
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sebuah aula gedung kini mulai di penuhi oleh orang-orang, hal itu sangat membuat Leo risih dan tak nyaman. Entahlah sudah berapa kali ia menghembuskan nafas kasar, ingin rasanya ia segera keluar dari ruangan tersebut dan menghirup udara bebas, tapi sayang kedua sahabatnya menahan. Mereka dengan cueknya menggenggam erat kedua pergelangan tangan Leo
...Leondra Aldebaran...
...Gibran...
...Justin...
...Zahra Laura...
...Cici...
Note : Zahra sama Cici ambil baju sama riasan nya aja
Bukan Leo namanya jika tidak bisa melepaskan diri. Disaat kedua temannya sedang asik mengobrol dengan Zahra dan Cici mengenai Eva yang belum kunjung datang. Leo langsung menginjak kaki Gibran dan Justin dengan kedua kakinya, nah saat tangan mereka terlepas Leo langsung berjalan sedikit berlari menuju pintu keluar
"Weh dasar anji*g, mau kemana Lo! jangan harap bisa kabur ya Lo!!" teriak Gibran, ia dan Justin berlari menyusul Leo dengan jalan yang terpincang-pincang diikuti Zahra dan Cici yang sendari tadi tertawa puas melihat Gibran dan Justin kesakitan
"Ngapain Lo malah disini sih? acaranya didalem bukan di pinggir jalan gini. Sumpah ni ya, Lo udah bagus-bagus pake jas mahal, udah kaya Prince negri dongeng, Eh malah duduk di pinggir trotoar!! sumpah mau dibilang gelandangan tapi pake jas mahal sama orangnya bening, kalo mau dibilang hokay tapi malah duduk di trotoar" crocos Justin
"Serah gue, lagian disini lebih enak dari pada di dalem, panas tau gak sih belumm lagi para hama" elak Leo
"Memang susah kalo jadi orang ganteng. Nasibnya ya kaya gini, kemana-mana pasti ada aja cewek yang ngintilin" ucap Gibran
"Lo ngatain gue sama Cici gitu?" ucap Zahra tak terima
"Sukur deh kalo situ ngaku" ~Gibran
"Enak aja kita gak gitu ya!" ~Cici
"Benar tuh! dah yuk Ci kita masuk ke dalem lagi, nanti dikira lagi buang anak gelandangan lagi, bisa panjang urusannya" ~Zahra
"Sana hus hus" ~Gibran
Tepat saat Zahra dan Cici hendak kembali menuju aula pestanya berhentilah sebuah mobil mewah putih tepat didepan mereka
"Ni mobil?!!! untung aja gue bisa ngerem kalo gak muka gue bisa bonyok" ~Zahra
"Siapa ya?" ~Cici
"I don't know" ~Zahra
Keluarlah seseorang dari pintu pengemudi, dilihat dia langsung berlari mengitari mobil dengan ekspresi wajah penuh penyesalan
"Aduh maaf nona, ini kesalahan saya, apakah ada yang luka nona?" tanya sang supir
"Tidak pak, lain kali kalau mau berhenti jangan langsung mendadak gitu ya, bisa bahaya nanti" ~Zahra
"Baik nona sekali lagi saya meminta maaf" ~Supir
Disaat sang supir tengah meminta maaf kepada Zahra dan Cici, pintu mobil terbuka dengan sendirinya. Menampilkan seorang bidadari cantik dengan balutan gaun berwarna merah yang pada bagian atasnya terlihat sedikit terbuka, ditambah beberapa perhiasan yang membuatnya semakin mendekati kata sempurna
...Eva Aurora...
Leo yang tengah duduk pun langsung berdiri dan melihat perempuan tersebut dengan mata bulat nya, tak hanya Leo namun Gibran dan Justin juga sama. Mereka bertiga seakan terkena sihir yang membuat mereka mematung seketika
"EVAAAAAAAA....." teriak Zahra dan Cici
"WOY kuping gue bisa budeng, kenapa sih?" tegur Eva
"Daebak, ini Lo kan? ha ini Eva Aurora? bentar ko gue jadi linglung gini ya" ~Zahra
"Vaaaa you..." ~Cici
"Why? ini bukan mobil gue, ini punya Pangeran. Jangan mikir yang jauh-jauh deh mana bisa dah gue beli mobil kaya gini, lagian gue juga gak bisa nyetir. Bajunya juga dari Pangeran" ~Eva
"Bukan mobil be*o, LO! sumpah cantik banget Lo, insecure gue hiks" ~Zahra
"Jadi orang jangan mudah insecure! semua orang punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Lo berdua juga so so so beautiful tonight" ~Eva
"Oke, kita akui itu emang kita bertiga cantik nya melebihi rata-rata, tapi kalo di ibaratkan tu Lo itu Queen lah kita Princess" ~Cici
"I agree with you" ~Zahra
"Yyyy serah kalian aja lah, btw acaranya udah dimulai belum?" ~Eva
"Oh iya acara sampe lupa gue, yaudah yuk masuk. Bentar kita harus siap-siap dulu jadi pusat perhatian, hahahaha" ~Zahra
"Sa'ae Lu" ~Eva dan Cici
"Pak makasih ya udah nganterin Eva sampe sini" ~Eva
"Iya non, ini sudah tugas saya, kalau begitu saya pergi dulu, nanti saya akan kesini lagi untuk menjemput nona"
"Sekali lagi terimakasih Pak"
Mereka bertiga berjalan masuk berjejeran dengan Eva ditengah, meninggalkan tiga orang yang masih terbengong di pinggir jalan. Benar saja ucapan Zahra tadi, saat mereka masuk semua pasang mata mengarah ke arah mereka, menatap mereka kagum
"Tiga bidadari sudah turun dari langit"
"Astaga mereka Eva dkk kan? sumpah gak nyangka mereka bisa cantik banget kaya gitu"
"Udah fiks ucapan Ratu dkk dulu tentang mereka itu hoax! nyebelin banget sih mereka!"
