EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 44 Kenangan?



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Suuut... kamu ngomong apa sih, kita akan selalu seperti ini, jangan menjadi apapun dan siapapun jadilah diri sendiri, Pangeran yang ku kenal dan Eva yang kau kenal oke" ~Eva


"Kau selalu bisa menenangkan hatiku" batin Pangeran


"Kau benar, jadi lah diri sendiri. Yaudah gimana kalo kita ke tujuan kedua?" ~Pangeran


"Ayo...!" ~Eva, antusias


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Di perjalanan mereka sempat mendengarkan azan magrib, jadilah mereka berhenti di mushola atau masjid terdekat terlebih dahulu untuk menunaikan ibadah shalat. Disana mereka salat berjamaah dengan para jamaah lainnya. Setelah selesai mereka pun kembali menyusuri jalanan menggunakan motor sport hitam Pangeran


Tibalah mereka disebuah gedung yang sangat besar nan mewah, perlu diketahui jika gedung tersebut adalah Mall terbesar di kota itu, berbagai toko, game, restoran, bioskop, dll berkumpul menjadi satu di gedung tersebut


"Beneran ni by kita gak makan aja dulu?" tanya Pangeran


"Enggak, aku masih kenyang sama yang tadi" jawab Eva


"Yaudah kamu duduk aja disini, biar aku yang beli tiketnya sama sekalian pop corn ya" ~Pangeran


"Oke" ~Eva


"Jangan kemana-mana, tunggu aku!" ~Pangeran


Eva menunggu Pangeran yang sedang mengantri cukup panjang hanya untuk mendapatkan 2 tiket nonton bioskop dan sekantong pop corn. Dari pada bosan jadi ia membuka hp nya untuk membalas pesan-pesan yang ada, scroll IG, tiktok, dan YouTube, mumpung ada WiFi gratis hehe😂. Tidak ada angin ataupun hujan, tiba-tiba Ratu dan para babu nya datang menghampiri Eva


"Heh curut! ngapain Lo disini?" tanya Ratu, Eva pun hanya mendengus kasar


"Jawab! budeg Lo ya?!" ucap Mita


"Ya emang salah kalo gue duduk disini?" akhirnya Eva membuka suaranya


"Ya jelas salah lah, ini tu tempat buat orang-orang kelas atas, bukan orang kere kaya Lo" sindir Charlyn


"Em, emang gue gak punya uang, gue dari keluarga biasa aja, gak kaya kalian yang kaya punya banyak duit. Tapi asal kalian tau, gue punya harga diri yang jauh lebih penting dari itu semua" ~Eva


"Harga diri? mau jual diri Lo, ah ya gue lupa Lo kan jala*g. Berapa harga Lo siapa tau gue bisa bantu promosiin ya gak guys" ~Ratu


"Bener, 1 juta? 2 juta? atau berapa bilang aja. Sok-sokan lagi pake dress mahal, pasti hasil Lo ngejala*g sama om-om ya haha kasian gak punya duit ya ututu" sambung Lintang


"Setiap manusia punya batas kesabaran! dan gue--" ~Eva


"Gue apa hah!! berani ya Lo sekarang ngelawan kita, dasar cewek murahan!" ~Ratu, tangannya sudah siap untuk mendaratkan sebuah tamparan kepada Eva namun anehnya ia merasa berat saat ingin mengayunkan tangannya ke muka Eva


"Jangan pernah sekali-kali kalian nyentuh Eva atau kalian akan tanggung sendiri akibatnya!" ucap Pangeran yang membuat Charlyn terkejut, tetapi tidak dengan teman-teman nya yang lain


"Siapa Lo hah?! berani ikut campur, udah deh mending Lo gak usah ikut campur-- eh bentar gue kaya pernah liat Lo tapi dimana ya?" ~Ratu, menarik kembali tangannya dari cengkeraman Pangeran


"Tuan muda Wiliam?" bukan Pangeran yang menjawab melainkan Charlyn. Bagaimana ia bisa tau? jawabnya adalah ternyata bisnis bokapnya bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga Wiliam


