
"Kenapa tidak bilang padaku? Aku kan bisa menjemputmu di bandara?" protes Tia pada Megan.
Megan tiba-tiba datang ke rumahnya dan langsung ada berita mengenai dirinya.
"Aku kira sudah tidak ada yang mengingatku lagi," sahut Megan. Dia memang merasa bukan artis lagi.
"Kepergian misteriusmu itu jadi pertanyaan besar di sini, apalagi saat gala premiere film terakhirmu, kau tidak ada. Kau hilang saat karirmu di atas dan memilih kembali ke Inggris menjadi pemain opera. Dan para fansmu jadi kecewa," jelas Tia.
"Lebih baik kau minta maaf pada para fansmu dulu," lanjutnya.
Megan hanya diam saja karena tampak tidak tertarik dan Tia mulai curiga dengan pikiran perempuan itu.
"Kau datang bukan untuk memulai karir, bukan?" tebak Tia yang tahu bagaimana Megan selalu keras kepala. "Kau pasti berencana untuk menyakiti hati Ara supaya anak itu tidak mengharapkanmu lagi dan Theo akan berhenti untuk menunggumu!"
Tebakan Tia itu memang benar adanya, Megan enggan membahas masalah pribadinya.
"Sebagai seorang produser, kau tidak boleh ikut campur dengan urusan pribadi artismu," Megan mengalihkan pembicaraan.
"Tentang fans itu, aku tidak yakin dengan mereka," tambahnya.
Megan merasa kalau dia tidak punya banyak fans jadi dia santai saja, padahal saat Megan tiba-tiba menghilang para fans yang sebelumnya sembunyi itu membentuk sebuah fansclub.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita melakukan taruhan?" tantang Tia.
"Aku akan mengatur jumpa fans untukmu jika yang datang lebih dari lima ratus orang, kau harus mengambil proyek filmku tapi jika yang datang di bawah lima ratus, aku akan membiarkan kau menjalankan rencanamu itu," Tia menjelaskan dengan menggebu-gebu.
"Deal," Megan langsung menjawab
...***...
Untuk sementara Megan tinggal di rumah Tia, perempuan itu hanya mengurung diri di kamar dan tidak pergi kemanapun sampai hari jumpa fans tiba.
Aura bintang rupanya masih terlihat pada Megan, salah satu mall yang menjadi tempat jumpa fans Megan begitu ramai dan penuh hari itu.
"Sepertinya aku menang taruhan," ucap Tia kemenangan.
Megan hanya bisa mendengus sebal, dia tidak menyangka banyak yang datang pada jumpa fansnya setelah dia menghilang bertahun-tahun lamanya.
"Ayo turun, jangan buat mereka menunggu!" ajak Tia karena memang mereka masih di dalam mobil sekarang.
Terpaksa Megan keluar, di luar sudah ada beberapa laki-laki yang mengawal Megan masuk.
Terdengar suara teriakan ketika Megan berjalan masuk ke dalam mall apalagi perempuan itu naik ke panggung yang sudah disediakan.
Pembawa acara menyambut kedatangan Megan dan perempuan itu melambaikan tangannya pada fansnya. Dia merindukan momen seperti ini.
"Pasti kalian semua bertanya-tanya, kenapa bintang kita satu ini menghilang, jadi sekarang kita harus mendengar penjelasan langsung, setuju???"
"Setuju!"
Megan berdiri sambil membawa mic nya, sebenarnya dia gugup tapi bisa dia tutupi, dia kan pandai berakting pada semua orang.
"Sebelumnya, maafkan saya karena telah menghilang karena sesuatu alasan. Kalau kalian ingin tahu alasan itu, untuk sekarang saya tidak bisa memberitahu karena saya tidak ingin semua orang tahu bagaimana lemahnya seorang Megan!"
"Jadi, jangan mengidolakan orang seperti saya!"
Suasana mendadak jadi hening karena mendengar jawaban tak terduga dari Megan, semua fans sudah mengira kalau Megan memang mempunyai masalah sampai mempengaruhi psikologisnya.
Ada beberapa bocoran saat Megan yang rawat jalan dengan seorang psikiater di Inggris waktu itu.
Salah satu fans maju dan memberi semangat pada Megan.
Semua akan baik-baik saja, kami tidak apa-apa
Kalimat sederhana yang membuat pertahanan Megan akhirnya jebol juga, air mata menetes dan membuat seisi mall memberi semangat bersama-sama.
Semua akan baik-baik saja
Kami tidak apa-apa
Kalimat yang terus diulang-ulang bersama-sama, Megan bisa melihat mereka begitu tulus.
"Terima kasih semuanya," ucap Megan kemudian.
Puncak dari acara itu adalah tanda tangan untuk para fans, Megan duduk dan semua berjajar dengan rapi untuk mendapatkan tanda tangan sang artis.
"Kau akan terlihat semakin cantik kalau tersenyum, semangat!" para fans tidak berhenti memberi dukungan pada Megan setiap mereka mendapat giliran.
Sampai tiba-tiba suasana menjadi riuh kembali karena ada seseorang yang datang tanpa mereka duga.
"Bukankah itu Theo dan putrinya! Aaaa..."
Suara teriakan kembali terdengar karena ada seorang hot daddy datang dengan menggendong putri kecilnya.
Theo diberi jalan dan lelaki itu maju ke depan untuk mendatangi meja di mana Megan berada.
"Kami adalah fans anda selama ini, Nona," ucap Theo dengan mata berkaca-kaca.
Ara yang ada digendongan ayahnya juga menahan air mata. Dia mengeluarkan bingkai fotonya dan memberikan pada Megan untuk ditanda tangani.
"Nama saya Namira, saya sudah masuk sekolah dasar tahun ini, saya selalu menurut apa kata ayah dan nenek, apa Nona Megan menyukai anak seperti saya?" tanya Ara.
_
NB : untuk visual bisa berimajinasi masing2 yak, kalau merasa tidak cocok. Megan emang blasteran tapi dominan ke wajah Asia dan emang awet muda karena perawatan.
Sebenarnya ini juga karena othor lagi bosen visual buleš¤£