
Tia memandangi Megan yang masih tak sadarkan diri, perempuan itu tampak kebingungan harus memberitahu Megan atau tidak tentang hasil pemeriksaan dari dokter.
Saat ini Megan tengah berbaring di salah satu rumah sakit.
Setelah jatuh dan pingsan, Megan langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Sebagai manager, Tia menjadi wali dari artisnya.
Dokter menjelaskan kondisi sang artis dan Tia meminta pihak rumah sakit menutup rapat rekam medis Megan di sana. Sesuai SOP tentu saja dokter dan rumah sakit akan menjaga kerahasiaan pasien.
Kabar pingsannya Megan, dengan cepat sampai ke telinga Ruben.
Seharusnya sebagai cameo, Ruben berangkat lusa tapi lelaki itu mempercepat keberangkatannya dan langsung mendatangi Megan di rumah sakit.
"Kenapa kau datang kemari?" tanya Tia yang ingin menolak kunjungan dari Ruben.
"Aku ingin melihat keadaan Megan," jawab Ruben. Dia sudah membawa buket bunga di tangannya.
"Tetap saja Megan tidak bisa ditemui, lagi pula gosip di luar sana akan semakin berkembang jadi biarkan Megan istirahat dulu," Tia tetap menolak kunjungan lelaki itu.
Bukannya menyerah, Ruben justru memposting foto di rumah sakit seolah-olah sudah bertemu dengan Megan.
Dan tentu saja postingan itu digoreng oleh media kalau Ruben adalah kekasih idaman.
Banyak netizen yang menyambut berita itu dengan suka tapi tidak dengan Theo yang kesal setengah mati.
"Seharusnya aku yang ada di sana," gumam Theo saat membaca headline berita mengenai Megan dan Ruben.
Hari itu tanpa pikir panjang, Theo menyusul Megan ke kota di mana istrinya berada. Dia menggunakan kereta api sebagai sarana dan tidak memberitahu siapapun termasuk Bisma.
...***...
"Kau sudah bangun?" tanya Tia ketika melihat Megan membuka mata.
Megan bingung karena mendapati dirinya terbaring di rumah sakit, selama ini dia jarang sakit walaupun melakukan marathon adegan film.
"Ini membuang waktu, aku harus kembali syuting," Megan ingin membuka jarum infus yang terpasang di punggung tangannya.
"Apa yang kau lakukan? Kau itu pingsan dari kemarin jadi perlu banyak nutrisi," Tia tentu saja langsung mencegah tindakan sembrono Megan itu.
"Hah? Dari kemarin? Apa dokter sudah memeriksaku? Aku tidak mempunyai penyakit dalam, 'kan?" Megan jadi cemas akan kondisinya. Dia terlalu menyepelekan keadaan.
"Jangan terlalu banyak dipikirkan, aku akan memberitahumu ketika syuting benar-benar selesai," jawab Tia seraya mengelus kepala Megan. "Istirahatlah, aku akan membeli makanan dan jus jeruk untukmu!"
Entah kenapa Megan merasa kalau Tia berubah jadi lembut.
Jadi, perempuan itu diam saja, tidak memberontak seperti biasanya.
Megan memiringkan tubuhnya sambil mengelus sisi sampingnya yang kosong.
"Aku merindukanmu, hampir sebulan kita tidak bertemu," gumam Megan yang jadi teringat suaminya.
"Kalau aku jadi serakah, apa semua akan baik-baik saja?"
Megan mulai memikirkan hubungannya dengan Theo kedepannya.
Masih hanyut dalam pikirannya itu, pintu ruangan rawatnya dibuka seseorang.
Tidak mungkin Tia, Megan berpikir itu adalah perawat atau dokter yang akan memeriksanya karena dia baru saja siuman.
Namun, saat membalik badan, Megan terkejut setengah mati karena ternyata orang yang dia pikirkan beberapa detik lalu yang datang.
"Theo? Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Megan.
Theo langsung mendekat dan memeluk Megan dengan nafas terengah-engah karena sebelumnya berlarian di koridor rumah sakit untuk mencari ruangan istrinya.
"Aku suami kakak, tentu saja harus ada di sini," jawab Theo.