EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 66 Masa Depan



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Waktu terus berputar setiap detik nya bagaikan roda, kadang di atas, kadang juga dibawah. Semua orang pasti pernah mengalami posisi dimana mereka sedang berada di atas ataupun dibawah dengan alasan yang berbeda-beda


Saat kita diatas, janganlah menjadi pribadi yang sombong dan gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya jika kita di posisi bawah, maka teruslah berusaha meraih keberhasilan dalam hidup kita. Yakinlah kita bisa melakukannya kalau kita mau berusaha, hasil itu urusan belakangan yang terpenting adalah usaha kita meraih itu semua


Halnya Eva yang mempunyai cita-cita sebagai dokter. Dokter... untuk meraih gelar tersebut pastilah membutuhkan biaya yang sangat banyak, otak yang cerdas, berani, kuat, sehat, dan lain sebagainya


Sekilas mimpinya hanya terlihat seperti angan-angan saja. Disaat kondisi keluarga nya yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan Aldi yang tak sedikit. Maka dari itu ia berusaha sedikit demi sedikit mengumpulkan uang dari hasil jerih payahnya sendiri dari sekarang, agar nantinya ia bisa sedikit mengurangi beban kedua orang tuanya


Di K'Internasional High School. Setelah kepergian Ratu dkk akibat masalah yang lalu, sekolah menjadi lebih nyaman, aman, dan bersih dari ulat yang biasanya akan menggangu Leo dkk, bertingkah seenaknya seakan K'IHS adalah milik nya dan membuly sebagian anak-anak yang bukan berasal dari keluarga kaya


"Huwaaa... Minggu depan udah ujian, sumpah cepet banget si?! perasaan baru kemaren kita masuk sekolah pake baju merah putih, lah sekarang udah mau lulus SMA loh waw" ucap Zahra, saat ini mereka sedang berkumpul di taman menghabiskan waktu istirahat mereka dengan bersantai


"Yaaa abis itu kita kuliah dan bakal jalanin hidup kita masing-masing wah" tambah Cici


"Kalo kita udah kuliah, terus punya keluarga masing-masing, apa kita masih bisa kaya gini?" tanya Eva


"Harus dong!! we are best friends forever. Jadi apapun kondisinya kedepan kita harus selalu berteman kaya gini!" ~Zahra


"Walaupun nanti kita gak satu kampus, beda kota, atau beda negara sekalipun, kita tetap teman dan akan seperti itu seterusnya" ~Cici


"Let's we try like this forever" ~Eva


{ Mari kita berusaha seperti ini selamanya }


"Sure, hahaha" ~Zahra dan Cici


"Ada apa ini? cekikikan kaya kuntilanak" ucap Gibran, menghampiri mereka diikuti Justin dan Leo


"Gak papa" ~Eva


"Kepooo..." ~Zahra


"Idih" ~Justin


Sejak saat itu hubungan mereka semakin dekat layaknya sahabat. Hal itu membuat siswa-siswa mulai melupakan ucapan Ratu dulu tentang Eva


"Kalian mau ngelanjutin kuliah dimana?" tanya Gibran


"Gue sih keknya ikut Papah, so gue kuliah di luar kota" jawab Zahra


"Gue disini aja" jawab Cici


"Kalo gue... huf~ ntahlah dimana beasiswa gue diterima ya disitu gue kuliah" jawab Eva


"Gue yakin beasiswa Lo bakal diterima di universitas terbaik Va, secara otak Lo kelewat encer nya" ~Justin


"Hem moga aja, kalo kalian bertiga?" ~Eva


"London" jawab Leo yang sendari tadi diam


"Kita berdua ngikut" ~Justin


"Ohhhh..." ~Eva dkk


"Excuse me, sorry to interrupt" ucap seorang bule yang berasal dari Inggris. Dia ada disini karena, dia adalah salah satu pelajar yang sedang melakukan pertukaran pelajar. Dia memiliki paras yang tampan dengan kulit putih dan rambut pirang nya, postur tubuhnya juga tinggi


{ Permisi, maaf mengganggu }


"Yes, why?" jawab Zahra


"I was ordered to convey Mr. Andra's message to call students named Leondra Aldebaran, Eva Aurora, and um.. what's she name em... ah yes Priscilla. Are you one of those students? sorry I don't know many people here" ucapnya


{ Saya disuruh menyampaikan pesan Pak Andra untuk memanggil siswa bernama Leondra Aldebaran, Eva Aurora, dan um.. siapa namanya em... ah ya Priscilla. Apakah Anda salah satu dari siswa tersebut? maaf saya tidak tahu banyak orang di sini }


"Yeah I'm Eva Aurora and he's Leondra Aldebaran, but the Priscilla you mean is not here. By the why what is it for Mr. Andra is calling us?" ucap Eva


{ Ya saya Eva Aurora dan dia Leondra Aldebaran, tapi Priscilla yang Anda maksud tidak ada di sini. Ngomong-ngomong untuk apa Pak Andra memanggil kami? }


"Thank God I finally found you guys, for what business I don't know, I was only told to convey this"


{ Sukurlah akhirnya aku bertemu kalian, untuk urusan apa saya tidak tahu, saya hanya disuruh menyampaikan ini saja }


"Ah okey, thanks for your information" ~Eva


{ Ah oke, terimakasih atas informasi mu }


"You're welcome, can you tell me where is Priscilla?"


