
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sekitar 15 menit lamanya Eva mengayuh sepeda menuju rumah dimana Mamah nya sedang bekerja, akhirnya ia sampai juga di depan sebuah rumah yang sangat megah bak istana tempat dimana Lusi sang Mamah bekerja sebagai asisten rumah tangga disana
"Woahhh... ini megah banget, perasaan dulu belum kaya gini deh. Sekarang setelah direnovasi jadi lebih megah and mewah banget" decak kagum Eva
Ting... tong...
Eva memencet tombol yang berada di dekat pintu, dan tak lama kemudian ada seorang asisten rumah tangga yang membukakan pintu tersebut
"Iya, kalau boleh tau dengan siapa ya? dan ada tujuan apa nona kemari?" tanya asisten rumah tangga itu
"Saya Eva anak nya Bu Lusi, dan saya kesini cuma mau menghantarkan dompet Mamah saya yang ketinggalan" jawab Eva
"Oh kamu anaknya Bu Lusi toh, Saya Ijah panggil saja Bi Ijah ya. Ayo silahkan masuk" ~Bi Ijah
Saat Eva hendak masuk kedalam rumah tersebut, ia sempat melepaskan sendal nya terlebih dahulu. Akibat hal tersebut, ia langsung mendapat teguran dari Bi Ijah
"Loh ngapain dilepas, dipakai saja" ~Bi Ijah
"Oh iya Bi" ~Eva
"Tunggu disini ya, bibi panggilkan Mamah kamu dulu" ~Bi Ijah
"Iya Bi, terimakasih" ~Eva
Sambil menunggu Bi Ijah memanggilkan Mamah nya, Eva duduk di sofa dan memperhatikan sebuah foto keluarga yang lumayan besar, tertempel di dinding
"Kaya pernah liat orang itu, tapi dimana ya?" tanya Eva saat melihat foto seorang laki-laki ber Jaz hitam yang berdiri di apit oleh kedua orang tuanya
"Itu anak saya" jawab seseorang
"Nyonya, ma... maaf saya telah lancang" ~Eva
"Tidak ko, kau tak salah. Kau anaknya Bu Lusi?"
"Iya Nya" ~Eva
"Panggil saja 'Tante Vanya'" ~Vanya
"Eva, eh Nyonya" ~Lusi
"Ini Mah dompetnya" ~Eva
"Iya, makasih ya sayang" Lusi mencium kening Eva
Vanya yang melihat adegan antara Ibu dan Anak itu, tiba-tiba merasa sedih. Ia teringat akan bayi perempuannya (anak keduanya) yang meninggal dalam kandungan saat usianya sudah menginjak 8 bulan, dikarenakan oleh kecelakaan mobil
Vanya memang sebenarnya mempunyai dua anak, anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki dan yang kedua berjenis kelamin perempuan. Tapi sayang calon anak perempuannya meninggalkan nya terlebih dahulu, saat ia masih berumur 8 bulan dikandungan. Vanya sangat terpukul atas kepergian sang calon putrinya, bahkan ia pernah mengalami depresi ringan waktu itu
"Nyonya kenapa menangis?" ~Lusi saat melihat Vanya menitihkan air mata
"Saat aku melihat Eva entah mengapa aku seperti melihat anakku yang sudah meninggal. Tapi itu tidak mungkin, jikalau dia masih hidup dia masih berumur 14 tahunan hiks~" ~Vanya
"Nyonya jangan menangis, saya yakin putri anda sudah tenang disana" ~Lusi
"Iya terimakasih" ~Vanya
"Em Mah, Tan, Eva pamit pulang dulu ya. Soalnya ada pr ku yang belum selesai" ~Eva
"Iya sayang, hati-hati ya. Nanti Mamah pulang sekitar pukul 3 sore" ~Lusi
"Iya Mah, Assalamualaikum" ~Eva
"Waalaikumsalam" ~Lusi dan Vanya
"Kau sangat beruntung bisa memiliki putri sepertinya" ~Vanya yang hanya di respon dengan senyuman oleh Lusi
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
PAGI HARINYA
Terlihat dua wanita cantik yang sedang berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi bagi keluarga kecil mereka. Mereka saling bantu membantu dalam urusan tersebut. Setelah bertempur cukup lama di dapur, akhirnya makanan yang menggugah selera pun siap disantap
"Eva, pergilah ke kamar adik mu, liat apa dia tertidur kembali sehabis sholat atau lagi ngapain. Biar ini nanti Mamah yang taruh di meja makan" perintah Lusi
"Oke Mah" jawab Eva
Kedua wanita cantik tersebut tak lain lagi adalah Lusi dan Eva yang sedang memasak nasi goreng untuk sarapan pagi. Dari kecil Eva memang sudah di latih memasak oleh Lusi, karena suatu saat nanti dia pasti akan menikah dan pastinya harus bisa mengurus pekerjaan rumah tangga salah satunya adalah memasak. Eva berjalan menuju kamar adeknya yang tepat berada di sebelah kamarnya
"Dek, lagi ngapain? boleh Kaka masuk?" tanya Eva sambil mengetuk pintu kamar sang adik
"Masuk aja kali, biasanya juga langsung masuk" jawab Aldi dari dalam kamar
Ceklekkk...
