
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Assalamualaikum" ucap Eva saat memasuki rumahnya
"Waalaikumsalam" jawab Lusi "Sudah pulang nak? gimana hari pertama mu berkerja? sepertinya kau sangat lelah, berhenti bekerja saja ya mamah gak mau liat kamu kecapean" ucap Lusi
"Nggak ko Mah, Eva cuma sedikit capek doang, lagian disana Eva juga seneng ko soalnya orang-orang disana baik-baik semua sama Eva. Oh ya Mamah tau gak, ternyata salah satu karyawan disana itu juga tinggal di sekitar sini loh, tadi aja aku pulang sama mereka" ucap Eva
"Benarkah? siapa?" tanya Lusi
"Namanya Gavin sama Farrel" jawab Eva
"Ooo... Gavin, Farrel, kalo mereka sih Mamah tau. Kaka beradik yang tinggal di Jalan Flamboyan no 4E kan" ~Lusi
"Iya bener" ~Eva
"Sukurlah, jadi kamu gak pulang sendirian. Jujur Mamah khawatir jika kamu pulang malam-malam sendirian. Sudah sana bersih-bersih abis itu istirahat ya, kamu udah makan?" ~Lusi
"Udah tadi, kan dapet jatah makan juga disana. Eva ke kamar dulu ya" ~Eva yang diangguki oleh sang Mamah
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Pagi hari yang cerah, seorang gadis berumur 17 tahun masih setia berada di bawah selimut tebal nan hangat nya itu, walaupun sang mentari sudah muncul dan menyinari pagi yang cerah
Suara nada dering ponselnya yang berada di atas nakas membuat tidur gadis tersebut terganggu. Dengan posisi yang masih sama, tangannya bergerak mencari ponsel yang mengganggu tidurnya
📱
"Siapa sih ganggu orang tidur aja! masih pagi telfon-telfon! gak bisa nanti aja apa!" ucapnya kesal dengan suara serak khas bangun tidur
"Heh!!! Lo belum bangun, astaghfirullah ini udah siang Zahra Laura, Lo udah sholat belum? jangan bilang belum, Cepet bangun atau gue siram nih pake aer cucian piring" omel seseorang yang menelfon gadis tersebut
"Gue lagi gak sholat" ~Zahra
"Jangan mentang-mentang Lo lagi halangan jadi bisa tidur seenaknya ya. Cepet bangun! siap-siap, gue udah otw ke rumah Lo" ~Eva
"Hah? Lo lagi otw ke rumah gue? mau ngapain?" ~Zahra yang langsung terduduk saat Eva bilang sedang otw ke rumahnya
"Mau numpang jadi maling, katanya kemarin mau main sama gue, yaudah mumpung hari ini hari Minggu kita jogging yuk di taman" ~Eva
"Oh jogging, okeh gue siap-siap dulu" ~Zahra
"Jan lama-lama" ~Eva
"Hem... gue tutup ya" ~Zahra
📱
Zahra pun langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Lalu ia segera mengganti bajunya, dengan kaos lengan pendek berwarna pink, celana panjang berwarna hitam, dan sepatu hitam nya
Sedikit olesan sun cream dan semprotan minyak wangi (parfum), ia sudah siap untuk jogging bersama sahabatnya yaitu Eva. Ia segera keluar rumah dan ternyata didepan sudah ada Eva yang menunggunya sambil memainkan ponselnya
Eva dengan baju lengan panjang berwarna putih, celana panjang hitam, sepatu putih, rambut panjangnya yang ia kuncir kuda, dan tak lupa sebuah handuk kecil berwarna putih yang bertengger di bahunya. Membuatnya terlihat sangat cantik hari ini
"Woy!!!" ucap Zahra
"Lama amat sih Lo, sampe jamuran nih gue nungguin Lo!" kata Eva
"Ulululu... cacian sahabat gue, maap ye. Lagian sih Lo ndadak ngajakin nya" ~Zahra
"Yaaa... yaudah yuk, bentar Lo gak bawa handuk, terus rambut Lo gak di iket?" ~Eva
"Oh ya gue lupa, tunggu bentar" Zahra kembali masuk kedalam rumahnya untuk mengambil handuk kecil dan menguncir rambut nya yang sebahu itu
Membutuhkan waktu yang lumayan lama bagi Zahra untuk melakukan hal tersebut, hingga membuat Eva merasa harus lebih bersabar menghadapi sahabatnya yang satu itu
Sebelum mereka melakukan jogging, mereka menyempatkan untuk berfoto berdua. Lalu memposting nya di sebuah aplikasi yang menghubungkan para fens BTS yaitu ARMY dengan member BTS, dengan caption "Jogging with my best friends 💜 #Best Friends" menggunakan ponsel milik Eva
