
Megan melihat video clip lagu suaminya di mana dia sendiri yang menjadi model video clip di sana. Lagu itu mulai dikenal dan menjadi viral di kalangan penikmat musik.
Apalagi Theolovers semakin mengidolakan Theo dan ikut memviralkan lagu itu.
Megan merasa bangga, Theo yang seorang petugas kebersihan hotel bisa sampai di titik sekarang. Dan yang membuat Megan semakin terharu, Theo melakukan itu semua demi dirinya.
"Sayang..." panggil Theo ketika masuk ke dalam apartemen. "Aku pulang!"
Lelaki itu membawa banyak makanan dan jus jeruk untuk istrinya.
"Bukankah hari ini mau makan bakmi?" tanya Megan yang merasa keheranan karena Theo membawa banyak makanan.
"Kau harus makan banyak sayang dan minum ini..." Theo memberikan jus jeruk.
Megan menerima jus jeruk itu dan langsung meminumnya. "Rasanya memang enak!"
Sedetik kemudian dia merasakan Theo memeluk perutnya begitu posesif.
"Apa ada adik Ara di dalam sini?" tanya Theo.
Megan mengerutkan keningnya dan berpikir. "Apa secepat itu?"
"Ini sudah hampir dua bulan kita tinggal bersama bahkan proyek film kita hampir selesai," jelas Theo.
Theo mengadah menatap istrinya. "Kali ini jangan menolaknya lagi!"
Tidak ada niatan hati Megan untuk menolak kehamilan keduanya, bahkan kalau memang itu benar terjadi. Megan akan berhenti dari dunia entertainment dan memilih hidup di kampung bersama Ara.
"Tidak akan," balas Megan seraya mengecup puncak kepala suaminya.
Untuk memastikan, Megan dan Theo memeriksakan diri ke dokter kandungan. Setelah dilakukan pemeriksaan memang ada janin yang tumbuh di rahim Megan.
Theo kesenangan akhirnya pembibitan kecubung berhasil.
"Benarkah? Aku akan punya adik?" Ara yang mendengar itu tak kalah senang. Anak itu sampai membawa Jarwo berkeliling kampung untuk mengabarkan kabar bahagia itu.
Sesuai perkataan Megan, perempuan itu menyelesaikan pekerjaan yang masih terikat kontrak dan tidak mengambil job lagi. Dia ingin fokus pada kehamilan dan persiapan pernikahan.
Pada saat itu, Theo dan Megan harus melakukan adegan terakhir di film mereka. Untuk kehamilan kedua ini Megan tidak mengalami mual dan muntah jadi kondisinya masih bugar.
"I love you," Theo mencium Megan dengan intens. Padahal ciuman itu tidak perlu dilakukan.
CUT!
Sutradara langsung menyudahi pengambilan gambar, semua crew mengira jika pemeran utama terlibat cinta lokasi.
"Ish, kau mencuri kesempatan ya," tegur Tia di sana.
"Dasar," Tia kemudian memeluk Megan di sana. "Aku senang mendengar kabar kehamilanmu, akhirnya kau mau berdamai dengan dirimu sendiri!"
"Terima kasih selalu ada untukku," ucap Megan tulus.
"Itu memang tugasku dan aku juga mempunyai kabar baik," Tia melepas pelukan dan memperlihatkan cincin di jemari manisnya. "Aku dilamar Bisma!"
"Aku masih ingat jelas kau dulu sering menggodaku karena suamiku berondong, sekalinya kau juga suka daun muda," balas Megan.
"Daun muda sudah jadi pucuk, pucuk, pucuk!"
Megan ikut berbahagia mendengar kabar Tia akan menikah, sekarang dia juga harus mengakui keberadaan suami dan anaknya.
Sebelum kembali ke kampung, Megan mendatangi acara penghargaan karena dia masuk nominasi sebagai aktris film terbaik. Dia datang bersama Theo tapi memisahkan diri saat di tempat acara.
"Dan pemenang sebagai aktris film terbaik adalah..." pembawa acara mulai membacakan para pemenangnya. Sekarang giliran pengumuman aktris terbaik.
"Megan Brox!"
Rasanya Megan tidak percaya namanya bisa disebutkan sebagai salah satu pemenang di acara itu.
Perempuan itu pun berdiri dan berjalan ke arah panggung untuk menerima pialanya.
"Aku tidak menyangka bisa mendapat perhargaan meskipun sudah vacum cukup lama, ternyata banyak orang-orang yang menyayangiku dan aku terus menutup mata selama ini," ucap Megan ketika memberikan pidato. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk sebuah pengakuan dan berpamitan dari dunia entertainment yang membesarkan namanya.
"Semua ini tidak terlepas dari dukungan suami dan putri kecil kami," lanjutnya.
Semua hadirin sampai terdiam mendengar hal tak terduga dari Megan.
"Ya, aku sudah mempunyai suami dan anak selama ini. Aku menikah diam-diam sekitar delapan tahun lalu, alasan kenapa aku menyembunyikan pernikahan itu karena keegoisanku, aku merasa malu mempunyai suami yang usianya jauh lebih muda dariku dan pemuda itu hanyalah seorang petugas kebersihan yang polos,"
"Aku selalu berusaha menyangkal semua padahal dari suamiku, aku mendapatkan apa yang namanya cinta, dia terlalu baik untuk wanita yang mempunyai banyak aib sepertiku, bahkan saat aku hamil dan melahirkan dia selalu ada untukku,"
"Dia membesarkan anak kami, berusaha menutupi semua aibku dan masih setia menungguku,"
Megan mulai meneteskan air matanya karena mengingat semua yang dilakukan Theo padanya bahkan para hadirin juga tersentuh dengan cerita Megan, suasana menjadi begitu hening, tidak ada yang membuka suara karena ingin mendengar kelanjutan kalimat dari perempuan itu.
"Rasa malu dan sakit yang aku rasakan selama ini hanyalah hal kecil dan itu tidak sebanding seperti yang aku rasakan ketika bersama suami dan anakku,"
"Mereka mengisi hatiku yang kosong dan aku ingin bersama mereka selamanya. Akhirnya aku bisa merasakan seperti apa rasanya dicintai dengan tulus,"
"Terima kasih Theo, kau adalah suami dan ayah terbaik yang pernah ada!"
Semua kamera langsung mengarah pada Theo yang juga meneteskan air matanya.