Pintu terbuka dan memperlihatkan Aldi yang sedang duduk di depan meja belajarnya, dengan beberapa tumpuk buku diatas mejanya
"Ngapain Lo?" tanya Eva
"Nih pr gue yang kemaren ternyata ada yang belum gue kerjain, mana susah banget lagi. Bantuin gue dong, ya" jawab Aldi
"Salah Lo sendiri kenapa kemarin gak di cek lagi, Lo malah tidur. Sekarang Lo sendiri kan yang repot, ini udah jam setengah enam dan..." omel Eva tapi di potong oleh Aldi
"Iya gue salah, Aaaa... Kaka ku yang cantik, baek, pinter, bantuin gue ya" ~Aldi sambil menunjukan puppy eyes nya
"Em... Lo bilang apa tadi?" ~Eva
"Huf~ kalo gak kepepet gue gak bakalan kaya gini dah. Mana pagi-pagi udah ngerap lagi" batin Aldi sebal
"Kaka ku yang cantik, baik, pinter, bantuin adek ya please" ~Aldi
"Ah makasih adek gue yang paling lucnut, yaudah sini gue bantuin" ~Eva
Pada akhirnya Eva pun harus membantu Aldi terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas sekolah nya yang kelupaan. Baru setelah semuanya selesai, mereka menuju meja makan untuk sarapan
"Ko lama banget?" tanya Riko
"Itu Pah tadi pr nya Aldi ada yang lupa belum dikerjain jadi ya harus ngerjain dulu deh" jawab Eva
"Ooo... lain kali cek dulu sebelum tidur udah selesai semuanya atau belum baru habis itu boleh tidur" ucap Riko
"Iya Pah" jawab Aldi
Merekapun makan sarapan mereka masing-masing, hanya ada suara sendok dan piring yang saling berdentingan. Waktu sudah menunjukan pukul enam pagi, dan kini waktunya bagi mereka untuk menjalankan aktivitas diluar. Eva dan Aldi yang pergi untuk menuntut ilmu, Riko dan Lusi yang pergi untuk mencari nafkah
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Wih... sepeda baru ya" ucap Zahra yang melihat Eva berangkat sekolah menggunakan sepeda
"Ooh... yaudah yuk keruang OSIS" ajak Zahra
"Ha? ngapain ke ruang OSIS?" tanya Eva
"Yeee lu pikun ya? sekarang kan ada rapat OSIS buat bahas laporan selama Ketos dkk lagi pertukaran pelajar. Setau gue sih gitu" jelas Zahra
"Aish... gue lupa, untung catatannya gue bawa" ucap Eva sambil menepuk jidatnya
Mereka berdua berjalan menuju ruang rapat khusus untuk anggota OSIS, ternyata disana semuanya sudah berkumpul cuma mereka berdua saja yang belum datang. Dari tempat duduknya sebagai ketua OSIS, Leo menatap tajam Eva dan yang ditatap nya hanya bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa
"Oke karena semuanya sudah berkumpul, kita mulai saja langsung rapatnya" ucap Gibran
"Gue mau dia duluan yang bacain laporannya" ucap Leo dingin sambil menunjuk ke arah Eva
"Gue?" tanya Eva
"Menurut Lo?" tanya balik Leo
Mau tak mau, Eva harus melaporkan terlebih dahulu laporannya kepada seluruh anggota OSIS yang ada di sana, sebenarnya tidak masalah jika dirinya yang harus melaporkan laporannya duluan, tetapi yang membuatnya sebal adalah Leo entah karena alasan apa
Eva membacakan laporannya secara jelas dan detail, sejauh ini laporan nya tidak ada yang salah alias benar. Setelah Eva selesai membacakan laporan miliknya, kini di lanjut oleh anggota OSIS yang lainnya
Rapat berakhir sekitar pukul sembilan, bertepatan dengan jam istirahat tiba. Jadilah semuanya langsung berhamburan menuju kantin, kecuali satu orang yaitu Eva Aurora
Dia lebih memilih pergi menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam dan meminjam buku lagi untuk di baca. Setelah mengembalikan buku tersebut, ia berjalan melewati lorong demi lorong perpustakaan hanya untuk menemukan buku yang ingin ia baca
"Kayanya ini bagus deh" ucap Eva saar melihat buku yang lumayan tebal dengan judul "Biologi SMA kls XXl"
