EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 33 Menggoda?!



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Pagi harinya~


Di pagi yang cerah ini, suara burung terdengar sangat merdu, tetesan air hujan telah berhenti, halaman terlihat masih basah, embun yang masih tebal, dan terjadilah suasana sejuk di tempat tersebut


Di dalam rumah Eva, mereka semua telah terbangun dari tidur mereka untuk menyambut pagi yang cerah itu, ah ralat belum semuanya namun hanya Riko, Lusi, dan Eva saja yang sudah bangun. Sedangkan kedua pria tampan itu masih berkelana di alam mimpi masing-masing, siapa lagi jika bukan Leo dan Aldi


"Ah elah pada belum bangun! udah siang padahal" ucap Eva sambil menggelengkan kepalanya


"Eva, bangunkan adikmu dan nak Leo ya, Mamah lagi masak" perintah Lusi dari dapur


"Iya Mah" jawab Eva


Pertama-tama Eva masuk kedalam kamar Aldi dan langsung membuka tirai cendela nya, karena ia tau jika sang adik tidak bisa tidur jika ada cahaya yang menerangi. Hal itu berbanding terbalik dengannya yang tak bisa tidur jika tidak ada cahaya yang menerangi, bisa dikatakan jika Eva itu takut akan kegelapan


Tapi aneh mengapa Aldi tak protes ataupun marah dengan apa yang Eva lakukan. Karena penasaran akhirnya Eva pun mendekat dan terkejut melihat wajah adiknya yang pucat ditambah keringat yang bercucuran


"Aldi, Lo kenapa?" tanya Eva khawatir, sambil menempelkan punggung tangan nya di dahi Aldi


"Lo demam?! MAMAH... MAMAH CEPET KESINI!!!" panggil Eva


"Ish apa sih sayang masih pagi teriak-teriak, Mamah juga kan lagi--" ucap Lusi terpotong


"Mamah sini deh, Aldi demam!" ~Potong Eva


"Apa demam?!!!" ~Lusi terkejut, dengan cepat Lusi langsung mengecek keadaan sang anak dan benar saja dia demam "Ya Allah nak, Eva ambilkan kompresan" perintah Lusi


"Ya Mah" Eva berlari menuju dapur untuk mengambil air dan lap, namun karena ia sangat buru-buru ia sampai menabrak Leo yang terbangun akibat teriakannya tadi. Menghiraukan Leo, Eva kembali berlari menuju dapur


"Kenapa tu anak? pagi-pagi udah teriak-teriak, lari-larian, kek anak kecil" ucap Leo bingung "Lah ngapain dia bawa air kompresan? ah ikutin ajalah" batin Leo


"Ini Mah" ~Eva


Lusi memeras handuk kecil itu setelah ia celupkan ke air, lalu ia tempelkan di jidat Aldi. Semakin lama kondisi Aldi bukannya membaik malah semakin parah, kini dia bukan hanya demam namun juga menggigil


"Tan, apa sebaiknya gak dibawa ke rumah sakit aja?" saran Leo


"Benar juga, Pah ayo kita bawa ke rumah sakit, Mamah khawatir demamnya tambah tinggi" ~Lusi


"Yaudah Papah pesen taxi dulu" ~Riko


"Ah maaf ya Om Tante, andai aja mobil ku tak mogok" ~Leo


"Tidak apa-apa Nak, oh ya Va, Leo, sebaiknya kalian bersiap-siap sekolah saja biar Aldi jadi urusan Papah sama Mamah" ~Riko


"Tapi Pah" ~Eva


"Sayang kamu harus sekolah, bentar lagi ujian kenaikan kelas kan. Sudah sana kamu sekolah aja, nak Leo gimana seragamnya ya?" ~Lusi


"Tenang aja Tan, nanti Leo suruh orang buat nganterin seragam Leo kesini" ~Leo


"Oh oke" ~Lusi


"Yaudah Pah, Mah, Eva siap-siap dulu ya" ~Eva


"Iya sayang, sekolah yang pinter ya Nak. Makanannya--" ~Lusi


"Udah gak papa Mah, nanti Eva aja yang lanjutin" ~Eva


Eva pergi bersiap-siap begitupun Leo, karena kamar mandi hanya ada satu jadi mereka harus bergantian. Sambil menunggu Eva selesai mandi, Leo menghubungi Zio menyuruh nya untuk membawakan seragam sekolahnya


Disaat Eva sedang mandi, taxi pesanan Riko sudah tiba jadilah mereka berangkat tanpa berpamitan kepada Eva


"Papah sama Mamah dah berangkat ya?" tanya Eva, setelah selesai mandi dan memakai seragam lengkapnya


"Dah dari tadi, Lo sih mandi nya lama pake banget!" jawab Leo "Eh minjem handuk" sambungnya


"Tuh disana udah ada, pake yang warna item, jangan yang putih!" ~Eva


"Em..." ~Leo


Saat Leo mandi, Eva melanjutkan masakan sang Mamah yang belum selesai. Dengan lihai nya ia mengolah semua bahan masakan. Beberapa menit kemudian, Leo sudah selesai mandi karena seragam nya belum datang jadilah ia memakai celana yang kemarin dan tubuh bagian atasnya ia lilit dengan handuk saja


Ia duduk di meja makan yang kebetulan satu ruangan dengan dapur. Saat memperhatikan gerak-gerik Eva memasak, entah kenapa membuatnya tersenyum


