
Ara memandangi fotonya dengan Megan di acara sekolah, dia memasukkan foto itu ke bingkai foto dan memajangnya di meja belajarnya.
Hari ini ibu dan ayahnya akan pergi ke kota, Ara pasti akan merindukan mereka.
"Ara..." panggil Theo.
Anak itu segera berlari keluar kamar dan mendapati Theo dan Megan yang bersiap pergi.
"Ibu pergi dulu, kita akan cepat bertemu lagi nanti," ucap Megan seraya mengecup kening Ara.
"Baiklah," Ara langsung memeluk Megan di sana.
Pemandangan itu terasa begitu indah di mata Theo, akhirnya Ara bisa memeluk ibunya.
Mereka kembali ke kota karena sudah ditunggu oleh Tia dan pemain film lain, untuk sementara Theo dan Megan tetap menyembunyikan hubungan mereka.
"Aku memilih istriku sendiri menjadi model video clip itu jadi urus semuanya," ucap Theo pada Bisma.
"Baiklah, kalau itu maumu," balas Bisma akan membicarakan ini pada produser musik yang menaungi Theo selama ini. "Jangan lupa naskahmu!"
Bisma memberikan naskah film yang akan diperankan oleh Theo.
Tidak masalah, Theo justru akan belajar pada masternya. Dia dan Megan tinggal di apartemen, mereka seperti pengantin baru. Mereka akan menghafal dan berlatih dialog bersama, makan bersama, tidur bersama dan bercinta setiap ada kesempatan.
"Aku tadi bertemu dengan Parto, ternyata dia masih bekerja di gedung apartemen ini," ucap Megan sebelum tidur.
"Sepertinya Parto memang betah dengan profesinya, bagaimana dengan ibu mertua?" tanya Theo yang ingin membahas Berta.
"Aku akan menemuinya dan membicarakan pernikahan kita," jawab Megan.
"Mengenai itu, aku ingin merayakan pesta pernikahan di kota dan di kampung supaya semua orang tahu kalau Megan Sulistiyono adalah milikku," ucap Theo yang ditertawakan oleh Megan sendiri.
"Megan Sulistiyono?" Megan tidak percaya akan mendapat nama belakang suaminya. Namanya jadi terlihat melokal.
Megan memeluk suaminya, dia tidak akan menyembunyikan Theo dan Ara lagi ketika semua urusan surat-surat sudah beres nanti.
Sambil menunggu semua surat-surat itu, Megan dan Theo menyibukkan diri untuk syuting film. Mereka yang sebelumnya sudah mempunyai chemistry tentu saja tidak sulit untuk membangun karakter di film itu.
Awalnya Megan masih takut ketika berhadapan dengan kamera tapi dia selalu mengingat wajah Ara yang menjadi penyemangat hidupnya.
Jadi, perlahan-lahan rasa takut itu hilang apalagi lawan mainnya adalah suaminya sendiri.
Bukan hanya film, Megan akhirnya mendapat tawaran iklan dan brand ambasador produk kecantikan.
Kini rutinitas Megan kembali seperti dulu, bedanya sekarang dia tidak terlalu mengejar karirnya karena ada Theo dan Ara yang butuh perhatian darinya.
"Apa anda tidak mempunyai keinginan untuk menikah?"
Pertanyaan yang sering diajukan oleh para wartawan ketika mewancarai sang artis.
Megan selalu menjawabnya dengan ambigu yang membuat para wartawan jadi penasaran.
"Sayang, apa kau ingin makan bakmi?" tanya Theo ketika ingin kembali ke apartemen.
"Boleh, janga lupa jus jeruk juga," jawab Megan.
Theo merasa seperti mengulang waktu, dulu saat hamil Ara, istrinya juga sangat menyukai jus jeruk. Dia juga mengingat kalau Megan belum datang bulan padahal hampir dua bulan mereka tinggal bersama.
"Jangan-jangan bibit kecubungku..." Theo jadi panik sendiri.
Namun, beberapa detik kemudian Theo berusaha menenangkan diri.
"Kali ini istriku harus menjalani kehamilan dengan suka cita," ucap Theo penuh tekad.