Hidden Husband

Hidden Husband
HH BAB 58 - Semakin Dilema



Sebelumnya ketika masih di rumah sakit, setelah sadar kalau dia belum datang bulan, Megan jadi gelisah.


"Ada apa, Kak? Apa kakak sakit?" tanya Theo cemas ketika melihat wajah istrinya memucat.


"Tidak apa-apa, bisa belikan aku minuman hangat?" pinta Megan.


Tanpa babibu lagi, tentu saja Theo langsung membeli permintaan istrinya.


Disaat menunggu Theo kembali, Megan menerima pesan dari Ruben. Laki-laki itu tidak terima karena Megan yang menolaknya jadi dia mengeluarkan aib perempuan itu.


Megan melihat beberapa video yang menampilkan dirinya tengah mabuk di club malam dan berpelukan dengan beberapa laki-laki yang berbeda. Dan ada satu video yang membuatnya syok karena video itu diambil diam-diam darinya, video Megan saat berhubungan dengan salah satu teman laki-lakinya. Dia yakin sudah dijebak dan sekarang diperas.


Seketika Megan mengalami serangan kepanikan, dia sampai sesak nafas beruntung Theo sudah kembali.


"Kakak!" Theo ikut panik dan memberikan Megan minum. "Apa panggil dokter dulu!"


"Tidak perlu!" teriak Megan.


Theo merasa bingung, dia ingin membantu istrinya tapi Megan menolak keras dan bersikap dingin padanya.


Pemuda itu belum tahu menahu, apa yang tengah dialami istrinya saat ini.


Setelah menjadi tamu undangan di acara televisi swasta, Theo jadi banjir pekerjaan sampai terpaksa dia harus resign dari hotel begitu juga dengan Bisma.


Dari pagi sampai ke pagi lagi, Theo hanya beristirahat beberapa jam saja.


Tapi, setiap waktu dia tidak pernah melupakan Megan. Foto istrinya selalu ada di wallpaper ponselnya, setiap dia ingin melakukan sesuatu selain berdoa dia akan mencium ponselnya sendiri.


Bisma sampai geleng kepala setiap melihat Theo seperti itu. "Kalau kau beruntung pasti kau akan bisa bertemu dengan idolamu itu!"


Dia tidak tahu saja kalau Megan selama ini memang ada hubungan khusus dengan Theo.


"Aku tidak yakin, kakak sepertinya masih kemasukan setan," gumam Theo. Dia berbicara seperti itu karena pesan darinya, tidak ada yang dibalas.


"Setan apa?" tanya Bisma yang mendengar gumaman Theo itu.


Bisma kemudian mengirimkan jadwal Theo untuk tiga bulan kedepan. "Lihatlah jadwalmu sangat padat jadi kau harus jaga stamina!"


"Dan coba lihat saldo rekeningmu!"


Karena penasaran Theo melihat saldo rekeningnya dari aplikasi banking yang ada di ponselnya. Dia tidak menyangka sudah ada tiga digit di sana.


Rasanya baru kemarin Megan melempar uang pemberiannya, sekarang dia bisa mempunyai uang berkali-kali lipat dari gajinya, siapa sangka?


Itulah kita tidak tahu dari mana datangnya rejeki jadi selagi masih di atas, jangan pernah mencela yang berada di bawah kita.


"Aku akan minta ibu untuk mencicil beli sawah di kampung," ucap Theo. Keinginan menjadi juragan sawah pasti akan segera terwujud.


Yang paling penting, dia bisa membeli cincin pernikahan untuk Megan.


Hari itu Theo menyempatkan diri untuk membeli sebuah cincin berlian yang harganya lumayan menguras saldo rekeningnya, tidak apa-apa asal itu bisa mengembalikan hubungannya dengan Megan.


Rencananya Theo akan menyempatkan diri untuk mengajak Megan dinner romantis sambil memberikan cincin itu. Dia akan meminta bantuan Tia.


"Hallo kak Tia," sapa Theo ketika menghubungi perempuan itu. "Di mana kakak?"


"Megan kembali ke apartemennya," jawab Tia.


"Aku akan sibuk rekaman dan promo lagu, serta menerima tawaran menjadi bintang tamu di luar kota. Tolong bilang itu pada kakak," pinta Theo.


"Baiklah, aku akan sampaikan," balas Tia.


"Dan aku akan mengirimkan jadwalku, apa kak Tia bisa mengatur jadwalku dengan kakak? Aku ingin mengajak kakak dinner, aku sudah banyak belajar menyenangkan pasangan," ucap Theo yang diam-diam melihat tips romantis dari video di youtube.


"Kau membuatku semakin dilema?" tanggap Tia.


Di satu sisi ada yang berusaha memperbaiki hubungan, di satu sisi ada yang berusaha memutuskan hubungan.