EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 76 LEo's Company



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Seseorang yang di sebut sebagai bos dan terkenal dengan sikapnya yang dingin, datar, kejam, gila kerja, dll kini tengah senyum-senyum sendiri di dalam mobilnya, hal itu membuat sang supir merinding merasa aneh dengan perubahan sikap atasannya itu


Setelah menelusuri jalanan kota yang padat, akhirnya mobil tersebut berhenti di depan salah satu gedung pencakar langit yang sangat megah dan paling menonjol diantara gedung-gedung lainnya


Dengan stelan sehari-hari nya yaitu jas hitam, kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam mengkilap, dan dasi hitam nya ia berjalan tegap memasuki gedung pencakar langit tersebut. Ekspresi nya langsung berubah 180° kembali menjadi datar dan dingin


Setiap langkah sepatu nya tak pernah luput dari perhatian para karyawan yang terpesona dengan ketampanan bos mereka sendiri


"Apa yang kalian lakukan, kembali ke pekerjaan masing-masing! jika kalian masih ingin bekerja disini, atau dengan sukarela saya akan membuat surat pemecatan untuk kalian" suara tegas nan merdu keluar dari bibir seksi nya, membuat semua karyawan langsung diam membisu


Bisa diterima kerja di perusahaan tersebut adalah sebuah kesempatan emas yang sangat langka dan berharga. Mereka bisa mendapatkan gaji yang sangat tinggi dan berbagai jaminan yang menguntungkan


Namun sekali nya mereka keluar atau lebih parahnya lagi sampai dipecat dari perusahaan tersebut, nama mereka langsung tercap jelek dimana-mana dan jika ingin melamar kerja di perusahaan lain maka kecil harapannya untuk bisa diterima. Secerdas-cerdasnya mereka tapi jika pernah menjadi ibarat nya sampah di perusahaan tersebut maka mereka harus menerima kenyataan pahit yang ada


Pria tersebut memasuki ruang pertempuran nya dan duduk di atas singgasana kebesaran nya. Ternyata diruangan tersebut tidak hanya dirinya saja tapi sudah ada dua sahabat yang berposisi menjadi tangan kanan nya yang menunggu kehadiran nya sendari tadi


"Dari mana aja Lo? gak biasanya telat" tanya Gibran


"Rumah sakit" jawab singkat Leo, sang CEO dari perusahaan LEo's Company


"Rumah sakit, ngapain, Lo sakit?" tanya Justin


"Gak" ~Leo, mengalihkan perhatian nya dari kedua bujang tampan ke leptop nya yang lebih menarik


"Astaga gue itung-itung Lo tu kalo ngomong gak bakal lebih dari 10 kata, yok lah mana Leo yang dulu?" ~Gibran


"Oh ya gue kan ke sana mau mastiin kalo gelang itu masih ada apa enggak, gegara dia gue jadi lupa semua nya!!" batin Leo


"Gak ada gunanya ngomong sama kulkas hidup, balik kerja aja yuk" ajak Justin


"Bener juga, oh ya jangan lupa Diamond urusin jangan fokus ke LEo's doang" jawab Gibran


"Hem" ~Leo


Mereka berdua pergi meninggalkan Leo menuju ruang kerja mereka masing-masing


"Zio" panggil Leo


"Iya Tuan, ada yang bisa saya lakukan?" tanya Zio yang sedari tadi diam memperhatikan ketiga orang tampan yang sudah ia anggap sebagai Kaka sendiri


"Selidiki lebih lanjut tentang dokter di Hansin Hospital itu" titah Leo


"Baik Tuan, secepatnya saya akan memberikan laporan nya kepada anda" ~Zio


"Hem, bacakan jadwal ku hari ini" ~Leo


"Jadwal anda hari ini tidak terlalu padat, hanya saja nanti sekitar pukul 10 siang anda akan ada rapat bersama para pemegang saham. Lalu langsung dilanjut meeting sekaligus makan siang bersama nona Mona dari PT Sejahtera JP. Sekitar jam 2 anda harus menghadiri acara pembukaan restoran di cabang kedua. Sore harinya anda diminta datang ke kediaman nyonya. Dan malam harinya anda harus menghadiri acara ulang tahun dari Putri direktur keuangan kita. Sepertinya hanya segitu saja, itupun sudah banyak yang saya cancel mungkin jika dihitung ada 10 acara yang saya cancel atau saya undur waktunya" jelas Zio panjang lebar