"What!? Lo bilang apa tadi?" ~Mita tak percaya


"Tuan muda Wiliam" ulang Charlyn


Siapa sih yang tidak mengetahui keluarga Wiliam, pengusaha sukses yang bergerak pada bidang pertambangan mas murni, berlian, mutiara, dan dll. Bahkan sebelum perusahaan tersebut berdiri, Alby Wiliam dulunya adalah seorang pegawai DPR. Namun karena sang Nenek dari Pangeran menyuruh Alby berhenti dari pekerjaannya saat itu dan menyuruh nya untuk bergerak di bidang bisnis, jadilah ia harus berhenti dan menuruti sang Bunda untuk beralih profesi menjadi seorang pengusaha


"Gue peringati sama kalian jangan pernah ganggu Eva atau keluarga nya kalo gak mau nanggung akibatnya, ngerti!" ancam Pangeran


"Oke gue tau Lo TUAN MUDA WILIAM YANG TERHORMAT, tapi Lo siapa belaian ni cewek miskin" ~Ratu, berusaha memberanikan diri walaupun sebenarnya ia merasa takut dan terpesona akan ketampanan Pangeran


"Gue pacaran nya, kenapa?" ~Pangeran


"Heh~ gak mungkin!" ~Mita


"Apa nya yang gak mungkin, orang jelas-jelas gue sama Eva pacaran. Dan kita kesini buat nonton, gak kaya kalian nyari masalah doang kerjaannya. Ayo by kita masuk aja aku udah pesenin tiket sama pop corn nya, dari pada di sini nanti dikira kita penonton ondel-ondel lagi" ucap Pangeran sambil memeluk pinggang Eva dan membawanya pergi menuju dalam ruangan bioskop


"What! what! what! kita dikatain ondel-ondel!!!" heboh Lintang setelah Pangeran dan Eva sudah pergi, memang benar mereka lebih mirip dengan ondel-ondel:v


"Ish kenapa sih tu cewek selalu beruntung, udah bisa dapet perhatian nya Leo, dan sekarang malah jadi pacarnya Pangeran!! akh sebel!" ~Ratu


"Udah yuk guys dari pada mikirin tu cewek miskin mending kita shopping" ~Lintang


"Hah bener tu, gue butuh hiburan ayok lah" ~Ratu


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Mari kita tinggalkan Ratu dan para babi nya eh maksudnya babu, dan beralih ke pasangan yang sedang bucin-bucin nya


"By, kamu udah sering dikaya gituin sama mereka?" tanya Pangeran, sedangkan Eva hanya menundukkan kepalanya "By jawab" sambung Pangeran


"Em... udahlah gak usah dibahas, ini urusan aku. Mending kita sekarang fokus nonton aja, tu film nya udah mau mulai" jawab Eva berusaha mengalihkan topik


"By ku sayang, aku sekarang udah jadi pacar kamu loh, ceritain aja" ~Pangeran


"Baiklah aku bakal ceritain, tapi nanti aja ya kita fokus dulu ke film nya, please jangan rusak momen ini dengan masalah ku" ~Eva


"Baiklah" ~Pangeran


"Eh bentar ini kenapa film horor si?" tanya Eva yang baru menyadari bahwa ia akan menonton film horor


"Emang kenapa? kamu takut? pegang tangan aku" ~Pangeran


Kini mereka berdua tengah menonton bioskop dengan film genre horor. Mereka duduk di kursi tengah, belum juga film dimulai namun detak jantung Eva sudah tidak karuan karena memang ia takut dengan segala sesuatu yang berbau mistis. Perlahan lampu bioskop meredup dan layar besar didepan mulai menampakkan film tersebut


Banyak pengunjung yang berteriak saat film menayangkan entah itu mengejutkan atupun menyeramkan begitupun Eva. Kini ia malah tidak menonton film tersebut sama sekali melainkan bersembunyi di balik tubuh Pangeran sambil memeluknya erat


Beberapa menit kemudian~


"Huwaaa... pokoknya aku gak mau nonton film kaya gitu lagi" ucap Eva dengan mata yang memerah


