
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Jam dinding menunjukkan pukul 13.00, di dalam kamarnya Eva masih mencoba untuk mengobati kakinya, agar nanti ia bisa berangkat bekerja
"Ka di luar ada orang yang nyariin Kaka!" teriak Aldi dari luar kamar Eva
"Iya, bentar" jawab Eva
Dengan langkah yang masih terpincang-pincang, Eva berjalan menuju pintu depan. Untuk menemui orang yang mencarinya
"Eh Ka Gavin, Farrel, ada apa?" tanya Eva
"Jangan panggil Ka" ucap Gavin
"Maap lupa" ~Eva
"Yuk berangkat kerja" ajak Farrel
"Kerja, wait ini masih jam satu kan kita kerjanya jam dua. Jadi masih ada waktu satu jam lagi" ~Eva
"Iya, tapi biasanya tu kalo hari Minggu lestoran rame, jadi kita harus dateng kesana lebih awal" ~Gavin
"Owlh begitu toh, yaudah tunggu bentar gue siap-siap dulu" ~Eva
"Hem..." ~Gavin dan Farrel
Terkadang menunggu cewek yang sedang bersiap-siap itu membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi, pasalnya mereka akan membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap-siap, tapi itu semua tergantung kepribadian cewek itu sendiri ada yang lama, sedang, ataupun cepat
Setelah Eva selesai bersiap-siap, mereka pun segera berangkat ke tempat kerja mereka dengan berjalan kaki
"Kaki Lo kenapa? ko pincang gitu jalannya?" tanya Farrel
"Hehe ini tadi pagi jatuh dari pohon, terus terkilir deh" jawab Eva
"Jatuh dari pohon? ko bisa?" tanya Gavin
"Ya bisa, orang gue manjat pohon nah pas mau turun eh malah ngeliat ada ulet, yaudah gue langsung gak fokus deh dan berakhir jatuh" ~Eva
"Lo takut sama ulet?" ~Gavin
"Bukan takut sih tapi lebih ke geli" ~Eva
"Ooo..." ~Gavin dan Farrel
Tak terasa, kini mereka telah sampai di tempat kerja mereka yaitu "Restoran K'S". Restoran K'S adalah sebuah restoran yang sangat besar dan selalu ramai pengunjung. Disana terkenal dengan makanan-makanan nya yang sangat enak, tempatnya yang indah dan strategis, dan juga pelayanan disana yang memuaskan
Mereka langsung mengganti pakaian mereka dengan seragam pelayan berwarna hitam putih. Lalu melayani para pelanggan dengan senyuman yang tulus
Awalnya suasana di restoran tersebut baik-baik saja, tenang, damai, ramai, dan dipenuhi oleh tawa para pelanggan. Hingga pada akhirnya ada segerombolan orang dengan pakaian serba hitam masuk kedalam restoran tersebut, suasana disana langsung berubah 180°
Ya orang-orang tersebut adalah anggota mafia yang terkenal paling kuat, licik, pintar, berkuasa, dan dengan jumlah anggota yang sangat banyak di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Nama mafia tersebut adalah "The Black Diamond"
"Mereka siapa?" tanya Eva
"Lo gak tau?" tanya Gavin yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Eva "Mereka tu dari Mafia The Black Diamond, mafia yang termasuk ke dalam kategori tiga mafia terbesar di dunia setelah The Death Flower" jelas Gavin
"Mafia? ma..." ucap Eva terpotong
"Eva, Gavin, Farrel, kalian layani tamu VVIP kita dan yang lainnya cepat layani mereka semua. Ingat jangan sampai kalian berbuat kesalahan sedikitpun, paham! apalagi kalian bertiga, jangan sampai kalian melakukan kesalahan sekecil pun itu karena akan berdampak pada restoran ini" perintah meneger restoran yang terlihat gugup dengan keringat yang bercucuran di dahinya
"Baik Pak" jawab semuanya kompak
