EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 75 Teman Baru



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Embun pagi yang menyejukkan dan awan-awan berkumpul seakan sedang menutupi sinar hangat mentari pagi itu, rintikan hujan juga turut menyertai membuat cuaca di daerah tersebut terasa dingin. Suasana seperti itu cocok nya adalah untuk tidur kembali di bawah lembaran selimut tebal, namun Eva harus melawan rasa malas dan kantuknya agar ia tidak terlambat pergi bekerja, apalagi hari ini adalah hari pertama ia masuk


20 menit ia gunakan untuk mandi dan memakai pakaian. Sebuah kemeja putih, celana hitam, sepatu kets putih, melekat rapi ditubuhnya


"Morning sayang, anak Mamah udah cantik aja" sapa Lusi


"Morning too Mom, iya dong Mah, doain ya semoga nanti semuanya lancar" jawab Eva


"Tanpa kamu minta sekalipun Mamah akan selalu doain yang terbaik, nih makan dulu Mamah buatin nasi goreng kesukaan kamu" ucap Lusi


"Makasih Mah" ~Eva


"Iya, Mamah mandi dulu kamu makan aja" ~Lusi, sambil menepuk-nepuk pelan puncak kepala Eva


"Papah keman mah?" ~Eva


"Papah udah berangkat kerja, katanya hari ini ada piket" ~Lusi


"Ohhh oke" ~Eva


Buru-buru Eva menghabiskan sarapan nya dengan lahap sampai tak tersisa satu butir nasi pun yang tertinggal di piring. Tidak sampai situ saja, ia juga bertanggung jawab atas piring kotor tersebut, mencucinya sampai bersih dan mengembalikan ke tempat semula


Ceklekkk....


"Hello"


Baru juga Eva membuka pintu rumahnya, di depan sudah ada Farrel yang berdiri sambil membawa paper bag putih ditangannya


"Farrel, ngapain?" tanya Eva


"Mampir aja, oh ya nih gue punya sesuatu buat Lo moga suka eh harus suka ding" jawab Farrel


"Apa ini? gue buka ya" ~Eva


"Buka aja" ~Farrel


Dibukalah paper bag tersebut, didalamnya bersemayam dress ungu bercampur putih yang sangat indah, topi putih, dan sebuah jam tangan hitam elegan. Jika dihitung jumlah uang untuk membeli barang-barang tersebut bisa mencapai nominal 10 juta


"Woah... bagus banget" ~Eva


"Suka? maaf ya ini mungkin gak semahal kaya yang orang-orang lain kasih" ~Farrel


"Yes of course, mahal murah gue gak peduli yang terpenting adalah ketulusan nya, thank you Rel" ~Eva, ia tidak mengetahui jika barang-barang di genggaman nya saat ini mencapai 10 juta


"Em, eh btw Lo mau berangkat kerja?" ~Farrel


"Iya, lagi nungguin ojek langganan Mamah tapi belum sampe-sampe" ~Eva


"Gimana kalo gue aja yang nganterin? pake motor gak papa kan?" ~Farrel


"Boleh deh sekalian ngirit hehe, bentar gue taro ini di dalem dulu" ~Eva, ia kembali masuk ke rumah untuk menyimpan pemberian Farrel "Dah yok" ~Eva


"Dah siap?" ~Farrel


"Let's go" ~Eva


Farrel mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang karena memang kondisi jalan yang sedikit ramai akibat sudah masuk jam masuk kerja. Setengah jam mereka duduk berdua di atas motor membelah keramaian, hingga sampai di Rumah Sakit Hansin


"Dah nyampe, makasih ya" ucap Eva sambil mengembalikan helem Farrel


"Em kalo mau gue juga bisa jadi ojek antar jemput Lo" jawab Farrel


"Gak usah gue gak mau ngerepotin, lagian nanti Lo jadi telat ke restoran nya" ~Eva


