Hidden Husband

Hidden Husband
S2 | HH BAB 69 - Tidak Bisa Pergi



Karena kondisi Megan yang tidak baik, acara jumpa fans Megan diakhiri lebih cepat. Supaya tidak membuat pengunjung kecewa sebagai penutupan, Theo membawakan sebuah lagu.


Kesempatan itu digunakan Megan untuk meninggalkan mall.


Namun, tanpa dia duga di parkiran Ara sudah menunggunya.


Anak itu berdiri di belakang mobil supaya tidak terlihat kamera cctv, matanya tak jemu memandangi Megan. Ternyata Ara lahir dari perempuan cantik itu.


Tia dan Bisma melihat interaksi keduanya dari kejauhan, mereka ingin memberi waktu untuk ibu dan anak itu. Memang semua ini adalah rencana mereka untuk membuat keluarga itu bersatu lagi.


"Jangan menangis," ucap Bisma yang melihat Tia menyeka air matanya beberapa kali.


"Aku seperti menonton film sedih secara langsung," sahut Tia. Dia ingat benar hari di mana Theo ternoda dan tidak menyangka pemuda itu menghasilkan bibit yang pintar seperti Ara.


Ara yang mau mengerti kondisi ibunya yang menolaknya.


"Ibu..." panggil Ara. Anak itu berusaha tidak mengeluarkan air matanya.


"Jangan memanggilku seperti itu!" tanggap Megan dengan nada arogan yang kental. "Aku terpaksa melahirkanmu jadi aku tidak pernah menganggapmu ada!"


"Kau itu hanya penghalang karirku!"


Seharusnya Ara merasa sakit tapi anak itu justru berjalan maju untuk mendekati Megan dan memeluk sang ibu dengan kedua tangannya melingkar di perut Megan.


"Kata ayah jika ibu membuatku sakit hati itu artinya aku harus cepat-cepat memeluk ibu dan menganggap kalau ibuku sedang kerasukan setan. Jadi, aku akan memeluk ibu sampai setannya pergi," ucap Ara.


Megan membatu, Theo benar-benar mengajarkan ajaran sesat pada anak mereka. Sepertinya laki-laki itu memang sengaja supaya dia tidak bisa melawan seperti dulu karena kata-kata azab sudah tidak mempan lagi.


Karena takut ada paparazi memergoki mereka, Megan langsung membawa Ara masuk ke dalam mobil.


"Tunggulah di sini sampai walimu datang menjemputmu," ucap Megan.


"Walimu itu yang membesarkanmu selama ini, aku itu tidak menganggapmu ada," kesal Megan. Dia seperti menghadapi Theo versi mini.


"Aku kan bukan hantu, kenapa ibu tidak menganggapku ada?" Ara sengaja membuat Megan marah. Ternyata benar kata ayahnya jika Megan terlihat semakin cantik kalau marah apalagi melihat matanya sampai bergetar.


"Aku menyukai ibu," ungkap Ara dengan tangan melingkar ke atas membentuk love.


Megan merasa de javu, ujung-ujungnya dia tidak bisa berkutik. Anak dan ayah sama saja, sebelas dua belas.


Kalau begini kan dia bisa bersinggungan dengan Theo, Megan tidak mau.


"Aku pergi dulu!" Megan ingin keluar dari mobil dan memesan taksi.


Namun, ketika pintu mobil terbuka sesosok laki-laki sudah berdiri untuk menghadang Megan.


Theo yang ingin menyusul Ara tentu tidak akan membiarkan Megan pergi, sekarang dia harus memakai trik paksaan.


"Kau mau ke mana, Megan?" tanya Theo. Dia tidak mau dianggap anak kecil lagi.


Megan sampai menutup mulutnya dengan tangan, entahlah dia bingung, pemuda yang dulu diperkosanya sudah banyak mengalami perubahan.


Badan Theo jauh lebih besar dan tinggi, suaranya juga semakin matang apalagi penampilannya yang seorang musisi tampak keren. Bahkan dengan berani dia memanggilnya dengan nama.


"Biarkan aku pergi!" Megan mencoba mendorong tubuh Theo.


Tapi tangannya justru ditangkap dan dicium oleh lelaki itu.


"Pergi ke mana? Kau tidak akan bisa pergi dariku lagi!" ucap Theo posesif.