
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Di dalam ruangan nya, Leo merasa bosan, malas, dan muak dengan orang yang berada di depannya saat ini. Tubuhnya memang ada di sana, tapi pikiran nya melayang jauh ke rumah membayangkan kecantikan sang istri, kenyamanan yang hanya ia peroleh darinya, hah aku ingin segera pulang!! batinnya menjerit
Cindy adalah orang yang Leo maksud, ia sangat muak harus terjebak berdua di ruangannya sendiri. Dengan bajunya yang kurang bahan dan transparan, bahkan Cindy sengaja membuka dua kancing baju nya, hingga memperlihatkan dua gunungan yang teramat besar nan menarik. Itu semua ia lakukan demi mendapatkan perhatian Leo, pria idaman nya selama ini
Dimata Leo, ia sama sekali tidak tertarik pada orang yang bernama Cindy itu, melirik saja sudah muak. Menurut nya tidak ada yang lebih menarik dari pada tubuh Eva yang sungguh membuatnya candu dan tidak akan pernah bosan dengannya
Krieeet...
Pintu terbuka, mata Eva membulat sempurna saat melihat penampilan Cindy, apakah dia tidak malu memakai pakaian seperti itu? dia saja yang sama-sama perempuan merasa jijik
Beralih dari Cindy, matanya kini melirik ke arah Leo, yang menatap nya dengan tatapan berbinar-binar dan senyum yang mengembang. Ia paham akan situasi saat ini, jadilah ia mengangkat kepalanya dan menunjukan sosok Nyonya Aldebaran yang sesungguhnya
"Sayang... kau datang? kemari aku sangat merindukan mu" tanya Leo lembut dan terkesan manja
Dengan langkah anggun nya ia berjalan mendekati Leo tanpa mengalihkan pandangan nya yang tengah berperang dengan wanita bernama Cindy itu
Cuppp...
Menghiraukan Cindy, Leo dengan mesra mencium pipi mulus Eva dan mendudukkan paksa Eva di atas pangkuan nya. Ada rasa aneh di bawah sana, yang bisa Eva rasakan dengan jelas
"Hey disini ada orang lain" ucap Eva
"Aku tidak peduli, aku hanya melihat satu wanita yang sangat cantik disini yaitu kau" ~Leo
"Oh Nona Cindy maafkan ucapan SUAMI saya ya, mungkin dia seperti ini karena sedang kelelahan" ucap Eva
"Ah iya" ~Cindy, ia kesal dengan pemandangan didepannya itu ingin sekali ia merubah posisi nya menjadi di atas pangkuan Leo bukan melihat orang lain berada di pangkuan yang selama ini menjadi impian nya
"Kau, pergi dari ruangan ini dan pergilah ke ruangan Gibran, ambil gaji dan bonus mu yang terakhir kalinya. Aku memecat mu!" ~Leo
"Apah? tidak bisa seperti ini dong Tuan, atas dasar apa anda memecat saya? kerja saya bagus, cekatan, dan saya selalu tepat waktu menyelesaikan pek--" protes Cindy terpotong
"Apakah anda sama sekali tidak menyadari kesalahan anda Nona" ~Leo, menggigit daun telinga Eva
"Mencoba menggoda bos anda sendiri yang sudah mempunyai istri dengan pakaian minim mu seperti itu. Dan untuk standar bekerja, apakah pakaian seperti itu cocok, Nona Cindy Bernadette yang terhormat?! Di dunia ini masih banyak lelaki tampan, baik, kaya, dan lebih sempurna dari suami saya ini. Lalu kenapa anda menggoda pria beristri ini Hem? Untung saja dia tidak tergoda pada mu dan tetap setia pada istri nya, jika tidak maka aku sendiri yang akan melenyapkan nya!" ucap Eva panjang lebar
"Hahahaha... kamu ingin tau kenapa aku memilih suami mu diantara banyaknya lelaki sempurna di dunia ini? suami mu unik dan menarik, aku suka semua yang ada pada suami mu! aku pastikan akan merebutnya dari mu" ucap Cindy tak mau menyerah
"Oh benarkah? oh tidak... aku takut" ucap Eva dibuat-buat
Sendari tadi Leo hanya diam menonton perdebatan antara istri dan pelakor yang berusaha merebutnya dari singa betina ini
"Yeah, makannya menyerah lah, serahkan suami mu pada ku. Aku akan memberikan mu uang 50 milyar" ~Cindy
"Dasar badebah!!!" marah Leo, namun ditahan oleh Eva
"Suuuuuttt... biar aku yang menyelesaikan ini oke, kau diam saja, setelah dia aku akan menghukum mu juga!" ucap Eva, langsung membuat Leo diam mematung, hukuman? hukuman apa yang akan diberikan singa kecilnya itu, biasanya dia yang akan memberi nya hukuman tapi sekarang terbalik
"Ah itu masih kurang, kau tau harga satu helai rambutnya saja tidak ternilai harganya, dan kau mengukur semuanya dengan uang 50 milyar? hais tidak semudah itu dasar wanita mat*e" ~Eva
Plakkk...