Gavin, Farrel, dan Eva berjalan menuju ruang VVIP kelas atas di restoran tersebut. Ada rasa gugup pada mereka, bagaimana tidak, mereka akan bertemu langsung dengan pemimpin dan para tangan kanan dari Mafia The Black Diamond. Pemimpin dan kedua tangan kanan TDB (The Black Diamond) menggunakan topeng dan jubah kebesaran mereka, untuk merahasiakan identitas nya
"Eva?" gumam sang ketua TBD
"Silahkan dipilih tuan" ucap Gavin yang membuat sang ketua tersebut tersadar lalu beralih memilih menu yang diinginkan
"Saya ini dan ini saja" ucap salah satu tangan kanannya dengan datar
"Saya juga" ucap tangan kanan TBD yang satunya lagi
"Ini saja" ucap sang ketua datar
"Baik Tuan, mohon ditunggu sebentar. Kami permisi dulu" ucap Eva lembut
Tak lama kemudian setelah Eva dan yang lainnya pergi, mereka kembali lagi sambil membawa pesanan yang mereka pesan. Saat hidangan sudah terhidang semua di atas meja makan, mereka pun langsung pergi dari ruangan tersebut
"Huf~ buset pas waktu diruangan itu gue kaya gak bisa nafas tau gak, auranya gak main-main" ucap Farrel lega begitupun dengan Gavin dan Eva
"Bener Rel kata Lo, gue ampe merinding tau, apalagi tadi pas naro makanannya di meja" sambung Eva
"Udah udah mending kita lanjutin kerjanya lagi yuk, dari pada nanti mereka denger omongan kita, nah kalo dah terjadi gue gak yakin besok kita masih bisa liat matahari terbit atau gak" ucap Gavin yang membuat Farrel dan Eva semakin merinding
Dari pintu masuk restoran tersebut, masuklah seorang wanita dan empat pria bersamaan yang berhasil menyita perhatian semua pelanggan disana. Mereka masuk dengan anggun tak lupa juga jubah dan topeng mereka yang menandakan mereka berasal dari Mafia The Death Flower, mafia terbesar di dunia
*Wah mimpi apa aku semalam, bisa bertemu dengan Queen and King TDF dan TBD*
*Itu pasti Queen and King dari TDF*
*Cool banget*
*Kayanya keempat pria itu, anak dan suami dari Queen TDF deh*
*Aaaa... pengin jadi menantu mereka hiks~"
*Pasti gans semua tu anak-anak mereka, secara menurut rumor Queen and King nya aja tu dah cantik dan tampan, pasti nurun deh ke anaknya*
Author : "The Death Flower yang dimaksud disini adalah mafia yang ada di cerita ku sebelumnya yang judulnya 'QUEEN MAFIA' Maaf kalau banyak nama yang sama"
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
RUANGAN VVIP RESTORAN
Menyadari bahwa tamu kehormatannya sudah datang, mereka pun langsung berdiri lalu menunduk hormat pada mereka begitupun sebaliknya. Tak ada yang berbicara di antara mereka, sampai akhirnya Eva masuk kedalam ruangan itu kembali
"Nyo... nyonya, tuan, mau pesan apa?" tanya Eva gugup
"Cappucino" ucap salah satu lelaki dari TDF datar
"Cappucino 4, sayang kamu mau apa?" tanya lelaki yang duduk di samping wanita tersebut dengan lembut
"Air putih" jawab wanita tersebut
"Sudah dengar kan" ucap lelaki itu lagi tapi sekarang dengan nada yang berbeda, yang awalnya lembut kini menjadi datar
"Baik tuan, nyonya, saya permisi dulu" ucap Eva undur diri
"Ada apa tuan hingga anda mengundang saya kesini?" tanya wanita tersebut
"Sebelumnya saya berterimakasih atas waktu yang anda luangkan untuk pertemuan ini" ~King TBD
"To the point, saya tidak suka bertele-tele!" ~Queen TDF
"Ah baiklah saya minta maaf, baiklah apakah anda mau bekerja sama dengan saya untuk memusnahkan The Death Eyes? dan untuk kedepannya?" ~King TBD
"Maksud anda, anda ingin kedua mafia ini bersatu begitu?" ~King TDF
"Tepat sekali Tuan Kevin" ~King TBD
