EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 64 Apartemen



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Leo and Eva~


Sampailah mereka di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi diatas awan, gedung tersebut digunakan sebagai apartemen tempat tinggal para orang-orang kelas atas. Mengapa demikian? karena untuk menyewa apalagi membeli 1 apartemen saja harganya sangat melangit. Di samping harganya yang fantastis, fasilitas disana pun sangat nyaman dan terjamin


"Gedung apa ini?" tanya Eva, sebenarnya ia sudah pernah melihat gedung tersebut namun ia sama sekali tidak tau itu gedung apa dan untuk apa


"Apartemen, turun!" jawab Leo


"Kita ngapain kesini? udah lah balik aja, anterin gue ke restoran, sebentar lagi jam kerja gue mulai ni" ucap Eva, ia menatap gedung tersebut takjub tapi ia juga merasa tidak pantas memasuki gedung megah itu


"Bentar doang, ayo ikut!" Leo melangkah maju mendahului namun saat melihat kebelakang, Eva masih saja berdiri di tempat sambil menunduk


"Ngapain Lo disitu?! hais ayooo!" terpaksa Leo harus menarik tangan Eva dan menyeret nya masuk, mereka sudah berhasil menjadi pusat perhatian gara-gara Eva yang sedikit memberontak saat ditarik Leo


Apartemen Leo berada di lantai 28 yang mengharuskan mereka menaiki lift. Leo sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Eva. Saat lift terbuka mereka kembali berjalan dan berhenti di depan dua daun pintu yang sangat besar, Leo masukkan password apartemen nya dulu agar mereka bisa masuk kedalam


"Masuk" ~Leo


"Di dalem ada siapa aja?" ~Eva


"Gak ada" ~Leo


"Kalo gitu gue gak mau masuk, nanti orang-orang mikir yang enggak-enggak lagi" ~Eva


"Huf~ tunggu bentar" ~Leo, beralih menuju salah satu pintu apartemen yang berada tepat di depan apartemen nya lalu menekan tombol bel


"Ya siapa ya? eh Tuan, ada apa Tuan, apakah anda memerlukan sesuatu?" tanya seorang wanita yang keluar dari balik pintu tersebut. Dilihat dari penampilannya dia mempunyai paras cantik, tubuhnya bagus dan terawat, pakaiannya sangat fashionable, tapi sepertinya umur wanita itu jauh lebih tua. Kata 'cantik' saja kurang pas untuk wanita itu


"Ikut saya" ~Leo


"Baik Tuan"


"Dia... siapa namamu?" ~Leo


"Xina, Tuan" jawab nya yang bernama Xina


"Nah ya itu, so lu gak sendirian di dalem, gimana?" ~Leo


"Okeh" ~Eva


Mereka bertiga pun masuk agar tidak terjadi fitnah atau kesalahpahaman nantinya. Sebuah ruangan yang sangat luas, mewah, dan elegan tersapu oleh kedua mata Eva. Seketika ia mematung sejenak melihat semua isi apartemen tersebut yang sudah bisa ditebak setiap barang disana pasti sangatlah mahal. Berbeda dengannya, Xina yang terlihat sudah biasa langsung saja masuk mengikuti Leo dan meninggalkan Eva sendirian


"Cita-cita Lo pengin jadi patung?" tanya Leo berhasil membuyarkan lamunan Eva "Masuk woy! astaga Lo ya" ~Leo


"Ah iya" Eva memasuki apartemen tersebut, aroma mint langsung menerobos masuk ke dalam hidung tanpa permisi terlebih dahulu, sudah bisa ditebak jika lelaki itu menyukai aroma mint


"Tunggu sini, gue mau ambil barangnya" ~Leo


"He'em" ~Eva, "Mba, duduk, gak cape apa berduri terus?" Eva melihat Xina yang hanya diam berdiri di sampingnya


