EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 99 Ekstra Part



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Semakin lama waktu berjalan, semakin besar pula perut Eva mengembang, menandakan baby di dalam perutnya tumbuh dengan baik. Bagi semua keluarga dan sahabatnya sudah tidak sabar akan kehadiran Princess kecil itu


"Hello anak Papah lagi apa hem?" tanya Leo, berlutut di bawah dengan menempelkan telinganya di perut buncit Eva "Eh dia gerak, ah pasti kamu udah gak sabar ya pengin keluar dan ketemu Mamah Papah? sehat-sehat ya sayang, jangan rewel disana kasihan Mamah kamu" ucap Leo


"Iya Pah, hahaha..." jawab Eva merasa geli sendiri dengan kebiasaan baru Leo saat hendak pergi bekerja, mau tidur, dan setiap ada waktu luang pasti Leo akan mengajak baby di dalam perut nya mengobrol hal-hal yang aneh bahkan sampai tak masuk akal


"Kok kamu ketawa sih sayang?" tanya Leo dengan puppy eyes nya


"Haha... gak papa, cuma pengin ketawa aja" jawab Eva


"Yaudahlah gak papa asalkan kamu bahagia, apapun buat kamu" ~Leo, mencium punggung tangan istrinya


"Berangkat gih ini udah siang, ntar kamu terlambat, katanya ada meeting" ~Eva


"Biarin, kalo pun aku terlambat gak bakal ada yang berani marahin seorang Leondra Aldebaran yang bakal jadi hot dady sebentar lagi" ~Leo


"Terserah kamu aja lah, oh ya aku minta izin ya buat manggil Mamah dan nyuruh dia nginep disini nemenin aku sampai aku lahiran. Boleh gak?" ~Eva


"Boleh lah kan sudah bilang apapun yang membuat mu bahagia maka lakukan lah, kata dokter kan kalo kamu bahagia baby kita juga bakal sehat" ~Leo


"Oke berarti kalo aku nikah lagi dan itu membuat ku bahagia, aku boleh melakukan nya kan?" ~Ledek Eva


Seketika mata Leo membulat "Ya gak gitu juga sayang, masa iya kamu mau ninggalin suami tampan tak ada tandingannya ini, kurang apalagi coba aku? Kalopun itu sampai terjadi, aku akan membunuh calon suami mu itu, dan menarik mu kembali ke pelukan ku gimanapun caranya. Awas aja kalo sampai kamu kaya gitu!" ~Leo


"Gak mungkin aku cari yang lain kalo yang dihadapan ku ini adalah yang terbaik, yang dikirimkan tuhan untuk ku" ~Eva


"Tentunya, yaudah aku berangkat kerja dulu ya, sayang nya Papah, Papah mu yang tampan ini berangkat kerja dulu ya biar nanti kamu sama mamah mu bisa hidup tanpa merasa kekurangan" ~Leo


"Iya, semangat Papah" ~Eva


Sebelum pergi bekerja Leo menyempatkan untuk memberikan kecupan singkat di perut Eva dan sebuah kecupan dan ******* di bibir sang istri. Barulah setelah melakukan itu, ia berangkat menuju perusahaan nya dan berhadapan dengan masalah-masalah yang harus ia selesai kan


°•°•°•°


Pukul 10 pagi, Eva keluar dari mension mewah itu dan berjalan-jalan di taman berumput depan mension tanpa alas kaki. Dress putih selutut, lengan pendek, dan kerah transparan menempel sempurna di tubuhnya



Kulitnya yang putih bersih semakin bersinar diterpa sinar mentari yang mulai panas, tapi ia tidak memperdulikan panas nya itu, ia hanya ingin menghirup udara luar, karena menurut nya berada di dalam mension terus menerus akan membuat nya jenuh


Sejenak Ia duduk di bangku memperhatikan keadaan sekitar. Pemandangan yang bagus dan terkesan sangat mewah bak istana dengan penjagaan sangat ketat


"Seberapa bahayanya menjadi mafia?" tanya Eva


Memang sengaja Leo memperketat penjagaan di mension nya itu untuk melindungi istri dan calon anaknya agar tetap aman. Karena dunia mafia bukanlah dunia untuk bermain-main, pasti banyak yang mengincar mereka dan menggunakan mereka sebagai senjata terampuh untuk menyerang Leo dan menghancurkan nya


