Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 37 - Video Viral



Megan begitu gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya, dia terus memandangi ponselnya dan berharap Theo akan menghubunginya malam ini.


Dan seperti yang dia harapkan tak lama ponselnya berbunyi, nama Theo ada di layar ponsel keluaran terbaru itu.


"Theo?" panggil Megan.


Tidak ada suara suaminya tapi terdengar suara hujan di sambungan telepon itu.


"Kau ada di luar?" tanyanya kemudian.


"Kakak..." suara Theo tampak bergetar di sana. "Aku merindukan kakak!"


"Oh iya? Alihkan ke panggilan video," pinta Megan.


Namun, Theo menolaknya karena alasan tengah mencuri waktu di jam kerja.


"Aku menunggu panggilan darimu, apa kau baik-baik saja?" tanya Megan.


"Aku baik-baik saja, bagaimana syuting kakak hari ini?" Theo berbohong dan mengalihkan pembicaraan.


"Besok aku harus syuting di hutan, semoga saja tidak ada kendala," jawab Megan.


"Apa mommy ku sudah pergi?"


"Ibu mertua masih di apartemen, dia menyukai sambal orek buatanku,"


"Ish, seharusnya dia sudah pergi karena aku sudah mengirim uang. Jangan terlalu mau diperbudak olehnya,"


"Aku tidak merasa diperbudak, apa kakak merindukan aku?"


Megan terdiam kemudian langsung tertawa. "Tentu saja, aku menanti kencan kita memakai motor yang kau bawa!"


"Sebentar lagi aku akan gajihan, kakak mau dibelikan apa? Apa kakak mau steak atau makanan mahal lainnya?"


"Um, apa ya. Rasanya aku sudah bosan makanan mahal, aku ingin makan nasi padang," jawab Megan.


Theo tersenyum, hanya mendengar suara istrinya saja sudah mengembalikan suasana hatinya yang buruk.


Setelah tergeletak sebelumnya, Theo dibantu rekannya yang berada di club untuk pergi ke klinik terdekat. Rekannya juga membantu Theo mengambil tas dan motor pemuda itu, jangan sampai harta Theo dirampas oleh sang manager.


Selesai dari klinik, Theo berniat pulang dengan membawa motornya tapi hujan turun yang membuatnya berteduh di halte.


Theo duduk termenung dan mencoba baik-baik saja.


"Ya ampun, kita kehujanan!"


Ada sekelompok anak-anak muda yang ikut berteduh bersama Theo.


Anak-anak pemusik jalanan yang usianya terlihat tak jauh dari Theo, mereka terdiri dari empat orang dan duduk di halte itu.


"Hei, kenapa wajahmu?" tegur salah satunya ketika melihat wajah Theo yang membiru.


Theo menggeleng. "Aku tidak kenapa-kenapa?"


"Iya, kau harus visum dan lapor polisi,"


Theo jadi kena marah oleh sekelompok pemusik jalanan itu.


Sebenarnya kalau mau, Theo bisa melaporkan penganiayaan yang dialaminya. Tapi, semua tidak semudah itu. Dia butuh pengacara untuk melawan sementara yang di lawannya orang ber uang yang bisa membeli hukum.


Lagi-lagi Theo kalah power.


"Kami akan menghiburmu,"


Akhirnya para pemusik jalanan itu memainkan gitar dan juga drum kotak mereka seraya bernyanyi.


Tanpa disangka, Theo ikut bernyanyi bersama mereka.


"Wah, suaramu sangat bagus,"


"Kita harus merekamnya,"


Video Theo yang bernyanyi dengan wajah babak belur malam itu diunggah ke aplikasi tiktok.


Malam bantu aku tuk luluhkan dia


Bintang bantu aku tuk tenangkan dia


Dari rasa cemburu dari rasa curiga


Karna hati ini kusimpan hanya untukmu


Tenangkan dirimu kau terlalu jauh


Sebenarnya aku tak seburuk itu


Semua perjuanganku di belakang dirimu


Semata karna ku tak mampu hidup tanpamu


Mario Gerardus Klau - Semata Karenamu


Mereka tidak menyangka video yang mereka ambil itu akan masuk ke fyp dan viral dalam hitungan jam.


Beberapa komentar pun membanjiri kolom komentar.


@jiminwife : suaranya bagus tapi kenapa wajahnya itu?


@buangnafas: anjir, wajahnya habis kena gebuk masa!


@baubangke : sepertinya ganteng, siapa sih itu?


Netizen pun bertanya-tanya, kamu nanya? kamu nanya?