EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 79 Menjijikan



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Di acara birthday party itu, Leo dan Eva hanya duduk sambil menikmati hidangan yang ada. Eva bingung kenapa sendari tadi banyak orang yang dilihat dari ciri-ciri nya mereka adalah orang-orang konglomerat, menyapa mereka atau lebih tepatnya kepada Leo, sedangkan itu tidak terjadi pada pejabat lainnya kecuali yang sedang berulang tahun. Sebagai contoh nya...


"Selamat malam Tuan, suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Anda" sapa seorang lelaki berperut buncit, kepala botak, dan bermata keranjang. Sebut saja dia Alex


"Hem" dehem Leo


"Aish ternyata disini ada wanita yang sangat cantik. Hai cantik, mau bermain dengan ku, akan ku jamin hidup mu bahagia sayang" goda Alex


"Maaf, saya tidak mau" tolak Eva


"Ah ayolah manis" ucap Alex, sambil mengulurkan tangannya hendak meraih pundak Eva


"Tuan Alex! seperti nya anda salah mencari musuh, jika kau sampai menyentuh sehelai saja rambutnya maka tubuh mu akan termakan buaya saat ini juga" ancam Leo menepis tangan Alex dengan kasar


"Maaf Tuan Leo, sepertinya dia--" ~Alex


"Dia adalah wanita saya, tunangan saya, dan calon istri saya!! saya harap anda sudah paham akan hal ini, so silahkan disana masih banyak kursi lain seperti nya anda sudah lelah berdiri dari tadi atau disana ada pintu keluar anda bisa beristirahat, apakah perlu saya menyediakan hotel?" tegas Leo yang membuat Eva diam mematung


"Haha ah baiklah Tuan, saya permisi dulu, mari Tuan, Nona" ~Alex menciut, namun saat melewati Eva dia tetap menggoda nya dengan mengedipkan sebelah matanya


"Ish" jijik Eva. Ia pun sudah habis kesabaran, menarik tangan Leo menuju pintu luar, dan menghiraukan tatapan orang-orang. Di tempat yang sepi tepatnya di bawah pohon, mereka berdua berdiri berhadapan


"Ada apa?" tanya Leo datar


"Gue mau pulang!! ini bukan dunia gue, mereka para konglomerat lah gue... intinya gue mau pulang titik" protes Eva


"Gak bisa! acaranya bahkan belum mulai" tolak Leo


"Tapi Leo, gue mau pulang" ~Eva


"HUF maaf udah buat Lo gak nyaman tapi please, stay here with me. Kalau Lo gak nyaman atau bosen Lo bisaaa... bisa ah nih bias Lo live" ~sogok Leo dengan menggunakan ponsel saat mengingat jika ponsel Eva mati kehabisan baterai


"Ha beneran, ko Lo bisa tau, terus ko Lo bisa punya aplikasi nya? Eh anj"r bener" seperti seorang anak kecil saat rewel dan disogok oleh sesuatu yang ia suka dan langsung diam, Eva langsung diam dan fokus menonton live menggunakan ponsel dan headset bluetooth Leo


"Kekanak-kanakan! kebiasaan banget sih baterai sampai abis" gumam Leo


"Biarin" ~Eva


"Tuan Leo kenapa anda disini, acaranya di dalam" ucap anak si anak direktur yang bernama Cindy Bernadette


Leo yang samar-samar mendengar suara tersebut pun langsung memulai ektingnya


"Oh sayang, kamu sangat menggemaskan, ponsel ku kamu ambil, apa kamu juga mau kartu blacky ini?, dasar penjahat kecil ku!!" ucap Leo yang membuat Eva mengalihkan pandangannya menatap Leo dengan penuh tanda tanya besar "Ada ulet bulu si Cindy, berakting lah!!!" bisik Leo


"Ah oke oke tapi tadi tu so menjijikkan, nih ya liat bakat akting gue" bisik Eva "Yeah kamu benar aku memang seorang penjahat, tapi tidak membutuhkan kartu blacky itu karena aku sudah mencuri yang lebih inti, yaitu hati kamu" ucap Eva


"Tuan?" ~Cindy


"Eh iya ada apa?" jawab Leo datar


"A... acaranya akan segera di mulai" ~Cindy


"Oh baiklah, ayo kita pergi" ~Leo, kembali menggandeng Eva memasuki gedung tersebut


"Sayang? apa mereka sepasang kekasih? tapi dari cara mereka berbicara masih sedikit kaku. Ah gak mungkin pasti ini cuma akal-akalan mereka aja! seorang Leondra Aldebaran hanya milikku!!" ucap Cindy


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Acara pun dimulai, terlihat sebuah cake cokelat besar mewah dengan hiasan-hiasan yang mempercantik cake tersebut duduk manis di atas meja. Saat semuanya telah siap di posisi masing-masing, sebuah lagu 'happy birthday' pun dinyanyikan oleh mereka. Kecuali Leo yang duduk diam memakan sebuah ice cream


"Hais harusnya tadi gue suruh Gibran atau Justin aja yang dateng dah, sumpah mbosenin bangat, untung gue bawa ni cewek aneh" gumam Leo


Potongan pertama cake tersebut Cindy berikan kepada kedua orangtuanya terlebih dahulu. Lalu potongan kedua ia berikan kepada Leo, awalnya Cindy sudah senang Leo mau menerima potongan kue tersebut walau tidak mau menerima suapan langsung darinya. Tidak disangka ternyata potongan kue tadi malah Leo berikan kepada Eva, bukan ia makan