Tak lama setelah memposting nya di aplikasi tersebut, terdapat sebuah notifikasi yang menandakan bahwa salah satu member BTS yaitu Jeon Jungkook merespon dan berkomentar "So beautiful 😍💜" (Dalam Bahasa Korea) dan disusul oleh member lainnya yaitu Kim Seokjin "I agree with you JK" (Dalam Bahasa Korea)
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA..." teriak histeris Eva dan Zahra secara bersamaan
"Ini gue lagi gak mimpi kan Zah?" tanya Eva tak percaya
"Ntah, JK and Jin notif kita. Oh My God ini... ini... gue mimpi apa semalem, Va coba cubit gueee!" jawab Zahra, sesuai permintaan Zahra, Eva pun mencubit pinggang Zahra "Auuu... sakit. Berarti ini gak mimpi dong" ~Zahra
"Aaaaaa..." ~Eva dan Zahra
"I am so happy today" ~Eva
{ Aku sangat bahagia hari ini }
"Me too!" ~Zahra
{ Aku juga }
Setelah seorang Jeon Jungkook dan Kim Seokjin berkomentar di postingan Eva dan Zahra, banyak orang-orang yang juga ikut berkomentar dan memberikan cheer pada postingan mereka
Author : "Itu tadi cuma haluan author saja ya. Btw author juga pengin dapet notif dari mereka beneran hiks sad... ada yang udah pernah dapet? selamat ya yang udah pernah dapet notif dari mereka" 😭😢
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Saat ini kedua sahabat itu sedang melakukan jogging di taman yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah Zahra, sambil sendari tadi mereka senyum-senyum saat mengingat kejadian tadi. Yaitu mendapatkan sebuah notifikasi dari Jungkook dan Jin BTS
Di taman tersebut tanpa sengaja mereka bertemu dengan Leo, Gibran, dan Justin. Zahra yang melihat penampilan mereka pun seperti biasanya yaitu terpesona akan ketampanan mereka. Tapi tidak bagi Eva, ia malah malas bertemu dengan mereka
Dengan kaos berwarna abu-abu, celana pendek selutut berwarna putih, sepatu berwarna abu-abu, dan lainnya, membuat mereka terlihat sangat tampan
Sedangkan untuk Leo, kaos panjang berwarna hitam, celana panjang hitam, topi hitam, dan sepatu hitam membuat penampilan nya sangat lah perfect and cool. Ditambah lagi dengan keringat yang membasahi wajah dan seluruh badan nya yang menambah kesan seksi
"Apa liat-liat!" ucap Eva
"Dih siapa yang liatin, ge'er" kata Leo
"Yok Zah, kita cari tempat lain aja disini banyak pengganggu" ucap Eva sambil menarik tangan Zahra lalu pergi
"Dasar cewek aneh!" umpat Leo
"Nanti suka loh" ucap Gibran
"Iya bener tuh, awalnya aneh nanti lama-lama berubah menjadi suka baru tau rasa Lo" sambung Justin
"Apa?! suka? ogah gue suka sama cewek modelan kek dia" ~Leo
"Ya siapa tau kan" ~Justin
"Mau mati sekarang apa gimana?!" ~Leo
"Eh jangan lah, gue belum kawin tau" ~Gibran
"Nikah dulu baru kawin og*p" Justin menonyor jidat Gibran
"Ya maksudku itu" ~Gibran
"Push up 100 kali!" ~Leo
"Hah? 100? tadikan udah push up, masa push up lagi" ~Gibran dan Justin
"Kalian itu ya bud*g apa gimana sih? gue suruh push up ya push up!" ~Leo
"Korting lah, capek tau kita" ~Justin
"Push up 100 kali plus skor jam 50 kali!" ~Leo
"What!!!" ~Gibran dan Justin
"Mau gue tambah lagi?!!!" ~Leo
"Gak, jangan. Iya iya nih gue push up" ~Gibran
"Nasib gue gini amat yak" batin Gibran dan Justin
Mau tak mau mereka harus push up 100 kali dan skor jam 50 kali, akibat mereka berani menjahili Leo. Sambil menghitungi jumlah push up dan skor jam Gibran dan Justin, Leo duduk di bangku taman sambil meminum es kopi yang tadi ia pesan
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Di sebuah kafe, Eva dan Zahra membeli minuman untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokan mereka. Sambil berjalan mengelilingi taman, mereka berdua asik mengobrol sambil tertawa
"Hiks~ Hiks~" tangis seorang anak kecil
