
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Banyak yang mereka lakukan disana, berfoto-foto, membeli pernak-pernik / sofenir, makan, mendapatkan banyak ilmu baru, dan lain sebagainya. Mengingat waktu yang hanya 3 jam, itupun belum terpotong dengan berbagai kegiatan lainnya, mereka harus melakukan segala sesuatunya dengan cekatan
Mereka kembali berkumpul menuju parkiran bus tepat pukul 5 sore, namun ada juga yang melebihi waktu tersebut
"Ayo cepat anak-anak, nanti kita kemalaman pulangnya!!" ucap Bu Dewi
"Udah semua belum?" tanya Pak Badrun
"Belum kayanya Pak, tadi saya liat masih ada yang lagi beli-beli gitu" jawab salah satu siswa
"Tolong susulin ya, suruh cepat kita mau berangkat ini" ~Pak Badrun
"Baik Pak" ~Siswa
Setelah semua berkumpul dan masuk ke dalam bus masing-masing, barulah perjalanan dimulai. Baru saja bus berjalan namun dari belakang terdengar keributan antara dua orang siswi yang tengah berebut tempat duduk
"Kalian berdua diam, duduk di tempat masing-masing!" ~Bu Dewi
"Bu dia udah rebut tempat ku"
"Enak aja gue duluan yang disini, ngaku-ngaku aja lu"
"Gak pokoknya gue yang disini, minggir Lo!!"
"Gak bakal!"
"Astaga DIAM!!!. biar adil Ibu akan merubah semua posisi duduk kalian. Pak bisa berhenti sebentar?" ~Bu Dewi
Bus pun berhenti di pinggir jalan sebentar untuk memberikan Bu Dewi kesempatan mengatur kembali tempat duduk mereka
"Zahra, Gibran, dan Mita duduk di depan bagian bangku 3" ~Bu Dewi
"Loh Bu, ko semuanya ikut di rubah si Bu" ucap Zahra tak terima
"Biar adil Zahra, sudah ibu tidak menerima penolakan! Leo dan... em Eva duduk di depan bagian kursi 2" ~Bh Dewi
"Haih??" ~Eva
"Cepat-cepat!! Cici, Baruna, sama Justin di belakang Zahra, Gibran, Mita ya. dan bla bla bla..." ~Bu Dewi
"Ya Bu..." jawab mereka malas
Semua telah duduk ditempat yang telah ditentukan oleh Bu Dewi, bus pun telah berjalan kembali menuju K'Internasional High School
Eva POV~
Kini diriku sedang memandang keluar cendela, ya tempat duduk ku di samping cendela dan sebelahku Leo yang tengah asik dengan dunia tidurnya sendiri
Kulihat banyak kendaraan motor, mobil, becak, atau pun sepeda sedang berjalan menuju tujuan masing-masing. Tinggi bus ku yang melebihi kendaraan-kendaraan tersebut membuat ku menatap kendaraan tersebut kecil, tapi setelah melihat ada kendaraan yang melebihi bus ini aku sadar jika kita tidak boleh memandang seseorang remeh, bisa saja mereka mempunyai kelebihan yang tak terduga. Aku juga sadar jika diatas langit masih ada langit dan aku tidak boleh sombong dengan apa yang aku punya saat ini, cukup syukuri dan nikmati, itulah nasihat yang aku tunjukan pada diriku sendiri
Entah kenapa air mataku tiba-tiba mengalir begitu saja dari kedua pelupuk mata ku, bak air terjun. Aku masih saja terbayang-bayang akan senyum manis Pangeran, harum tubuhnya, perhatiannya, pelukannya yang membuat ku nyaman, dan suaranya yang menurutku merdu
Rindu, apakah itu yang sedang aku alami sekarang? memang benar aku rindu itu semua, andai saja waktu bisa diputar kembali tapi itu tidak mungkin. Aku harus mengikhlaskan nya agar ia bisa bahagia di atas sana. Cinta itu tidak harus memiliki, melihat atau membuat orang yang kita cintai itu bahagia jauh lebih berharga
