
Promo lagi ya bestie, othor bawa cerita bagus...
Judul : Rahasia Istri Culun
Napen : Itta Haruka07
BAB 1
Seorang laki-laki berparas tampan dengan tinggi dan bentuk tubuh sempurna meludahi istrinya sendiri yang berusaha membuatkan secangkir kopi untuknya. Dia sangat membenci sang istri yang terlihat kampungan di matanya, sampai apa pun yang wanita itu perbuat akan selalu salah di matanya.
“Ini kopi apa es cendol? Kenapa manis sekali?” bentak laki-laki itu sembari melayangkan tatapan kebencian pada sang istri. “Kalau tidak becus apa-apa, tidak usah jadi istriku! Menjijikkan sekali mengakuimu sebagai istri!”
Laki-laki itu melemparkan cangkir ke lantai dan air berisi larutan kopi dan gula tumpah mengenai kaki sang istri. Pecahan cangkir berserakan di mana-mana membuat wanita bernama Mazaya itu memejamkan mata karena takut.
Sementara itu, suami Mazaya yang bernama Arnold, sama sekali tak peduli dengannya dan asyik menerima panggilan telepon dari wanita lain.
“Kamu sudah sampai, Beiby? Masuk saja! Aku tunggu ya!”
Suara Arnold terdengar sangat lembut saat menyapa wanita lain. Sangat berbeda dengan perlakuannya pada istrinya sendiri yang kini meringkuk di lantai sambil menangis.
Penampilan sang istri yang sangat sederhana, membuat mata Arnold terasa jijik saat memandangnya. Dia memang sengaja menyiksa wanita itu seumur hidup karena sudah membuat Arnold yang tampan dan kaya raya menikahi gadis culun seperti dirinya.
Usai menerima telepon, Arnold meninggalkan Mazaya tanpa peduli dengan isak tangisnya. Sementara Mazaya yang selama dua bulan ini menderita karena suaminya sendiri, kini memunguti kepingan pecahan keramik yang berceceran di lantai.
Meski Mazaya adalah seorang istri dan nyonya rumah, tapi tidak ada satu pun asisten rumah tangga yang berani mendekatinya untuk membantu. Mereka semua takut dengan Arnold yang tak akan sungkan memecat siapa pun yang menjadi teman Mazaya atau pun membantunya di rumah itu.
Di rumah mewah bak istana itu, Mazaya seorang diri menghadapi sikap sang suami yang menikahinya atas paksaan kakek Arnold sendiri.
Tangan Mazaya bergetar hebat saat membersihkan serpihan cangkir itu, hingga tak sengaja sayatan tajam menggores dan menusuk kulit tangannya dan membuat darrah segar mengucur dengan bebas. Mazaya hanya bisa mengisap jemarinya itu dan kembali membereskan kekacauan karena secangkir kopi. Lalu, dia ke dapur untuk membuang benda mahal yang kini menjadi sampah hanya karena emosi tak terbendung.
Wanita itu mengurus sendiri lukanya dan berniat kembali ke kamar usai kekacauan di meja makan itu lenyap. Sayangnya, dia berpapasan dengan Arnold yang sedang merangkul mesra pinggang seorang wanita. Hati istri mana yang tidak akan hancur saat melihat suaminya sendiri memeluk mesra wanita lain?
Namun, yang Mazaya lakukan hanya diam dan melihat. Dia tak berani melakukan apa pun karena terlalu lemah dan penakut. Sampai akhirnya, dia tak tahan saat melihat Arnold dengan ganas menyerang leher dan dada teman wanitanya, lalu menyeretnya masuk ke sebuah kamar kosong yang tak jauh dari posisi mereka.
Mazaya keluar dari rumah dengan hati yang hancur begitu pintu itu tertutup. Beruntung, petugas keamanan tak ada di posnya dan Mazaya berhasil melewati gerbang rumah yang kebetulan tidak dijaga.
Cuaca mendung dengan kilatan cahaya petir memberikan tanda-tanda akan terjadi hujan. Mazaya yang tak tahan menjadi istri Arnold, memutuskan untuk lari sebelum Arnold atau pun penjaga rumah menyadari kepergiannya.