"Telat juga gak papa, gak ada yang berani marahin kecuali bang Gavin" ~Farrel


"Iya iya yang sekarang udah jadi bos haha. Udah ya gue masuk dulu sekali lagi makasih, daaaah" ~Eva


"Yoi" ~Farrel


Perasaan gugup bercampur senang sedang Eva rasakan saat ini, berjalan menyusuri lorong-lorong demi menemukan sebuah ruangan tempatnya bekerja. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan asisten profesor Anji yang bernama Rira. Cantik, anggun, berwibawa, seksi, pintar, satu kata untuk nya 'perfect'


Ia mengarahkan Eva menuju sebuah ruangan dimana disana terdapat banyak dokter lainnya yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka ataupun sedang mengobrol untuk menghilangkan rasa penat mereka


Dengan suara merdunya dokter Rira memperkenalkan Eva kepada karyawan lain. Awalnya Eva merasa ragu apakah dirinya akan diterima atau tidak oleh mereka, bisa dilihat raut wajah mereka seakan sedang mengimitasi musuhnya. Tapi ternyata Eva salah, mereka menyambutnya dengan sangat baik dan ramah bisa dilihat dari tatapan mata mereka yang menggambarkan ketulusan. Mungkin mereka berekspresi seperti tadi karena mereka lelah bekerja mengurus para pasien


"Pangeran, dia akan bersama mu sampai masa uji coba selesai. Baiklah kalau begitu saya pamit dulu, Eva selamat bekerja semoga kamu betah disini, ini jas dokter kamu" ucap Rira


"Eh siapa tadi nama dokternya?" batin Eva saat dirinya kurang mendengar dengan jelas nama dokter yang disebutkan oleh Dokter Rira


"Baik dok, terima kasih" ucap Eva, membungkuk kan badannya


"Kamu, ikut saya kita langsung kerja, jangan males-malesan!" ucap Dokter Pangeran


"Ba... baik dok" jawab Eva


"Kamu yang sabar aja ya, dia emang orangnya kaya gitu suka maksa and sedikit kasar, tapi tampan nya gak usah di tanyain lagi. Eh btw welcome ya, ntar istirahat kita ngobrol" ucap salah satu dokter


"Eh iya" ~Eva


"Woy cepetan!" ~Pangeran


Dengan cepat Eva menyusul dokter tersebut yang namanya masih berupa tanda tanya besar di otak nya. Berjalan kesana-kemari, keluar masuk ruangan pasien, mengikuti langkah Pangeran dan memperhatikan kerja nya yang cekatan dan rapi


"Woah... cekatan banget dia, tapi namanya tadi siapa ya" batin Eva melamun


"Maaf dok, saya akan ganti infusnya sekarang" ucap Eva setelah sadar


"Nak jangan kasar-kasar gitu sama perempuan, mungkin dia lagi terkesima dengan ketampanan mu uhuk uhuk" ucap wanita paruh baya yang tengah diperiksa oleh Pangeran


"Maaf nyonya atas ketidaknyamanan nya, nanti obatnya seperti biasa akan ada suster yang mengantar, semoga cepat sebuh, kalau begitu kami permisi dulu" ~Pangeran, melangkah pergi


"Nyonya infusnya sudah saya ganti, kalau begitu saya pamit undur diri dulu" ~Eva


"Iya, kamu cantik siapa nama mu nak?" tanya wanita paruh baya tersebut


"Saya Eva Nyonya, Eva Aurora" ~Eva


"Cantik seperti orang nya"


"Terimakasih nyonya, mari" ~Eva


Sebisa mungkin Eva mengimbangi langkah Pangeran yang sangat lebar bahkan dua kali lipat dari langkah nya. Mereka terus seperti itu sampai jam istirahat tiba, walaupun lelah tapi banyak ilmu baru yang ia dapatkan saat melihat kinerja Pangeran tadi


"Huf~ capek juga" ucap Eva


"Hei, kantin yuk istirahat masih lama" tanpa menunggu jawaban dari Eva dia langsung menarik tangan Eva dan membawanya ke kantin "Mau pesan apa? eh ko diem em aku maksa kamu ya, kamu marah? maaf, yaudah lah kalo gak ada yang mau temenan sama aku, aku pindah ya, sekali lagi maaf udah maksa-maksa kamu"


"Eh tunggu" ucap Eva mencegah kepergian nya


"Aa... ada apa?"


