EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 16 Kuntilanak VS Tuyul



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Assalamualaikum" ucap Eva, dengan muka lesu nya apalagi ditambah luka yang belum sembuh total dan ditambah jalannya yang sedikit sempoyongan, sudah bisa ditebak jika ia sedang kelelahan saat ini


"Waalaikumsalam" jawab Aldi yang sedang fokus pada pr (pekerjaan rumah) nya. Saat ia mendongakkan kepala, alangkah terkejutnya ia melihat muka sang Kaka yang terdapat perban putih menempel di jidatnya dan bekas luka di sudut bibirnya


"Ka, Kaka kenapa ko ada luka di bibir Kaka, pipi Kaka juga kaya sedikit bengkak, dan itu juga jidat napa di perban?" tanya Aldi berturut-turut


"Gak papa" jawab Eva singkat padat dan jelas tapi tak sesuai pada kenyataannya


"Udah deh gak usah bo'ong, Kaka kenapa? jawab jujur!" ~Aldi


"Mamah, Papah mana?" ~Eva sambil mendarat kan bokongnya di sofa


"Oh... mereka lagi ke rumahnya Mba Titis, buat bantu-bantu acara besok. Eh jangan coba-coba ngalihin topik ya Ka! cepet jawab!" ~Aldi


"Iya iya dasar bawel! tadi di sekolah ada problem sedikit dan Kaka kena tampar deh" ~Eva


"Terus yang dijidat itu kenapa?" ~Aldi


"Karena Kaka gak bisa jaga keseimbangan waktu kena tamparan jadi Kaka jatuh deh, nah pala Kaka kepentok ujung meja" ~Eva


"Siapa yang berani tampar Kaka? bisa-bisa nya dia tampar Kaka kesayangan gue!" ~Aldi


"Adalah, mungkin dia iri sama Kaka secara kan Kaka cantik, baik, pinter lagi" ~Eva


"Narsis nya mulai lagi" ~Aldi memutarkan matanya malas


"Hahaha...emang kenyataan nya kan. Udah deh Kaka mau ke kamar dulu ya, capek mau istirahat. Belajar yang rajin" ~Eva


"Yyy..." ~Aldi


Di dalam kamarnya, Eva sedang membaca buku pelajaran dengan fokus sambil rebahan di atas kasur. Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat kefokusannya teralihkan, dengan cepat ia membuka pintu dan menyuruh orang itu masuk


"Ya Allah Nak, kenapa bisa kaya gini sih" ucap Lusi khawatir "Aldi... ambilkan Mamah air es nak!" perintahnya


Tak lama kemudian Aldi datang dengan sebaskom air dingin yang ia campuri es batu dan sapu tangan berwarna biru muda. Ia meletakkan nya di hadapan sang Mamah dan Kaka nya. Pertama-tama, Lusi membasahi sapu tangan tersebut dengan air dingin lalu menempelkan nya di pipi Eva


"Au..." walaupun sudah tadi siang kejadiannya, tapi rasa perihnya masih terasa sampai malam hari


"Udah Mah, Mamah gak usah khawatir Eva baik-baik aja ko, ini cuma luka kecil aja" ~Eva


"Menurut Mamah luka sekecil apapun yang ada pada kalian itu adalah sebuah luka besar buat Mamah" ~Lusi


"Aaaa... Mamah I Love You" ~Eva dan Aldi bersamaan memeluk Lusi


"Love you too dear, yaudah Mamah keluar dulu ya, nih lanjutin kompres nya biar gak lebam banget" ~Lusi


"Apa liat-liat!" ~Eva pada Aldi


"Dih siapa yang liatin Kaka, orang lagi liatin cicak di dinding itu" ~Aldi


"Apa sih gak ada cicak juga" ~Eva


"Ada tapi udah kabur, gegara liat Kaka yang kaya kuntilanak. Hahaha..." dengan cepat Aldi berlari meninggalkan kamar Eva