Karena tak tega akhirnya mereka berdua pun menghampiri anak kecil tersebut "Dek, adek kenapa?" tanya Zahra lembut
"Hiks~ Ka itu bola kesayangan Rara nyangkut di atas pohon" ~Rara
"Ya Allah, bisa-bisa nya tuh bola ada disana. Yaudah dek jangan nangis lagi ya, Kaka akan ambillin bola Rara" ~Eva
"Iya Ka, makasih" ~Rara
"Eh Va, Lo yakin bisa manjat pohon, tinggi loh itu" ~Zahra
Pertama-tama Eva melepaskan sepatunya terlebih dahulu, lalu mulai memanjat pohon tersebut dengan hati-hati. Ternyata Eva bisa memanjat pohon, buktinya saat ini dia sudah bisa berada di atas pohon
"Dek ini bolanya, tangkep ya" ~Eva
"Ya Kak" ~Rara "Wah makasih ya Ka" sambungnya setelah bola pink kesukaan nya sudah berada di tangannya kembali, ia pun segera pergi dari tempat tersebut
"Yee... tu anak main nyelonong ae. Va, gue gak nyangka Lo bisa manjat pohon, turun gih kita pulang dah panas nih" ~Zahra
"Oke, bentar gue turun" ~Eva
"Ati-ati Lo" ~Zahra
Sama seperti saat dia memanjat, ia pun turun dengan hati-hati, tapi saat di tengah-tengah ia melihat ada seekor ulat yang ada di dekat tangannya. Dia yang geli terhadap ulat, pun refleks menjauhkan tangannya dari ulat tersebut. Alhasil dia malah terjatuh
Bruggg.....
"Aaaa... Eva!!!" teriak Zahra
"Auuu... sakit" rintih Eva saat merasakan sakit di pergelangan kakinya
"Va va Lo gak papa kan?" tanya Zahra khawatir
"Gak papa, gak papa, dah tau gue jatuh ya otomatis sakit lah gimana sih, hiks~ kaki gue" ~Eva
"Aduh gue harus gimana nih, ah bentar gue cari bantuan dulu ya, tunggu sini, jangan kemana-mana!" ~Zahra pun pergi mencari pertolongan
"Woy semprul jangan tinggalin gue! ah elah tu anak. Au sakit banget Ya Allah" ~Eva
Dari tadi Zahra berlari kesa-kesini untuk mencari bantuan, tapi naas nya ia belum menemukan seorang pun yang mau membantunya
"Itu kan Leo dkk, apa gue minta bantuan sama mereka aja ya? tapi kalo mereka nolak juga kaya yang lain gimana? apa salahnya untuk mencoba kan, kasian juga Eva nungguin" ~Zahra
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"90, 91, 92, 93, 94....." ucap Leo yang sedang menghitung jumlah push up Gibran dan Leo sambil memainkan ponselnya "Eh tadi berapa ya?" tanya Leo yang berpura-pura lupa
"Oh ya 81, 82, 83,...." ~Leo
"Perasaan dari tadi ko Hosh~ gak kelar-kelar sih" ~Gibran
"Woy Le, ngitungnya yang bener dong, cape nih gue" ~Justin
"Nama gue Leo bukan Le anj*ng, dan gue juga dah bener ko ngitungnya. Masa iya seorang Leo salah dalam menghitung, oh itu tidak mungkin" ~Leo
"Kalian tolongin gue please hosh~" ~Zahra
"Ngapain Lo kesini?" tanya Leo
"Tolongin temen gue, ayo" tanpa basa-basi lagi Zahra langsung menarik tangan Leo. Gibran dan Justin yang melihat Leo ditarik oleh Zahra pun langsung berhenti dari aktivitas nya dan langsung menyusul Leo dengan nafas yang masih ngos-ngosan
"Dasar cur*t, Lo malah ninggalin gue yang... lah ngapain Lo bawa mereka?!" ~Eva
"Ya karna mereka doang yang mau bantuin" ~Zahra
"Bantuin apa sih?" ~Justin
"Tu tolong bantuin teman gue yang terkilir, please ya please" ~Zahra dengan puppy eyes nya
"Bisa-bisa nya?" ~Gibran
"Ya bisa lah orang dia jatuh dari atas pohon" ~Zahra
"What! jatuh dari pohon. Bwhahaha..." bukannya menolong Eva yang sedang kesakitan, mereka malah menertawakan nya
"Aduh ko ngakak ya, ngapain Lo manjat-manjat pohon mau jadi uu aa?" ~Gibran
"Enak aja Lo, gue cuma mau ambilin bola anak kecil tadi eh pas gue turun gue jatuh" ~Eva
Leo berjongkok di sebelah kaki Eva dan mencoba menyentuh kaki Eva "Mau apa Lo, au" ~Eva
"Mau dibantuin apa gak!" ~Leo
Eva hanya diam menanggapi ucapan Leo. Perlahan Leo mulai memegang kaki Eva dan mulai memijit nya
"Aaaaauuuu... bisa pelan-pelan gak sih, sakit tau" ~Eva
"Tahan bentar" ~Leo
Kretek.....
