Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 62 - Bayi Lato-Lato



Sementara Megan sendiri menjadi pendiam semenjak Theo memutuskan untuk merawat bayi mereka sendiri.


Waktunya hanya dia habiskan di rumah sakit dan semua itu dirahasiakan, semua orang berpikir setelah kasusnya dengan Ruben, perempuan itu mengalami trauma dan kembali ke Inggris.


Memang para pengendara motor itu adalah orang suruhan Ruben, oleh karena itu sekarang Ruben sudah mendekam di penjara karena Tia melaporkan hal itu supaya polisi bertindak.


Sekarang Megan tidak perlu cemas lagi, hanya saja kandungannya butuh perhatian lebih.


"Megan..." Tia datang dengan membawa beberapa buku dongeng. "Bagaimana keadaanmu?"


Seperti biasa, Megan hanya banyak melamun dengan tatapan kosong, seolah dia tengah memikul beban berat.


Tia mengusap perut Megan yang semakin besar. "Apa kau baik-baik saja di dalam sana, Baby?"


Kemudian dengan perhatian Tia membacakan dongeng untuk bayi itu, memang saat ini yang dibutuhkan Megan adalah perhatian lebih.


"Apa kau tahu, mommy mu sekarang bisa hidup mandiri. Dia membuka bisnis kuliner online dengan menu masakan rumahan, sepertinya sambal orek ala Theo jadi menu best seller," ucap Tia berusaha berbicara dengan Megan yang seperti orang linglung.


Dari pada melihat Megan seperti itu, dia lebih baik dimaki dengan perkataan yang pedas.


Tiba-tiba Megan memberi respon tidak terduga dengan merintih sambil memegangi perutnya.


"Ada apa?" tanya Tia.


Rupanya sedari tadi, Megan menahan sakit karena bayinya sudah mengalami kontraksi.


Tia buru-buru menghubungi dokter dan Megan langsung dibawa ke ruang bersalin.


"Aku harus menghubungi Theo," ucap Tia dengan gemetaran mencari ponselnya.


Pada saat itu, Theo tengah manggung dan melakukan kolaborasi dengan pengamen jalanan yang membuatnya viral.


Acara itu sudah hampir selesai, Theo sangat lelah tapi setelah mendengar kalau Megan akan melahirkan, tanpa peduli akan itu semua Theo bergegas pergi ke rumah sakit.


"Aku pakai ojek saja biar cepat!" pamitnya pada Bisma.


Theo memakai ojek online dan melewati jalan tembusan supaya cepat sampai.


Di ruang bersalin, Megan tampak kesakitan sekali, dia diminta menunggu sampai jalan lahirnya benar-benar terbuka.


Saat jalan lahir terbuka sempurna, bersamaan dengan Theo yang baru saja sampai. Pemuda itu langsung masuk ke ruang bersalin untuk menemani istrinya melahirkan.


Megan berusaha terus mengejan sampai tenaganya terkuras habis.


"Sedikit lagi, Kak!" Theo terus memberi dorongan tanpa melepas tangan istrinya.


Namun, ketika bayinya sudah lahir, Megan justru berpaling dari bayi mereka.


"Aku tidak mau melihatnya," ucap Megan.


Theo kembali menangis karena Megan yang tidak menginginkan bayi mereka, bayi perempuan yang sangat cantik, putih dan bersih menangis di ruang persalinan itu.


"Namira, ini ayah," Theo memanggil nama bayinya sambil menggendong dan menimangnya perlahan.


Bayinya lahir dengan berat badan ideal dan sehat jadi tidak perlu ditempatkan di inkubator.


Sementara Megan memulihkan kondisi tubuhnya, Theo justru sibuk mempersiapkan bayinya untuk dibawa ke kampung halamannya.


"Dia sangat cantik," komentar Tia ketika melihat bayi Megan dan Theo. Air matanya dari tadi tidak berhenti menetes.


"Kami akan pergi jadi tolong jaga kakak sampai kondisi fisik dan mentalnya pulih," pinta Theo. Dia sangat berat mengatakannya.


Akhirnya Theo pergi dengan membawa bayinya, Bisma menunggu mereka di dalam mobil. Beruntung bayinya tidak rewel, bayi itu seolah tahu kondisi kedua orang tuanya.


Theo tak jemu memandangi wajah bayinya yang tertidur di pangkuannya, susu dan peralatan bayi sudah Theo siapkan dari jauh-jauh hari di kampung sampai membuat ibunya bingung.


Dan ibu Theo langsung paham ketika putranya tiba-tiba pulang dengan membawa bayi yang masih merah karena baru lahir.


"Ya Tuhan, bukankah perjalanan dari ibu kota kesini butuh waktu lebih dari dua belas jam, bayinya makan apa selama itu?" Ibu Theo langsung mengambil alih cucunya.


"Ini bayi siapa?"


Theo memeluk ibunya sambil menangis. "Itu bayiku, Ibu!"


Tentu saja Ibu Theo syok karena anak semata wayangnya yang selama ini bekerja di ibukota saat pulang tiba-tiba membawa bayi.


...***...


...END SEASONS 1...


...Masih lanjut untuk seasons 2 ya, stay tune! ...