Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 13 - Berpikir Positive



Theo mengerahkan seluruh tenaganya, dia terus menggerakkan pinggulnya sampai dia merasakan sesuatu akan keluar dari ujung batang lato-latonya.


Saat keluar, Theo merasakan lemas dan langsung ambruk di atas tubuh Megan.


"Kak, lututku jadi lemah," keluh Theo.


Megan masih memejamkan matanya karena merasakan semburan hangat di rahimnya. Sebenarnya dia belum puas tapi karena ini kelas pertama, Megan akan memakluminya.


Kelas selanjutnya Megan akan mengajari tentang durasi dan gaya.


"Lumayan, sekarang istirahatlah!" Megan mengelus punggung Theo yang lembab.


Tanpa perlu disuruh, Theo memang merasakan kantuk yang luar biasa. Pemuda itu tidur sambil memeluk Megan.


Rasanya sangat aneh, Megan seperti berhubungan dengan adiknya tapi dia sangat menikmatinya. Perempuan itu pun ikut tertidur bersama suaminya.


Untuk pertama kalinya, pasangan suami istri itu tidur bersama.


...***...


Tia buru-buru mendatangi Megan karena ada jadwal pemotretan produk yang harus aktris itu lakukan. Dan ada hal penting yang terlupakan untuk mereka bicarakan.


"Megan..." panggil Tia ketika memasuki unit apartemen.


Namun, tidak ada sahutan apapun.


"Apa dia masih tidur?" gumam Tia.


Perempuan itu pun melangkah ke kamar Megan dan alangkah terkejutnya dia karena mendapati dua anak manusia yang tidur dan saling berpelukan.


Beruntung mereka memakai selimut jadi tubuh polos mereka hanya terlihat dadanya saja.


"Oh my God!" Tia berteriak sambil menutup mulutnya karena tidak percaya. "Megan tidur dengan suaminya?"


Sebenarnya bukan hal aneh bagi pasangan suami istri tapi bukankah Megan menolak suami berondongnya itu?


"Cih, memang enak menelan ludah sendiri," Tia pun mendekat dan mencoba membangunkan Megan. "Bangun...."


Dia menjauhkan tangan itu kemudian mendudukkan dirinya. Megan tidak malu pada Tia dalam keadaan tubuh yang polos.


"Apa ada jadwal hari ini?" tanya Megan dengan santainya.


"Kau sepertinya harus menjelaskan, kenapa kau bisa tidur dengan suamimu," tuntut Tia. Dia harus tahu segalanya mengenai aktris di bawah naungannya.


"Dia terus berusaha menjadi suami dan hidupnya sangat menyedihkan jadi aku membawanya tinggal bersama," jelas Megan sambil memakai bathrobe.


Karena takut akan mengganggu Theo yang tidur, Tia meminta berbicara di meja makan.


"Apa dia mengeluarkan di dalam?" tanya Tia penuh selidik.


"Tentu saja," balas Megan santai. Dia merasa memakai kontrasepsi selama ini.


Tia mengeluarkan buku kontrasepsi Megan, biasanya perempuan itu akan melakukan suntik kontrasepsi sebulan sekali tapi karena sibuk, Tia melupakan jadwalnya.


"Kau sudah telat dua minggu," ucap Tia.


"Apa?" Megan melihat buku kontrasepsi dan melihat tanggalnya. "Sialan kau, Tia!"


"Waktu itu kita sibuk menyelesaikan film mu dan kau sudah lama tidak berhubungan jadi aku lupa," ucap Tia. Memang malam ternoda itu untuk pertama kali, Megan ingin berhubungan dengan pria setelah sekian lama syuting.


Jadi, Theo satu-satunya pria yang tidur dengan Megan tanpa pengaruh kontrasepsi.


"Kita harus suntik kontrasepsi sekarang juga," ucap Megan yang takut hamil.


"Tidak bisa, kita harus menunggu sampai kau selesai menstruasi," balas Tia.


Megan menghela nafasnya panjang dan mencoba berpikir positif, dia yakin tidak akan hamil. Namun, ketika mengingat mesin pembuat anak Theo yang jumbo, dia jadi merinding.


Jangan sampai dia mengandung anak lato-lato.


"Berpikirlah positive Megan, anggap kecebong lato-lato sepolos pabriknya!" batin Megan.