
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Hey na na na
Michiji aneuryeomyeon michyeoya hae
Hey na na na
Nareul da deonjyeo i du jjok sesange
Hey na na na
Can't hold me down cuz you know I'm a fighter
Je ballo deureoon areumdaun gamok
Find me and I'm gonna live with ya
"Find me and I'm gonna live with ya. Eh-oh" ucap Eva melanjutkan lirik lagu yang ia jadikan nada dering telfon
"Hais siapa sih yang nelfon pagi-pagi, gak tau gue masih ngantuk apa! Nomer gak dikenal lagi" ucap Eva kesal
📱📱📱
"Iya hallo, dengan siapa ya?" tanya Eva dengan nada khas bangun tidur
"Hallo Mba, saya sekertaris dari Profesor Anji selaku direktur utama Hansin Hospital. Saya mau memberitahukan bahwa lamaran kerja anda kemarin diterima dan mulai besok anda sudah di perbolehkan bekerja" ucap nya
"What?!" refleks ia langsung bangun dari tidur nya dan mendadak menjadi segar padahal satu detik sebelumnya raut wajahnya masih bermuka bantal "Mba, ini beneran, secepat itu?" tanya Eva tak percaya
"Benar Mba, besok anda sudah boleh mulai bekerja di rumah sakit kami. Namun anda harus melewati tahap uji coba terlebih dahulu, sebelum anda benar-benar bekerja dan menjadi karyawan tetap"
"Baik Mba tidak apa-apa, terimakasih ya Mba" ~Eva
"Oh ya satu lagi, mungkin karena anda pernah berpengalaman bekerja di rumah sakit sebelumnya mungkin masa uji coba anda akan lebih singkat dari yang lain. Saya rasa cukup, apa mba ada pertanyaan?"
"Ah tidak sudah cukup, sekali lagi terimakasih ya Mba, saya akan usahakan yang terbaik nantinya" ~Eva
"Baiklah"
📱📱📱
"WAAAAAAA... YEEEEEYYY... huf~ gue kira bakal susah masuk rumah sakit itu, ternyata dugaan gue salah" teriak Eva senang
Tok... tok... tok...
Dari luar terdengar ketukan pintu yang terkesan sangat memaksa sang penghuni kamar membukakan pintu. Di bukalah pintu itu oleh Eva, dan terlihat Lusi dengan wajah khawatir nya memandangi Eva dari atas hingga bawah
"Sayang ada apa?" tanya Lusi
"Gak papa ko Mah, Mamah sendiri ngapain? kok cemas gitu, bawa centong segala lagi?" tanya balik Eva
Tuukkk...
"Astaga sayang Mamah kira tadi kamu kenapa-napa, teriak pagi-pagi kaya gini" ~Lusi, setelah mengetuk kepala Eva dengan centong yang ia bawa
"Auuu... maaf Mah tadi refleks hehe. Mah, Mamah tau gak?" ~Eva sengaja menggantungkan ucapan nya
"Tau apa?" ~Lusi bingung
"AKU DI TERIMA DI HANSIN HOSPITAL MAH" ~Eva
Terlihat wajah Lusi yang berubah bahagia seperti anaknya "Benarkah sayang, bukannya baru kemarin kamu ngelamar kerja, cepet banget di terimanya?" ~Lusi
"Aku juga gak tau Mah, mungkin karena pengalaman ku pernah kerja di Jepang sama nilai ku yang lumayan, tapi gak tau juga" ~Eva
"Mamah bangga sama kamu sayang" ~Lusi
"Em, nanti Eva akan mengambil alih semua pengobatan Aldi dan Eva akan usahakan yang terbaik sampai Aldi sembuh total!!" tekad Eva
Melihat sang anak telah tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses membuat Lusi sangat terharu. Ia masih belum menyangka, dengan pekerjaan nya yang hanya asisten rumah tangga dan suaminya yang pegawai swasta, mereka bisa menyekolahkan bahkan mengantarkan sang anak sampai bisa mengejar cita-cita nya menjadi seorang dokter
÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Siang ini rencana nya Eva dkk akan berjumpa di Restoran GAFA dekat sekolah SMA mereka dulu. 5 tahun sudah mereka tidak bertemu karena kesibukan mereka masing-masing. Tapi walaupun seperti itu, persahabatan mereka masih tetap sama seperti dulu
"Ini mana ya ko pada belum dateng, katanya jam setengah 2 tapi apa ini dah jam 2!! oke 10 menit kalo mereka gak dateng gue tinggal" gumam Eva sambil melirik jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya
"Hei, Eva Aurora kan?" sapa seseorang
"Iya, siapa ya?" jawab Eva
"Wah parah Lu gak inget sama gue, cek cek cek. Eh apa Lo udah gak mau temenan sama gue lagi, oke lah gue sadar"
"Please jangan bikin gue bingung, Lo siapa?" ~Eva
"Inisial F"
"F...? aaaaaaah Farrel?!" ~Eva
"Yes, gue Farrel partner kerja Lo dulu" ~Farrel
"Duh sorry ya bukannya gue aduh gue jadi gak enak sama Lo" ~Eva
"Iya gak papa santui aja" ~Farrel
"Dan ya, gue gak suka Lo ngomong 'gak mau temenan' gitu, kita itu sama-sama manusia dan gue juga masih Eva yang dulu. Btw Lo ngapain disini, kencan ya sama pacar nya? hayoloh ngaku..." ~Eva
"Oke, oke, dan gue juga gak suka Lo ngomong kalimat Lo yang kedua itu, gue masih pengen menyendiri dulu nikmatin masa-masa ini" ~Farrel
"Maaf bos, saya minta tanda tangan nya buat berkas kerja sama ini" ucap Aira
"Hais tadi kan saya sudah bilang jangan panggil saya bos di depan teman saya" bisik Farrel
"Ah maaf bos eh, ka... kalau begitu saya permisi dulu, mari nona" ucap Aira lalu berjalan pergi
"Bos? bisa jelasin?" tanya Eva
"Hehe iya gue gue itu anu apa namanya **** hiss gue pe.. pemilik warung makan ini" ~Farrel
Byurrr...
