Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 20 - Ketakutan



Sepertinya kebiasaan Theo bertanya-tanya tidak mudah untuk hilang, maklum lah pakaian dalam saja bergambar spongebob apalagi urusan pengaman.


"Sini biar aku yang pasang," Megan akhirnya mengalah atau nafsunya bisa hilang.


Perempuan itu membuka bajunya sampai polos kemudian naik ke perut suaminya. Dia mengambil satu pengaman dan dia robek menggunakan giginya.


Theo menelan ludahnya susah payah, adegan penyobekan pengaman memakai gigi itu di mata pemuda itu begitu seksi. Jantungnya sampai berdendang tidak karuan.


"Eugh!" Theo melenguh ketika Megan membuka celananya.


"Perhatikan ini karena kita akan sering menggunakannya," Megan memasang pengaman yang memang cukup sulit masuk ke batang lato-lato Theo walaupun sudah ada pelumasnya.


Setelah terpasang, Theo mengulum senyumnya karena terlihat lucu. Apalagi warnanya pink.


Namun, dia harus diam karena Megan tidak suka dia yang selalu bertanya-tanya.


Kali ini Megan memakai gaya seperti mereka melakukan pertama kali. Theo duduk di sofa dan Megan yang bekerja naik turun.


"Jangan keluar dulu sebelum kau memuaskan pasanganmu," Megan memberi peringatan.


Theo hanya bisa mengangguk dan menahan getaran di tubuhnya. Dia harus berkonsentrasi penuh supaya tidak cepat keluar.


Dia melihat gunung kembar Megan yang naik turun dan tak kuasa menahan untuk menyentuhnya. Pelajaran baru hari ini, Megan memintanya untuk menjadi bayi besar.


Awalnya Theo ragu tapi lama-kelamaan kok enak.


"Bagus," komentar Megan karena Theo bisa bertahan lama.


Sekarang dia turun dan meminta Theo menyuntiknya dari belakang. Kedua anak manusia itu bercinta cukup lama sampai akhirnya Theo tidak bisa menahan diri lagi.


Theo mempercepat laju tubuhnya dan memuntahkan apa yang ditahannya daritadi. Dia langsung ambruk di punggung Megan.


"Ini balonnya apa terus menempel, Kak?" tanya Theo dengan nafas terengah-engah.


"Lepas saja dan buang," balas Megan kelelahan.


Seperti sebelumnya, dia akan langsung tertidur bersama istrinya. Mereka tertidur di sofa dengan saling berpelukan.


Padahal Theo ingin beristirahat lebih lama tapi bunyi alarm membangunkan tidurnya. Saat dia membuka mata, hal pertama yang pemuda itu lihat adalah wajah Megan yang tertidur.


Sejenak Theo memandangi wajah istrinya, dalam hatinya dia berjanji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Megan.


Kemudian, perlahan Theo bangkit dan berjalan mengambil selimut di dalam kamar. Dia menutupi tubuh istrinya supaya tidak kedinginan.


"Aku harus mandi," gumam Theo.


Dia bergegas mandi supaya tidak terlambat kerja, hari ini dia sudah bertekad untuk mencari pekerjaan tambahan. Selama Megan syuting nanti dia akan bekerja siang malam supaya cita-citanya menjadi juragan sawah bisa terwujud.


Sebelum berangkat kerja, Theo menyempatkan diri mencium kening istrinya.


"Aku berangkat kerja dulu, kakak jangan memintaku pergi lagi atau nanti kena azab," ucap Theo.


Rupanya kata-kata Theo itu terbawa sampai ke mimpi Megan. Dia merasa dikejar-kejar makhluk hitam yang membuatnya ketakutan.


"Tolong, aku tidak akan durhaka pada suamiku,"


"Aaaa..."


Megan akhirnya terbangun karena mimpi buruk, dia terduduk dan mendapati dirinya masih di sofa.


"Theo..." panggil Megan mencari suaminya.


"Apa dia sudah berangkat kerja?" gumamnya.


Perempuan itu ingin mandi tapi atensinya teralihkan pada ruang tamu yang bersih dan rapi. Ternyata Theo menyempatkan diri membersihkan bekas percintaan mereka.


"Apa yang harus aku lakukan?" keluh Megan. Dia takut terbawa suasana. Apalagi Theo tidak mau berpisah darinya. "Dia tidak benar-benar ingin menjadi juragan sawah, 'kan?"