"Ah tidak usah nona, saya sudah biasa seperti ini" jawab Xina tersenyum tulus


"Udah gak papa duduk aja, sini" ~Eva


"Tapi nona" ~Xina


"Sini" ~Eva "Mba jangan panggil nona, panggil saja Eva"


"Tapi sepertinya Anda orang yang sepesial untuk Tuan Leo, jadi saya harus memanggil anda 'nona'" ~Xina


"Sepesial dari mana? aku hanya teman sekelasnya saja, tidak lebih ko Mba. Em pokoknya gak mau tau mba gak boleh manggil aku 'nona' dan mba harus duduk disini" finish Eva


"Baiklah nona, eh maaf maksud saya Eva" ~Xina mendudukkan dirinya di samping Eva "Suka maksa-maksa kaya Tuan Leo! tapi sepertinya gadis ini gadis baik-baik sukurlah" batin Xina


Kruyuk... kruyuk...


Sebuah suara terdengar cukup keras berhasil membuat Eva merasa malu, ya suara itu berasal dari perutnya. Tadi waktu makan siang ia lebih memilih ke perpustakaan dari pada kekantin, jadilah ia kelaparan saat ini


"Kamu laper?" tanya Xina


"Ah itu anu hehe" kiuk Eva


"Yaudah aku pesenin makanan dulu ya, kamu mau apa?" ~Xina


"Jangan deh mba nanti saja" ~Eva


"Kalo gak mau beli, Lo bisa pake dapur gue. Ini kayanya masih lama, gue ada kerjaan bentar" ~Leo,


Xina sempat terlonjak kaget saat Leo mengizinkan Eva menggunakan dapur nya, biasanya orang lain atau bahkan Gibran dan Justin saja tidak diperbolehkan menyentuh dapur nya sedikit pun


"Lah terus kerjaan gue gimana? sepeda gue?" ~Eva


"Udah gue urus tenang aja" ~Leo


"Dasar cowok nyebelin! gak dimana-mana tetep nyebelin. Dapurnya dimana ya?" ~Eva


"Ayo aku anterin, sekalian aku bantuin boleh?" ~Xina


"Boleh banget mba" ~Eva


Mereka berdua menuju dapur dan mencari beberapa bahan makanan di kulkas yang dibutuhkan untuk membuat sebuah hidangan. Eva kembali takjub dengan isi kulkas yang sangat lengkap, ada sayuran, daging, buah-buahan, ikan, susu, yogurt, bumbu-bumbu, dan lain-lain


Setelah mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas, Eva dan Xina saling bantu-bantu agar pekerjaan mereka segera selesai. Mereka berdua sangat cekatan mengolah semua bahan-bahan tersebut, harum masakan pun tercium sampai ke hidung Leo yang tengah bergulat bersama keyboard leptop di ruangan tak jauh dari dapur


Mencium harum masakan itu, Leo pun segera bangkit meninggalkan pekerjaan nya dan menuju dapur. Dapat dilihat dua bidadari cantik sedang memasak dengan sangat lihai dan bersih. Melihat itu semua ia sedikit menyunggingkan senyuman nya, namun senyuman itu sulit diartikan


"Hah~ akhirnya selesai juga ya mba" ucap Eva menyeka keringat di dahinya


"Iya, aku gak nyangka kamu jago masak loh" Xina menaruh piring berisikan ayam goreng sebagai salah satu menu yang mereka masak


"Bolehkah?" ~Xina


"Ya boleh, kan ini juga masakan mba" ~Eva


"Baiklah-baiklah" ~Xina


Diatas meja makan tersaji beberapa makanan yang sangat menggugah selera, antara lain : ayam goreng, tumis kangkung, sop daging sapi, nugget, dan tak lupa nasi putih. Mereka memasak itu semua seakan mereka berada di rumah sendiri bebas menggunakan bahan-bahan yang ada seperti punya sendiri, seperti melupakan jika mereka itu sebenarnya menumpang di dapur orang