"Iya maaf ya by, gara-gara aku kamu jadi ketakutan kaya gini. Cup cup film nya udah selese, lain kali aku janji gak bakalan bawa kamu nonton film kaya gitu lagi, besok-besok kita nontonnya yang romantis atau komedi aja ya. Sekali lagi I'm so sorry baby" ucap Pangeran merasa bersalah


"Emm..." dehem Eva sebagai jawaban


"Yaudah yuk, masih ada satu tempat lagi yang harus kita kunjungi, masih mau kan jalan-jalan sama aku? atau kita pulang aja?" ~Pangeran


"Jalan-jalan aja, katanya masih ada satu tempat lagi kan" ~Eva


Disebuah pasar malam yang dipenuhi oleh banyak permainan, makanan, dan orang-orang, itulah Pangeran membawa Eva pergi. Waktu masih menunjukan pukul 19.30, jadi masih ada banyak waktu bagi mereka untuk menghabiskan waktu di pasar malam itu


"Kita mau ngapain nih?" tanya Pangeran


"Gimana kalo kita naik kuda-kudaan itu" jawab Eva


Kini raut wajah Eva sudah berbeda, jika tadi saat di bioskop wajahnya pucat dan terlihat ketakutan, sekarang wajah itu berubah menjadi wajah cantik dengan senyum mengembang. Ia menarik Pangeran untuk menaiki permainan kuda-kuda yang berputar



"Mau beli itu?" tanya Pangeran menunjuk gula kapas beraneka warna


"Gula kapas? ayo" jawab Eva


"Pak, gula kapas nya 2 ya, by kamu mau warna apa?" ~Pangeran


"Em... pink aja deh" ~Eva


"Pak, gula kapas pink nya 2 ya" ~Pangeran


"Siap mas, tunggu sebentar" ucap Pak penjual gula kapas "Ini Mas Mba, kalian sangat romantis" puji nya


"Ah Bapak bisa saja, terimakasih" ~Eva


"Memang kami selalu romantis Pak, maklumlah Pak masih anget hehe, ini uangnya kembaliannya ambil saja" ~Pangeran, menyodorkan uang 100 ribu


"Owlh... selamat ya semoga bisa langgeng, eh ini kebanyakan terimakasih Mas, Mba" ~Pak penjual gula kapas


"Sama-sama Pak" ~Pangeran dan Eva "Ayo by kita jalan-jalan lagi, mari Pak" sambung Pangeran


"Em... Ran boleh nanya?" ~Eva


"Iya nanya apa? tanya aja" ~Pangeran


"Itu... dari tadi kita kan udah ke pantai, bioskop, dan sekarang ke pasar malem pasti kamu ngeluarin uang banyak ya? maaf ya nanti--" ~Eva, sebenarnya dari tadi ia ingin menanyakan hal tersebut namun baru sekarang ia mendapat kesempatan untuk bertanya


"Gak papa lah kamu kan pacar aku, mau kamu beli semua yang ada di mall atau disini pun uang aku gak bakalan abis. Sekalian bantuin aku habisin uang ku ini" ~Pangeran


"Ish tapi kan kita gak boleh boros, mending uangnya ditabung. Nantikan kalo misal kita mau beli atau ada kebutuhan mendesak, kita gak perlu pusing-pusing cari uang lagi tinggal ambil tabungan kita, bayar, beres deh. Terus.... bla bla bla" mulai lah ceramah panjang lebar keluar dari mulut Eva


"Iya by, aku juga udah ada tabungan ko buat nanti kalo kita udah nikah, kamu gak usah khawatir" ~Pangeran


"Apaan sih bahas nya kesitu mulu, sek--" ~Eva


"Sekolah dulu yang bener, ya kan?" ~Pangeran


"Kebiasaan motong ucapan ku!" ~Eva


"Haha... gimana kalo kita beli ice cream itu terus naik wahana itu, nanti kita foto-foto sambil makan ice cream deh" ~Pangeran


"Oke, sini biar aku yang beli ice cream nya, kamu ngantri beli tiketnya, biar ice cream nya gak meleleh dulu" ~Eva


