
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Dikelas 11 A, pelajaran sedang berlangsung. Seorang guru mengajarkan Bahasa Inggris kepada murid-murid nya dengan sabar dan telaten sampai mereka bisa
Sendari tadi Leo dan Eva terus saja saling mendorong kotak coklat yang berisi ponsel baru tadi. Leo yang bermaksud agar Eva menerimanya, dan Eva yang tak mau menerimanya
"Kalian berdua, ngapain main geser-geser kotak itu terus? emang apa isinya?" tanya Bu Guru
"Bukan apa-apa Bu" jawab Leo
"Kalau bukan apa-apa kenapa sendari tadi digeser-geser terus, memang itu kotak punya siapa?" ~Bu Guru
"Punya Eva // Leo Bu" jawab Leo dan Eva berbarengan
"Ha? punya siapa yang benar" ~Bu Guru
"Leo // Eva" ~Eva dan Leo
"Jawab yang benar!" ~Bu Guru
"Ibu percaya sama saya Bu, kotak itu punya Leo bukan punya saya. Mana bisa saya membeli barang mahal itu Bu" ~Eva
"Memang apa isinya? Ibu liat ya" ~Bu Guru, akhirnya Bu Guru mengecek isi kotak coklat tersebut dan mendapati sebuah ponsel keluaran terbaru dan mahal itu "Jadi ini punya Leo?"
"Iya Bu" ~Eva
"Ooo... sekarang Ibu maksud. Jadi ini punya Leo, dan Leo sebenarnya ingin mengasih ponsel ini ke Eva, begitu?" ~Bu Guru, yang membuat seluruh kelas gempar bak sedang terjadi bencana gunung meletus
"WHAT!!!"
"HA?!"
"WOW DAEBAK!!!"
"GAK MUNGKIN!!"
"HARUSNYA GUE YANG DIKASIH"
"BERUNTUNG BANGET 😭 GUE JUGA MAU!"
"SEJAK KAPAN SI LEONDRA ALDEBARAN MAU NGASIH HADIAH!!! Gue aja sebagai sahabat nya belum pernah sama sekali dapet hadiah darinya" ~Justin
"Jangan salah paham dulu! gue ngasih ponsel ini karena gue mau ganti rugi karna gue dah ngerusak ponselnya kemarin" terang Leo
"Ooo... ternyata begitu to, gue juga mau dong. Nih rusakin ponsel gue" ucap salah satu siswi
"Benar begitu Eva?" ~Bu Guru
"Gak tau Bu, Em... Bu izin ke toilet sebentar ya, oke iya makasih" ~Eva, belum juga Bu Guru menjawab nya Eva sudah nyelonong pergi menuju kamar mandi
Sambil berjalan, Eva tak henti-hentinya mengoceh tak jelas. "Ih dasar tu cowok ya, gue dah bilang gak mau ya gak mau! tetep aja dipaksa. Auuu... ko perut ku tiba-tiba sakit ya? apa jangan-jangan? oh no, gue harus cepet-cepet ke toilet nih. Tumben sepi ni toilet? ah masa bodo"
Sreettt...
Ceklekkk...
