Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 46 - Seandainya



Tia kembali ke ruangan Megan dengan membawa beberapa makanan dan jus jeruk kesukaan Megan akhir-akhir ini.


Namun, ketika membuka pintu, perempuan itu mendapati dua anak manusia yang tengah bercumbu di atas bed pasien.


Theo berada di atas Megan dan pemuda itu begitu bersemangat mencumbu istrinya.


Sebenarnya wajar saja karena mereka sepasang suami istri, hanya saja Tia belum terbiasa melihatnya. Biasanya teman-teman kencan Megan adalah laki-laki dewasa dari kalangan pebisnis atau pengusaha.


Namun, sekarang selera Megan berubah menjadi pemuda desa yang polos.


"Ehem!" Tia berdehem yang membuat Theo melepas istrinya.


"Kalian tidak akan melakukannya di sini, bukan?"


Seketika Theo langsung menegakkan badannya sementara Megan mendudukkan diri dan menyambut makanan dari Tia, dia sangat lapar.


"Sebenarnya aku tiba-tiba ingin nasi padang," ungkap Megan.


"Makan seadanya dulu," Tia memberikan jus jeruk yang sudah bertempat di gelas dan diberi sedotan. "Ini kan yang kau mau!"


Megan tampak kesenangan dan langsung meminum jus jeruk itu sampai habis separo. "Kenapa akhir-akhir ini, rasa jus jeruk jadi begitu enak!"


"Apa kau tidak merasa mual atau yang lainnya?" tanya Tia penuh selidik.


"Hanya sesekali," jawab Megan sekenanya.


"Hari ini kau tidak punya adegan syuting tapi kau besok harus berakting dengan Ruben," ucap Tia memberitahu.


Mendengar itu, Megan langsung mengarah pada Theo yang berdiri tak jauh darinya.


"Aku tidak akan cemburu," Theo langsung berkata seperti itu.


Kemudian pemuda itu duduk di samping Megan.


"Tapi, kalau aku nanti didekati banyak wanita, kakak juga jangan cemburu," tambahnya.


Selagi Megan makan, Tia meminta bicara berdua dengan Theo di balkon ruangan itu.


"Ada apa?" tanya Theo bingung.


"Aku ingin bertanya satu hal padamu," Tia ingin jawaban pasti dari Theo supaya dia nantinya bisa meyakinkan Megan. "Kalau seandainya istrimu hamil, apa yang akan kau lakukan?"


"Tentu saja merawat bayi kami tapi sepertinya kakak tidak mau punya anak," jawab Theo.


Tia menghela nafasnya, itulah yang dia takutkan.


"Apa kau tidak masalah jika Megan terus menyembunyikanmu dan anak kalian nanti?" tanya Tia lagi.


Untuk pertanyaan kali ini, Theo terdiam sejenak karena berpikir.


"Tentu saja tidak masalah, aku pasti bisa merawat anak kami," jawab Theo yakin.


"Kau masih terlalu muda, apa itu tidak masalah?" tanya Tia yang merasa Theo terlalu gegabah.


"Kenapa memangnya kalau masih muda, aku menyukai kakak jadi aku akan melakukan apapun," Theo menjawab sambil menatap Tia karena tidak biasanya, perempuan itu bertanya begitu dalam padanya. "Apa kakak hamil?"


"Tentu saja tidak, kita hanya bermain seandainya," elak Tia.


Theo jadi curiga ada sesuatu yang disembunyikan darinya. "Jangan menganggapku anak kecil!"


"Kau sudah tidak perjaka lagi jadi bagaimana mungkin aku menganggapmu anak kecil," Tia tertawa jika mengingat awal mula mengenal Theo. "Aku akan kembali ke penginapan dan menahan Ruben atau crew film kemari. Jadi, rawat istrimu!"


Tia berpamitan yang membuat Theo kesenangan, dia akan menghabiskan malam ini bersama Megan.


Dia pun menghubungi Bisma supaya membantunya minta izin pada kepala kebersihan hotel.


"Untung kau sedang viral, kalau tidak pasti kau akan langsung dipecat," gerutu Bisma yang sebelumnya kalang kabut mencari Theo.