EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 20 Kuntilaknat, Kuntilang, dan Kuncilang



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


SEHARI SEBELUM PERGI BERKEMAH


"Dorrr..." teriak Zahra yang berencana mengagetkan Eva, dan ya dia berhasil


Gubrak.....


Eva yang saat itu sedang memarkirkan sepedanya pun tanpa sengaja melepas begitu saja sepedanya yang belum ia setandar kan hingga sepeda tersebut jatuh, untung tidak sampai rusak


"Hahaha... annyeong my friends, I am comeback nih, setelah seminggu lebih gue pergi. Do you miss me?" ucap Zahra


"No!" jawab Eva ketus, sebenarnya ia senang, rindu, dan ingin sekali memeluk sahabatnya itu, namun karena dia telah membuatnya kesal di pagi hari yang cerah jadilah ia berpura-pura dulu


"Yeee... jahat banget sih Lo, gue kangen banget tau sama Lo eh Lo nya malah sebaliknya. Apa jangan-jangan Lo punya sahabat lain selain gue? dan Lo gak nganggep gue sahabat Lo lagi ya?" ~Zahra


Pletak.....


Sebuah jitakkan keras mendarat tepat di dahi Zahra yang membuat sang empu mengerang kesakitan "Kalo ngomong disaring dulu napa! ya mana ada gue gak kangen sama Lo dan kalo pun gue punya sahabat lain pasti gue kenalin ke Lo, gue cuma kesel aja pagi-pagi Lo udah bikin gue jantungan" ~Eva


"Aaaa... sini peyuk" ~Zahra


"Gak usah di buat-buat deh, geli tau gak" ~Eva


Akhirnya dua teletubbies eh maksudnya dua sahabat itupun berpelukan dengan erat bahkan sampai muter-muter dan loncat-loncat kegirangan, seakan tak mau berpisah lagi


"Oh ya selama gue pergi Lo gak di apa-apa in kan sama Batu dkk?" ~Zahra


"Batu? siapa batu?" ~Eva


"Itu loh si nenek-nenek lampir, Ratu dkk" ~Zahra


"Ooo...Ratu, enggak ko mereka gak macam-macam sama gue" ~Bohong Eva


"Jangan boong Lu! Lo pikir gue gak tau hah?!" ~Zahra


"Iya iya Lo tau aja si kalo gue lagi boong, dan ya emang Lo berani ngelawan mereka?" ~Eva


"Enggak juga sih, tapi kalo mereka sampe ngelukain orang yang gue sayang, gue bisa berubah menjadi wonder woman" ~Zahra


"Baiklah wonder woman ku sayang, walaupun gak ada orang yang suka sama kita karna mereka cuma manfaatin kita doang, kita akan selalu berjuang dan menjaga satu sama lain oke" ~Eva


"Of course, kita abaikan saja mereka yang memiliki sifat kaya bunglon gara-gara si batu sialan itu, biar nanti mereka yang sadar sendiri siapa yang salah, siapa yang benar" ~Zahra


Berjalan berdua sambil bergandengan tangan dengan senyum yang merekah di bibir mereka berdua, membuat mereka terlihat cantik bak bidadari. Banyak yang terpesona dengan mereka berdua, namun saat mengingat akan ucapan Ratu dkk tentang mereka, seketika langsung merubah kekaguman menjadi ketidaksukaan


Baru saja ingin mendaratkan bokong mereka pada sebuah permukaan kursi, namun sebuah suara berat mengehentikan niatan mereka


"Lo sama Lo ikut gue! bawa buku catatan absen" perintah Leo pada Eva dan Zahra, mereka berdua saling memandang satu sama lain hingga akhirnya mereka mengikuti Leo dkk pergi menemui anggota OSIS yang lain


"Oke seperti biasa, kita bagi tugas dan kelompok. Para cewek-cewek nulis siapa aja nanti yang telat, terus yang para cowok bantuin, paham?!" ~Leo


"Yaaa..." ~All


"Kelompok seperti biasa" ~Leo


"Lah ganti ngapa bosen tau sama dia mulu, kali-kali napa di acak lagi atau kalo gak milih sendiri gitu" protes salah satu anggota OSIS yang disetujui oleh yang lainnya


"Hah~ yasudah terserah kalian aja" ~Leo


"Oke gue aja yang nentuin kelompok nya. Ekhem... kelompok satu Gue, Justin + (lima orang). Kelompok dua Gibran + (lima orang). Kelompok tiga Zahra + (lima orang). Nah tersisa Lo berdua, jadi Lo berdua aja ya" ~Justin


"Ha!!! gue sama cewek aneh / cowok nyebelin ini?! gak gua gak mau" ~Leo dan Eva


"Ini namanya gak adil!!!" ~Eva


"Gak adil gimana? adil-adil aja ko ya gak temen-temen? kalo tetep gak adil tinggal panggil aja Adil kesini" ~Gibran


