EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 8 Sepeda Baru



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Kini pelajaran olahraga mereka telah selesai, walaupun tadi Eva datang terlambat ia tetap ikut bermain dengan menggantikan temannya yang terkilir. Dengan permainan mereka yang abal-abal lan dan hanya asal bermain saja, tetapi mereka berhasil memenangkan pertandingan nya dengan sekor 2-1. Sungguh sebuah keberuntungan bagi mereka, bisa memenangkan pertandingan itu


Setelah mengganti pakaian mereka masing-masing, mereka kembali menuju kelas mereka. Banyak siswi-siswi dari kelas 11A yang berteriak histeris saat memasuki kelasnya. Bagaimana tidak, tiga orang pria tampan yang sudah lama meninggalkan sekolah tersebut untuk kegiatan pertukaran pelajar di luar negri, kini sudah duduk manis di tempat duduk mereka masing-masing. Ya siapa lagi kalau bukan Leo, Gibran, dan Justin


"Itu ada apaan sih ko kelas kita rame banget?" tanya Zahra


"Entah, liat yuk" ajak Eva


Eva dan Zahra berjalan memasuki kelas mereka, Eva merasa heran saat meja tempatnya duduk itu dikelilingi oleh banyak orang


"Woy ini ada apa, napa pada ngumpul di meja gue?" tanya Eva tapi di abaikan oleh mereka


"Woy!!!" bentak Eva saat merasa dirinya di abaikan


Dengan sekali isyarat dari seseorang yang berada di tengah-tengah kumpulan orang-orang itu, berhasil membuat semuanya langsung memberinya jarak


"Lo, ngapain Lo duduk disitu?!" tanya Eva sedikit sewot


"Orang ini tempat duduk gue, jadi gue bebas lah duduk disini" jawab Leo acuh


"Enak aja itu tempat duduk gue, minggir sana gue mau duduk" ~Eva


"Gak, Lo aja yang pindah" ~Leo


Disaat Eva mau menanggapi ucapan Leo lagi, tapi ia lebih dulu mendapatkan bisikan dari sahabatnya "Hus Va, Lo tau kan Lo lagi berhadapan sama siapa?" bisik Zahra


"Iya gue tau dia Ketos yang paling nyebelin kan" ucap Eva yang membuat Leo membulatkan matanya, sedangkan yang lainnya termasuk Gibran dan Justin terkejut karena baru kali ini ada yang berani mengatai Leo seperti itu, disaat semua orang memuji-muji nya


Leo berjalan mendekati Eva dan menatap nya dengan tatapan elang miliknya


"Apa Lo bilang?!" tanya Leo


"Apa yang gue bilang? Lo itu Ketos yang paling nyebelin, emang kenapa Lo gak terima?" ~Eva


"Untung Lo cewek, coba aja kalo Lo cowok udah gue abisin lu" ~Leo


"Oh ya?" ~Eva


Zahra yang sendari tadi berada di samping Eva, ingin sekali ia menyumpal mulut sahabat nya itu agar ia tak asal bicara seperti itu kepada Leo. Gibran dan Justin sendari tadi senyum-senyum sendiri karena mereka baru pertama kali melihat Leo yang berhasil di buat kesal oleh seorang gadis


Saat Leo ingin mengeluarkan ucapan savage dari mulutnya, tiba-tiba ada Bu Dewi yang masuk dan menggagalkan niatnya itu. Semua murid langsung duduk di bangku masing-masing, sedangkan Leo dan Eva masih berebut tempat duduk, walaupun kursi yang tersedia di situ ada dua


"Gak pokoknya gue gak mau ngalah, gue duluan yang duduk disini, jadi Lo yang harus pindah gue gak mau duduk di deket lu" ucap Eva sambil mendorong tubuh Leo agar pindah dari tempat duduknya sekarang. Sekuat apapun ia mendorong tubuh Leo, itu sama sekali tak ada gunanya bahkan tubuh Leo tak bergeser sedikitpun


"Lo aja yang pindah, emang Lo pikir gue mau duduk sebangku sama Lo heh enggak" ucap Leo


