi sponsor filmku, aku tidak bisa melakukan banyak hal tapi lihat saja kalau dia berani bertindak lebih jauh, aku akan melaporkannya pada polisi," ucap Megan kemudian.


"Lalu bagaimana tentang berita viralmu?"


"Kata Bisma, aku banyak diundang ke stasiun televisi," jawab Theo.


Megan tertawa mendengarnya. "Aku pasti akan melihat suamiku saat masuk televisi nanti!"


Sepertinya Megan menyebutkan kode merah yang membuat Theo langsung menciumnya.


"Katakan lagi, Kak!"


"Katakan apa?"


"Yang depannya huruf S!"


"Oh, Suamiku..."


CUP! CUP! CUP! CUP! CUP!