"Oks" ~Pangeran


Masing-masing dari mereka membeli sesuai kesepakatan, setelah membeli apa yang mereka butuhkan, merekapun naik ke atas wahana tersebut, wahana yang sering kita sebut dengan 'biang lala', 'keranjang burung', atau apalah itu namanya



Saat keranjang tersebut berada tepat di atas, mereka pun mengambil foto romantis sebanyak-banyaknya. Baik itu foto mereka berdua saling berpelukan sambil memegang ice cream, foto mereka sendiri-sendiri, foto yang hanya memperlihatkan ice cream yang sedang dipegang, dan masih banyak lagi


Mereka pun bersepakat untuk memposting salah satu hasil foto tadi di akun sosial media di ponsel masing-masing. Sesuai kesepakatan mereka akan memposting foto yang memperlihatkan mereka berdua dengan tangan kiri Pangeran yang bertengger di pundak Eva dan senyum manis tulus dari mereka berdua. Dengan tambahan caption "I ❤️ U"


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini tiba waktunya bagi mereka untuk pulang. Namun sebelum pulang mereka menyempatkan diri untuk mampir di salah satu penjual yang menjual berbagai macam barang kerajinan


"Pak, mau komedi putar itu dua" tunjuk Pangeran pada sebuah komedi putar mungil sama seperti yang mereka tunggangi tadi


"Ini Mas, mau dikasih nama sekalian atau tidak?"


"Boleh deh Pak. 'Pangeran dan Eva' ya Pak" ~Pangeran


"Buat apa beli kaya gitu?" ~Eva


"Buat kenang-kenangan lah by" ~Pangeran


"Kenang-kenangan? hah~ kenapa tiba-tiba aku seperti sesak nafas seperti ini? ah iya, untung saja Pangeran udah gak nanyain soal Ratu dkk lagi" batin Eva


"Sudah selesai Mas, semuanya 50 ribu"


"Makasih" lagi-lagi ia menyodorkan uang 100 ribu dan ia tak mengambil kembaliannya "By, ini buat kamu satu dan aku satu, lucu deh ada nama kita. By? kamu kenapa bengong kamu gak suka ya?" ~Pangeran


"Eh iya, enggak ko aku suka so cute, aku tadi cuma keinget sama Aldi" ~Eva, tersenyum manis agar membuat Pangeran percaya


"Oooh... yaudah yuk pulang, udah malem nanti kamu dicariin sama Mamah Papah, kamu juga pasti udah capek kan?" ~Pangeran


"Hem..." jawab Eva


Perasaan Pangeran dan Eva sangat berbunga-bunga saat ini, setelah mereka kembali pulang kerumah masing-masing. Tak henti-hentinya mereka memandangi dan memutar komedi putar yang tadi sempat mereka beli. Di atas sebuah kuda ada seorang pangeran yang sedang mengejar sang putri di depannya yang mengendarai kuda putih, lagu yang mengiri berputarnya mainan itupun menambah kesan romantis


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Di salah satu gedung pencakar langit, terdapat seorang yang sedang berdiri dengan stelan jas hitam melekat di tubuh atletis nya. Ia memandangi langit malam yang terang diakibatkan oleh sinar rembulan


"Kayanya Lo udah bahagia sama Pangeran, Va. Hem mungkin Lo bukan jodoh gue, gue bahagia liat Lo bahagia, dan gue sedih saat ngelihat Lo sedih. Semoga Pangeran adalah orang yang tepat buat Lo Va, kalian saling mencintai dan kalian berhak bahagia" ucap Leo


Setelah mengatakan kalimat tersebut ia langsung menutup tirai hitamnya lalu mematikan seluruh lampu di ruangan tersebut, jadilah ruangan tersebut tak ada cahaya sedikitpun yang menyinari


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Author : "Firasat apa tu Va? yah babang Leo lagi patah hati, sabar ya🥲😂 terimakasih yang udah kasih dukungan buat author, yang belum masih author tunggu ya. Sama kalo boleh kasih saran dong hehe"


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...