EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 91 Fake Smile



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Malam hari yang cerah namun tidak secerah hati Eva saat ini yang sedang gelap gulita. Ia tetap menghadiri acara pertunangan tersebut, walaupun hati merasa sakit dan tubuh yang ingin menolak nya.


"Eva, kamu kenapa?" tanya Riko yang akan menemani nya pergi ke acara tunangan tersebut, Lusi tidak bisa karena ia harus menjaga Aldi yang baru keluar dari rumah sakit


"Gak papa ko Pah, ayo berangkat" jawab Eva memaksakan untuk tetap tersenyum


...Eva style...



Menggunakan taxi online yang sudah ia pesan, Ayah dan anak itu pun berangkat menuju gedung dimana acara tersebut akan berlangsung. Cuaca yang sedang hujan gerimis dan dingin menghiasi malam hari itu


°•°•°•°



Dekorasi bagus nan mewah itu tambah membuat perasaan nya sakit. Dari banyaknya tamu yang hadir, hanya dirinya dan Riko saja lah yang bukan dari golongan konglomerat di tempat itu


"Sayang, Papah ke kamar mandi dulu ya" ucap Riko


"Oh iya Pah" ucap Eva "Aku duduk disana aja deh" Eva menuju kursi yang berada di sudut ruangan tersebut, menunggu sang Ayah sambil meminum air soda yang telah disediakan


"Heh~ ada gembel rupanya disini, oh my God ko bisa ya, padahal undangan itu cuma buat PARA ORANG KAYA aja bukan gembel kaya Lo ups sorry kelepasan" ucap Ratu menghampiri Eva


"Em selamat ya atas pertunangan Lo sama Leo!" ucap Eva dengan fake smile nya


"Oke thanks, walaupun dari dulu Leo itu lebih deket sama Lo dan terkesan gak suka sama gue, tapi sebentar lagi dia akan menjadi milik gue. Dan Lo? haha cuma jadi hiasan doang, maaf ya. Ah acaranya mau dimulai gue kedepan dulu, siap-siap sakit hati sayang ku" ucap Ratu


"Eva sadar diri yuk!!!" gumam nya mencoba menguatkan dirinya sendiri


Para tamu undangan duduk ditempat mereka masing-masing, pandangan mereka tertuju pada inti acara pada malam hari ini. Dimana di atas panggung telah berdiri berhadapan antara Leo dan Ratu


...Leo style...



All is black, itulah gaya kesukaan nya warna yang serba gelap. Ekspresi nya saat ini sangat datar dan dingin berbanding terbalik dengan Ratu yang sendari tadi terus saja menebar senyuman nya, namun hal itulah yang membuat Leo muak dan hendak mual


"Eva..." panggil Zahra dan Cici yang ternyata datang bersama Justin dan Gibran


"Iya?" jawab Eva


"Lo gak papa liat Leo tunangan sama orang lain, apalagi dia itu musuh Lo dari dulu?" tanya Gibran


"Apa si, dia bukan siapa-siapa gue kenapa gue harus sedih kan?" jawab Eva memperlebar fake smile nya


"I hope you still happy!!!" ~All


"Haha buat? tapi oke lah thanks" ~Eva


"Eh ada Om Riko, hallo Om gimana kabar nya? oh ya Tante kemana?" tanya Zahra


"Baik, kamu sendiri? kalo Tante ada di rumah jagain Aldi kan baru keluar rumah sakit" jawab Riko


"Baik juga ko Om, oh Aldi udah pulang ya aduh Va Lo napa gak kasih tau sih?!" ~Zahra


"Porget" ~Eva


"Haih porget porget, forget kali" ~Zahra


Acara pun dimulai sebuah cincin emas 24 karat Leo keluarkan dari balik jas mahalnya. Ratu dengan bangga nya langsung mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum lebar


Lirikan Leo menatap datar calon tunangan di depannya, lalu beralih menatap seseorang dengan tatapan yang sulit diartikan. Dari sana, sebisa mungkin Eva menahan air matanya agar tidak mengalir dan berusaha sebisa mungkin untuk tersenyum walau hatinya tergores beribu-ribu benda tajam


Tangan Leo mulai terulur kedepan hendak memakai kan cincin tersebut, namun...