"Iya gara-gara mereka kita jadi benci sama orang yang salah"
"Halah palingan juga baju sewaan"
"Makkk yok kita lamar salah satunya"
"Lumayan loh bro deketin gih"
"Bukan lumayan lagi tapi sukur, tapi gak lah mereka kan deket sama Leo dkk"
"Ah iya gue lupa, pupus sudah harapan kita mempunyai istri cantik kaya mereka"
"Tenang aja masih banyak wanita cantik di dunia ini ko"
Berbagai komentar negatif dan positif dilontarkan mereka saat melihat semua yang melekat indah di tubuh Eva tentunya mereka bisa menebak tanpa bertanya harga dari setiap barang tersebut. Memilih mengabaikan komentar-komentar itu, Eva dkk lebih memilih untuk duduk manis di salah satu meja bundar sambil bercengkrama
"Sadarlah wahai saudara-saudara ku, ku tau sepertinya tadi kita terkena sihir oleh seorang wanita haha sangat lucu" ucap Justin
"Gue... itu... gak... Eva... aduh gue ngomong apa sih, buset wow gila sih!!!" ucap Gibran
"Ohhh jadi ini maksud Pangeran ngasih dan nyuruh gue make baju ini, oke thank you Ran" batin Leo saat tadi samar-samar mendengar jika baju yang dikenakan Eva itu adalah pemberian dari Pangeran
"Guys masuk yok, kita recokin tiga manusia itu" ~Gibran
"Let's go" ~Justin
"Hem" ~Leo
Tak kalah dari Eva dkk, Leo dkk pun menjadi pusat perhatian hal itu sudah biasa dari dulu. Sepanjang perjalanan banyak perempuan yang menyapa Gibran dan dijawab dengan ucapan manis darinya
"Hai Gibran"
"Hai manis, kapan-kapan kita jalan" ~Gibran sambil mengedipkan sebelah matanya
"Aaaaa... oke"
"Sayang!"
"Iya ada apa? ah ya aku lupa mmmuah. Dah ya jangan ngambek lagi" ~Gibran, memberikan flaying kiss kepada perempuan yang berbeda
"Play boy" tegur Leo
"Oh terimakasih atas pujiannya" ~Gibran
"Sinting" ~Justin
"Kalo itu seperti nya anda sendiri yah bukan saya, sekian terimakasih" ~Gibran "Kosong kan? jadi kita isi aja, kasihan kekosongan itu harus diisi apalagi kalo yang kosong itu hati wkwk" ~Gibran
"Ha ha" jawab Eva dkk tertawa paksa lalu kembali lagi merubah raut wajah mereka menjadi datar
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Cek cek, oke. Hallo selamat malam semuanya, berhubung waktu yang sudah semakin malam kita langsung saja mulai acaranya yaaa. Mari kita buka dengan persembahan dance dari grup kelas 12C ah salah maksud nya mantan, udah kaya pacar aja ya ada mantan-mantan segala. Oke langsung saja untuk mempersingkat waktu silahkan nikmati pertunjukan mereka. Yuk mana tepuk tangan nya...!!!" ucap sang MC
Ya di acara malam hari hanya dihadiri oleh alumni kelas 12 angkatan sekarang saja, kalaupun ada adik kelas atau orang lain mungkin mereka datang bersama salah satu siswa
Dance yang sangat menarik ditampilkan sebaik mungkin oleh mereka, gerak tubuh mereka yang lentur, alunan musik yang mengiringi, sungguh membuat kagum, tepuk tangan dan suara dari para pengunjung pun menggelegar di ruangan tersebut
"Woooo... acara pertama sudah kita lewati dengan meriah, acara ketiga nya juga harus lebih wau lagi dong. Ada yang mau bernyanyi?" tanya sang MC
"ADA!!! DISINI" teriak Justin
"YA BENER MANTAN KETOS KITA MAU NYANYI" tambah Gibran
"Apaan sih?! gak mau nj*r" tolak Leo
"Halah udahlah nyanyi doang apa susahnya sih, suara Lo juga bagus. GUYS AYO TERIAKIN 'LEO LEO LEO'" ucap Justin
LEO LEO LEO LEO LEO
"Hah iya iya diem kalian semua!" bentak Leo "Lo ikut gue" langsung saja Leo menarik tangan Eva berjalan menuju panggung menghiraukan ocehan orang yang ia tarik
"Leo lepasin" Eva masih mencoba melepas genggaman tangan Leo namun hasilnya selalu nihil, sebisa mungkin ia menyamakan langkah kakinya dengan Leo "Hais ni gaun sama sepatunya ribet banget sih, Leo! bisa pelan-pelan gak!!!" oceh Eva
"Wooo..."