{ Sama-sama, bisakah kamu memberitahukan ku dimana Priscilla berada? }


"Anak IPS itu biasanya ada di perpus. Yes I know, usually he will go to the library" jawab Justin


"Thank you so much, I'll go first, babay"


"Eh ngapain ya kalian di panggil?" tanya Gibran kepo


"I don't know" ~Eva


"Dah yuk" ~Leo


"Emm"


Berjalan lah Leo dan Eva menuju ruang kepala sekolah. Mereka masih penasaran apa sebab mereka dipanggil ke kantor, jawabannya akan mereka dapatkan saat mereka sudah sampai di ruang kepsek


Mereka berdua sudah duduk berhadapan dengan Pak Andra, pembicaraan masih belum dimulai karena masih kurang satu anak lagi yaitu Priscilla


"Hah maaf pak saya terlambat" ucap Priscilla, langsung duduk di samping Eva


"Iya tidak apa-apa, oke karena kalian sudah datang bapak akan memulai nya" ucap Pak Andra yang membuat detak jantung Eva dan Priscilla berdetak lebih kencang dari biasanya, kalian pasti sudah tau lah gimana ekspresi Leo


"Jadi bapak undang kalian kesini adalah untuk memberikan kabar bahagia untuk kalian dan masa depan kalian nanti. Kalian sudah kelas 12 yang tinggal melewati satu ujian lagi maka kalian sudah lulus, dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, pastinya kalian ingin melanjutkan nya di universitas terbaik kan?"


"....." tak ada yang bersuara dari mereka bertiga, mereka masih serius mendengarkan ucapan Pak Andra dan mencoba mencerna setiap kalimat yang dilontarkan beliau


"Bapak ucapkan selamat, kalian adalah tiga siswa terbaik diantara banyaknya siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa di luar negri" ucap Pak Andra senang


"Ha? maksud bapak kita dapet beasiswa di luar negri gitu?" tanya Priscilla


"Iya benar. Bapak menyarankan beberapa siswa di luar negri dan baru kalian bertiga yang diterima tanpa menunggu hasil akhir kalian" ~Pak Andra


"Oh astaga huwaaa terimakasih pak akhirnya... Kalau boleh saya tau, beasiswa saya diterima dimana?" ~Priscilla


"Kalau tidak salah di Amerika" ~Pak Andra


"Yeyyy" ~Priscilla


Berbeda dengan Priscilla yang langsung menghujani Pak Andra banyak pertanyaan dan terkesan heboh, Eva masih saja diam membengong


"Eva, Leo, kalian tidak senang?" ~Pak Andra


"Eh bukan seperti itu Pak, tapi ini beneran kan Pak saya tidak mimpi?" tanya Eva tak percaya


"Benar Eva, ini real. Kamu diterima di universitas ternama di Jepang dan Mesir, kamu bisa memilih salah satu antara dua universitas terbaik itu. Dan untuk Leo, kamu diterima di universitas AS" ~Pak Andra


"What!!?" ~Eva


"Pak sepertinya saya tidak bisa mengambil beasiswa itu, saya sudah mendaftar sendiri di London bersama kedua sahabat saya dan kami sudah diterima" ~Leo


"Benarkah? wah bapak bangga sama kalian, semoga kalian bisa sukses kedepannya dan semoga dengan ini kualitas sekolah kita bisa lebih bagus lagi" ~Pak Andra


"Iya Pak" ~All


"Baiklah ini berkas-berkas nya untuk Eva dan Priscilla silahkan dilengkapi. Karena Leo sudah diterima dan yakin akan meneruskan di London jadi ini bapak simpan, tapi jika kamu berubah pikiran kamu bisa langsung hubungi bapak" ~Pak Andra


"Baik Pak kalau begitu saya permisi dulu" ~Priscilla


"Yok Va" bisik Leo


"Lo aja duluan, masih ada yang mau gue tanyain sama Pak Andra" bisik Eva juga


"Yaudah gue tinggal, Pak mari" ~Leo


"Pak bolehkah saya menanyakan sesuatu prihal beasiswa saya ini?" ~Eva


"Oh silahkan" ~Pak Andra


Cukup lama Eva mengobrol dengan Pak Andra, hingga akhirnya Eva keluar dengan wajah yang bersinar terang dengan senyum lebar yang tak luntur dari bibirnya


"Makasih Ya Allah hiks~ akhirnya doa-doa ku terjawab dan aku punya tujuan untuk kedepan yang lebih baik, semoga apa yang aku cita-cita in bisa terkabul. Jepang I'm coming!!! waa Jepang, I still can't believe I can get a scholarship there" batin Eva


"Satu list dari negara yang ingin aku kunjungi akhirnya sudah di depan mata dan akan terwujud sebentar lagi" ucap Eva senang


Ya Eva memilih Jepang sebagai negara untuk nya meneruskan pendidikan dan mengejar cita-cita. Sekarang ia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pulang dan memberitahu kabar gembira ini pada kedua orang tua nya


Baru saja tadi mereka membicarakan soal kuliah, dan Eva yang masih bingung hendak kuliah dimana. Tapi sekarang ia sudah memiliki tujuan untuk melanjutkan pendidikan nya kemana. Sungguh cepat sekali ia mendapat jawaban dari kebingungan nya tadi


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Sorry kalo ada kata-kata yang salah...


Like, vote, komen, hadiah nya ya...


Thank you so much 。◕‿◕。


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...