"Yaps" ~All


"Udah deh lagian kan kalian Ketu sama Seker, jadi harus nyontohin yang baik-baik buat yang lainnya. Mending kita langsung terjun ke TKP dah jam segini nih, yok" ~Gibran


Mereka pun berpencar sesuai kelompok masing-masing, ada yang menuju pintu gerbang utama, kesamping kanan gedung sekolah, kesamping kiri gedung sekolah, dan yang tersisa hanya belakang sekolah itu adalah bagian dari Eva dan Leo


Sampailah mereka berdua di bagian belakang sekolah, tempat dimana paling banyak murid-murid yang berangkat telat lewat situ untuk masuk sekolah. Sebuah tembok besar yang menjulang tinggi ke atas membuat tempat disana sedikit gelap dan menyeramkan


"Perhatiin yang bener, jangan sampe ada yang lolos" ucap Leo yang sedang bersembunyi di balik semak-semak bersama Eva


"Iya bawel" balas Eva


Dari balik dinding itu terdengar suara beberapa orang yang sedang berbisik-bisik, tak lama kemudian ada tiga anak laki-laki yang diketahui berasal dari kelas 11 D dan satu nya berasal dari kelas 12 A. Mereka bersamaan memanjat pagar tersebut, sambil celingak-celinguk memantau adakah orang disekitar situ atau tidak


"Nah tu sasaran masuk, kita kerjain aja gimana?" ~Eva


"Kerjain gimana?" ~Leo


"Lo tinggal ikutin rencana gue aja, bentar. Eh minjem hp Lo sini" ~Eva saat merogoh sakunya, namun tak menemukan benda pipih yang ia cari


"Buat apa?" ~Leo


"Udah sini, kelamaan keburu kabur mereka nya" ~Eva yang langsung merebut ponsel Leo dari tangan sang empunya "Ini password nya apaan?" ~Eva


"Makannya jangan asal ambil-ambil, nih inget jangan buka-buka apk prib gue" ~Leo


"Iya" ~Eva, ia langsung mencari di sebuah aplikasi berwarna merah 'Suara Kuntilanak'


Hihihi... hihihi.... hihihi...


"Bentar tu suara paan? ko merinding ya" tanya salah satu dari mereka


"Itu mah suara Mba kun... ti... lan... lanak"


"Hah? coba ulangi kata-kata Lo tadi"


"Mba Kuntilanak"


"Oh Kuntilanak" ~Dengan muka polosnya


"WHAT!!! APA KUNTILAKNAT"


"Salah be*o Kuntilang"


"Kalian semua be*o, oon. Kuntilanak anj*r. KABUR WOY KEBURU KITA DI APA-APA IN SAMA SI MBA KUNCILANG ITU!!!"


Nasib tak berpihak kepada mereka, disaat mereka hendak kabur kerah baju mereka dan tangan mereka ditarik oleh seorang dari belakang. Siapa lagi kalo bukan Leo dan Eva, Leo memegangi kerah kedua siswa dari kelas 11 D, sedangkan Eva memegangi pergelangan tangan Kaka kelasnya


"Huwaaa... ampun Mba Kuntilang gue masih pen hidup"


"Iya sama, gue juga belum nikah cari pasangan yang lain aja ya, masih banyak ko cogan di sekolah ini selain kita"


"Gue janji deh gue gak bakalan dateng terlambat lagi asal Lo lepasin gue, kalo mau bawa mereka berdua aja, gue ikhlas ko"


"Heh ko gitu sih Ka"


"Biarin yang penting gue bisa selamet"


"Kalian itu udah SMA apa masih balita si?! ngucapin Kuntilanak aja gak bener-bener!" ~Leo


"Dari suaranya sih orang" ~Bertiga menengok ke belakang dan mendapati Leo dan Eva yang ternyata memegangi mereka


"Kaka dan kalian berdua akan dicatat sebagai murid yang terlambat!" ~Eva


"Heh siapa Lo?! berani Lo sama gue?! dasar jala*g"


"Dia sekertaris gue, keruang BP sendiri atau gue seret" ~Leo tegas


"Iya, yok lah ges"


Mereka berjalan santai menuju ruang BP sambil bersiul. Leo masih mengawasi mereka bertiga hingga tak bisa di lihat oleh matanya lagi. Saat ia menengok kesamping nya, ia melihat Eva yang sedang menundukkan kepalanya


"Emang ada apa sih sebenernya, sampe gue sering denger Lo sama temen Lo itu dikatain jala*g?" ~Leo


