
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sang mentari telah menampakkan dirinya dan menyinari sebagian permukaan bumi dengan cahaya nya yang menghangatkan, namun seorang perempuan cantik baru saja terbangun dari tidur lelapnya setelah menghabiskan pagi indah itu dengan aktifitas yang melelahkan dan cukup menyiksanya
“Emm… aaauuu… jam berapa sekarang?” gumamnya, melirik jam dinding, matanya membulat sempurna saat mengetahui jika waktu telah menunjukkan pukul 2 siang
Buru-buru ia bangun dari tempat tidurnya, namun rasa sakit langsung menjalar di tubuhnya terlebih di bagian **** * nya, seperti terkena sengatan listrik beribu-ribu volt
Gubrak…
Ia terjatuh begitu saja dari atas tempat tidur karena tidak bisa menahan rasa sakit tersebut. Leo yang baru saja masuk kembali kedalam kamar pun langsung terkejut
“Astaga! Eva kamu gak papa?” tanya Leo khawatir, dengan sigap Leo membopong tubuh kecil itu dan meletakkannya di atas kasur
“Aauu… **** sakit sekali” keluh Eva
“Hey, kau kenapa sampai bisa jatuh begitu?” ~Leo
“AAAAAAA… PERGI KAU!!!” teriak Eva spontan dan langsung menutupi tubuhnya yang polos
“Ha kenapa? Percuma saja kau tutup-tutupi, lagian aku juga sudah melihat semuanya” ~Leo
Loading, ya sejenak otak cerdas Eva itu tidak bisa bekerja dengan baik. Memutar kembali memory nya pagi tadi, yang mana berhasil membuatnya blushing dan merasa malu sendiri
“Sudah lah aku mau mandi” Eva menarik selimut untuk membalut tubuhnya
“Yakin tidak butuh bantuan ku?” ~Leo tersenyum jail
“Tidak usah! Eh HEY TURUNKAN AKU, AKU BISA SENDIRI” ~Eva, disaat tubuhnya sudah melayang tinggi akibat ulah Leo
“Mari mandi bersama” ~Leo
“Ha? Tidak-tidak…” ~Eva
Ia langsung melucuti baju nya tanpa rasa malu sedikitpun dan langsung menenggelamkan tubuhnya di bathtub. Eva pun hanya bisa pasrah, melawan Leo yang nota b nya keras kepala? hah itu hanya percuma saja dan hanya akan membuang tenaga secara percuma
Pertarungan kembali terjadi, air hangat yang awalnnya tenang kini berubah menjadi ombak mengikuti alur main mereka berdua. Sungguh hari ini tenaga Eva terkuras habis hanya untuk bertarung dan berusaha mengimbangi permainan Leo yang terbilang agresif
°•°•°•°
“Huuft!!” Eva mendengus kesal pasalnya sendari tadi Leo tidak akan membiarkan nya melakukan apapun sendiri, mulai dari mandi, memakai baju, bahkan untuk menuju ruang makan saja Leo yang membopongnya
“Kalau kau marah seperti itu kau akan bertambah lucu, jadi jangan salahkan aku jika kita bisa berolahraga kembali setelah makan” ~Leo tersenyum simpul
Mata sipit Eva membulat sempurna, tidak puaskan dia dengan apa yang terjadi tadi pagi dan barusan? Huft sangat meenyebalkan! “Tidak aku tidak mau! Apakah kau mau melihat ku kurus kering hah?!” tolak Eva
“Haha tentu saja tidak, sudahlah aku akan menghangatkan makanan ini dulu, tunggu saja disini” ucap Leo kembali membawa makanan yang ada ke dapur untuk dipanaskan kembali
Retina mata Eva mengedar mencari sosok seorang asisten rumah tangga atau orang lain selain dirinya dan Leo, tapi tidak menemukan seorang pun disana hanya ada mereka berdua saja di mension besar itu
“Kau memasak itu semua sendiri?” tanya Eva ragu
“Menurut mu?” tanya balik Leo
“Kau bisa memasak?” Tanya Eva tidak percaya
“Kau meremehkan kemampuan suami tampan mu ini hem? Liat saja betapa sek*i nya aku saat memasak. Aku yakin kau akan terpukau dan merasa beruntung bisa mempunyai suami tampan dan serba bisa seperti ku” ucap Leo