"Pangeran, I love you... and will continue like that" ucap ku lirih
Orang yang telah berhasil membuat kita bahagia, adalah orang yang akan membuat kita sakit pula, itu lah yang aku alami sekarang ini
Kulihat temanku ah salah namun sahabat ku yang tengah memasang muka masam, dan kulihat Gibran yang sedang berusaha menyingkirkan Mita dari pundaknya. Hal tersebut berhasil mengukir senyum tipis di bibir ku, mereka sangat lucu!! Namun saat melihat orang di samping ku, dengan cepat aku langsung merubah ekspresi ku dan menghapus jejak air mata di pipi ku
"Cengeng!!" ucap nya, aku juga menyadari hal itu aku memang cengeng, lemah, tapi aku harus berusaha lebih keras lagi untuk menutupi itu semua dari semua orang. Aku tidak mau menunjukan sisi rapuh ku kepada mereka apalagi kepada orang yang tak menyukai ku
"Biarin, air mata gue sendiri, mata-mata gue sendiri bukan punya Lo" ucap ku
"Cihhh..." kulihat ia mengambil ponsel di saku celananya lalu mengetikkan beberapa huruf ke nomor yang tidak ku ketahui. Khawatir jika ketahuan sedang mengintip aku pun langsung mengalihkan pandangan ku, jika saja aku ketauan bisa-bisa malu sendiri
Kembali aku memandangi pemandangan di luar yang mulai berubah gelap, karena sang mentari yang kembali menyembunyikan dirinya. Mataku lama-kelamaan menutup dan rasa kantuk kembali menyerang ku
Sebenarnya aku belum sepenuhnya tertidur, jadi aku masih bisa merasakan ada sebuah tangan yang mengelus kepalaku dan memindahkan ke bahu nya. Ku tau siapa orang itu, ingin ku buka mata dan melihat orang itu, tapi rasa kantukku lebih kuat dari pada keinginan ku, so aku urungkan niat ku itu
"Lumayan juga pundaknya" batin ku, jujur saja aku memang nyaman di dalam posisi itu
Eva POV End~
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Bus sampai di K'Internasional High School kira-kira pada pukul 9 malam. Banyak mobil dan kendaraan lainnya yang sudah menunggu kehadiran bus tersebut, mereka tak lain adalah para orang tua siswa. Saat anak mereka turun mereka langsung disambut hangat oleh orang tua mereka
"Eva..." panggil seseorang sambil menghampiri Eva yang tengah mengambil tas nya di bagasi
"Papah..." ucap Eva
"Bagaimana kabar mu nak? baik-baik saja kan?" tanya Riko setelah memeluk dan mencium kening sang putri tercinta
"Baik Pah, Papah sendiri?" ~Eva
"Makasih Pah" ~Eva
"Hallo Papah" sapa Zahra dan Cici menghampiri Bapak dan anak tersebut
"Haiii... Bagaimana liburan kalian, menyenangkan?" ~Riko
"Sangat-sangat menyenangkan Pah" ~Zahra
"Haha sukurlah, kalian sudah besar saja perasaan baru kemarin kalian bertemu dan bermain, tapi sekarang kalian sudah menjadi anak gadis" ~Riko
"Iya dong Pah" ~Zahra
"Hallo, Om" sapa Leo
"Nak Leo ya? gimana kabarnya, baik?" ~Riko
"Iya Om, ya seperti ini baik" ~Leo
"Kapan-kapan main lagi ke rumah ya. Eh ini sudah malam, om sama Eva pulang dulu ya. Kalian juga pulang, istirahat biar gak sakit" ~Riko
"Siap Pah" ~Zahra dan Cici
"Terimakasih om" ~Leo
"Zah, Ci, gue pulang dulu ya bay see you" ~Eva
"See you too" ~Zahra dan Cici