Muka Cindy berubah merah, menahan rasa marah dan malu yang ia terima barusan. Kembali Cindy naik ke atas panggung berparty kembali bersama teman-teman nya


Seperti nya keluarga direktur tersebut sudah merencanakan sesuatu dari awal untuk menjebak Leo, dengan cara memasukkan obat tidur kedalam minuman Leo


"Tuan ini minumannya" ucap seorang pelayan menyuguhkan segelas wine berisikan obat tidur kepada Leo, lalu pergi


"Tunggu, tapi saya tidak memesan wine" ucap Leo namun di hiraukan oleh pelayan wanita tadi "Dasar keluarga brengs*k minuman enak kaya gini dikasih obat tidur, dikira gue gak tau dan mudah masuk ke perangkap apa, heh gak semudah itu. Ini juga ke kamar mandi gak selese-selese" gumam Leo, memandangi minuman kesukaannya sambil melirik kearah keluarga itu yang ternyata sedang memperhatikan nya juga, mungkin mereka sedang menunggu obat itu terminum dan bereaksi


"Ah baiklah" jawab Leo, tidak enak untuk menolak


Thinggg...


Dentingan gelas kecil yang saling beradu terdengar nyaring, mereka berdua meminum wine bersama-sama


"Yesss, tinggal rencana berikut nya" batin Cindy tersenyum senang


"Nj*r kuat juga ni obat, tapi gue harus bisa tahan" batin Leo


"Leo pulang yuk dah malem nih, ntar gue bisa dimarahin" ucap Eva yang baru datang


"Iya apa, pulang? oh yaudah, yuk" jawab Leo yang sudah kehilangan setengah kesadaran nya, saat ia berdiri dirinya langsung sempoyongan dan untung saja Eva menangkap nya jika mungkin akan berakhir pelukan dengan lantai


"Eh Lo kenapa?" tanya Eva


"Gak papa, udah yuk gue anterin Lo pulang dulu" ~Leo


"Yakin Lo bisa nyetir?" ~Eva


"Bisa-bisa tenang aja" ~Leo


"Oke" ~Eva


"Tuan Leo, anda mau kemana? acaranya belum selesai" cegah direktur


"Saya mau pulang, ada banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, dan saya tidak mau tunangan saya ini kecapaian, jadi saya pamit dulu salam untuk istri dan anak anda, terimakasih atas jamuan nya" ~Leo


"Tapi Tuan" ~Direktur


"Ayo sayang kita pulang, aku mengantuk" ~Eva


"Anda dengar sendiri kan Tuan, baiklah ayo kita pulang, permisi" ~Leo


"Sial" umpat direktur


Dengan setengah kesadaran nya Leo memaksakan untuk menyetir mobil mengantarkan Eva pulang. Semakin jauh semakin ugal-ugalan pula Leo menyetir nya, membuat Eva yang disampingnya merasa takut


"Leo, Lo kenapa sih sebenernya?! nyetirnya yang bener napah gue masih pengin hidup!" ucap Eva


"Mereka ngasih obat tidur ke minuman gue" jawab Leo


"APA?! Lo dah tau?" tanya Eva yang di balas anggukan kepala Leo "Terus kalo dah tau kenapa diminum Leondra Aldebaran!! ish you so stupid, minggir" ~Eva


"Buat apa?" ~Leo


"Malah tanya buat apa? Lo mau gegara Lo nyetir kaya gini nyawa kita ngilang, enak aja kalo mau mati, mati sendiri aja sono gue gak mau. Udah nepi biar gue yang nyetir" ~Eva


"Hem" ~Leo


Disaat mobil telah berhenti, Eva keluar memutari mobil menuju kursi pengemudi. Ia susah payah memindahkan tubuh Leo yang sudah kehilangan kesadaran nya dari kursi pengemudi menuju kursi penumpang. Untung ia pernah mempunyai pengalaman mengemudi yang baik saat di Jepang, Chiyoko lah yang mengajari nya cara mengemudi. Saat sudah siap dan memasang sabuk pengaman, barulah ia teringat kemana dia harus pergi mengantarkan lelaki yang tengah tak sadarkan diri ini


"Ah be*o, gue kemana ya? ah telfon Gibran or Justin eh tapi kan hp gue mati, gue juga gak tau password hp nya apa. Nyonya Vanya, yah dia kan ibu nya gue bawa kesana aja kali ya" monolog Eva


"Jangan, jangan ke rumah wanita itu, kemana aja tapi jangan ke sana please" ucap Leo dengan suara serak


"Lah terus kemana lagi, gue gak tau selama ini Lo tinggal dimana, kalo gak password hp lu apa deh gue mau hubungi Gibran atau Justin gitu" ~Eva


Tak mendapat jawaban yang ia dapat kan hanya lah suara dengkuran halus Leo yang sudah memasuki dunia mimpi nya


"Puas Lo dah bikin gue kesel hari ini ha?!! HUF~ sabar-sabar, gak ada pilihan lain, yaudahlah" ~Eva kesal. Ia pun menjalankan mobil Leo dengan hati-hati


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Author mau bilang... ini kan dari episode awal itu kaya menggambarkan Eva beragama Islam kan. Karena kedepannya bakal ada kaya mafia-mafia gitu jadi nanti author bakal ubah ya. Soalnya menurut author itu gak cocok banget untuk adegan kaya pembunuhan dll gitu-gitu...


Thank you, I hope you like🧸💜


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...