"Mau?" tanya Eva saat melihat Leo melintas


"Gak, gue kenyang. Abis ini bersihin semuanya, gue gak suka dapur gue kotor, paham?!" jawab Leo


"Beres, btw thanks" ~Eva


"Hem" ~Leo


"Tuan, maafkan saya karena sudah lancang" ucap Xina


"Aku tau kamu hanya menemaninya, so it's okey" ~Leo


"Gue tunggu di ruang tamu" ~Leo, sebagai jawaban Eva hanya menautkan jari telunjuk dan jempol nya (👌🏻)


"Udah sini biar aku saja yang mencucinya, kamu temui Tuan Leo aja" ~Xina


"Tapi mba" ~Eva


"No no no, kali ini saya yang memaksa!" ~Xina


"Huf~ baiklah kalau begitu" ~Eva


"Oh ya, ini makanan yang lebih buat aku aja ya, biar nanti gak usah masak makan malem hehe" ~Xina


"Iya mba terserah, dari pada mubazir. Em kalo gitu aku ke depan dulu ya, makasih ya mba maaf ngerepotin" ~Eva


"Gak papa, udah sana" ~Xina


Langkah kaki Eva menulusuri lorong demi lorong untuk menuju ruang tamu. Disana sudah ada Leo yang tengah duduk manis sambil menatap kosong gelas dihadapannya. Tapi tatapan itu memiliki arti, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu bisa dilihat jidat nya yang mengkerut


"Ekhem..." dehem Eva


"Duduk" ucap Leo


"Ada apa? ini udah lewat dari jam kerja gue loh, udah jelas nanti pasti bakal ada pengajian dadakan" ucap Eva cemberut


"Urusan kerjaan Lo udah gue urus, tenang aja. Oh ya nih dompet gue yang lama Lo bisa pake, di dalemnya juga udah ada beberapa uang yang bisa Lo pake. Tapi jangan buka dompet itu kalo Lo belum sampe rumah, paham!" ~Leo


"Gue bilang gak usah, dompet kaya gini gue bisa beli sendiri ko, kalo uang udahlah mungkin bukan rejeki gue" ~Eva


"Yakin bisa? tau berapa harga dompetnya?" ~Leo


Eva bungkam sesaat, sepertinya ucapan nya tadi salah. Kembali ia memperhatikan dompet hitam legam yang masih terlihat bagus dan sedikit tau dengan logo dompet tersebut, hiks~ uang rintih Eva didalam hati


"Ya gue tau dompetnya mahal" ~Eva


"Yaudah tinggal terima, ambil, makasih, dan selese. Gampang kan?!" ~Leo


"Gue bukan tipe cewek mudah disogok dengan uang ya!" ~Eva


"Hah siapa juga yang ngira Lo cewek kaya gitu. Gue cuma mau ganti dompet kamu aja yang udah rusak, udah itu gak lebih" ~Leo


"Gak enak atuh" ~Eva


"Sumpah lu ribet banget, pusing gue!!! tinggal terima aja susah amat Eva Aurora. Atau gak gini deh, kalo Lo udah punya uang Lo traktir gue makan, gimana?" ~Leo


"Emmm..." ~Eva


"Gak usah kelamaan mikir, mau kerja gak" ~Leo


"Yaudah iya! tapi yuk cepetan anterin gue ke tempat kerja" ~Eva


"Oke, Xina tutup lagi apart nya. Jangan ngelakuin apa-apa atau gak abis kamu" ~Leo


"Baik Tuan" ~Xina


"Mba aku pamit dulu ya" ~Eva


"Iya ati-ati, lain kali bisa ketemu lagi kan?" ~Xina


"Bisa aja" ~Eva


"Cepetan woy!" ~Leo


"Astaga, iya iya, Mba misi" ~Eva, tersenyum dan menunduk hormat begitu pun sebaliknya


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Saran ada gak?😔


Typo bertebaran :")


Like, vote, komen, hadiah nya ya...


Thank you 🥲💕


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...