"Suittt~ suitttt~"
"Ekhem keknya bakal ada pasangan baru nih"
"Sudahlah harapan gue hanya tinggal kenangan"
"Apaan sih main tarik tarik aja, sakit tau" ~Eva
"Duduk dan diem kalo Lo gak mau mbuat kita berdua malu!" ~Leo
"Oke oke!" ~Eva
"Ada piano?" tanya Leo
"Oh ada, bentar" jawab sang MC
Disiapkan lah piano oleh beberapa petugas, setelah semuanya tertata rapih Leo mulai duduk di kursi dan mulai menekan satu persatu not piano menjadi sebuah alunan musik romantis yang sangat merdu. Sambil menatap wanita berbaju merah didepannya, Leo mulai membuka mulutnya dan mengeluarkan suara lembut dan merdunya
"What?! gue gak nyangka Leo bisa nyanyi, suaranya juga bisa selembut itu? wow sih. Tapi ko gue panas ya" batin Eva memandangi Leo yang tengah fokus pada piano dan lagu yang sedang ia bawakan, sebuah senyuman manis pun terukir di bibirnya
Kini tubuhnya memanas, pipinya merah merona. Di pandang oleh semua siswa, beberapa ada yang mengabadikan momen itu lewat ponsel pintar mereka
"I love you...." kalimat tersebut adalah kata terakhir dari lagu yang dibawakan Leo. Hal tersebut berhasil membuat Eva semakin salting dan merona
"Aaaaaaaaaaaaaa... love you too Leo"
"Cocok tuh mereka berdua napa gak tembak aja sih Le! greget gue"
"Iya loh astaga!!!"
"Hah~ udah yuk turun aja, gak usah diladenin" ucap Leo
"Ah iya oke" ucap Eva
Bak Raja dan Ratu mereka berjalan beriringan dengan anggun mengabaikan ocehan para siswa disekitar nya. Baju mereka juga sangat serasi, Eva dengan gaun merahnya yang mengembang dan Leo menggunakan Jas hitam berpadu dengan merah. Semua itu Pangeran lah yang menyiapkan, sebenarnya jas Leo itu adalah jas nya yang akan Pangeran pakai jika menghadiri acara tersebut bersama Eva, namun Tuhan lebih sayang kepadanya dan tuhan juga sudah mengatur semua ini
Skip. acara itu berlangsung hingga tengah malam tapi mengingat pesan kedua orang tuanya, jadilah Eva pulang pada pukul 10 begitupun Leo dkk serta Zahra dan Cici. Sebenarnya saat sebelum mereka pulang ada acara dimana perasaan mereka bercampur aduk tidak karuan
Acara apa itu? the answer is double dance (dansa). Bersama dengan pasangan mereka masing-masing mereka melakukan sebuah gerakan diiringi sebuah lagu romantis. Zahra dan Gibran tampak sangat serasi dan romantis berdansa berdua seakan hanya mereka di dunia ini. Justin dan Cici yang terlihat asik walaupun tarian mereka sedikit kaku. Leo? Eva? saat ini Leo mempunyai pekerjaan baru yang bersifat dadakan yaitu mengajari satu perempuan yang sama sekali tidak bisa berdansa
"Gue gak bisa dansa! sana cari pasangan lain aja!" tolak Eva
"Gue ajarin tinggal ikuti langkah gue" kekeh Leo
Dengan sangat telaten Leo mengajari perempuan itu bagaimana cara berdansa. Lama-kelamaan tarian mereka semakin lancar dan menjiwai, berbagai gerakan semacam putaran, dan diakhiri dengan sang pasangan lelaki menangkap pinggang pasangan perempuan nya agar tidak terjatuh ke lantai
"Sorry gue belum bisa ngungkapin perasaan gue ke Lo dulu, semoga nantinya gue gak terlambat" batin Leo
"What's wrong with my heart?!" batin Eva
{ Ada apa dengan hatiku }
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
**Thank you, please like, vote, komen, sama hadiah nya ya 😭💔
Love ʕ´•ᴥ•`ʔ**
^^^~Beach Breeze~ ^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...