
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sungguh Leo sudah sangat bosan dengan situasi saat ini, harus mendengarkan obrolan tidak penting yang membuat waktu emasnya terbuang begitu saja. Demi sedikit menghilang rasa bosannya diam-diam dia menyantolkan headset bluetooth di salah satu telinga nya untuk mendengarkan lagu
Ting... tong...
"Bu, tolong bukain ya" perintah Vanya
"Baik Nyonya" jawab asisten rumah tangga, lalu berjalan menuju pintu masuk untuk menemui tamu. Tak lama kemudian ia kembali datang dan berucap "Nyonya, diluar ada seorang perempuan katanya anaknya Bu Lusi ingin bertemu dengan Nyonya"
"Lusi? ah anak itu, ijinkan dia masuk" jawab Vanya
"Permisi Nyonya maaf mengganggu" suara lembut dari seorang perempuan berpakaian celana panjang putih, atasan biru tua, sepatu putih, dan dengan rambut yang dikucir kuda
Perempuan tersebut berhasil mengalihkan perhatian Leo yang sendari tadi menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, kini tatapan nya berbeda, ia terfokus pada perempuan tersebut dan menatap nya penuh arti
"Pas banget, tapi kenapa bisa ada disini, apa dia kenal sama Mamah?" batin Leo "Eva, ngapain Lo disini?" tanya Leo
"Leo? lah lu yang ngapain disini?" tanya balik Eva
"Ohhh ini Eva? hem udah beda dari yang dulu, ngapain juga dia harus muncul lagi di hadapan gue sih, ngeselin aja!!" batin ulet keket
"Kalian saling kenal?" tanya Vanya
"Iya Mah" ~Leo
"Ha, Mah?" ~Eva
"Iya Eva dia anak Tante satu-satunya, dulu Tante pernah cerita kan sama kamu" ~Vanya
"Iya Nya, oh ya ini ada titipan kue dari Mamah" ~Eva
"Terimakasih banyak ya" ~Vanya
"Hello Eva Aurora senang bisa bertemu dengan mu kembali" ~Ulet keket
Ia terkejut saat baru menyadari ada dua manusia lagi di ruangan tersebut tengah duduk memperhatikan nya, ditambah lagi saat mengetahui siapa mereka. Orang yang dulu sering membuli, menyakiti, menyuruh, memaksa nya muncul kembali. Padahal ia berharap tidak ingin bertemu lagi dengan mereka
"Ra... Ratu" ucap Eva
"Yap ternyata kau tak melupakan ku, haha bagaimana hidup mu akhir-akhir ini tanpa ku? ohhh pasti kamu menderita ya gak denger pujian-pujian aku lagi ututu malangnya" Siapa orang itu? ya siapa lagi yang sering membuli Eva dulu jika bukan Ratu
"Kalian juga berteman, dulu? wah wah sepertinya kalian bertiga sudah dekat, baguslah" ~Vanya
"Em Nyonya saya pamit pulang dulu, permisi" ~Eva, disaat Eva hendak melangkahkan kakinya Ratu sengaja menjulurkan kakinya tiba-tiba yang mengakibatkan Eva tersandung
"Ups, ko bisa jatuh si Va astaga?!" ~Ratu
Refleks Leo yang melihatnya pun langsung berdiri dan menghampiri Eva, "Lo gak papa?" tanya Leo
"Auuuh... enggak kok, gue gak papa" ~Eva
"Ikut gue" Leo menarik tangan Eva, namun karena lutut nya yang terluka dan mengeluarkan darah, bisa dilihat dari celana putihnya yang berubah menjadi merah. Eva meringis kesakitan saat harus dipaksa berdiri langsung. Tanpa basa-basi lagi Leo langsung mengangkat tubuh itu menuju lantai 2 tempat dimana kamar yang jarang ia tempati berada, dan menghiraukan ocehan ketiga perempuan di ruang tamu
"Tanteeee... liat tu Leo hiks~ hiks~" rengek Ratu
"Aduh sayang maaf ya, mungkin karena Eva itu temennya jadi ditolong, kamu gak usah khawatir Tante akan usahakan agar perjodohan kalian berhasil" ~Vanya
"Jeng aku harap anak-anak kita nantinya bisa bersama dan kita bakal punya cucu dari mereka" ~Mamah Ratu
"Iya jeng, tenang aja" ~Vanya
Diluar ia sangat lembut namun nyatanya kasar sekasar parutan kelapa yang masih baru, kasar, dan tajam. Ternyata penampilan luar tidak semua mencerminkan isi dalamnya... Beralih dari situ, mari kita ke Leo dan Eva