"Siapa bilang aku gak mau temenan sama kamu, ayo makan aku dah laper nih. Nama kamu siapa?" ~Eva


"BENERAN??? aaaa makasih kamu adalah orang pertama yang mau temenan sama aku! Greeting my name is Adya Citra P, you can call me Adya" ucap Adya girang


"Okey, nice to meet you" ~Eva


"Too, mau makan apa?" ~Adya


"Em apa aja yang ngenyangin" ~Eva


"Gue pesenin bakso sama ice lemon tea ya" ~Adya


"Tanpa gula" ~Eva


"Okey" ~Adya "Bu, bakso sama ice lemon tea tanpa gula nya 2 ya"


"Baik, silahkan ditunggu sebentar" ucap Bu kantin, sambil menunggu pesanan nya sampai mereka mengobrol layaknya teman dekat walaupun baru bertemu sebentar


"Em Dya gue ke toilet bentar ya" ucap Eva disela-sela makannya


"Oke" jawab Adya


Berlarian kecil menuju toilet karena memang ia sudah kebelet lumayan lama, namun iya tahan sebentar karena tidak enak harus memotong cerita Adya yang seperti nya dia membutuhkan teman untuk curhat. Sebelum kembali ia membasuh tangannya di wastafel sambil membenarkan anak rambut yang berantakan terlebih dahulu


Hap...


Tepat saat dirinya keluar dari toilet ada sebuah tangan putih kekar yang menarik nya menuju tempat sepi


"Eh siapa kamu" berontak Eva


Tiba-tiba orang tersebut berhenti menarik nya dan berbalik badan menghadap ke arah Eva. Bisa dilihat wajah tampan Leo dan tercium aroma parfum mint dari tubuh gagah nya yang dapat merilekskan pikiran


Dengan tatapan yang tidak bisa diartikan Leo berjalan maju mengikis sedikit demi sedikit jarak nya dengan Eva


"Leo? Lo mau ngapain hah, awas aja kalo Lo macem-macem ya!" ucap Eva


"Cih dasar pikiran mesum! gue cuma mau ngambil ini" ucap Leo mengambil potongan tisu kecil yang terselip di rambut panjang Eva


"Ooohhh... terus ngapain pake segala tarik-tarik?" ~Eva


"Gak papa, kamu kenal cowok itu?" tanya Leo to the point


"Cowok yang mana?" ~Eva


"Yang tadi sama Lo" ~Leo


"Ya yang mana? banyak ada pasien ruang 1 2 3--" ~Eva


"Yang jadi dokter" ~potong Leo


"Ohhh dia, gue gak tau namanya, dia itu dokter pembimbing gue,. emang kenapa? kamu kenal? kalo gitu siapa namanya? jujur tadi pas Dokter Rira ngasih tau namanya gue gak denger" ~Eva


"Gak gue gak kenal, gue saranin Lo jangan deket-deket sama dia. Gue pergi dulu bay" ucap Leo serius lalu pergi begitu saja


"Haih? dia kenapa sih sikap nya jadi aneh gitu. Terus dia nyuruh gue buat gak deket-deket sama dokter itu, lah gimana? dia kan dokter pembimbing gue, otomatis gue yang butuh kan? au ah" ucap Eva


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Maaf banyak typo and kesalahan😫


Thank you 💕


Love ʕ´•ᴥ•`ʔ


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...