Satu tamparan keras mengenai pipi mulus Eva, Cindy lah pelaku dari memerah nya pipi Eva itu
"DARI AWAL SAYA SUDAH MENCOBA SABAR, TAPI APA YANG KAU LAKUKAN BARUSAN SUDAH MELEWATI BATAS. GIBRAN BAWA PEREMPUAN INI KELUAR DARI KANTOR DAN PASTIKAN IA TIDAK PERNAH KEMBALI!!!" bentak Leo marah, ia akan cepat marah jika menyangkut orang yang ia sayangi
"Oke" jawab Gibran yang ternyata sudah berdiri di depan pintu sendari tadi, ia akan masuk jika Leo menyuruh nya
"Leo... tapi aku belum selesai!!" ~Eva
"Sudahlah, kau tidak susah memikirkan ini kau cukup berdiri di sisi ku selamanya, itu sudah cukup dan itulah pekerjaan mu" finish Leo
"Apakah kau marah?" tanya Eva hati-hati, saat merasakan alur nafas Leo yang kasar
"Tidak" jawab Leo
"Maaf" ~Eva
"Tidak usah meminta maaf ini bukan kesalahan mu" ~Leo
"Baiklah, aku punya sesuatu yang mungkin akan membuat mu senang bahkan sangat senang. Tapi dengan satu syarat, jawab dulu pertanyaan ku ini dengan jujur" ~Eva
"Apa itu? aku akan menjawab nya dengan jujur" ~Leo, mulai luluh kembali
"Mafia?" ~Eva. Satu kata yang keluar dari mulut Eva itu berhasil membuat Leo mematung dan terkejut
"Maksudnya?" ~Leo
"Jujurlah" ~Eva
"Dari mana kau tau?" ~Leo, serius
"Sebenarnya aku sudah mencurigai mu sejak dulu SMA, waktu yang di restoran K'S, saat dijalan sepi di tengah hutan, waktu kemah dulu, dan masih banyak lagi. Tanpa kamu sadari juga aku mengikuti mu pergi ke sebuah mension besar di tengah hutan" ~Eva
"Dasar nakal!!! baiklah aku akan jujur, tapi aku takut kau--" ~Leo
"Cerita kan semuanya, kau akan tau jawabannya nanti" ~Eva
"Huft~ kau benar, aku seorang Mafia, king mafia Black Diamond. Mungkin kau membenciku setelah mengetahui ini semua. Sebuah aktifitas yang berbanding terbalik dengan pekerjaan mu, dimana aku dengan mudahnya membunuh orang, dan kau susah payah menyelamatkan nyawa seseorang" ~Leo
Terkejut? pasti, tapi ia lega akhirnya pertanyaan yang selama ini ia pendam terjawab sudah. Membunuh pastinya itu adalah suatu hal sepele bagi mereka, tapi Black Diamond ini hanya akan membunuh orang bersalah saja, dan tetap akan membela kebenaran. Walaupun pada dasarnya yang mereka lakukan itu bukanlah tindakan yang baik dan tidak untuk dicontoh
"Hem... aku sudah tau rumor tentang mafia mu, dan yasudah aku akan mencoba menerima nya" ~Eva
"Terimakasih sayang, maaf aku tidak bisa meninggalkan dunia gelap itu, aku mempunyai tanggung jawab besar disana, dan banyak orang yang bergantung pada mafia itu" ~Leo, memeluk Eva
"Iya" ~Eva
"Tunggu, kau tadi berkata kau mempunyai sesuatu kan, apa itu?" Leo penasaran
"Em nih" menyodorkan amplop putih tersebut. Mata Leo memicing melihat amplop tersebut, tangannya perlahan membuka amplop tersebut dan membaca nya secara teliti
"Positif ha... mil...??! k... kamu hamil?" ~Leo
"Apakah kau tidak bisa membaca? disitu jelas-jelas terdapat nama ku dan hasilnya yang-- mmmmpph..." ucap Eva terpotong sebab sebuah bibir tipis telah membungkam bibir merah merona nya. Keduanya terhanyut dalam ciuman manis tersebut
"Sekali lagi terimakasih banyak, aku sangat senang saat mengetahui ada baby disini" ucap Leo tulus sambil mengelus perut rata Eva "Itu berarti punyaku kualitas unggul, haha... au au aushh... hey kau menggoda ku hem? baiklah mari melakukan satu ronde disini" lanjut nya, saat Eva mencubit roti sobek Leo
"NO..." tolak Eva
Mulut berkata tidak tapi dihatinya yang paling dalam ia ingin. Ia hafal betul ucapan Leo jika bersangkutan dengan ini pasti tidaklah benar, ia tidak akan membiarkan mereka hanya memainkan satu ronde saja
Kamar pribadi Leo di kantor lah yang menjadi saksi pergulatan panas mereka berdua. Malam indah, dengan bintang bertaburan di langit-langit menghiasi langit gelap dan bulan purnama yang menemani, membuat malam hari itu sangatlah indah
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Thank you...
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...