Wuuushhh....


Cincin mahal itu ia lemparkan ke atas langit-langit hingga menyangkut di dekorasi ruangan tersebut. Seluruh orang di ruangan tersebut terkejut bukan main


"Leo apa yang kau lakukan?!" tegur sang Ayah yang bernama Lerik Aldebaran


"Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Coba kalian liat layar itu" jawab Leo santai sambil menunjukan muka polosnya dan menunjuk ke layar lebar yang masih menunjukan hitungan mundur


"Apa-apaan ini, Tuan Lerik anak anda sungguh tidak sopan!!" tegur Mamah Ratu


"Ah jeng maafin anak ku ya, mungkin dia lagi--" ucap Vanya terpotong saat video sudah terputar di layar tersebut


Dimana disana ditampilkan sebuah adegan panas Ratu dengan seorang lelaki di sebuah kamar hotel. Ditambah lagi, ternyata lelaki tersebut juga hadir di acara ini dan hendak kabur tapi langsung di tangkap oleh orang suruhan Leo


Kembali seluruh orang di aula tersebut dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Apalagi bagi keluarga Ratu sendiri


"Bagaimana?" tanya Leo setelah video itu telah diputar "Terutama untuk Mamah Papah, apakah kalian mau anak kalian satu-satunya dinikahkan oleh seorang wanita seperti dia?" tanya Leo dengan senyum semirik


"Fake? Editan? bisakah sebuah vidio editan itu terlihat sebagus dan serapih itu?" ~Leo


"...." Ratu dibuat bungkam sesaat, ia bingung harus mengelak dengan alasan apa lagi. Rahasia nya selama ini sudah terbongkar dalam sekejap


"Mas, aku percaya sama Ratu, gak mungkin putri kita kaya gitu" bela Mamah Ratu


"Maaf Tuan, saya sungguh kecewa dengan perbuatan yang telah putri anda lakukan, saya putuskan pertunangan ini BATAL!! saya tidak ingin masa depan anak saya hancur karena ia salah memilih istri. Dan saya akan menarik semua yang telah saya tanamkan di perusahaan anda" ucap Lerik


"Tapi Tuan ini masih bisa dibicarakan baik-baik, untuk bisnis tolong jangan disangkutkan dengan masalah pribadi Tuan" pinta Ayah Ratu


"Tidak bisa Tuan, pengawal suruh mereka pergi, saya sudah muak melihat muka mereka?!" ~Lerik


"Sebentar Ayah, ada satu lagi yang ingin ku tunjukan" ~Leo "Ini" Leo memberikan sebuah map hijau ke ayahnya itu


"Apa-apaan ini?! Tuan saya tidak menyangka, saya kira anda adalah orang yang bisa dipercaya tapi ini... Yoga laporkan kasus korupsi mereka ke pihak yang berwajib" ucap Lerik tegas


"Baik, Tuan" jawab Yoga asisten pribadi Lerik


"Tuan, saya mohon jangan laporan saya ke kantor polisi, saya minta maaf saya khilaf, berikan saya kesempatan untuk memperbaiki nya" pinta Ayah Ratu sambil berlutut di depan Lurik


"Ya saya sudah memberikan anda waktu untuk memperbaiki kesalahan anda sekaligus menyesali nya di dalam sel" ~Lurik "Sudahlah saya muak dengan kalian, penjaga bawa mereka keluar dari sini!!!" perintah Lerik


