
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Semua orang pasti menginginkan yang namanya kebahagiaan, entah itu untuk hidupnya sendiri ataupun untuk orang lain. Kebahagiaan? apa itu kebahagiaan? entahlah, semua orang pasti memiliki jawaban mereka masing-masing
Satu Minggu telah berlalu, dan hari ini adalah hari dimana sebuah kebahagiaan akan melimpah ruah diantara kedua keluarga yang akan bersatu. Di salah satu hotel bintang lima lah acara tersebut akan berlangsung
Kedua belah pihak sudah berada di hotel tersebut sejak h-1 acara, tapi dengan ruangan yang berbeda. Pagi-pagi sekali Eva sudah terbangun dan sedang memandangi langit yang masih gelap, rasa gugup membuatnya susah untuk tidur
Dengan menggunakan baju dan celana putih pendek, rambut gerai rapih, dan masker wajah yang masih melekat pada wajah nya. Dia duduk termenung dipinggiran kolam renang
"Aku berharap ini adalah keputusan yang tepat untukku dan semua orang" batin Eva
"Eva, gue cari-cari ternyata disini" ucap Zahra menghampiri Eva
"Ada apa?" tanya Eva
"Gak itu para MUA udah dateng, mandi gih" ~Zahra
"Tapi gue gugup Zah" ~Eva
"Namanya mau nikah ya pasti ada rasa gugup lah, tapi tenang aja pasti bisa ko" ~Zahra
"Hah~ yaudah gue ke dalem dulu ya" ~Eva
"Iya, acieee yang mau nikah ekhem... ekhem..." ~Zahra
"DIEM LU AWAS YA KALO BESOK LO NIKAH, GUE BAKAL BALES!!!" sebal Eva, pasalnya dari hari kemarin teman nya yang satu itu tak pernah berhenti untuk menggodanya nya
Saat ia masuk kedalam kamar, alangkah terkejutnya ia saat melihat banyak orang yang ditugaskan untuk merias dirinya. Namun lagi-lagi ia hanya bisa pasrah, karena tak mau membuat gara-gara di hari yang bahagia ini. Ralat ini adalah hari yang menegangkan, batin Eva
Dengan sabar para MUA tersebut menunggu orang yang akan mereka rias, tak lama kemudian Eva keluar menggunakan handuk yang berbentuk baju. Dirinya langsung di tarik ke depan meja rias, mulailah pada MUA itu menjalankan tugasnya. Dilihat dari cara bekerjanya, pasti mereka sudah sangat berpengalaman dan profesional, hasilnya pun sungguh menakjubkan
"Woah... hanya butuh sedikit polesan saja nona sudah terlihat sangat cantik" puji salah satu MUA yang merupakan ketuanya
"Terimakasih Kak, ini juga berkat kalian" jawab Eva
"Baiklah, ayo kita kenakan gaun mu"
Gaun putih yang sangat indah melekat indah ditubuhnya, ia semakin gugup saat melihat penampilan nya sendiri dari pantulan kaca, bahkan ia sampai terkagum-kagum dengan dirinya sendiri. Langkah selanjutnya adalah memasangkan perhiasan seperti mahkota kalung dan sepatu sebagai pelengkap tampilan nya
Perfect!!! itulah kata yang sangat tepat untuknya, berbalut gaun mahal dan perhiasan yang jika dijumlahkan bisa melebihi nominal 50 M, Eva duduk sambil tersipu malu
Author : "50 M haluan author ketinggian gak sih?😭😂"
"Nona, anda sungguh cantik kau seperti tidak nyata!!"