Sayangnya, saat Mazaya memutuskan untuk berlari, saat itu jugalah seorang petugas keamanan melihatnya yang dengan ceroboh tak menutup lagi pintu gerbang yang dia buka. Mazaya tak punya banyak waktu untuk berpikir, lagi pula tidak ada pilihan lain. Dia tak mau kembali ke rumah itu dan akhirnya berlari sekuat tenaga meninggalkan sangkar emas yang selama ini mengurungnya.
Hujan lebat tiba-tiba turun membuat langkah Mazaya terasa semakin berat. Saat ini, dia sudah sampai di jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan roda empat.
Arnold mendapat kabar bahwa istrinya kabur. Dia juga tidak mau Mazaya kabur dari rumah, dan akhirnya ikut mengejar istrinya itu dengan motor.
“Mazaya kembali!” teriak Arnold yang berhasil mengejarnya. Laki-laki itu berhenti di depan Mazaya dan turun dari motor.
Menyadari dirinya tak bisa menyelamatkan diri lagi, Mazaya akhirnya melompat ke jalan raya. dan tertabrak sebuah mobil yang melaju kencang.
***
Hujan deras menghalangi indra penglihatan Caroline yang saat ini tengah mengemudi. Wanita itu baru saja pulang dari perawatan di salon dan beberapa hari lagi dia akan menikah.
Caroline memiliki paras yang sangat cantik. Banyak orang menyebutnya bidadari yang turun dari kayangan karena kecantikan alaminya itu. Dia memiliki tunangan yang kaya dan tampan, juga dikelilingi sahabat yang sangat peduli dengannya. Jadi, bisa dikatakan hidup Caroline sangat sempurna.
Caroline terus mengemudikan mobil sampai akhirnya sebuah kecelakaan tak terhindar lagi, dan wanita itu menabrak seseorang yang tak lain adalah Mazaya.
****************
Jemari tangan seorang pasien tiba-tiba bergerak. Sudah dua hari wanita itu dinyatakan koma setelah berusaha mengakhiri hidupnya. Suara langkah dokter dan suster pun tiba-tiba memenuhi ruangan. Yang tadinya tenang berubah menjadi tegang dalam sekejap mata.
“Cek tekanan darrahnya!”
“Pantau oksigennya!”
“Monitor terus detak jantungnya!”
Para medis sedang sibuk memeriksa keadaan wanita itu. Semakin lama semakin membaik, dan hal itu membuat mereka akhirnya bisa bernapas lega.
Sementara itu, wanita yang sebelumnya dinyatakan koma itu mulai membuka mata dan menatap sekeliling. Dia merasa sangat bersyukur karena bisa selamat dari kecelakaan yang menimpa dirinya.
“Syukurlah, aku pikir aku sudah mati!” batin wanita itu merasa sangat beruntung. Rupanya takdir masih memberikannya kesempatan untuk hidup.
Setelah dokter memastikan keadaannya membaik dan bisa diajak komunikasi, akhirnya wanita itu dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan untuk dipantau keadaannya.
Seorang laki-laki dengan tubuh tegap memasuki ruang perawatan. Derap langkahnya yang terdengar kuat menarik perhatian sang wanita yang sedang beristirahat itu. Lalu, laki-laki itu mengambil duduk di sebuah kursi tepat di samping ranjang pasien.
“Kamu siapa?” tanya wanita yang baru siuman itu dengan tatapan bingung. Dia sama sekali tidak mengenal laki-laki itu. Lalu, kenapa dia repot-repot menjenguknya sementara keluarga wanita itu sendiri tidak ada yang datang menjenguk.
Laki-laki dengan setelan jas hitam dan dasi garis-garis biru itu menggerakkan alisnya hingga nyaris bertautan. Lalu, dengan ekspresi dingin dia menatap mata sang wanita dan bertanya, “Apa kamu sudah hilang ingatan, Mazaya?”
***
BAB 2 langsung kesana💃