
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Gue pergi dulu sebelum ada yang liat, em... thanks" ucap Eva
"Hem... untuk teh nya Lo bayar sendiri" jawab Leo datar
"A--" belum sempat Eva berbicara, ia sudah di potong terlebih dahulu oleh Leo
"Gak usah banyak protes!" ~Leo
"Das--" ~Eva
"Gak usah ngumpat juga" sambungnya seakan dirinya tau apa yang sedang dan yang akan dilakukan/dibicarakan oleh Eva
"Huf~ bay!!!" ~Eva
Eva berjalan dengan kesal menuju ibu-ibu penjaga kantin, namun sialnya dia tersandung kursi dan hampir terjatuh
"Makannya punya mata tu dipake!" ~Leo
"Makannya punya perasaan tu dipake! bukannya ditolongin ke eh ini apa" ~Eva
"Ngarep Mba?" ~Leo
"Siapa yang ngarep ih ge'er!!!" ~Eva
Setelah membayar teh nya, ia langsung pergi meninggalkan kantin menuju kelasnya untuk mengambil buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah untuk di kembalikan, dan kartu siswa agar ia bisa masuk perpustakaan
Sudah kebiasaan nya dari dulu, saat membaca ia akan mendengarkan musik menggunakan headset yang tersambung ke ponsel nya. Membaca dan mendengarkan musik di tempat yang sepi, menurutnya dapat membuat dirinya bahagia. Walaupun sambil mendengarkan musik, bacaan yang ia baca akan tetap masuk dan fokus
Disaat sedang asik dengan kegiatan nya tiba-tiba ada sebuah panggilan telepon masuk. Mau tak mau ia harus berhenti dulu dari aktivitas yang sedang ia lakukan
📱📱📱
"Iya hallo, dengan siapa ya?" tanya Eva
"Akhirnya, apakah benar ini Kaka dari Aldiandra Putra?"
"Iya benar" ~Eva
"Kami dari SDN Tunas Bangsa mau mengabarkan kalau adik anda yang bernama Aldiandra Putra sekarang sedang pingsan dan sekarang ada di ruang UKS sekolah. Bisakah anda atau orang tua anda datang kesini? untuk mendampingi?"
"Apah?! adik saya pingsan? baiklah saya akan segera kesana" ~Eva
"Terimakasih, kami akan menunggu kehadiran anda"
📱📱📱
"Ya Allah Dek, kamu kenapa? gue harus cepet-cepet kesana, tapi gue harus izin dulu" ucap Eva khawatir dengan kondisi sang Adik, buru-buru ia merapihkan barang-barangnya lalu ke ruang guru untuk meminta izin terlebih dahulu
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Bu, bagaimana kondisi Adik saya?" tanya Eva setelah sampai di SDN Tunas Bangsa, tempat dulunya ia menimba ilmu
"Saya juga kurang tau, alat-alat disini kurang lengkap untuk mengecek kondisi keseluruhan nya. Jadi saya sarankan untuk dibawa ke rumah sakit saja, agar bisa terdeteksi akibat dari pingsannya" saran Bu Guru wali kelas Aldi
"Rumah sakit?" ~Eva
"Iya, tapi jika ingin ke rumah sakit, kita tunggu sampai Aldi siuman terlebih dahulu" ~Bu Guru
"Apa uang gue cukup buat bawa Aldi ke rumah sakit? udahlah uang bisa dicari kesehatan Aldi yang terpenting!" batin Eva
"Gak usah Ka, Aldi gak mau ke rumah sakit" jawab Aldi saat dirinya sudah siuman
"Aldi, kamu dah sadar? Alhamdulillah. Why?" ~Eva
"Aldi gak mau ngerepotin Kaka lagi" ~Aldi