Dengan lihai nya ia memakai apron dan kembali memanaskan makanan yang telah dingin akibat menunggu mereka selesai dengan aktifitas mereka tadi
Benar apa yang dikatakan Leo, bahkan kali ini Eva menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat. Leo terlihat begitu memukau saat ia memasak
Tak lama kemudian, makanan telah mendarat semua di atas meja makan. Mereka memakan semua hidangan yang tersedia itu dengan lahap, untuk mengisi kembali tenaga mereka yang telah terkuras habis
°•°•°•°
Seminggu telah berlalu, Leo mengerjakan semua pekerjaannya dari sana. Sedangkan Eva, dia hanya diam diri di mension besar itu, sesekali mengerjakan pekerjaan rumah meringankan kerja asisten rumah tangga yang hanya akan datang malam hari untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah lalu pergi pagi-pagi sekali
Mereka benar-benar menghabiskan satu minggu itu hanya berdua saja, tanpa gangguan orang lain. Selama satu minggu itu pula mereka mulai mengerti sifat, kebiasaan, dan lainnya dari pasangan mereka itu
Sesuatu yang berbeda dari Leo sungguh membuat Eva terkejut, kemana Leo yang dulu dingin? Sekarang ia hanya melihat Leo yang hangat, perhatiaan, mudah tersenyum, manja, dan satu lagi yang membuat Eva kewalahan jika menghadapi sikap Leo yang satu ini yaitu sifatnya yang mes*m
“Leooo… apakah kita akan tinggal disini terus seperti ini? Lalu bagaimana pekerjaan ku” tanya Eva pada Leo yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya
Kedatangan Eva langsung mengalihkan perhatiannya, menatap sang istri lalu menarik tubuh yang selalu membuatnya ingin memakan tubuh itu setiap hari kedalam pangkuannya
“Kau tidak usah bekerja lagi, aku bisa memenuhi semua kebutuhan mu sayang, kau mau apa, aku akan mengabulkannya selagi aku bisa” ucap Leo sambil menghirup aroma tubuh Eva yang harum
“Hais… tapi aku bosan seperti ini terus, tidak ada pekerjaan yang membuat ku lelah” ~Eva
“Benarkah, aku rasa kau selama ini telah bekerja dan sangat terlihat melelahkan kan” ~Leo
“Bisa tidak, tidak usah membahas hal itu terus. Ah sudahlah aku malas berbicara pada mu!!!” ~Eva, hendak pergi namun langsung di cegah oleh Leo
“Em… baiklah aku minta maaf, kau mau kembali?” tanya Leo yang diangguki Eva “ada sarat nya, temani aku disini, sampai pekerjaan ku selesai, baru besok kita akan kembali” ~Leo
“Benarkah? Ah baiklah, cepat lepaskan aku, aku akan menunggu mu di sofa itu saja” ~Eva
“Siapa yang menyuruh mu menunggu di sofa, diam saja disini!!” ~Leo
“Hais baiklah” lagi-lagi dia hanya bisa pasrah, menemani Leo hingga menyelesaikan pekerjaanya
Sesekali ia iseng melihat apa yang sedang suami nya lakukan, sebuah laporan perusahaan yang begitu banyak berhasil membuatnya geleng-geleng kepala. Ia hanya mengerti sedikit tentang bisnis, dan yang dihadapannya itu sungguh melebihi pengetahuannya di dunia bisnis
Padahal hanya duduk di pangkuan Leo dan hanya menemaninya saja, tapi rasa kantuk tiba-tiba menyerang perempuan itu dan tanpa sadar ia tertidur dengan bersender di dada bidang Leo yang sangat nyaman
“Kekuatan apa yang kau gunakan sampai bisa mengambil hati ku hem? Kau sudah membuat ku tergila-gila pada mu. Aaakkh… aku kenapa sih?!” ucap Leo, lalu memindahkan Eva ke kamar dan ikut tidur siang bersama nya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Like
Vote
Komen
Thank you♡
^^^~Beach Breeze~^^^
...Űť SEE YOU IN THE NEXT EPISODE Űť...