
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
...~Happy Reading~...
Tibalah saatnya bagi Pangeran untuk pergi keluar kota. Di dalam kamarnya ia masih bersantai-santai, padahal jadwal penerbangan nya 1 jam lagi. Bukannya bersiap-siap ia malah sedang asik bermain game
Sedangkan diluar rumah megah tersebut ada seorang gadis yang terburu-buru, takut salah satu penghuni rumah tersebut telah pergi
"Assalamualaikum Mah, Mah?!" teriak Eva sambil memencet tombol bel berkali-kali
"Waalaikumsalam, ada apa sayang ko kamu keliatan gugup gitu?" tanya Risa
"Pangeran udah berangkat belum Mah? tadi Eva ketiduran jadi telat deh" jawab Eva
"Kamu gak telat sayang, malah sekarang Pangeran masih main game di kamar, belum mandi, makan siang juga belum, dasar anak itu padahal penebangan 1 jam lagi belum perjalanan kesannya 20 menit kalo gak macet, kalo macet? bisa telat" jelas Risa
"Huf~ sukurlah, aku kira tadi udah telat" ~Eva
"Kalo kamu telat juga pasti Pangeran bakal nungguin kamu ko, sana samperin Pangeran suruh dia siap-siap, Mamah mau ngurus sesuatu" ~Risa
"Oh oke" ~Eva
"Yaudah Mamah tinggal dulu ya" ~Risa. Sepeninggalnya Risa, Eva berjalan menaiki tangga menuju kamar Pangeran
Tok... tok... tok...
"Masuk aja Mah, gak dikunci ko" teriak Pangeran dari dalam
Benar saja yang dikatakan oleh Risa tadi, saat ia masuk Pangeran masih duduk di sofa dengan penampilan acak-acakan, pandangan fokus ke layar tv, dan kamarnya yang sangat berantakan. Untuk sesaat Eva terbengong melihat pemandangan tersebut, tapi dengan cepat ia menyadarkan diri
"Ekhem..." dehem Eva
"Apa sih Mah? penerbangan masih 1 jam lagi nanggung ni bentar lagi menang" jawab Pangeran
"Ekhem... ekhem... ekhem" ~Eva
"Kenapa Mah? batuk atau sakit tenggorokan? minum obat Mah sebelum tambah parah. Ohhh... Eva" ~Pangeran, sambil melirik ke arah pintu
"Eh what, Eva? by kapan dateng ko gak bilang-bilang dulu sih, maaf ya tadi aku kira kamu Mamah" ~Pangeran, langsung meninggalkan game nya membiarkan game tersebut terus berjalan tanpa kendali, dan berjalan mendekati Eva
"Iya, gak papa, ko kamu belum siap-siap sih penerbangannya sebentar lagi loh ini" ~Eva
"Males by, penginnya disini aja" ~Pangeran
"Aku juga maunya kaya gitu, kamu gak boleh lari dari tanggung jawab. Papah kamu udah mempercayakan perusahaan itu sama kamu, jadi kamu harus berusaha membuat kedua orang tua kamu bangga, bahagia" ~Eva
"Omooo... thanks by, oke kalo gitu aku mandi dulu, tapi nanti kamu nganter aku kan sampe bandara, kamu gak kerja?"