"Siapa yang direpotin? Kaka gak merasa direpotin sama kamu, kamu gak usah mikir soal biaya insyaallah Kaka ada ko uang nya. Menurut Kaka kamu itu jauh lebih penting dari pada harta, harta masih bisa dicari lagi" ~Eva
"Tapi Ka" ~Aldi
"Ish kalo dibilangin bukannya nurut!" ~Eva
"Iya deh iya, makasih ya Ka" ~Aldi
"Iya, ini udah jadi tanggung jawab Kaka buat ngelindungin kamu Dek" ~Eva
"Utututu... cocuit" ~Aldi
"Maaf, jadi ini mau bagaimana?" ~Bu Guru
"Saya akan membawa adik saya kerumah sakit Bu, jadi saya minta izin untuk hari ini, apakah boleh?" ~Eva
"Tentu saja, silahkan" ~Bu Guru
"Terimakasih Bu" ~Eva dan Aldi
"Yuk Dek, ambil tas kamu dulu, bisa jalan kan?" ~Eva
"Bisa ko" ~Aldi
"Yaudah ambil gih, Kaka tunggu di depan" ~Eva
Eva membuntuti Aldi ke kelasnya di lantai dua tanpa sepengetahuan adiknya itu. Ia hanya ingin tau bagaimana Aldi jika di sekolahnya, ia berharap jika Aldi bisa beruntung tidak seperti dirinya
Setelah berhasil mengambil tasnya di kelas, Aldi berjalan menuju pintu keluar sekolahnya dengan perasaan bahagia. Namun saat menuruni tangga terakhir, ia tiba-tiba dicegah oleh teman-teman sekelasnya
"Mau apa kalian?!" tanya Aldi
"Biasa lah, duit mana duit" todong nya
"Gue gak punya" jawab Aldi
"Alah bohong lu! cepet mana, atau gue paksa nih"
"Gue gak punya uang! kenapa sih kalian selalu malakin uang kita-kita, gak baik tau" ~Aldi
"Haha... curut kaya Lo nasehatin kita?! hajar bro"
"Dengan senang hati"
EVA
Saat ini Eva sedang bersembunyi di ujung tangga, walaupun tempatnya lumayan jauh namun masih bisa mendengar apa yang mereka obrolkan dan melihat mereka
"Apah?! jadi begini kalau Aldi disekolah dipalakin, Ya Allah Dek. Mereka mau ngapain tuh, gue harus tolongin adek gue. Bentar itu gak jauh ada guru yang lagi lewat, kesempatan gue, gue harus bisa ngulur waktu sampai mereka dateng, gue juga harus pancing mereka" ucap Eva
Dengan cepat Eva menuruni tangga dan langsung menangkis tangan yang hendak menampar Aldi
"Kamu gak papa?" tanya Eva
"Kaka? Kaka ko bisa ada disini?" jawab Aldi
"Ooo... jadi ini Kaka Lo? lumayan juga"
"Apakah kalian tak punya pekerjaan lain selain menodong orang lain?! seharusnya kalian belajar yang benar, kasihan orang tua kalian yang udah capek-capek cari uang buat nyekolahin kalian" ucap Eva
"Gak Kaka, gak Adek, sama-sama cocok jadi penceramah deh. Apa urusan Lo, urusin urusan Lo sendiri!"
"Lagian orang tua kita juga gak protes ko, napa jadi Lo yang sewot"
Plakkk...
"Bagus, ini yang gue tunggu-tunggu. Pas juga ternyata, mari kita berekting" batin Eva
Satu tamparan keras mengenai pipi mulus Eva, Aldi yang melihatnya pun sudah habis kesabaran nya. Ia berniat untuk membalas perlakuan mereka kepada sang Kaka, namun segera di cegah oleh Eva. Disaat itulah Eva memberikan kode pada adiknya tentang rencana yang telah ia buat. Sukurlah Aldi dengan cepat mengerti maksud sang Kaka, jadi ia juga akan ikut berekting
"Kaka!!! Kaka gak papa kan?" tanya Aldi
"Dasar pengecut! ayo mana nyali mu tadi Ka?!"
Hahaha.....