"Iiiiii... pindah" kata Eva


"Eva, Leo, ada apa ini?" tanya Bu Dewi


"Ini Bu dia gak mau pindah, ini kan tempat duduk saya" protes Eva


"Enak aja Lo aja yang pindah gue mah ogah" ~Leo


"Sudah sudah diam semuanya! Eva, Leo kalian duduk itu kan ada dua kursi. Ibu tidak menerima penolakan apapun, cepat duduk!" perintah Bu Dewi


Dengan terpaksa Eva dan Leo pun harus duduk satu meja. Padahal asalkan Eva tau, banyak yang ingin diposisinya saat ini, duduk satu meja bersama Ketos yang sangat tampan dan pandai adalah impian semua siswi di sana. Selama pelajaran berlangsung, mereka memperhatikan setiap yang diajarkan oleh guru mereka dengan seksama, mencatat hal-hal yang penting, dan berusaha menjawab pertanyaan yang Bu Dewi lontarkan


SKIP PULANG SEKOLAH. Eva dan Zahra berjalan menuju halte bus yang berada di depan sekolah untuk menunggu jemputan dan Eva yang menunggu bus nya. Ternyata disana mereka melihat ada seorang anak lelaki dengan baju seragam SD sedang duduk termenung


"Loh Dek Lo ko bisa ada disini?" tanya Eva


"Eh Kaka udah keluar, iya adek sengaja nungguin Kaka disini buat pulang bareng" jawab Aldi


"Sejak kapan?" tanya Zahra


"Sejak jam setengah satu" ~Aldi


"Buset lama juga" ~Zahra


"Aaaa... lu emang adek gue yang paling gue sayang" Eva mencubit pipi chubby milik adeknya itu


"Lo Kaka gue yang paling ngeselin" ~Aldi yang membuat aktivitas Eva berhenti dan langsung menatap tajam nya


"Bwhahaha... secepet ini kah kau kena karma nya Eva Hahaha... makannya tadi Lo jangan asal ceplas ceplos sama Ketos, kena semprot sama adek sendiri kan" ~Zahra


"Kalian itu memang gak ada akhlak nya, bay" ~Eva memasuki bus yang kebetulan sudah berhenti di depan halte bus tersebut


"Yeee... marah" ~Zahra "Kita berhasil bro" Zahra dan Aldi pun saling bertos


"Yoi Ka, eh Aldi masuk bus dulu ya Ka nanti ketinggalan" ~Aldi


"Hati-hati" ~Zahra


"Iyaaa..." ~Aldi


Aldi dan Zahra memang suka membuat Eva kesal, karena menurut mereka saat Eva kesal/marah akan terlihat lucu. Tak berselang lama setelah bus tersebut pergi, mobil jemputan nya pun sudah datang


"Assalamualaikum" ucap Eva dan Aldi


"Waalaikumsalam, udah pulang toh. Sana bersih-bersih dulu" ucap Riko


"Iya Pah" ~Eva dan Aldi


"Mamah kemana Pah?" tanya Aldi


"Mamah ada di rumahnya Bu Vanya" ~Riko


"Oh oke" ~Aldi


Sesuai perintah Riko, mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka, mengganti baju, lalu mengerjakan tugas rumah mereka bersama-sama di ruang tengah


"Ka ajarin yang ini, gue gak bisa jawabnya" ucap Aldi


"Itu cuma tinggal di kali abis itu di bagi dua doang ko, masa gak bisa" jawab Eva yang sedang fokus mengerjakan tugas fisika nya


"Iya adek tau dikali abis itu di bagi dua, tapi masalahnya pake angka yang mana? banyak nih" ~Aldi


"Coba kerjain dulu sebisanya, nanti kalo dah selese Kaka cek" ~Eva


"Ah Kaka mah" ~Aldi


Muncul suara dari benda pipih yang ada di atas meja mereka yang menandakan adanya sebuah panggilan masuk. Dengan cepat Eva mengangkat telfon tersebut


📱


"Iya Mah ada apa?" tanya Eva


"Sayang, Mamah boleh minta tolong gak?" tanya Lusi


"Minta tolong apa Mah?" ~Eva


"Tolong ambilkan dompet Mamah di atas meja kamar Mamah ya, dan anter ke rumah Bu Vanya. Bisa kan?" ~Lusi


