EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 52 You Are My Most Beautiful Sunset



...πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏ...


Air mata terus mengalir tanpa ada suara yang mengiringi, Eva masih melamun di kamar memeluk guling dengan erat. Matanya sembab, hidung dan matanya memerah, tetapi bibirnya pucat. Dari arah pintu masuklah Lusi membawa nampan berisikan makanan dan minuman


"Sayang, makan dulu ya kamu belum makan loh dari pagi, nanti kamu sakit Mamah suapin mau?" tanya Lusi


"....." sama sekali tidak ada jawaban dari Eva, ia masih sama tetap diam dan melamun


"Huf~ sayang kamu gak boleh kaya gini, justru kalo kamu kaya gini Pangeran bakalan sedih. Ingat semua yang kita miliki bukan lah milik kita seutuhnya, Allah lah pemilik dari segalanya. Kamu harus ikhlasin Pangeran ya Nak, kalo Pangeran liat kamu kaya gini pasti dia bakal sedih, kecewa, dan merasa bersalah, karena ia sudah membuat kamu jadi kaya gini" nasihat Lusi


"Tapi Mah... Eva sayang sama Pangeran" ucap Eva lirih


"Mamah tau, semua orang sayang sama Pangeran. Kalo kamu sayang sama dia, buktikanlah dengan cara kamu harus kuat dan ikhlasin dia ya" ~Lusi


"Sekarang makan dulu, Mamah suapin. Mau gak ikut ke pemakaman? kalo gak kuat jangan dipaksa" ~Lusi


"Gak Mah, Eva akan tetep ikut!" ~Eva


"Yaudah makan dulu, baru kamu boleh ikut" ~Lusi


Walaupun tidak nafsu, Eva memaksakan untuk mengunyah dan menelan makanan tersebut, hanya 2 suapan sendok yang berhasil lolos ke mulut Eva


"Satu lagi ya, Aaa" ~Lusi


"Gak mau Mah, Eva udah kenyang" ~Eva


"Yaudah yang penting perut kamu udah ada isinya sedikit, ganti baju sana Mamah udah bawa baju ganti kamu. Mamah mau kebawah lagi, nemenin Mamah Risa" ~Lusi, yang hanya dibalas anggukan oleh Eva


"Kuat-kuat ya sayang!" ~Lusi


Ya tadi setelah Riko dan Lusi mendapat kabar duka tersebut, tanpa berpikir panjang lagi mereka berdua langsung izin dari pekerjaan mereka dan segera menuju mension Wiliam. Disana mereka bantu-bantu tuan rumah yang saat ini sedang berduka dan tidak bisa mengurus semuanya sendiri. Riko yang tengah sibuk mengurus ini itu, sedangkan Lusi sendari tadi menemani sahabat nya menenangkan sahabat yang baru kehilangan anak semata wayangnya. Risa telah mempercayakan semuanya kepada Riko suami Lusi, ia bingung kepada siapa lagi ia meminta tolong, saudara? semua saudaranya jauh. Untung saja ada Lusi dan Riko yang siapa membantu, jadi bebannya berkurang


"Hiks~ hiks~ Lus, anak ku... cuma dia yang aku punya, dan sekarang dia udah gak ada hiks~" ucap Risa sesenggukan, entahlah sudah beberapa kali ia pingsan dan bangun sendari tadi


"Iya Ris sabar ya, aku ngerti perasaan kamu, Pangeran juga udah aku anggap anak aku sendiri, tenang aja kamu masih punya aku. Kamu masih inget kan apa yang kita bilang dulu, 'anak ku anak kamu juga' jadi kamu masih punya Eva sama Aldi" ucap Lusi


"Makasih, maaf juga aku jadi ngerepotin kamu sama suami kamu" ~Risa


"Gak ada yang direpotin, kita keluarga udah semestinya kita saling bantu" ~Lusi


"Mah..." panggil seorang lelaki tampan menghampiri Risa, dia adalah Alby ayah Pangeran. Dia baru saja tiba di Indonesia, setelah mendengar berita duka itu semalam ia langsung terbang dari Mesir ke Indonesia meninggalkan seluruh pekerjaan nya disana. Di pikirannya sekarang hanyalah Pangeran Pangeran dan Pangeran, anak semata wayangnya


"Pah... hiks~ hiks~ Pangeran Pah, Pangeran udah--" ~Risa berhamburan menuju pelukan sang suami


"Maafin Papah Mah, gara-gara Papah nyuruh Pangeran pergi ke luar kota dan sekarang jadi kaya gini. Ini semua salah Papah, Papah macam apa aku ini?!!!" ~Alby


"Bukan, ini bukan salah siapa-siapa, kamu gak salah ini semua udah takdir anak kita" ~Risa


"Tapi..." ~Alby


"Yang di ucapkan Mba Risa bener Mas, Mas gak salah ini udah takdir" ucap Riko yang turut menghampiri mereka berniat untuk meminta izin untuk membawa Pangeran ke tempat peristirahatan terakhirnya


"Rik, Lusi, makasih ya udah dateng bantu-bantu, maaf jadi ngerepotin" ~Alby


"Gak ngerepotin ko Mas, oh ya katanya pihak pemakaman sama mobil udah siap. Apa kita berangkat sekarang?" tanya Riko hati-hati