Disaat Queen TDF (Queen Eva Aurora Wiliam) hendak berbicara, Eva masuk membawakan pesanan mereka jadilah ia harus diam terlebih dahulu. Lalu setelah Eva pergi ia pun melanjutkan ucapannya yang barusan belum sempat ia ucapkan
Author : "Karena ada dua Eva disini, jadi nanti untuk Queen Eva Aurora Wiliam (Queen TDF) namanya akan diubah menjadi Queen"
"Saya akan pikirkan nanti" jawab Queen datar
Seketika suasana diruangan tersebut menjadi sepi dan bertambah dingin dari aura yang mereka keluarkan. Tak ada satu pun yang berbicara, mereka hanya fokus pada makanan dan minuman nya masing-masing
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Tepat dihari Minggu itu, ternyata Merry dan Mita mengunjungi restoran tersebut untuk sekedar makan. Tanpa sengaja mereka berdua melihat Eva yang sedang melayani pengunjung disalah satu meja
"Mah, itu Eva bukan si?" tanya Mita
"Iya kayanya, samperin aja yuk" jawab Merry
"Heh! lu ngapain disini!? bentar gue gak salah liat kan, Lo pelayanan disini?" tanya Mita
"I... iya" jawab Eva
Bwhahaha.....
Tawa mereka yang menyita perhatian para pelanggan disana. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hubungan antara Eva dengan mereka berdua itu kurang baik. Entah apa penyebabnya, setiap kali mereka bertemu dengan Eva pasti yang ada hanyalah rasa tak suka, tapi lain jika mereka didepan suami dan Papah mereka serta di hadapan semua keluarga. Mereka akan berubah 180° menjadi biasa saja, bahkan akan bersikap manis pada Eva
"Haha... memang anak orang miskin ya pastinya akan menjadi orang miskin juga" ejek Mita
"Dan gak pernah bisa menjadi kaya" sambung Merry
Apa yang dilakukan Eva? dia hanya diam sambil menunduk ke bawah, mendengarkan setiap ejekan yang di lontarkan oleh Bibi dan sepupunya itu. Di dalam batinnya ia berkata "Liat saja nanti akan menjadi apa anak orang miskin ini" batin Eva tersenyum semirik
Disaat Mita hendak menyiramkan segelas jus jeruk yang ada di atas meja ke tubuh Eva, ada sebuah tangan kekar yang mencegahnya dan mengakibatkan minuman itu tumpah ke baju orang yang menolong Eva itu
Pengunjung di restoran itu dibuat terkejut bukan main atas kejadian tersebut. Bagaimana tidak, orang yang telah menolong Eva dari siraman jus jeruk itu adalah King of The Black Diamond, otomatis yang terkena siraman jus jeruk itu adalah dia. Tak jauh dari tempatnya berdiri, disana juga ada kedua tangan kanannya beserta para pimpinan TDF dengan tatapan datar mereka masing-masing
"Siapa yang berani menghalangi ku!" bentak Mita, sama seperti yang lain ia pun langsung terkejut melihat seseorang disampingnya itu
"Ku peringatan pada mu, jangan pernah membuat masalah lagi atau nyawa mu dan Ibu mu yang akan menjadi taruhannya!" bisik King TBD pada Mita, membuat tubuh gadis tersebut diam membeku
Merry yang merasa malu, takut, dan kesal pun langsung menarik tangan putrinya lalu membawanya pergi dari restoran K'S
Setelah semuanya selesai mereka pun langsung pergi dan suasana di restoran tersebut berubah menjadi seperti semula kembali, seakan mereka kini sudah bisa bernafas kembali
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Siapa kah King dan tangan kanan The Black Diamond itu ya? kenapa mereka bisa kenal dengan seorang pelayan yang bernama Eva Aurora?
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Apa susahnya sih tinggal pencet doang😁
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...