Tatapan datar dari Leo membuat Zio tidak bisa berkutik, ia tau apa kesalahan yang baru saja ia buat sampai membuat bosnya bersikap demikian padanya. Ia hanya bisa menunduk meratapi kebodohannya dan menunggu buah dari hasil petikan nya apakah pahit, manis, atau masam


"Ada apa wanita itu nyuruh dateng ke rumah nya?" ~Leo


"Saya tidak tau pasti Tuan, tapi saya dengar-dengar nyonya sedang kurang enak badan" ~Zio


"Hah~ terus acara ulang tahun itu akh sangat menyusahkan!" ~Leo


"Saya mempunyai cara Tuan agar anda tidak diganggu oleh putri direktur" ~Zio


"Bagaimana?" ~Leo


"Good idea, oke kau boleh keluar dari ruangan ku" ~Leo


"What?!!" ~Zio


"Apakah kau tuli?" ~Leo


"Нет (tidak), baik Tuan saya permisi dulu" ~Zio


"Huf~" Leo menghembuskan nafas kasar saat melihat betapa banyak pekerjaan yang belum terselesaikan didepan mata ataupun diluaran sana, belum lagi ditambah masalah-masalah nya


Leo mulai berkutik menggunakan otak cerdas nya untuk menyelesaikan semua pekerjaan satu persatu. Ia tidak suka jika sedang fokus bekerja ada seseorang yang menggangu kefokusan nya, maka dari itu tugas Zio adalah memastikan jika tidak ada seseorang pun yang masuk kedalam ruangan nya saat ia sedang sibuk tanpa izin


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Sungguh hari-hari yang melelahkan bagi Leo, harus meeting dengan ini lalu dilanjut dengan itu belum lagi Diamond Corporation yang harus ia perhatikan juga, dan masih banyak lagi


"Tuan ini sudah waktunya anda untuk mengunjungi kediaman nyonya" ucap Zio mengingatkan


"Apa ulet keket itu juga ada?" tanya Leo tanpa mengalihkan pandangannya dari layar leptop


"Sepertinya iya Tuan, soalnya setelah saya selidiki ternyata Nyonya sedang merencanakan sesuatu untuk Tuan agar menerima perjodohan itu" ~Zio


"Apa mau wanita itu?! tanpa sadar dia sudah menjerumuskan anaknya ke lubang yang salah. Kau kembali ke markas gantikan aku sebentar, bawa dokumen-dokumen ini dan simpan di tempat biasa" ~Leo


"Baik Tuan, saya siapkan mobilnya dulu" ~Zio


"Ulet keket, gak nyerah juga Lo buat ndapetin gue? tapi sayang Lo sama sekali gak masuk kriteria yang gue mau. Mau berusaha lagi? tapi sayang posisi itu udah diisi oleh perempuan lain, susah untuk menggeser posisinya lagi" gumam Leo


Mau tak mau, Leo harus kerumah orang tuanya bertemu dengan orang yang bermuka dua. Ia pergi sendiri menggunakan mobil, sengaja ia memperlambat laju mobilnya agar tidak cepat sampai


Rumah besar, mewah, tapi tidak sebagus kenyataan nya. Kehidupan di dalam rumah tersebut terbilang cukup berantakan diakibatkan oleh sikap egois dan keras kepala mereka


Langkahnya sangat berat untuk memasuki rumah tersebut, ia bisa menerka jika di dalam sudah ada orang yang ia juluki ulet keket dan ondel-ondel matre (ibunya ulet keket) dari mobil yang terparkir di garasi


"Wah putra ku sudah datang, ayo sini sayang duduk" ucap sang Mamah yang bernama Vanya


Tanpa menjawab Leo langsung duduk di kursi ujung yang jaraknya paling jauh dari mereka, namun dengan tidak tau malunya si julukan ulet keket ini langsung mendekat ke arah Leo dan menempel padanya. Sungguh ingin rasanya ia mengeluarkan belati tajam nya untuk membunuh hama kecil ini, tapi ia tahan demi sedikit membahagiakan Mamah nya yang selama ini tidak memperdulikan kebahagiaan anaknya sendiri


"Please dateng, gue butuh Lo" batin Leo


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Mianhae yorobun akhir-akhir ini ide suka buyar bahkan ngilang, mau nulis tapi bingung mau nulis apa


Like


Vote


Komen


Love ʕ´•ᴥ•`ʔ


Thank you ♡


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...