
Sebenarnya tanpa Tia melapor pun, Megan sudah tahu apa yang dilakukan oleh Theo karena setiap jam ada pesan masuk ke ponselnya. Pesan dari Theo yang melapor padanya.
Megan hanya membaca tanpa membalasnya.
Apa kakak sudah makan?
Aku sangat grogi tapi bisa tenang jika mengingat senyum kakak
Apa setannya belum pergi? Aku merindukan kita yang dulu
Aku menyukai kakak
Tapi, Megan akan membaca pesan-pesan itu berulang kali dengan mata berkaca-kaca.
"Kuatlah, Megan! Jangan bergantung padanya," gumam Megan yang mencoba tidak terpengaruh.
Kemudian perempuan itu mulai memilah barang-barangnya untuk dia jual dan sumbangkan. Mulai dari baju, tas, sepatunya yang branded, Megan akan menguranginya.
"Mau diapakan barang-barang itu?" tegur Berta tiba-tiba.
"Aku akan menjualnya dan sebagian akan aku sumbangkan ke kegiatan amal," jawab Megan tanpa melihat wajah sang mommy.
"Apa kau sudah tidak punya uang lagi sampai harus menjualnya?" Berta merasa bingung dan beranggapan itu semua karena dirinya.
Megan menghentikan pekerjaannya sejenak kemudian mengajak Berta untuk jalan berdua. Mereka pun pergi ke salah satu kafe yang ada di dekat apartemen.
"Rasanya kita sudah lama tidak melakukan ini," ucap Berta yang merasa senang karena hari ini tidak berdebat dengan putrinya. "Apa berita itu benar? Ruben selingkuh darimu?"
"Anggap saja begitu, aku tidak mau membahasnya. Mari kita jadi ibu dan anak untuk satu atau dua bulan ke depan," ajak Megan.
"Apa maksudmu?" tanya Berta lagi.
Berta tercengang karena tiba-tiba Megan melakukan hal seperti itu. "Megan? Kau akan kembali ke Inggris? Kau ingin bertemu daddy mu?"
"Kau tahu kan, dia sudah tidak bisa dipanggil daddy lagi?"
"Aku tahu, aku kembali bukan karena daddy tapi untuk diriku sendiri, sebelum dan sesudah kalian bercerai aku selalu bekerja tanpa henti jadi aku ingin istirahat," jawab Megan
Berta menangis karena merasa gagal jadi seorang ibu. "Maafkan mommy, hidupmu pasti berat tapi aku selalu membebanimu. Kau bahkan lahir dari orang tua seperti ini!"
Sepertinya Megan tahu apa yang dirasakan oleh Berta karena perasaan itu yang tengah merasuk dalam jiwanya, perasaan tidak pantas jadi seorang ibu.
"Aku harap mommy bisa hidup dengan baik setelah ini dan pergunakan uang itu sebaik mungkin, jangan sampai tertipu lagi," ucap Megan kemudian.
Mulai hari itu, hubungan antara Megan dan Berta membaik tapi pelan-pelan Megan mulai mempersiapkan keberangkatannya ke Inggris.
Megan tidak mengambil job lagi, yang dia lakukan hanya menyelesaikan job yang sudah tanda tangan kontrak. Megan menjadi beberapa bintang iklan dan model brand kosmetik.
Sampai hari keberangkatan pun tiba.
"Kau seharusnya menunggu saat gala premiere film mu," ucap Tia yang masih berat melepas Megan.
"Lebih cepat lebih baik," balas Megan. Dia mengulurkan satu tangannya pada Tia. "Terima kasih untuk kerja samanya selama ini!"
"Dasar bodoh!" Tia menampik tangan Megan dan langsung memeluk perempuan itu. "Kau harus kembali kemari dan jangan gugurkan keponakanku!"
Megan hanya membalas pelukan Tia tanpa menjawab apapun karena dia masih ragu ingin meneruskan kehamilannya atau tidak, yang jelas akhir-akhir ini Megan mulai meminum vitamin yang diberikan oleh dokter.
"Aku pergi dulu!" pamit Megan.
Dia langsung masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke bandara.