Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 21 - Ternyata Oh Ternyata



Sesampai Theo di tempat kerjanya, pemuda itu jadi pusat perhatian karena tampilannya yang berbeda. Bahkan staff hotel sampai ikut-ikutan memperhatikan petugas kebersihan itu.


"Mereka kenapa?" gumam Theo.


Dia pergi ke pantry untuk mencari Bisma, ada hal penting yang ingin dia bicarakan pada temannya itu. Namun, seperti yang lainnya, Bisma juga terkesima melihat perubahan Theo.


"Apa ini benar-benar Sulis yang aku kenal?" tanyanya.


"Memangnya ada yang aneh?" tanya Theo. Dia merasa biasa saja. Pemuda itu tidak menyadari bahwa outfit dan gaya rambutnya sekarang membuat penampilannya berubah seratus delapan puluh derajat.


Bisma memandangi dengan seksama penampilan Theo karena baik baju dan sepatu yang pemuda itu kenakan terlihat mahal.


"Dari mana kau dapat ini semua?" tanyanya curiga.


"Cuma dikasih," Theo menjawab.


"Kau tidak jadi simpanan tante-tante girang, 'kan?" tanya Bisma penuh selidik.


"Apa itu tante-tante girang?" Theo yang tidak mengerti tentu saja gantian bertanya. "Pokoknya aku tidak mencuri atau berbuat jahat lainnya!"


Theo yang polos tentu saja tidak melakukan hal semacam itu, Bisma tidak mau memperpanjang rasa curiganya.


"Bis, apa kau mempunyai info pekerjaan tambahan?" tanya Theo kemudian.


"Pekerjaan tambahan? Memangnya kau mau kerja apa?" Bisma jadi bingung, kalau misal Theo banyak uang tidak mungkin pemuda itu meminta pekerjaan tambahan seperti ini.


"Apa saja, yang penting bisa menghasilkan uang," jawab Theo.


Kebetulan ada sebuah club malam yang membutuhkan pelayan. Kalau Theo berminat, Bisma bisa membantu pemuda itu masuk ke sana.


"Saat kau shif siang, malamnya bisa kerja di sana. Gajinya lumayan apalagi kalau ada yang memberi uang tip tapi ya jangan kaget karena di sana tempatnya orang-orang kota party. Banyak yang mabuk dan pergaulan bebas," jelas Bisma.


Sepertinya tidak jauh berbeda dari hotel tempat mereka bekerja, Theo sudah mulai terbiasa melihat orang mabuk dan pasangan bukan suami istri menginap di hotel itu.


"Tidak masalah," ucap Theo percaya diri.


Bisma mengusap kepala pemuda itu. "Lama-lama, kau jadi tidak polos lagi!"


Apapun yang terjadi nanti, Theo akan menghadapinya karena dia adalah seorang suami sekarang.


Theo bekerja seperti biasa sambil membayangkan wajah Megan yang membuat jantungnya berdebar-debar.


"Padahal cuma bayangin wajah kakak tapi kenapa jadi begini?" gumam Theo sambil memegangi dadanya. Sedetik kemudian, dia teringat akan desaahan Megan terutama saat mereka berciuman, jantung Theo semakin berdebar. "Aduh... aduh..."


"Kenapa?" tegur Bisma yang lewat setelah membersihkan toilet.


Theo tampak bersandar di dinding koridor hotel sambil memegangi dadanya.


"Aneh, jantungku jadi deg-degan saat teringat seseorang," ucap Theo jujur.


"Seseorang itu wanita?" tanya Bisma memastikan.


Theo menganggukkan kepalanya yang membuat Bisma paham, sepertinya dia tahu sekarang kenapa Theo merubah penampilan dan ingin pekerjaan tambahan.


"Selamat kau telah jatuh cinta," Bisma menepuk pundak pemuda itu.


"A... aku jatuh cinta?" Theo sampai menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia pikir, dia hanya menyukai Megan saja karena kebaikan perempuan itu ternyata oh ternyata.


"Aku jatuh cinta pada istriku?" batin Theo.


Theo jadi berbunga-bunga setelah sadar kalau ternyata penyakit yang dideritanya adalah penyakit jatuh cinta. "Apa kakak merasakan hal yang sama?"


"Aku harap kakak juga jatuh cinta padaku!"