"Leo ngapain Lo bawa gue kesini, ini kamar siapa, cepet turunin gue?!" oceh Eva
"Diem, ini kamar gue dulu" ucap Leo sambil meletakkan Eva diatas pinggiran kasur, lalu beranjak pergi mencari kotak obat
"Jangan macem-macem Lo ya, gue bisa teriak!" ~Eva
Mendengar ucapan Eva, Leo berbalik membawa kotak obat ditangannya, dengan tatapan tajam yang menakutkan
"Ngapain Lo ngeliatin gue ha?" ~Eva, tangannya sudah berkeliaran mencari sesuatu untuk dijadikan senjata olehnya
Sebuah bantal hitam berada ditangannya dan saat Leo semakin mendekat ia langsung mendaratkan bantal tersebut tepat di wajah tampan nya
"Bisa diem gak, angkat celananya sedikit" ~Leo
"Mana mungkin seorang dokter gak tau apa gunanya kotak ini dan hubungannya sama luka Lo itu" ~Leo
"Oh yaudah sini gue bisa sendiri" Eva merampas kotak tersebut dan langsung mengobati luka nya sendiri
Mata Leo tertuju pada gelang gembok hitam pemberiannya dulu sebelum Eva berangkat ke Jepang. Ternyata gelang itu masih ada dan masih terlihat bagus walaupun sudah 5 tahun berlalu
"Lo masih pake gelang itu?" tanya Leo
"Ya masih lah kan kunci nya ada di Lo, mana bisa gue buka" ~Eva
"Kan bisa di las atau di pukul-pukul sampai putus" ~Leo
"Gak deh gue cari aman aja, nanti kalo las sama mukulnya salah sasaran gimana? bisa-bisa tangan berharga gue ilang" ~Eva
"Hem... oke, tapi sayang gue lupa naro kuncinya dimana" ~Leo
"What?! lah anj*r terus buka gemboknya gimana? sebenernya ini gelang terbuat dari apa sih? susah banget di buka" ~Eva
"Rahasia, udah belum lama bener cuma gitu doang. Bentar Lo tunggu disini jangan kemana-mana!!" ~Leo
"Mau ngapain?" ~Eva
Leo membuka sebuah ruangan dimana disana terdapat banyak baju, celana, jaket, sepatu, topi, stelan jas, dan dasi yang serba branded. Dengan kedua tangannya ia mengobrak abrik isi lemari demi menemukan benda yang ia cari
"Nih ntar malem harus dipake! dan sekitar jam 7 ntar gue jemput Lo" ~Leo, sambil memberikan kotak hitam putih kepada Eva
"Apa ini, jam 7 ada apa?" ~Eva
"Lo harus temenin gue ke acara ulang tahunan" ~Leo
"Dih maksa, dan sayangnya gue gak mau. Gue... gue ada acara lain, lagian Mamah juga pasti gak ngasih ijin" ~Eva
"Kata siapa? gue dah ngomong sama kedua ortu Lo, dan mereka ngebolehin aja" ~Leo
"Ha eee au ah gue mau pulang" ~Eva melangkah keluar menahan rasa perih di lututnya sambil membawa kotak tersebut
Ternyata Ratu dan Mamah nya masih stay di sana, entah sudah berapa lama mereka menjadi pajangan lumut di rumah tersebut. Saat ia turun apalagi ada Leo di belakang nya, kedua mata mereka seakan sedang membunuhnya, tak mempan, tatapan itu sudah tidak mempan lagi untuk Eva. Ia lebih memilih cuek dari pada harus meladeni dua manusia jadi-jadian itu
"Nyonya saya pamit pulang dulu ya, permisi" ucqp Eva ramah
"Iya hati-hati, sampai kan salam ku buat Mamah mu ya" ucap Vanya yang diangguki oleh Eva
"Mah aku juga pulang" ~Leo
"Tunggu sebentar nak, Hais dasar anak itu. Maaf ya jeng atas ketidaknyamanan nya Leo emang kaya gitu, tapi sebenernya dia baik ko" ~Vanya
"Iiiiiii sebel!!! huh mereka tadi ngapain di atas, terus kotak apa itu, bisa-bisa mereka masih akur sampe sekarang!" batin Ratu kesal
"Iya gak papa, kalau gitu kami berdua juga pamit ya, sampai jumpa besok" ~Mamah Ratu
"Hati-hati jeng, sayang, kapan-kapan shopping bareng lagi ya" ~Vanya
"Pasti Tan, Tante tinggal calling aja" ~Ratu
"Haha baiklah-baiklah" ~Vanya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Ada saran?
Like
Vote
Komen
Hadiah
Gomawo ♡🌟
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...