"Gak papa" ~Eva


"Ha? itu udah termasuk pembulian tau gak? kecuali kalo emang Lo..." ~Leo


"Enak aja, gue udah pernah bilang gue itu bukan tipe cewek kaya gitu!" ~Eva


"Ya terus?" ~Leo


"Terus nabrak, udahlah gue mau ke kelas kalo Lo mau ikutan telat ya monggo, gue masuk dulu" ~Eva


"Emang dasar cewek aneh, kadang sok berani, kadang nciut, hadeh yang bener yang mana si?" ~Leo


"Asal Lo tau, mereka tu cuma bersikap kaya gitu cuma di depan Lo sama guru-guru doang, cuma Cici yang percaya sama gue dan Zahra" batin Eva


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


MASUK KELAS


Seperti biasa mereka akan duduk di bangku masing-masing, tanpa memperdulikan Leo yang sedang tidur dengan kepala di atas meja, Eva duduk lalu menghadap ke belakang untuk mengobrol dengan Zahra dan Cici


"GUYS!!! GUYS!!! GUYS!!! GUE PUNYA BERITA BAGUS BUAT KALIAN!!! hah..." teriak seorang siswi yang diketahui namanya adalah Siska dengan suara cempreng nya yang menggelegar


"Apaan sih Sis suara Lo itu bikin kuping gue bud*g tau gak"


"Masa bodo mau bud*g ke mau pecah ke terserah, yang penting gue punya kabar membahagiakan sepanjang masa" ~Siska


"To the point" ~Justin


"Ok ok, kabar bahagia itu adalah... HARI INI KITA JAMKOS!!!"


"WHAT!!!?"


"Yeah"


"Yuhuuuuu... bebas"


"Indahnya dunia ini, bisa sehari terlepas dari tugas"


"Asik bisa mabar"


"Kuy lah kita mabar sepuasnya"


"Tidur sepuasnya"


"Kantin, makan gue yang teraktir"


"Cap cus kantin, pesen makanan sebanyak-banyaknya, mumpung gratis nih bro"


"Va, Ci, ke rooftop yuk" ajak Zahra


"Yuk lah" jawab Cici


"Tumben mau, biasanya 'Enggak lah, bacaan gue masih numpuk, pr gue belum dikerjain'" ucap Eva


"Yeee... gak boleh po, yaudah gak jadi!" ~Cici


"Ulululu... ngambekan banget sih, dah yok langsung aja cap cus" ~Zahra


Cici :


{ Chou Tzu-yu / Tyuzu (Twice) }



SKIP SAMPAI ROOFTOP. Angin yang bertiup merdu menerbang-nerbangkan rambut mereka, suasana yang tak terlalu panas membuat keadaan di rooftop terasa begitu nyaman dan menenangkan


"Ternyata kaya gini ya rasanya berdiri di rooftop, udaranya seger banget" ucap Cici


"Hem... makannya kalo kita ajak kesini tu mau! jangan asik belajar mulu, bukannya gue ngelarang Lo buat belajar tapi tubuh Lo juga butuh istirahat jangan di forsir terus" nasihat Eva


"Iya iya makasih ya" ~Cici


"Ci, Lo gak malu atau gimana gitu deket-deket sama kita berdua?" tanya Zahra


"Kenapa harus malu? sebenernya gue tau kalo kalian itu gak seperti yang diomongin orang-orang, kalian itu orang baik, cuma aja kalian lagi difitnah ya kan?" ~Cici


"Ya gitu lah" ~Eva


"Gue heran sama kalian, bukannya kalian punya bukti kenapa gak langsung aja tunjukkin ke semua orang kalo kalian itu gak salah" ~Cici


"Biar waktu aja yang nentuin, oh ayolah kita kesini bukan buat bahas ini, kita kan mau senang-senang disini jadi jangan bahas itu, oke!" ~Zahra


"Gue setuju... Ci, mau jadi temen kita gak?" ~Eva


"Seriusan???" ~Cici


"Iya, em kalo gak mau juga gpp ko kita ngerti" ~Zahra


"Jelas gue mau lah, gue pengin banget punya temen tapi selama ini gak ada yang pernah ngajakin gue temenan" ~Cici


"Yeyyyy... temen kita nambah satu" ~Eva dan Zahra


Ditemani oleh beberapa bungkus cemilan dan minuman yang Zahra bawa dari rumah lebih tepatnya lagi makanan tersebut adalah oleh-oleh dari Zahra sewaktu ia pergi kemarin. Mereka mengobrol, bercanda, tertawa, saling menjahili satu sama lain, dll yang membuat mereka bahagia


Tak terasa hari semakin panas, jadilah ketiga sahabat itu pergi meninggalkan rooftop dengan membawa sampah-sampah bungkus jajan mereka tadi untuk dibuang di tempat sampah


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favoritkan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...