Terdengar suara tulang yang saling bergesekan bersamaan dengan itu, terdengar pula teriakan Eva yang sangat kencang. Hingga siapapun yang mendengarkan nya akan merasa bud*g
"Kuping gueeee" ~Leo, Gibran, Justin, dan Zahra
"Lo itu mau bikin pendengaran kita bud*g ya!" ~Leo
"Ya abisan lu mijit apa mau matahin tulang gue sih!" ~Eva tak mau kalah
"Ya emang harus kaya gitu kalo mau sembuh, gimana rasanya sekarang?" ~Leo
Ia menggerak-gerakkan kakinya perlahan dan merasakan sedikit lebih enakkan dari sebelumnya "Em makasih" ~Eva
"Kita pulangnya gimana? masa iya gue harus mapah Eva sampe rumah" ~Zahra
"Tenang aja babang Leo siap nganterin ko, ya kan Le" ~Justin
"Napa jadi gue?" ~Leo
"Ya karna Lo yang ada disini, udah deh gak papa dapet pahala loh" ~Gibran
"Huf~" ~Leo
Dengan terpaksa Leo menggendong Eva ala bridal style menuju mobilnya, dan mengantar kan Eva pulang. Awalnya Eva menolak, tapi saat ia berfikir kembali tak mungkin juga ia harus pulang bersama Zahra kasihan juga Zahra yang harus memapahnya sampai ke rumah apalagi dengan jarak yang sangat jauh
Bagaimana dengan Zahra? Zahra pulang dengan diantar oleh Gibran menggunakan motor ninjanya. Sedangkan untuk Justin, ia langsung kembali ke mensionnya
Di dalam mobil mereka berdua hanya diam saja, Leo yang fokus mengemudi, dan Eva yang melihat ke arah luar sambil memberikan instruksi kepada Leo kemana arah jalan menuju rumah nya
Beberapa menit kemudian, tibalah mereka di depan rumah yang sangat sederhana. Leo turun dan berjalan untuk membantu Eva kembali. Karena Eva tak mau di gendong, jadilah Leo hanya memapah Eva menuju rumahnya
"Hah~ akhirnya sampe juga" ucap Eva yang sudah duduk di ruang tamu "Aldi!!!" teriak Eva
"Ya Ka, apa sih teriak-teriak ini rumah bukan hutan. Eh Kaka ini siapa?" tanya Aldi
"Udah kan, gue pulang ya bay" ucap Leo datar
"Tunggu" ~Eva
"Apa lagi?" ~Leo
"Makasih" ~Eva
"Hem..." ~Leo
"Kak tadi tu siapa? pacar Kaka?" ~Aldi
"Eh sembarangan aja kalo ngomong lu, dia cuma temen Kaka" ~Eva
"Temen ya? temen juga gak papa Ka" goda Aldi
"Apaan sih, dah lah bantuin gue ke kamar" ~Eva
"Napa kakinya Ka?" ~Aldi
"Udah gak usah banyak nanya, bantuin aja" ~Eva
Eva berjalan ke kamar dengan dibantu oleh Aldi. Kebetulan Riko dan Lusi sedang bekerja, jadi hanya ada Aldi di rumah
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...