Eva menyusul Riko yang sudah duduk di atas motornya sambil menggunakan helm. Disaat yang lainnya di jemput menggunakan mobil oleh orang tuanya, hanya Eva dan beberapa anak saja yang dijemput menggunakan motor
"Gue bakal rubah ini semua!!!" tekad Eva untuk merubah kehidupan nya menjadi lebih baik kedepannya. Akan susah dan melelahkan itu pasti, tapi ia tak mau menyerah dan akan terus berjuang hingga cita-cita nya terwujud
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Di dalam sebuah mobil mewah terdapat 4 cogan yang ketampanannya melebihi rata-rata, sayang disana suasana nya sangatlah tegang tak ada yang berbicara satupun, hingga akhirnya salah satu dari mereka membuka mulut
"Acieee yang lagi berusaha pdkt, langsung ke bokapnya loh good-good, good boy" goda Justin
"Salah dia bad boy, bukan good boy" ralat Zio yang tengah mengendarai mobil
"Emang kalian tau perasaan gue?" tanya Leo datar
"Ya jelas tau lah, gue sahabat Lo udah dari kecil!!! kalo suka perjuangin tapi jangan sampe Lo sakiti dia" ~Justin
"Hem tapi gue masih ragu, apa dia bisa nerima gue dengan setatus gue yang kaya gini?" ~Leo yang mulai terbuka soal perasaannya
"Kalo Lo jujur sejujur-jujurnya sama dia, gue yakin dia bisa ngertiin posisi Lo, kalo emang dia juga suka sama Lo. Tapi kalo gak sakit emang yang bakal Lo rasain" ~Justin
"Saran gue sih, Lo harus bisa ngebuktiin ke wanita yang Lo suka, kalo sebenernya Lo itu baik. Tapi btw siapa perempuan itu?" ~Zio memang akan bersikap layaknya sahabat sama seperti Gibran dan Justin pada Leo, jika mereka sedang tidak dalam situasi yang mengharuskan mereka bersikap formal
"Gue gak yakin" ~Leo menghela nafas panjang
"Harus yakin lah bro masa seorang King nyerah gitu aja, apa kata dunia coba!" ~Justin
"Hem..." ~Leo
"Sampai" ~Zio, saat mobil mereka telah berhenti di sebuah halaman yang sangat luas
"Ugh akhirnya bisa pulang juga" ~Justin
"Bawa tu Gibran, gue masuk duluan" ~Leo, menyuruh kedua orang itu membawa salah satu sahabatnya yang tengah tertidur
"Udah tinggalin aja, buka cendela nya biar gak jadi bangkai besok pagi, nambah-nambah kerjaan jadinya" ucap Justin acuh, menyusu Leo yang sudah duluan masuk kedalam sebuah mension megah
Sesuai ucapan Justin, Zio pun meninggalkan Gibran yang tertidur. Namun sebelum pergi ia membuka kaca cendela mobil terlebih dahulu agar manusia itu bisa mendapatkan oksigen
Ditinggal lah Gibran sendirian di dalam mobil, hal tersebut bertahan sampai pagi menyingsing
"LEO!!! JUSTIN!!! ZIO!!! TEGA YA KALIAN NINGGALIN GUE SENDIRIAN. ABIS DARAH GUE DIGIGITIN NYAMUK, SINI LO PADA!!!" Teriak Gibran menggelegar sampai-sampai orang-orang yang ada di sekitar tempat tersebut terlonjak kaget
"DARAH ABIS KO MASIH BISA IDUP, DASAR BE*O LU KURA-KURA" jawab Justin dari balkon kamarnya
"LO TUNGGU DISANA GUE BAKAL KASIH LO PELAJARAN!!!" dengan cepat Gibran berlari memasuki mension tersebut hendak menghampiri Justin, membalaskan semua kekesalannya kepada orang itu
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Semoga suka
Like, vote, komen, hadiahnya ya...
Makasih 💕
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...