Tanpa disadari olehnya, ada sebuah box dengan isi penuh dengan buku-buku yang berada tepat di atas rak tak jauh dari posisinya berdiri. Sekali saja ada goyangan, pasti box tersebut akan jatuh mengenai Eva
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
LEO
Entah mengapa saat ini kaki nya mengarahkan nya menuju perpustakaan, saat di dalam perpustakaan ia bingung mau melakukan apa, pasalnya ia sama sekali tak suka membaca buku apalagi jika buku tersebut sangat tebal. Tapi walaupun begitu, ia terkenal sebagai orang yang cerdas bahkan sangat cerdas dimata semua orang
Dengan tatapan yang kosong, Leo berjalan tanpa tujuan melewati lorong-lorong yang dipenuhi oleh buku. Sampai pada akhirnya langkahnya terhenti dan pandangannya terkunci kepada sosok gadis cantik yang sedang berdiri sambil membaca buku, gadis tersebut tak lain adalah Eva
Ia melirik ke arah rak yang di sebelahnya, dimana disana ada seseorang yang sedang berusaha mengambil buku yang letaknya lumayan tinggi. Ia juga melihat ke atas dan mendapati ada sebuah box yang akan terjatuh tepat mengenai Eva
Dengan cepat ia berlari ke arah Eva dan menarik tubuh Eva dalam dekapannya. Sialnya mereka malah terjatuh kebawah, disaat box tersebut akan jatuh, Leo langsung cepat-cepat mengubah posisinya jadi di atas Eva (seperti posisi sedang melakukan push up) dan...
Brukkk... brukkk... brukkk...
Satu persatu barang yang ada di dalam box tersebut jatuh mengenai punggung Leo. Eva yang terkejut akan hal tersebut pun hanya memejamkan matanya dan berpegangan erat pada lengan Leo
"Cantik juga nih cewe, tapi sayang sikapnya aneh" batin Leo saat melihat Eva
"Woy... Lo mau kaya gini terus apah? pegel nih tangan gue" ucap Leo
Perlahan Eva membuka matanya dan terkejut saat melihat Leo dengan jarak yang begitu dekat. Refleks dia langsung mendorong tubuh Leo dari atas tubuhnya
"Ngapain Lo hah?!" tanya Eva
"Au sit, bukannya bilang makasih udah gue tolongin juga" ucap Leo
"Halah ini pasti akal-akalan Lo doang kan yang mau modus sama gue" ~Eva
"Hey nona, tadi kalo gue gak dateng Lo yang bakal kejatuhan tu box dan gue gak jamin nyawa Lo bakalan selamat" ~Leo
Eva melirik kearah box yang terjatuh, dan benar saja ukuran box itu sangatlah besar dan berat, belum lagi buku-buku yang ada di dalamnya. Ia tak bisa membayangkan jika box itu yang menimpa tubuhnya
"Makasih" ucap Eva lirih sambil berdiri
"Hem bantu gue berdiri" ~Leo
"Yaelah tinggal berdiri aja apa susahnya" ~Eva
"Punggung gue sakit og*p" ~Leo
"Yaudah sini" Eva mengulurkan tangannya dan diraih oleh Leo "Iii... Lo berat banget sih" ~Eva
Tak...
"Masih mau ngatain gue ha?" Leo menjitak kepala Eva
"Ya gak usah pake jitak-jitakan juga kali, sakit tau gak" ~Eva
Akibat kejadian tadi, kini perpustakaan menjadi ramai dan banyak siswa atau siswi yang ingin berada di posisi salah satu dari mereka. Bagi yang menyukai Leo, mereka ingin diposisi Eva. Dan bagi yang menyukai Eva, mereka ingin diposisi Leo
Ocehan para murid disana hanya dianggap angin lalu oleh Leo, ia berjalan perlahan meninggalkan perpustakaan tersebut dengan tangan kanan nya yang setia memegangi punggungnya yang terasa sakit
"Ya Allah, Eva Lo gak kenapa-napa kan?" tanya Zahra khawatir
"Gue gak papa, gue cuma masih shock aja" jawab Eva
"Yuk ke kelas atau ke UKS aja?" ~Zahra
"Ke kelas aja" ~Eva
"Sini gue bantu, ko bisa sih kejadian ini terjadi? gimana ceritanya coba?" ~Zahra
"Nanti gue ceritain" ~Eva
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Happy Birthday Min Yoongi / Suga (BTS)🐱🥳🥳🥳 Wish you all the best💜
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...