"Ah tu kan beneran!" kata Eva dari dalam kamar mandi "Yah gue lupa bawa pe*****t lagi, ah telfon Zahra siapa tau dia bawa kan? be*o ponsel gue kan udah rusak. Gue harus gimana?" sambungnya
"Woy ada orang kagak? minta tolong dong!" teriak Eva dengan kepalanya yang sedikit ia keluar kan
"Mana sepi lagi, gak ada orang. Masa iya gue harus keluar dengan kondisi gue kaya gini. Mana tembus sampe ke rok lagi, apa boleh buat gue harus nunggu sampe ada yang dateng kesini" gumam Eva
LEO
"Hah~ akhirnya bisa bebas dari pertanyaan-pertanyaan yang buat otak gue pusing! ni juga ponsel bikin masalah aja buat gue, mana si cewek nyebelin itu gak mau terima lagi kan jadinya kaya gini, ribet!" gerutu Leo
Ya dia lebih memilih untuk pergi dari pada di kelas, menerima banyak pertanyaan-pertanyaan dari temannya apalagi kedua sahabatnya. Disaat dia sedang melintasi kamar mandi khusus cewek, ia mendengarkan seperti ada suara yang ia kenal
"Tolong siapa pun, bantuin gue hiks~"
"Kaya kenal suaranya ah iya ini suara si cewek aneh itu, asalnya dari toilet, ya kali gue masuk ke toilet cewek. Nanti kalo ketauan bisa ribet urusannya, tapi..." ucap Leo
Awalnya ia melangkahkan kakinya meninggalkan toilet khusus perempuan, namun tak lama kemudian ia kembali lagi kesana. Mengumpulkan sejuta niat, Leo pun akhirnya memasuki toilet tersebut dengan mata yang tertutup
"Woy siapa itu? dimana Lo!?" tanyanya dengan mata yang masih tertutup
"Ah akhirnya ada orang tapi ko suaranya kaya cowok ya?, gue disini" jawab Eva sambil menongolkan kepalanya di pintu toilet
"Lah Lo ngapain disini, ni kan kamar mandi cewek?!" ~Eva
"Lo pasti Eva kan?! gue kesini gara-gara denger suara teriakan, gue pikir ada apa-apa disini eh ternyata Lo. Ngapain si teriak-teriak?" ~Leo
"Gak, gue gak papa" ~Eva
"Kalo gak papa ngapain teriak-teriak sih, bikin orang khawatir aja. Yaudah gue pergi dulu sebelum ada orang, bisa ribet urusannya!" ~Leo, yang hendak pergi dengan mata yang terus ia pejamkan
"Kalo dia pergi siapa yang bantuin gue, jam istirahat kan masih lama" batin Eva
"Eits tunggu dulu" ucap Eva
"Apalagi?" tanya Leo
"Em... aduh gimana ngomong nya ya? gue malu anj*r" batinnya "Em... itu... anu... boleh minta tolong gak?" tanyanya malu-malu
"Minta tolong apa?!" ~Leo
"Itu... em... beliin gue roti" ~Eva lirih namun masih bisa didengar oleh Leo
"Roti? roti apaan? lu kan bisa beli sendiri, ngapain nyuruh-nyuruh gue sih" ~Leo
"Ish, Lo gak peka! au... au... au..." ~Eva, yang sudah blushing
"Roti apaan sih, gue-- Oooo... maksud Lo!!! ih ya kali gue beli kaya gituan. Ogah beli sendiri, bay" ~Leo, sontak ia membuka matanya dan melihat wajah Eva yang pucat namun pipinya merah merona
"Ahhhh... Leo, please gue minta tolong, cuma Lo yang ada disini" ~Eva
"Apa?" ~Eva dengan mata berbinar-binar
"Lo mau terima ni ponsel, gimana?" ~Leo
"Dasar licik, yaudah iya gue terima. Tapi Li beliin gue ituan" ~Eva
"Tenang, nih terima dulu gue beliin" ~Leo
"Emmm..." sambil menunggu Leo, Eva kembali masuk kedalam kamar mandi dan duduk di atas kloset duduk. Karena penasaran dengan ponsel pemberian Leo, akhirnya dia membuka nya. Ternyata isinya masih sama seperti ponsel dulu, bahkan kontak-kontak, foto-foto, lagu, dan lain-lain masih ada
"Ah ternyata isi ponsel ku udah dipindahin ke sini semua, ah foto-foto, lagu-lagu ku yang berharga. Woah... memory nya juga masih banyak, cuma kepake 5% doang, ah berarti masih muat banyak, kalo di ponsel gue yang dulu pasti memory gue dah penuh" batin Eva mengagumi ponsel pemberian Leo