"Bapak gak nyangka kelakukan kalian ternyata seperti ini! Mba, Mba nya gak papa kan?" tanya guru BK
"Gak papa ko Pak" jawab Eva
"Pak--"
"Jelaskan di ruang BK, ayo ikut Bapak. Mba saya mewakili mereka meminta maaf setulus-tulusnya ya" ~Guru BK
"Iya saya maaf kan, tapi tolong diperhatikan lagi ya" ~Eva
"Iya Mba" ~Guru BK
Akhirnya orang-orang yang tadi memalak Aldi kini dibawa ke ruang BK untuk mendapatkan sangsi atas perlakuan nya tadi
"Good job Ka. Akhhh..." rintih Aldi sambil memegangi dadanya yang sesak
"Aldi!! astaghfirullah... ayo kita harus cepat ke rumah sakit" ucap Eva
Ia pun membantu adiknya, menuntunnya ke depan sekolah, untung saja tadi ia sudah memesan taxi online jadi mereka hanya tinggal berangkat saja. Urusan sepeda mereka titipkan ke penjaga sekolah dulu
Semakin lama kondisi Aldi semakin menurun dan pastinya Eva semakin dibuat khawatir dengan kondisi Adiknya itu. Dikondisinya yang semakin menurun, Aldi masih mencoba untuk tersenyum kepada sang Kaka untuk mengurangi rasa khawatir Eva
Sesampainya di rumah sakit, Eva langsung memanggil para dokter dan suster. Sementara supir taxi tadi membantu memapah Aldi, lalu membantunya membaringkan tubuh Aldi di brankar
Brankar didorong dengan cepat menuju ruang UGD, mematuhi peraturan yang ada Eva, hanya bisa mengantarkan nya sampai pintu depan ruang UGD saja
"Gue harus kabarin Mamah sama Papah" ucap Eva di sela-sela kekhawatiran nya. Dengan tangan yang bergemetar Eva berusaha menghubungi kedua orang tua nya
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Seorang dokter keluar dengan ekspresi muka yang tak bisa ditebak lagi
"Dok bagaimana kondisi Adik saya? dia baik-baik saja kan?" tanya Eva beruntun
"Em... kondisi pasien baik-baik saja dia hanya kecapean, tidak perlu di rawat inap karena pasien sudah dibolehkan pulang. Saya sarankan jangan sampai pasien ini kelelahan ataupun stres, karena akan berakibat fatal bagi kondisi pasien ini sendiri. Silahkan ini resepnya, bisa ditebus di apotek" ucap sang dokter
"Alhamdulillah, baik Dok terimakasih" jawab Eva
"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter
"Iya Dok, sekali lagi terimakasih" ~Eva
"Sama-sama" ~Dokter
"Hah~ sukurlah Dek kamu gak papa" gumam Eva
"Ka" panggil Aldi sambil berjalan keluar dari ruang UGD
"Dek, ish kamu bikin Kaka khawatir aja tau gak?!" ~Eva
"Ye maap, tapikan yang penting sekarang adek udah gak papa" ~Aldi
"Yaudah, kita tebus obat kamu dulu ya abis itu kita pulang" ~Eva
"Okeh" ~Aldi "Ka maaf ya, Aldi harus bohong sama Kaka, Aldi gak mau ngerepotin Kaka, Mama, sama Papah lagi. Udah cukup Aldi jadi beban kalian, maafin Aldi karena penyakit Aldi kalian harus kaya gini" batin Aldi
Author : "Aldi bohong apa ya guys? ada yang tau?"
Mereka berdua pergi ke apotek untuk menebus obat Aldi. Tanpa disadari oleh mereka di jalan mereka sebenarnya berpapasan dengan Leo namun mereka tak mengenalinya karena Leo menggunakan pakaian tertutup, topi, dan masker
Author : "Untuk apa Leo ke rumah sakit? apa dia sakit? entahlah"
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Maaf ya kalau Author up nya gak teratur, terus lama. Author harus bagi-bagi waktu untuk belajar, apalagi sebentar lagi mau PAT. Ya Allah bentar lagi PAT gak kerasa padahal author ngerasa baru kemaren author naik kelas nya 😭😢🙂
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Saran
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...