"Ya mah nanti Eva anterin, tapi Eva selesein tugas sekolah ku dulu ya tinggal satu nomer lagi nanggung" ~Eva


"Gak masalah, makasih ya nak" ~Lusi


"Sama-sama mah" ~Eva


📱


"Ada apa Ka?" ~Aldi


"Itu tadi Mamah minta tolong buat anterin dompetnya ke rumahnya Bu Vanya" ~Eva


"Oh" ~Aldi


"Nah selese juga, Kaka pergi anterin dompet nya Mamah dulu ya" ~Eva


"Kalo Kaka pergi nanti siapa yang cek pr gue" ~Aldi


"Ntar abis pulang dari rumahnya Bu Vanya, Kaka cek" ~Eva


"Oh yaudah, sana pergi gih" ~Aldi


"Dih ngusir lo?" ~Eva


Eva mengambil dompet sang Mamah dari kamar dan menaruhnya di tas ransel kecilnya. Rencananya ia akan ke rumah Bu Vanya dengan berjalan kaki, tapi saat di depan rumah ia terkejut dengan terparkir nya dua sepeda yang masih sangat bagus




"Ini sepeda siapa ko bisa ada disini? eh bentar tapi ko kaya pernah liat ya" ucapnya


"Eva, kenapa?" tanya Riko tiba-tiba


"Gak Pah Eva cuma bingung aja kenapa ada sepeda di halaman kita, emang ini punya siapa Pah?" ~Eva


"Itu sebenernya punya Mba Titis sama Mas Bayu yang udah gak dipake, terus mereka kasih buat kita katanya buat kamu sama Aldi tu sepeda" ~Riko


Mba Titis dan Mas Bayu adalah Kaka sepupu Eva dan Aldi dari Papah mereka yaitu Riko. Saat ini untuk umur nya Mba Titis adalah sekitar 24 tahun, ia sudah lulus kuliah dan sudah bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit. Sedangkan untuk yang namanya Mas Bayu dia masih berumur 20 tahun nan ia juga sedang kuliah di salah satu universitas di Indonesia


"Wah benarkah Pah?" ~Eva


"Iya sayang" ~Riko


"DEK!!! ADEK SINI DEH BENTAR!!!" ~Eva


"Apa sih Ka ganggu aja, Woaaaah... ini sepeda siapa bagus banget" ~Aldi


"Ini sepedanya Mba Titis sama Mas Bayu buat kita" ~Eva


"Beneran buat kita Ka, Pah?" ~Aldi


"Iya" ~Riko


"Oh ya Pah sampe lupa Eva berangkat ke rumahnya Bu Vanya ya mau anterin dompet Mamah yang ketinggalan. Eva pake sepedanya boleh?" ~Eva


"Iya boleh lah, hati-hati jangan ngebut-ngebut" ~Riko


"Ka ikut" ~Aldi


"PR kamu udah selese?" ~Eva


"Belum, ntar aja pulangnya" ~Aldi


"Kerjain dulu baru boleh pergi" ~Eva


"Iya benar kata Kaka mu, selesaikan dulu PR mu" ~Riko


"Yaudah deh" ~Aldi


"Eva pergi dulu ya, Assalamualaikum" ~Eva


"Waalaikumsalam" ~Riko dan Aldi


Jadilah Eva pergi ke rumah Bu Vanya, tempat dimana Mamahnya sedang bekerja sebagai asisten rumah tangga menggunakan sepeda yang baru ia dapat. Ya walaupun bukan sepeda baru, tapi sepeda tersebut masih terlihat bagus dan masih layak pakai


Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Eva mengayuh sepeda tersebut dengan kecepatan sedang. Angin nakal yang menerbang-nerbangkan rambut panjang nya ia biarkan begitu saja. Di sepanjang perjalanan, banyak laki-laki yang terpesona akan kecantikan Eva, bahkan ada yang secara terang-terangan bertanya siapa namanya, meminta nomor ponselnya, dll


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favorit kan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...