"Benar, baru kali ini kami merias orang dan hasilnya sungguh memuaskan"
"Pasti calon suami anda sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Nona"
"Jangan berlebihan di atas langit pasti masih ada langit, dan terimakasih atas kerja keras kalian aku sangat menyukainya" ~Eva
"Sukurlah jika anda menyukai hasil kerja kami, sepertinya sudah cukup, jika nanti Nona membutuhkan kami, silahkan panggil saja, kami akan segera datang. Kalau begitu kami permisi dulu"
"Em sekali lagi terimakasih banyak" ~Eva
Para MUA pun menunduk hormat lalu pergi meninggalkan Eva sendirian diruangan itu, suasana sepi itu malah semakin membuatnya gugup. Segera ia meraih ponselnya di atas nakas lalu menghubungi Zahra, Cici, dan Chiyoko untuk menemaninya
°•°•°•°
Dilain sisi, seorang pria tampan dengan setelan jas hitam berdasi kupu-kupu, tengah berusaha keras menutupi rasa gugupnya dibantu oleh kedua sahabatnya
"Ah elah King Black Diamond bisa gugup juga ternyata, hahahaha... gak nyangka" ejek Gibran
"Perang sama mafia lain apalagi sama tu Tuan Kim aja Lo biasa aja, santai malah. Lah ini udah kaya ikan di darat gak dapet air" tambah Justin
"Serah kalian aja lah" pasrah Leo
Tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah seseorang "Tuan, anda diminta turun, acara akan segera dimulai" ucapan nya
"Ha? oh oke oke, em tunggu sebentar saya ke kemar mandi dulu" gugup Leo sampai kebelet
"Ada-ada aja tu anak, pake kebelet segala lagi" Justin geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat nya itu begitupun Gibran
°•°•°•°
Disana berdirilah Leo dengan tegap, walaupun tubuhnya terlihat biasa saja tapi bisa dilihat dari mata nya yang melirik sana-sini dengan cepat, hal itu menunjukan jika ia tengah gugup
Ia sudah merancang semuanya dengan menyesuaikan apa yang disukai oleh Eva, Purple Wedding adalah konsep pernikahan nya. Dia juga sudah menyiapkan banyak penjagaan dari mafia nya untuk berjaga-jaga kali saja ada tikus yang mau mengganggu
Alunan musik merdu mengiringi langkah tiga putri dan satu ratu yang sedang turun dari tangga sambil memegangi seikat bunga indah, semua seakan tersihir oleh kecantikan mereka berempat apalagi seseorang bak ratu yang hari ini akan menikah dengan seorang raja yang teramat tampan
"Ini? ini sama persis seperti keinginan ku dulu, dihari bahagia ku semua orang tersenyum dan menangis tapi bukan untuk bersedih melainkan kebahagiaan. Aldi sudah sembuh, hutang-hutang yang sudah lunas, cita-cita ku dapat ku gapai, teman, sahabat, Mamah Papah baru, dan yeah calon suami ku, dan masih banyak lagi. Terimakasih tuhan..." batin Eva
Sampai di penghujung tangga Riko datang menghampiri mereka dan mengambil alih putri nya. Menuntun nya mendekati Leo dengan senyum yang terus terpancar kan. Berat rasanya menyerahkan putri yang selama ini sudah ia rawat sebaik mungkin dan sekarang harus menyerahkan kepada lelaki yang akan menggantikan tugas nya
"Jaga putri ku baik-baik, jika kau sudah tidak mau dengannya kembalikan lah putri ku dengan cara yang baik pula seperti kau memintanya kepada ku" ucap Riko sudah berkaca-kaca
"Saya tidak akan menyia-nyiakan nya, dan saya akan berjanji untuk menjaga nya dengan nyawa ku sendiri, memberikan kasih sayang, dan memberikan seluruh dunia ku pada nya" ucap Leo yakin
"Terimakasih..." perlahan Riko menemukan kedua tangan tersebut dan berjalan mundur berdiri di samping Lusi yang sudah menangis dan Aldi
Berjalan berdua sambil berpegangan tangan, mengucapkan janji suci dengan penuh keyakinan dan ketulusan, dan akhirnya kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri yang SAH. Kini mereka saling berhadapan untuk memasang kan cincin satu sama lain
"Apa ini? apa aku akan kehilangan ciuman pertama ku sebentar lagi?" batin Eva gugup saat Leo mulai mencondongkan tubuhnya ke depan
Cuppp...
Cuppp...
"Kau sangat cantik sayang dan kau hanya milikku sekarang" bisik Leo di samping telinga membuat Eva merinding merasakan tiupan angin dari mulut Leo
Kembali sorak sorai menggema di aula tersebut, setelah acara tersebut mereka berdua pun duduk di singgasana. Dan banyak orang yang mengantri untuk bisa berfoto dengan mereka ataupun hanya sekedar mengucapkan 'selamat' sebagai contoh nya
"Bisakah aku menghilang sebentar dari dunia ini?!" batin Leo menjerit, ini adalah saat-saat yang paling tidak ia suka, bertemu dengan orang banyak dan berfoto-foto ria
"Huwaaaa... congratulations baby, wish you all the best!!! I have no more words, congratulations again you are my best bestie" ucap Chiyoko memeluk erat tubuh sahabat nya itu
"Thank you, I hope you follow soon" jawab Eva
(Terimakasih, semoga kau segera menyusul)
"Hais... you are-!!!" ~Chiyoko
"EVAAAA... huwaaaa" ~Zahra dan Cici langsung nimbrung memeluk Eva yang masih dalam pelukan Chiyoko
"Selamat brooo... weh dah nikah aja the best lah buat Lo berdua" ucap Gibran
"Akhirnya ice beku nya cair dan matahari datang, congrats" ucap Justin
"Hem..." jawab Leo
"Ah elah ngirit amat Lu, yang panjang dikit ngapa" ~Justin
"Eh gak papa kali ngirit, kan lagi ngirit tenaga buat nanti malam ya hahahahaa...!!" ~Gibran
"Oh ya ding hahaha jangan kasih kendor bro" ~Justin sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hem..." ~Leo
"Eh foto yuk, buat kenang-kenangan gitu" ~Zahra
"Yuk" ~All
Mereka langsung bersiap diposisi masing-masing dengan kedua mempelai berdiri di tengah. Disebelah kanan tepat nya di sebelah Leo, berdiri lah Cici dan Justin. Sedangkan di sebelah kiri ada Chiyoko berdiri tepat di sebelah Eva dan sebelahnya ada Zahra dan Gibran
"1 2 3" ucap sang fotografer memberi aba-aba
Cekrekkk...