Eva tanpa sengaja menyemburkan minuman yang tengah ia minum. Ia terkejut akan ucapan Farrel dan yang lebih membuat nya terkejut adalah saat Farrel mengatakan restoran megah, besar, kaya gini warung makan
Uhuk... uhuk... uhuk...
"Ko malah keselek kaya gini? nih minum dulu" ~Farrel, menyodorkan segelas air putih
"Uhuk... ahh... Daebak waw sekarang Lo udah sukses, salut gue sama Lo" ~Eva
"B aja kali" ~Farrel
"EVAAAAAAAA..." teriak dua kuntilanak sambil berlari mendekati Eva dan Farrel, diikuti dua makhluk halus tampan
Greppp...
Bruggg...
"Puffttt" kedua makhluk halus tampan dan Farrel berusaha menahan tawa saat melihat tingkah ketiga sahabat itu
Berniat ingin berpelukan tapi malah berakhir jatuh bersama, akibat dorongan dua kuntilanak yang sangat kuat
"Hais pantat gue sakit, yaa! kalian bisa pelan-pelan gak" ~Eva
"Gue kangen sama Lo" ucap Zahra masih memeluk lengan Eva
"Gue juga" ucap Cici memeluk lengan sebelah
"Hey bisa minggir dulu gak? ini kita di lantai jadi pusat perhatian tau, dan gue masih normal!!! Rel tolongin napa malah ketawa" ucap Eva
"Hahahaha... oke oke sini" Farrel mengulurkan tangannya meraih tangan Eva "Kita ganti meja aja ya, disini kotor gara-gara semburan gajah kurang nutrisi ini" ~Farrel
"Enak aja Lo bilang gue gajah!!" ~Eva
"Kamu, tolong bersihin ini semua ingat kenyamanan pelanggan sangat utama" ~Farrel
"Baik Tuan" ~Pelayan
Pindah lah mereka kesebuah ruangan di lantai lima yang merupakan aula out door. Berkumpul, tertawa, makan, minum bersama mengenang masa lalu mereka dulu
"Kalian cuma berdua, Leo gak ikut?" tanya Eva pada Gibran dan Justin yang tengah menyantap makanan mereka
"Orang itu banyak berubah sejak Lo pergi, dia jadi gila kerja dan tambah dingin dari yang dulu" jawab Gibran
"Padahal dulu dia udah bisa dicairin tapi sekarang malah beku lagi dan tambah beku. Cairin lagi gih, gue suka ngeri sendiri sama sikapnya" sambung Justin
"Lah kok gue?" ~Eva
"Ya karena cuma Lo yang bisa" ~Gibran
"Haih?" ~Eva
"Udah-udah, btw gimana komentar kalian tentang menu makanan sama restoran ini?" sela Farrel
"Sangat-sangat perfect, seperti biasa" jawab Zahra
"Me too" ~Cici
"Jadi kalian udah tau kalo ini restoran punyanya Farrel?" ~Eva
"Yups" ~Zahra, Cici, Gibran, dan Justin
"Jahat ya gak ada yang mau ngasih tau gue! Lo juga oh ya Bang Gavin kemana?" ~Eva
"Bang Gavin lagi rapat, pas banget waktu Lo dateng dia baru pergi" ~Farrel
"Yah padahal gue kangen sama Bang Gavin" ~Eva
"Rumah masih sama kan?" ~Farrel
"Ya masih lah, kenapa?" ~Eva
"Boleh main?" ~Farrel
"Of course" ~Eva
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Thank you 🤍🖤
Love ʕ´•ᴥ•`ʔ
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...