📱📱📱


"Iya hallo, Zah ada apa?" tanya Eva dalam saluran telfon


"Va, gue sama yang lain didepan gak bisa masuk, baru bisa masuk kalo udah ada izin atau apalah tadi. Tolong gue ih, perasaan ribet banget dah cuma pengin ketemu Lo doang" ucap Zahra


"Oh astaga kenapa Lo gak bilang dulu kalo mau kesini, iya bentar gue kedepan dulu" ~Eva


📱📱📱


Eva berjalan menuju gerbang depan, sesampainya disana semua penjaga yang merupakan anggota mafia pilihan Leo menunduk hormat padanya


"Maaf Nyonya kami tidak tau jika mereka teman anda"


"Iya tidak apa-apa" ~Eva


"Kalian cepat persilahkan mereka masuk, mereka teman dekat Nyonya"


Pagar raksasa itu terbuka dengan sendirinya, para penjaga sontak langsung menunduk hormat kepada dua mobil yang memasuki istana tersebut. Dari dalam kedua mobil itu muncullah Zahra, Cici, Gibran, dan Justin. Justin dan Cici, sengaja pulang jauh-jauh dari Jerman karena ingin menemui bumil cantik itu dan melihat baby yang akan segera lahir itu


"EVA..." teriak Zahra berlari menuju Eva, ingin sekali Cici melakukan hal yang serupa, namun suaminya langsung menariknya kembali mengingatkan jika di dalam perutnya juga ada malaikat kecil hasil cinta mereka berdua


"Buset dah si Leo penjagaan nya ketat banget, dan mereka semua anggota rahasia Leo semua pantesan mereka gak kenal sama gue and Justin" ucap Gibran


"Kok bisa mereka gak kenal sama kalian berdua, bukannya kalian satu mafia ya?" tanya Cici


"Iya walaupun kita satu mafia, tapi mereka semua itu anggota yang di sembunyiin sama Leo dan mereka cuma nurut sama perintah tu orang. Leo bahkan gak pernah mempertemukan mereka sama kita atau pun anggota lainnya" jelas Gibran


"Ohhh"


"Yaudah yuk masuk" ajak Eva


"Oh iya dua bumil ini gak boleh kecapean, ntar ponakan gue kasian, ayo masuk" ucap Zahra langsung merangkul kedua bumil itu memasuki mension tersebut


Di dalam mension mereka duduk di ruang keluarga menikmati hidangan yang telah disediakan, saling bercanda, bercerita, dan lain-lain. Mereka seakan melupakan status mereka yang sudah tidak single lagi dan umur sudah melebihi 25 tahun. Eva, Justin, dan Cici terus saja menggoda kedua pasangan yang baru saja berpacaran satu Minggu yang lalu


Hingga jarum jam tak terasa telah menunjuk angka 3, itu adalah waktu bagi Leo kembali dari kantor. Semenjak ia menikah jam pulang kerjanya selalu tepat waktu bahkan lebih cepat, dan jam berangkat kerja nya semakin molor


"Aaaaaaaaa..." teriak Eva saat sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di pipi chubby nya, padahal ketiga perempuan itu tengah serius menonton drakor yang pemerannya hendak berciuman eh malah dirinya mendapatkan ciuman tiba-tiba dan itu real


"Ada apa?" tanya Gibran dan Justin langsung menuju ke ruang keluarga setelah mendengar teriakan Eva, padahal mereka tengah asik bermain game online tadi


"Ish kamu ngagetin aja sih!!" tegur Eva


"Aku cuma ngikutin yang di drakor itu" jawab Leo polos


"Hais..." ~Eva


"Kalian ngapain disini?" tanya Leo


"Ya main lah ngapain lagi coba" ~Zahra


"Oh" ~Leo


"Udah sana ganti baju dulu bau tau" ~Eva


Tanpa ba-bi-bu Leo langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar. Eva yang tau pun hanya bisa pasrah, menghadapi suami manja nya


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Kurang 1 eps lagi :"))


Thank you...


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...