Sebuah foto penuh senyuman tercetak jelas di dalam sebuah kamera. Semuanya tersenyum bahkan Leo saja tersenyum walaupun harus mendapat peringatan terlebih dahulu dari Eva. Kebersamaan mereka ternyata telah membuat banyak orang mengantri, jadi mereka harus turun terlebih dahulu bergantian dengan yang lain
Kini tiba waktunya bagi anggota keluarga memberikan selamat pada kedua mempelai walaupun tadi sudah. Dengan wajah so cool nya Aldi berjalan mendekati sang Kakak bersama Riko, Lusi, Vanya, dan Lerik
"Congratulations Ka akhirnya jadi juga Kakak jadi Kakak ipar gue" ucap Aldi pada Leo
"Iya makasih" jawab Leo singkat
Beralih dari Kakak iparnya kini ia melirik kearah Kakak kandungnya "Apa?" ~Aldi
"Idih sok cool, yakin gak mau mewek?" ~Eva
"Gak ya enak aja!! hiks~ hiks~ huwaaa... hiks~" ~Aldi, langsung berhamburan kedalam pelukan sang Kaka
"Kamu ini udah gede tapi masih aja kaya gini" ~Eva, membelai kepala adiknya penuh kasih sayang
Orang yang melihat adegan itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, satu langkah Lerik dan Vanya maju menghampiri sang anak
"Sekarang kau sudah dewasa bahkan sudah menikah, bertanggung jawablah pada semua kenyataan yang ada. Jangan sesekali menjadi pria pecundang yang tidak mau bertanggung jawab pada keluarga nya dan kehidupan mu sendiri ataupun kehidupan orang yang bergantung pada mu!!" pesan Lerik pada Leo
"Iya Pah, Leo janji akan bertanggung jawab" jawab Leo mantap
"Mamah hanya mau bilang sayangi, lindungi, kasihi, keluarga kamu sekarang tanpa melupakan pohonnya, janganlah kamu memetik buahnya saja tanpa memperhatikan pohonnya. Mamah, Papah, kedua orang tua Eva itulah pohonnya. Bahagiakan menantu kesayangan Mamah tau! awas saja jika kau melukai nya!!" ucap Vanya yang awalnya lembut tapi diakhir ia seperti ngegas
"Astaga, iya Mah kalian tenang saja" ~Leo
"Sayang semoga kamu bahagia sama anak Papah itu ya, selamat atas pernikahan kalian berdua" ucap Lerik pada Eva
"Iya Pah terimakasih" ~Eva
"Sayang, kalau Leo nakal sama kamu bilang aja ke Mamah, biar Mamah kasih pelajaran tu anak!!" ~Vanya
"Haha iya mah siap" ~Eva
Kini gantian, giliran Riko dan Lusi yang memberikan sepatah dua patah kata pada mereka
"Sayang semoga kamu bahagia ya, dan kamu harus bisa menjalankan kewajiban kamu sebagai istri dengan baik" pesan Riko pada Eva
"Doa Mamah selalu menyertai mu nak" ~Lusi yang sudah kehabisan kata-kata saat didepan Eva
"Hiks~ terimakasih Mah, Pah, terimakasih sudah melahirkan ku didunia ini, merawat ku, menyayangi ku, mendidik ku, dan lain-lain" ~Eva
"Leo, seperti yang Papah katakan tadi ya" pesan Riko
"Iya Pah" ~Leo
"Jaga putri Mamah ya, sayangi, Mamah mohon kamu bisa bersabar sama sikap nya yang masih jelek arahkan dia ke jalan yang benar, Mamah percaya pada mu" ~Lusi
"Terimakasih, telah mengamanahkan putri kalian pada ku, sebisa mungkin aku akan melakukan semua tugas ku. Terimakasih juga telah melahirkan bidadari cantik seperti nya, aku tidak kan menyia-nyiakan bidadari seperti nya" ucap Leo
Adegan itu akhirnya ditutup dengan foto keluarga bersama
"1 2 3" ~fotografer
Cekrekkkk...
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Mohon bersabar untuk ituan nya, next episode ada ko :")) sebenernya bisa hari ini sih, mumpung ide lagi banyak tapi waktu gak mendukung, harus bisa bagi waktu buat belajar :(
I Hope You Like😔
Like
Vote
Komen
Thank you♡
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...