"Iya, aku ambil sif malam" ~Eva
"Ohh oke" ~Pangeran
Sambil menunggu Pangeran selesai mandi, Eva berkeliling kamar Pangeran. Ruangan yang sangat besar dengan warna serba coklat, putih, dan hitam membuat ruangan tersebut terlihat sangat elegan. Saat ia ke balkon ternyata ia menemukan beberapa alat olahraga seperti, barbell berbagai macam ukuran mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, treadmill, dan samsak. Mungkin itu sebagian alat punya Pangeran untuk membantunya membentuk otot-otot dan bentuk tubuh yang bagus
Dengan iseng Eva mencoba satu-persatu alat-alat tersebut, pertama ia mencoba memukulkan tangannya di permukaan samsak yang tergantung
"Au au au... akh sakit banget nj*r" ucap Eva sambil meniupi tangannya
Kedua ia mencoba untuk berlari diatas treadmill dengan kecepatan sedang. Belum juga ada 5 menit ia berlari, Eva sudah kecapaian lalu memutuskan untuk duduk di lantai mengatur nafasnya terlebih dahulu
"Cici ngapain nelfon?" tanya Eva
📱📱📱
"Hallo Ci ada apa?" tanya Eva
"Va, Lo sekarang dimana, ko gue cari di K'S gak ada, katanya Lo ambil sif malam ya?" tanya balik Cici
"Iya, gue emang sengaja ambil sif malem soalnya sore ini gue mau nganterin Pangeran ke bandara" ~Eva
"Owlh... gitu toh, yaudah ntar malem gue dateng lagi aja sekalian sama Zahra, kita mau ngomong sesuatu sama Lo. Em btw kalo boleh tau Pangeran mau kemana? terus itu nafas Lo kenapa kaya ngos-ngosan gitu?" ~Cici
"Dia mau ke luar kota sebentar buat ngurusin bisnis Papahnya, itu gue nyoba treadmill punya Pangeran" ~Eva
"Oh oke oke, gue tutup ya. Ati-ati, kasian yang mau ditinggal ke luar kota haha senangnya hati ku" ~Cici
"Dasar temen laknat, bay" ~Eva
📱📱📱
Karena kesal ia pun menutup sambungan telefon tersebut secara sepihak, entah mengapa akhir-akhir ini ia sangat sensitif mungkin karena hormon kali, pikirnya. Merasa bosan, ia pun tak sengaja melirik ke arah barbell
"Gue coba deh, yang kecil aja" Eva mengangkat barbell berukuran sedang, merasa kurang berat ia pun mengambil barbell yang lebih berat "Huf~ lumayan juga, coba deh yang lebih besar lagi" ~Eva
Mengambil barbell berukuran besar, tangannya yang berkeringat ditambah berat benda tersebut yang sangat berat membuat barbell ditangan Eva hendak terjatuh mengenai kaki manisnya
Pangeran berlutut untuk menangkap barbell tersebut, lalu memandang wajah Eva yang masih terbengong. Sebuah senyuman manis terukir di wajah Pangeran, menurutnya wajah Eva saat ini sangatlah lucu
"Untung aku dateng tepat waktu kalo gak kaki kamu udah kejatuhan barbell, lagian kamu ngapain sih angkat barbell ini udah tau berat tetep aja di angkat" tegur Pangeran
"Maaf aku cuma penasaran aja, tadi aku coba yang kecil tapi kurang berat jadi aku ambil yang lebih gedean dikit gitu" ~Eva
"Yaudah gak papa, yuk masuk diluar dingin" ~Pangeran, melangkah memasuki kamar
Padahal suhu normal tidak panas tidak dingin juga, tapi kenapa Pangeran bilang dingin ya? pikir Eva. Beberapa detik kemudian barulah ia tersadar, bagaimana tidak dingin, orang Pangeran tidak memakai baju hanya memakai celana panjang hitam saja, jadi memungkinkan angin sejuk mengenai kulit nya yang putih bersih tanpa adanya halangan. Tiba-tiba pipinya bersemu merah, setelah melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Selama perjalanan ke bandara ... Pangeran tak henti-hentinya mengambil gambar Eva menggunakan ponsel nya, membuat model yang tengah difoto itu merasa risih
"Ish apaan sih, silau tau pake flash lagi" celetuk Eva
"Gak papa, ini nanti buat kalo aku kangen sama kamu" ucap Pangeran dengan senyum manisnya
"Hais" desis Eva
"Ekhem... kayanya Mamah sama pak supir cuma numpang ya disini, iya gak pak?" sindir Risa yang duduk didepan sebelah kursi pengemudi
"Maklumlah Nya anak muda jaman sekarang" jawab supir pribadi Risa
