Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 38 - Menyangkal



"Kau izin tidak masuk kerja karena sakit hari ini?" tanya Bisma ketika Theo menghubunginya.


"Iya, badanku sakit semua. Aku ingin istirahat satu hari saja," balas Theo.


"Aku akan memberitahu kepala kebersihan. Jadi, jangan khawatir," ucap Bisma.


Setidaknya jangan sampai pekerjaan utamanya juga hilang supaya Theo bisa mengirim uang pada ibunya.


Theo saat ini berada di parkiran motor apartemen, dia berniat istirahat saat masuk karena badannya yang sakit semua.


"Theo..." tegur Parto yang melihat pemuda itu.


Theo hanya melambaikan tangan dan memasang penutup kepala dari jaket yang dia kenakan supaya wajahnya tidak terlihat.


"Tunggu dulu," cegah Parto saat Theo akan pergi.


"Ada apa? Aku sedang tidak enak badan," Theo ingin menghindar.


"Ibu Berta itu benar ibunya nona Megan? Kok sepertinya tidak mengenalmu," ucap Parto.


Dari sini Theo sadar kalau ternyata Parto sempat bersinggungan dengan ibu mertuanya. Dia harus menyiapkan mental menghadapi Berta setelah ini.


Theo masuk apartemen seperti biasanya dan mencari Berta berada.


Keadaan kosong sepertinya ibu mertuanya itu pergi entah kemana. Theo merasa lega karena dia bisa beristirahat sejenak.


"Aku tidak boleh sakit dan wajahku harus seperti sedia kala," gumam Theo.


Karena kelelahan, Theo tertidur begitu saja di sofa. Badannya mulai panas karena demam.


...***...


Video viral terus menjadi perbincangan di mana para pemusik jalanan yang tengah bernyanyi dengan pemuda babak belur.


Warga net semakin penasaran dan para influencer mencoba mencari orang-orang yang ada di video tersebut.


Salah satu influencer berhasil menemukan para pemusik jalanan itu dan mereka diwawancara serta menanyakan di mana Theo berada.


"Wah, kalau itu kami tidak tahu. Kami hanya berusaha menghibur saja karena waktu itu kami kasihan,"


"Padahal dia berharap bisa mengirim uang lebih untuk ibunya di kampung untuk dibelikan ponsel tapi justru malah tidak digaji,"


Theo memang sempat bercerita setelah mereka selesai bernyanyi bersama dan para pemusik jalanan itu menyampaikan seperti yang Theo ceritakan pada mereka.


Cerita Theo semakin membuat warga net merasa terharu bahkan ada brand ponsel yang ingin memberikan ponsel dengan cuma-cuma kalau sampai bertemu dengan Theo.


Pemuda itu tengah dicari-cari tapi Theo sendiri tidak sadar.


"Aku lelah," keluh Megan setelah selesai melakukan syuting di hutan.


Tiba-tiba dia ingin minum jus jeruk dingin dan meminta Tia membelikannya.


"Aku ingin itu," rengek Megan seperti anak kecil.


"Iya tunggu sebentar," Tia akhirnya menuruti permintaan Megan itu. Dia keluar dari penginapan sambil mencari penjual jus.


Tak jauh dari penginapan ada penjual jus yang dicari, di sana Tia antri dan mendengar para pengunjung yang membicarakan berita mengenai Theo.


Karena penasaran Tia membuka ponselnya dan mencari berita itu. Tia melihat video Theo yang tengah bernyanyi dengan para pemusik jalanan.


Keadaan malam hari dengan pencahayaan yang kurang apalagi wajah Theo yang babak belur jadi sulit dikenali.


Hanya saja Tia merasa tidak asing dengan suara pemuda itu.


"Ini jus jeruknya," penjual jus memberikan pesanan Tia.


"Terima kasih," Tia bergegas membayar dan pergi.


Sesampai di penginapan, dia memperlihatkan video viral itu pada Megan.


"Coba lihat, sepertinya tidak asing," ucap Tia sambil memperlihatkan video dari ponselnya.


Megan melihat seraya menyedot jus jeruk ke dalam mulutnya seketika dia langsung tersedak karena sangat mengenali suara pemuda di video itu. Bukan hanya suara bahkan baju dan sepatu yang dikenakan, dia yang membelikannya.


"Theo? Itu tidak mungkin dia, 'kan? Kalau benar pasti dia akan bernyanyi kuda lumping, 'kan?" Megan merasa tidak percaya dan berusaha menyangkal.