"ALDI... BERANINYA LO NGATAIN KAKA NYA SENDIRI KUNTILANAK, DASAR TUYUL!!!" ~Eva


"GAK DENGER WLEEE..." ~Aldi


"TUYUL" ~Eva


"KUNTILANAK" ~Aldi


"ANAK-ANAK DIAM INI UDAH MALEM JANGAN RIBUT MULU!!!!" ~Riko


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Pagi hari yang cerah mereka sudah berpakaian rapi dan siap untuk menghadiri acara pernikahan keluarga dari Riko Saputra. Saat hendak berangkat, tiba-tiba ada seseorang yang datang kerumah sederhana itu


"Memang kenapa ya Bu?" tanya Lusi


"Ini Bu, saya diminta nganterin baju ini buat di pakai untuk acara nanti, yang untuk Bapak dan Ibu ada seragam batik ini. Dan untuk Mba dan Mas nya bisa pakai baju ini. Maaf mungkin ini mendadak karena kemaren hujan sama saya lupa buat nganterin nya, maaf ya Bu Pak sekali lagi saya minta maaf"


"Ooo... iya Bu gak papa ko" ~Riko


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" ~All


"Change clothes again" ~Eva


{ Ganti baju lagi }


Mereka semua pun kembali menuju kamar masing-masing untuk mengganti pakaian mereka dengan baju yang tadi di hantarkan oleh ibu-ibu itu. Riko dan Lusi telah selesai duluan, dengan baju batik berwarna merah berpadu coklat membuat mereka tampak seperti muda kembali diusianya saat ini, dan disusul oleh kedua anaknya


Eva's style :



Aldi style :



÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Di sebuah gedung yang lumayan megah, sudah dirias sedemikian rupa menjadi tempat untuk acara pernikahan. Meja dan kursi yang sudah tersusun rapi, banyaknya makanan-makanan yang sangat menggugah selera setiap orang


Dan tak lupa, sebuah tempat dimana nantinya kedua pasangan pengantin itu akan duduk berdua bersama orang tua mereka masing-masing. Itu lah tempat yang paling menonjol disana, dengan riasan bunga-bunga yang sangat indah berpadu dengan lampu-lampu hias, membuat tempat itu sangat lah elegan dan mewah. Banyak keluarga maupun tamu undangan yang sudah datang meramaikan acara tersebut


Terlihat seorang penghulu, wali, sang calon mempelai pengantin pria, dan yang lainnya sudah duduk berhadapan di depan meja yang dibalut dengan kain putih


Sang calon mempelai pria menjabat tangan wali dari perempuan yang akan ia nikahi, setelah wali tersebut mengucapkan kata-kata nya dengan lantang, kini tinggal gilirannya yang mengucapkan janji suci nya di hadapan banyak orang


Kata 'SAH' kini menggema di dalam gedung tersebut, ada rasa lega dan haru yang mereka rasakan. Tak lama setelah itu, keluar lah seorang wanita cantik dengan balutan kebaya putih dan bawahan batik coklat. Ya dia adalah sang mempelai wanita nya, ia berjalan dengan anggun diiringi oleh sang Mamah dan beberapa keluarga nya termasuk Lusi dan Eva


Dari jauh ada sepasang mata yang menatap rombongan tersebut dengan tatapan yang penuh tanda tanya. Acara demi acara telah terlalui dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun


Kedua mempelai pengantin baru itu terlihat sangatlah bahagia, terbukti dari senyuman yang merekah di bibir mereka. Tak hanya mereka berdua saja yang berbahagia, orang tua mereka juga sangat bahagia melihat anaknya telah tumbuh dewasa dan kini mereka telah menikah


Di saat sedang enak-enak nya memakan ice cream, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seorang pria dengan setelan jas hitam, kemeja putih, celana panjang hitam, sepatu hitam, dan dasi hitam yang melingkar indah di kerah bajunya


Karena ia terkejut jadilah sisa ice cream yang masih ada di dalam mangkuk nya muncrat ke wajah orang tersebut


"Oh no" ~Eva


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Maaf ya mungkin EPS kali ini pendek, ngebosenin, dll. Sebenernya author udah tau jalan ceritanya mau kemana, tapi pas nulis bingung, kaya kehabisan kata-kata gitu, sama author sedikit pusing akibat nya ide jadi buntu 😔


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favoritkan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...