"Nah bener tu pak" ~Pangeran, ia belum berhenti dari aktivitas nya, sepanjang perjalanan menuju bandara Pangeran terus memfoto dan sesekali mengambil vidio. Sedangkan yang difoto hanya diam pasrah akan kelakuan orang tersebut, padahal kan gampang apalagi zaman sekarang udah modern kalo kangen bisa vidcall
Sesak, itu yang dirasakan nya saat ini. Harus melihat orang yang ia sayang pergi walaupun hanya sebentar, paling cuma satu Minggu. Namun entah mengapa rasa tak rela itu tumbuh sangat besar dihati Eva, tidak hanya ia saja tetapi ternyata Risa pun merasakan hal yang sama
"Sayang, apa kamu gak usah pergi aja ya" ucap Risa
"Ha, Mamah ngomong apa sih? ini kita udah di bandara loh masa disuruh pulang lagi, lagian nanti kalo aku gak berangkat siapa yang bakal ngurus perusahaan Papah" jawab Pangeran
"Ya Mamah gak peduli, Mamah cuma pengin kamu ada di samping Mamah terus" ~Risa
"Aku setuju sama Mamah, please don't go" tambah Eva
"Hais kalian kenapa sih? udah gak usah khawatir Pangeran kalian ini bakal baik-baik aja ko, udah dong jangan buat aku jadi semakin berat ninggalin kalian. You are two women the Prince loves, don't be sad ok!" ~Pangeran
"I can't,,, you evil!" ~Eva
Tak tau harus menjawab apa lagi, Pangeran kini memeluk dua wanita yang paling ia sayang dan paling ia cintai. Sebenarnya ia juga tak rela meninggalkan mereka, tapi ia juga tidak boleh egois
"Believe me please" ~Pangeran
Disaat pelukan tersebut terjadi, air mata dari ketiganya tak bisa dibendung lagi, bulir bening mengalir melintasi pipi mereka masing-masing. Bersamaan dengan itu, suara yang memberitahukan bahwa pesawat akan lepas landas pun terdengar nyaring dan sangat menyakitkan untuk mereka
"Aku pergi dulu ya Mah, jaga kesehatan Mamah, jangan lupa minum vitamin nya. Love you so much Mam, and thank you" ~Pangeran, memeluk dan mencium Risa. Beralih dari Risa, kini Pangeran menatap Eva yang sedang menunduk menyembunyikan air mata
"Hey baby, don't cry! jadi jelek kamu kalo nangis. Aku kan cuma satu Minggu doang nanti juga aku balik lagi, aku usahain deh biar pulang cepet ya" ~Pangeran, mengangkat dagu Eva dan menatap ke dua manik mata itu lekat
"Janji?" ~Eva
"I don't know" batin Pangeran "Yes" jawab Pangeran ragu
Greppp.....
Pangeran menarik Eva kedalam pelukan nya, ia memeluk Eva sangat erat seakan itu adalah pelukan terakhir bagi mereka. Menghirup aroma mint dari tubuh Pangeran, membuatnya sedikit merasa tenang. Perlahan pelukan itu mulai memudar, ia kembali menatap wajah cantik gadis tersebut yang dipenuhi dengan air mata
"See you Mah and my baby princess" ~Pangeran, kakinya mulai melangkah mundur sambil tersenyum dan menangis, tak mau melihat kedua orang yang ia sayang sedih ia pun menghapus air matanya kasar. Lalu membalikkan tubuhnya, kini hanya punggung Pangeran saja yang terlihat oleh Risa dan Eva
Disaat mereka berdua ingin kembali menuju mobil, tiba-tiba ada benda berat menempel di tubuh Eva. Ia sedikit terkejut, namun setelah tau itu siapa ia pun hanya membiarkannya. Satu kecupan mendarat indah di puncak kepala Eva. Setelah melakukan hal tersebut Pangeran sedikit berlari mundur sambil menunjukkan senyum mautnya yang bisa membuat siapa saja langsung terpesona dan mengedipkan sebelah matanya. Merasa sudah jauh ia pun membalikkan badannya lalu memakai topi hitam, masker, dan satu lagi yang membuat pria itu akan terlihat semakin tampan yaitu kacamata
...Pangeran Wiliam...
"Udah, yuk sayang kita pulang Pangeran bisa jaga diri ko. Gimana kalo kita bikin kue bareng lagi?" ~Risa
"Iya Mah, ayo" ~Eva
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Author : "Keknya udah bisa ditebak bakal gimana ceritanya 🤔 Makasih udah mampir di cerita ku yang membagongkan ini 😂 cerita nya ada lah sedikit dari kehidupan nyata, tapi banyak yang author ubah"
...Like, vote, komen kalo suka sama ceritanya...
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...