"Tuan... saya mohon..." pinta Mamah Ratu


"Leo gue mohon percaya ya sama gue. Gue janji setelah kita tunangan dan gue jadi istri Lo gue bakal berubah" kini tinggal anaknya yang mengemis pada keluarga Aldebaran


Sungguh mereka tidak tau malu, sudah salah tapi masih berharap yang lebih. Setelah keluar nya keluarga tak tau malu itu, suasana di aula tersebut sangat sepi, tidak ada yang berbicara lagi akibat melihat kemarahan Tuan Lerik yang sedang menggebu-gebu saat ini. Sedangkan nyonya Vanya, hanya diam meruntuki kebodohan nya, hampir saja ia menjerumuskan anaknya sendiri ke dalam jurang


"Acara ini sudah selesai kalian boleh pulang" ucap Lerik


"Kata siapa acara ini sudah berakhir?" ucap Leo


"Ada apa lagi nak, apa masih anda yang ingin kau tunjukan? Papah sangat pusing saat ini" ~Lerik memijat pelipisnya


"Ada Pah, tunggu..." ia berjalan menerobos para tamu undangan dan menarik tangan seseorang menuju ke atas panggung, hal itu membuat semua orang heran


"Inilah acara yang sesungguhnya, pertunangan yang sesungguhnya!!" ucap Leo, berlutut di depan seorang wanita cantik bergaun pink. Kembali ia mengeluarkan cincin lain dan lebih bagus dari balik jas nya lalu menyodorkan ke depan wanita itu



"Will you marry me?" ucap nya langsung


"Ha? Leo Lo ngapain, bangun ih" ucap Eva tidak enak


"Gue gak bakal bangun sebelum Lo jawab pertanyaan gue. Will you marry me Eva Aurora?" ulang Leo


"Ha?" Eva bingung harus menjawab apa disatu sisi hatinya sungguh berbunga-bunga tapi disisi lain ia juga khawatir jika kedua orang tua mereka tidak menyetujui hubungan ini


"Eva, kami tidak keberatan jika kamu lah orang yang dipilih Leo untuk menjadi pendamping hidup nya. Lagian saya sudah tau sikap dan sifat mu, dan saya suka, kamu baik, cantik, pintar, dan dewasa" ucap Vanya yang memahami perasaan Eva


"Iya saya juga setuju, saya yakin pilihan Leo adalah yang terbaik untuknya sendiri ataupun orang lain. Kami tidak mempermasalahkan latar belakang keluarga mu" sambung Lerik


Setelah mendapat jawaban dari kedua orang tua Leo, kemudian ia melirik kearah ayahnya yang sedang menatap nya sendu


"Anak Ayah sudah besar, pasti bisa membuat keputusan nya sendiri" jawab Riko


"Em..." ~Eva


"UDAH TERIMA AJA SUSAH AMAT" teriak Zahra dari belakang sana


"TINGGAL BILANG 'IYA' DOANG LOH ITU, GREGET GUE" sambung Justin


"EVA TERIMA...!!" Cici ikut teriak


"OYYY ITU KASIAN TEMEN GUE CAPEK BERLUTUT KAYA GITU MULU. CEPET JAWAB WOY!!" teriak Gibran


"Bagaimana?" ~Leo


Dengan tersipu malu, Eva menganggukkan kepalanya sambil menutupi wajahnya yang sudah memerah. Suara tepuk tangan yang menggemuruh memenuhi ruangan tersebut. Leo yang mendapat jawaban yang sangat ia tunggu-tunggu pun tersenyum senang dan langsung memakaikan cincin itu di jari manis Eva


"Thank you" ~Leo, sambil memeluk erat Eva begitupun sebaliknya


Akhirnya dua orang itu telah bersatu setelah bertahun-tahun lamanya mereka menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Kenangan masa lalu, pahit manis nya dulu sudah mereka lewati hingga akhirnya kini mereka diikat oleh sebuah hubungan pertunangan yang rencananya akan naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi nantinya


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thank you... ^_^


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...