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Karena malu ingin membeli roti untuk Eva, jadi Leo pergi membelinya di supermarket yang sedikit jauh dari sekolah nya. Disaat sudah sampai disana, ia hanya diam membelakangi rak benda yang ingin ia beli, dengan berpura-pura memilih-milih parfum yang ada di rak sebelahnya
"Gue beli yang mana ya? banyak banget, dia pake merek yang mana coba? akh... terbebas dari masalah yang satu, ini dateng lagi mana lebih ribet plus nyusahin banget"
"Udahlah, kan gue suka warna item jadi gue beli yang bungkusnya ada warna itemnya aja kali. Iya gak ya? iya aja udah"
Melihat kesekitar dan mendapati tak ada orang yang sedang melintas, dengan cepat ia mengambil benda tersebut dan menyembunyikan di balik tubuhnya. Setiap ada orang yang berpapasan, ia langsung berpura-pura yang sebenarnya ia sedang menyembunyikan benda yang menurut nya menyusahkan dirinya
Disaat kasir sepi ia langsung pergi untuk membayar benda tersebut. Anehnya mba-mba penjaga kasir itu tersenyum-senyum melihat barang yang Leo beli
"Apa senyum-senyum kesambet mba?" sindir Leo
"Tidak mas, buat pacarnya ya mas?. Wah mas nya pacar idaman banget mau beliin pe*****t, pacar saya aja gak pernah mau. Beruntung banget pacar mas" ucap sang Mba penjaga kasir
"Pacar-pacar enak aja! kasian deh Lo punya pacar kaya pacar Lu"
"Gak usah banyak omong deh Mba, buruan sebelum ada orang. Oh ya pake plastik dobel, biar gak keliatan" ~Leo
"Iya Mas" ~Mba penjaga kasir
Setelah mendapatkan dan membayar benda yang diinginkan oleh Eva, Leo buru-buru kembali ke motor sport nya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju sekolah
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Ada orang gak ya?" tanya Leo yang hendak masuk ke toilet "Masuk aja lah"
"Woy keluar! nih dah gue beliin" ~Leo
"Hah beneran?! aaaa... kamsahamnida" jawab Eva yang langsung merebut plastik kresek dari tangan Leo dan masuk lagi ke toilet
"Dah lah, yang penting gue dah terbebas dari masalah ini, akhirnya lega juga gue" ~Leo
"Akhirnya bisa keluar juga, ngab banget di toilet mulu. Tapi ni yang di rok gimana ya, aaa... good idea kan bisa dilipet bund" ~Eva
Berjalan keluar dari kamar mandi dengan sedikit malu-malu, melirik ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang. Namun saat melirik ke kiri, dirinya terkejut akibat ada jaket hitam yang mendarat pada kepalanya
"Tuh pake, buat nutupin" ucap Leo
"O gomawo" ucap Eva dengan muka terkejutnya yang terlihat lucu
"Ikut gue" Leo menarik tangan Eva entah menuju kemana, dan ternyata ia membawa Eva ke kantin "Duduk, jangan kemana-mana!"
Tak lama kemudian Leo datang dengan membawa secangkir teh hangat dan secangkir es kopi kesukaan nya
"Nih minum" ~Leo
"Ummm..." ~Eva "Bentar-bentar, ni orang kenapa ya? otaknya udah geser apa gimana? tumben baik sama gue" batin Eva
Untuk memastikannya ia menempelkan punggung tangan nya di jidat Leo, membuat sang empu pemilik jidat tersebut heran
"Ngapain Lo?!" ~Leo
"Nggak gue cuma mastiin aja, Lo masih waras?" ~Eva
"Ha? jadi Lo ngira gue udah gak waras gitu?!" ~Leo
"Ya kurang lebih, abis sikap Lo hari ini aneh banget" ~Eva
"Cewek aneh!!!" ~Leo
"Cowok nyebelin and gak waras!!!" ~Eva
"Lo!!!" ~Leo
"Apa?!" ~Eva
"Dasar cewek aneh, gue baikin dibilang gak waras, gue cool dibilang cowok nyebelin. Perasaan, salah terus gue" ~Leo
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Author : "Ada saran?"
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...