Tangisan dari Risa kini semakin pecah, kala mendengar anaknya akan dikebumikan sebentar lagi, yang berarti sebentar lagi ia sudah tidak bisa bertemu anak nya lagi


"Tunggu sebentar, aku ingin melihat anakku sebentar untuk terakhir kalinya" pinta Alby


"Sayang maafin Papah ya, terimakasih udah jadi anak yang baik buat Papah sama Mamah selama ini, udah jadi pelipur hati Papah sama Mamah, maaf belum bisa bahagiain kamu, tenang-tenang ya nah disana. Mamah sama Papah sayaaaang sekali sama kamu" ucap Alby menatap anaknya yang sudah terbungkus rapat oleh kain putih, ia terlambat datang jadi dia sudah tidak bisa melihat wajah tampan putranya itu


"Insyaallah, kami sudah ikhlas, mohon bantuannya" ~Alby


"Tunggu" disaat mereka ingin menutup dan membawa Pangeran, seorang gadis menggenakan gamis putih turun dari atas tangga. Sebenarnya ia tengah menangis namun air matanya tak keluar, mungkin sudah habis saat ia menangis tadi. Ia berjalan menghampiri Pangeran, sambil memaksakan tersenyum walaupun hatinya sedang hancur


"Tenang-tenang ya disana, makasih udah jadi sahabat, kekasih, sekaligus pelindung bagi ku, sekarang aku udah gak bisa liat wajah tampan kamu lagi tapi kamu tetep ada di hati ku. Entahlah aku bingung harus bicara apa lagi sama kamu, semua kata-kata ku hilang seketika. Oh ya satu hal lagi, I... Love... You... Pangeran Wiliam, thank you my prince, good bay and see you" ucap Eva, perlahan Eva membalikkan badannya menghampiri Lusi dan Risa


"Kalau begitu kami izin membawa beliau ya"


"Iya Pak, hati-hati, ayo Mah, Mba, Eva, kita ke mobil" ~Alby


Skip sampai pemakaman~


Melihat perlahan demi perlahan tubuh Pangeran dimasukkan kedalam liang lahat, membuat mereka menangis tersedu-sedu, bahkan Risa sampai pingsan lagi tak kuat melihat anaknya pergi. Eva dan Lusi yang disampingnya pun dengan sigap menangkap tubuh Risa, dengan bantuan orang mereka membawa Risa duduk di kursi yang telah disediakan


Tanah-tanah mulai di masukkan kembali ke dalam liang lahat, membuat semua yang ada di dalamnya tertutup. Kini sebuah gundukan tanah tersebut penuh dengan karangan dan taburan bunga-bunga, berarti banyak orang yang menaburkan dan memberi bunga pada makan Pangeran


Merasa sudah sepi dan bergantian dengan Alby, Eva berjalan maju sambil membawa sepasang bunga mawar putih dan merah. Diletakkan nya bunga tersebut di atas gundukan makam Pangeran. Hanya diam dan menangis saja yang dilakukan Eva, mulutnya terkunci dan kunci tersebut seakan ikut terkubur di dalam tanah tersebut. Cukup lama ia terduduk di atas tanah tanpa beralaskan apa-apa, menghiraukan bajunya yang kotor terkena noda tanah liat


"Sayang pulang yuk" ajak Riko, ya hanya ada mereka berdua yang masih berada disana, sedangkan lainnya sudah pulang kerumah masing-masing


"Iya Pah sebentar" jawab Eva "Pakai ini ya" ucap Eva sambil melepas syal yang ia kenakan lalu mengikatkan syal tersebut di nisan Pangeran


"Aku pulang dulu, aku akan sering-sering dateng kesini kalo ada waktu luang. Ayo pah kita pulang" ~Eva


Langkah kaki terasa berat meninggalkan seseorang yang telah mengisi hatinya, namun ia harus ikhlas


Malam harinya di rumah Riko~


πŸ“’πŸ“’πŸ“’


^^^(tanggal) ......... , ...... ................. .........^^^


Dulu kamu pernah bilang 'aku tidak ingin seperti sunset, yang datang membawa keindahan lalu dengan cepat pergi begitu saja' kan? tapi kenapa sekarang kau melakukan itu padaku


Aku tau kau bukan lah milik ku dan sekarang kau sudah bersama pemilik mu yang sebenernya. Meskipun berat mengikhlaskan mu pergi, tapi aku akan berusaha untuk itu. Pangeran Wiliam, terimakasih sudah hadir di kehidupan ku, mewarnai kehidupan ku walaupun hanya sebentar, menjaga ku, mencintai ku, dan lainnya. Maaf atas segala kesalahan yang aku perbuat kepadamu, aku harap kau bahagia disana


You are my most beautiful sunset, Pangeran. Love you so much, thanks again for everything...


^^^Eva Aurora^^^


πŸ“’πŸ“’πŸ“’


Tulis Eva dalam buku diary nya, dari arah cendela kamarnya ia melihat bulan bersinar terang ditemani berjuta-juta bintang. Di langit-langit yang gelap itu ia seakan melihat wajah Pangeran sedang tersenyum ke arahnya, satu persatu kenangan kini berputar di otak Eva, entah harus bahagia atau sedih saat kenangan tersebut berputar


...πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏπŸ‚πŸŒΏ...


like, vote, komen...


Thank you πŸ€—


^^^~Beach Breeze~ ^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...