Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 28 - Penolakan



Megan mengusap air mata Theo yang jatuh, dia kemudian menyatukan kening mereka. Perempuan itu memejamkan mata sambil mengusap tengkuk Theo supaya suaminya berhenti menangis.


"Aku justru kesal, kenapa kita harus dipertemukan disituasi seperti ini," ucap Megan.


"Jangan menangis, aku tidak suka dengan laki-laki cengeng," lanjutnya.


Seketika Theo menghentikan tangisnya, dia tidak mau menjadi laki-laki yang tidak disukai istrinya.


"Kakak suka dengan pria tadi? Pria itu seperti kriteria ibu mertua," ucap Theo ingin tahu.


"Tentu saja tidak," jawab Megan tegas.


"Kakak tidak bohong, 'kan?" Theo menunjuk mata istrinya. "Itu mata kakak bergetar!"


"Ini bukan bergetar karena berbohong, hanya saja aku tidak tahu harus berkata apa," elak Megan.


Kemudian perempuan itu, meraih tangan Theo dan mengusapnya.


"Jangan pernah jadi orang lain, kau harus tetap jadi dirimu sendiri. Jangan sampai kau ingin menjadi orang seperti Ruben lalu melakukan segala cara," Megan memberi peringatan.


"Kakak menyukaiku yang seperti ini?" tanya Theo. Dia ingin sesuatu yang jelas, dia tidak mau bertepuk sebelah tangan.


Megan menjawabnya dengan anggukan kepala, walaupun begitu perempuan itu langsung memeluk Theo.


"Jangan memikirkan apapun, aku lebih suka kita bertengkar karena pakaian dalam spongebob atau karena kau yang suka makan telur dan tidak bisa memakai pengaman, aku ingin kita yang seperti itu," ucap Megan.


Theo membalas pelukan Megan dan mencoba melupakan kejadian beberapa menit lalu.


"Apa kakak pernah makan seblak? Biasanya pasangan kencan memakan itu,"


"Benarkah? Kalau begitu, aku mau itu dan melupakan dietku,"


"Besok aku akan membuatnya untuk kakak sebelum berangkat jadi tunggu aku pulang,"


"Aku akan menunggumu,"


"Setelah ini kakak akan pulang, 'kan? Jangan minum cairan neraka itu lagi,"


"Aku akan pulang dengan Tia,"


Lalu mereka melepas pelukan dan tertawa bersama seolah tidak terjadi apa-apa.


"Tenang saja, kakak tidak perlu khawatir, aku tidak akan berubah karena aku bukan Ultraman," ucap Theo.


Megan semakin tertawa, Theo memang jadi moodboster untuk dirinya.


"Besok mungkin akan ada artikel atau berita gosip mengenaiku dan Ruben. Aku harap, kau tidak akan terpengaruh karena hal itu," ucap Megan dengan prediksi di kepalanya.


Dia sudah tahu alur yang dibangun oleh akun-akun gosip supaya mereka mendapat keuntungan dari berita artis.


"Aku selalu percaya pada kakak," balas Theo yakin.


"Baguslah," Megan mengecup bibir Theo sebagai ucapan terima kasih.


Karena Theo harus kembali bekerja, mereka tidak bisa berlama-lama apalagi Tia sudah kembali.


"Apa aku melewatkan sesuatu? Aku tadi sakit perut," ucap Tia ketika masuk mobil.


"Sebaiknya kau standby dengan ponselmu karena pasti banyak yang akan bertanya padamu," balas Megan.


Tia mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti tapi setelah ponselnya berbunyi dan mendapat kiriman video, dia langsung paham.


Di video itu terlihat Megan yang berdua bersama Ruben, lelaki itu bahkan memainkan rambut Megan dan menciumnya.


Dan muncul pertanyaan apa mereka menjalin hubungan?


"Bukankah berita ini akan saling menguntungkan?" tanya Tia.


"Kalau kau terus dibicarakan akan mempermudah promo film mu dan hubunganmu dengan Theo akan semakin tertutup rapat," lanjutnya.


"Aku tidak mau menggunakan cara seperti itu, lebih baik filmku tidak laku daripada harus digosipkan dengan Ruben," tolak Megan.


"Baiklah, aku akan buat penyangkalan untuk berita ini," balas Tia.