Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 54 - Masih Keras Kepala



Setelah mendengar ancaman dari Ruben, Tia yakin kalau ada masalah serius yang dihadapi Megan tapi kenapa perempuan itu tidak memberitahunya?


"Kau membuatku kecewa, Megan!" kesal Tia.


Dia akan menunggu sampai Megan terbangun, kali ini Tia harus mendapatkan jawaban dengan jelas.


Pagi harinya, Megan mengalami mual luar biasa yang membuat perempuan itu terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi.


Nasi goreng semalam yang dimakannya dengan enak, semua keluar pagi itu. Sampai ada cairan kuning keluar barulah Megan berhenti muntah.


"Ini sangat menyiksa," gumam Megan merasa lemas. Dia mencuci mulut dan wajahnya di wastafel.


Kalau kondisi tubuhnya seperti ini terus-terusan, Megan tidak akan bisa bekerja dengan baik. Tapi, kalau tidak bekerja tabungannya lama kelamaan pasti akan habis apalagi dia harus membiayai kebutuhan Berta yang selalu ingin hidup mewah.


"Megan...." panggil Tia yang kehilangan perempuan itu ketika bangun.


Tia buru-buru mencari Megan dan mendapati sang artis duduk lemas di atas closet kamar mandi.


"Apa kau baru saja muntah-muntah lagi?" tanya Tia.


Megan hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Itu sudah biasa terjadi saat trimester awal, apa kau minum obatmu? Ada obat anti mual dan vitamin yang harus kau konsumsi," Tia membantu Megan keluar dari kamar mandi.


Kemudian dia mengambil baju ganti Megan dan memoles wajah perempuan itu supaya tidak terlihat pucat.


"Sebenarnya aku marah dan banyak pertanyaan dariku yang harus kau jawab tapi karena aku tidak mau merusak moodmu, kita akan bicarakan setelah syutingmu selesai. Berikan akting terbaikmu, kau adalah Megan Brox," ucap Tia memberi semangat.


Megan tersenyum mendengarnya, dia ingin bertanya mengenai Theo tapi dia urungkan, Megan yakin kalau suaminya baik-baik saja.


"Kita akan check out dan sarapan dulu sebelum pergi ke lokasi syuting. Kau sudah tidak apa-apa, 'kan?" tanya Tia.


"Kita akan mencarinya," Tia bergegas mengemas semua barang Megan dan juga dirinya sendiri.


Biasanya selesai syuting, produser akan melakukan jamuan untuk semua crew dan artis. Untuk film kali ini, Tia akan menolaknya dengan alasan Megan yang sakit.


Di sana pasti ada Ruben jadi sebisa mungkin Megan harus menghindari lelaki itu.


"Sepertinya untuk sementara waktu kita butuh bodyguard, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu apalagi kau tengah hamil muda," ucap Tia.


Dari perkataan Tia, Megan bisa menyimpulkan kalau managernya mengetahui sesuatu tentang dirinya dan Ruben.


"Tenang saja, aku sudah mempunyai senjata untuk melawan bajiingan itu," balas Megan.


"Justru karena itu, kau butuh pengawalan sampai Ruben benar-benar mengaku kalah. Kita tidak tahu dia akan nekat seperti apa untuk bisa mencapai tujuannya, kau harus memikirkan bayimu," timpal Tia.


Setiap membicarakan masalah bayi, Megan pasti selalu terdiam.


"Jangan berpikiran aneh-aneh, aku akan benar-benar marah padamu jika kau berani berpikiran untuk menggugurkan bayi tidak berdosa itu, kau sudah lihat bentuknya di foto USG, bukan?"


"Dia masih segumpal darah, apa kau tega?"


Tia terus berusaha menyadarkan Megan supaya mau menerima kehamilannya.


"Aku akan membantumu menyembunyikannya, apa kau mengerti?"


Megan masih tidak memberi respon, perempuan itu justru memakai kaca mata dan topinya untuk keluar dari kamar. Dia ingin menyelesaikan syuting terakhir kalinya.


"Setelah masalahku selesai, lebih baik kau mengundurkan diri jadi managerku, aku tidak mau kau terlibat lebih jauh dengan hidupku," ucap Megan seraya membuka pintu dan keluar.