"Huf~ akhirnya kelar juga. Weh anjr*t ngapain Lo, sengaja nggoda gue hah! awas aja ya kalo Lo macem-macem" ~Eva


"Siapa juga yang nggoda Lu, tanpa gue nggoda Lu, Lu juga udah terpesona kan sama Leo yang tampan ini. Ni baju gue belum dateng jadi gue kaya gini dulu deh" ~Leo


"Ah yaudah lah serah Lu, nih makan" ~Eva


"Bisa dimakan kah?" ~Leo


"Enggak, tadi gue kasih racun sekilo" ~Eva


"Buset banyak bener neng" ~Leo


"..." ~Eva


Eva tak menggubris perkataan Leo, ia sibuk menghabiskan makanan yang ada dalam piring nya itu. Akhirnya suasana telah damai, hanya suara sendok dan piring saja yang saling bergesekan. Seperti biasa setelah makan, Eva mencuci piring kotor sedangkan Leo mengambil bajunya yang sudah datang


"Mana baju gue?" tanya Leo to the point


"Nih, bos kenapa bisa ada di sini? rumah siapa ini? kenapa gak suruh kita aja buat ngejemput?" tanya Zio


"Alih profesi Lu jadi wartawan?" ~Leo


"Eh hehehe..." ~Zio


"Udah sono gak usah kepo, balik urusin kantor awas aja kalau sampai gue denger ada penghianat ataupun saham menurun" ~Leo


"Baik Bos, kalau begitu say--" ucap Zio sengaja tidak dilanjutkan karena percuma, Leo nya saja sudah masuk dan langsung menutup pintu


"Huf~ sabar Zio, dia bos mu oke! kalo bukan udah gue jadiin makanan buaya dah" ~Zio pun akhirnya kembali ke kantor untuk bekerja


Di dalam rumah~


"Gue minjem kamar Lu" ~Leo yang langsung masuk tanpa mendengarkan jawaban dari Eva


"Eh dasar belum juga gue izinin, dan main nyelonong ae tu bocah" ~Eva


Tampilan mereka saat memakai seragam sekolah :



"Udah adik Lu, bakal baik-baik aja ko" ucap Leo menenangkan Eva


"Hem..." ~Eva


Dengan langkah yang sedikit malas Eva mengambil sepedanya, dan menaikinya. Tapi saat ia hendak mengayuhnya, ia merasa sepedanya bertambah berat. Ia melirik ke belakang dan mendapati Leo yang sudah duduk di sepedanya sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada


"Ngapain Lo!?" ~Eva


"Ya gue numpang, mobil gue kan mogok" jawab Leo dengan watados nya (wajah tanpa dosa)


"Ish berat lah, lu kan punya hp tinggal pesen taxi ato ojek online" ~Eva


"Kelamaan keburu telat, udah sini gue yang didepan" usir Leo mengambil alih sepeda Eva. Terpaksa, Eva mundur dari boncengan depan


Bersepeda berdua menyusuri jalanan yang lumayan ramai di padati kendaraan-kendaraan bermotor dan banyak juga para sepeda, serta kendaraan-kendaraan yang lainnya. Membuat mereka berdua menjadi sorotan saat di jalan, mungkin mereka mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sangat romantis


"Berat banget sih Lu!" ucap Leo


"Salah siapa tadi minta nebeng" jawab Eva


Hah padahal kan masih ada sepeda milik Aldi, kenapa tadi Leo tak memakai sepeda tersebut? sudahlah, sudah terlanjur juga kan....


Sesampainya di K'Internasional High School~


"Itu beneran Leo kan? bentar gue yang salah liat apa gimana?" ucap salah satu dari puluhan bahkan ratusan penggemar Leondra Aldebaran


"Kayanya mata gue tambah min deh" ucap cewek cupu yang juga tertarik dengan Leo


"What!!! i... itu kan Leo! why bisa with Eva?!" ucap si cowok dengan bahasa campuran


"Leo..... duh suami gue selingkuh huhu... dasar pelakor!" ucap si tukang halu


"Haha... akhirnya playboy cap badak itu tobat juga" kata sang ketua kelas 12 C


"What! what! what! itu Leo boncengan sama anak ingusan, wah kayaknya bentar lagi bakal ada penyerangan besar-besaran nih dari Ratu dkk. Musti nonton gak boleh ketinggalan, kabarin yang lain juga ah biar tambah seru haha" ucap si tukang gosip


"Huhu cocuit banget!! kalo mereka nikah pasti anaknya ganteng, cantik, plus lucu-lucu deh. Mak, bapaknya aja udah cantik and ganteng gitu, pasti nurun ke anaknya" ucap sang cewek lola, namun jika menyangkut pasangan ataupun rumah tangga ia akan cepat nyambung


Dan bla bla bla... banyak lagi kalimat-kalimat lainnya entah itu pujian, ejekan, ataupun yang lainnya. Pagi hari, di K'Internasional High School telah digemparkan oleh kedatangan sang ketua OSIS bersama sekertaris nya yang berangkat bersama, berboncengan berdua menggunakan sepeda dengan romantis. Menghiraukan mereka semua, Leo dan Eva langsung saja menuju kelasnya


"Woy bro, eh ko Lo dah keringetan si? tapi tetep cool ko tenang aja" tanya Gibran


"Tumben juga jam segini Lo baru berangkat, wae?" tanya Justin


"Ini semua gara-gara dia" jawab Leo sambil menunjuk Eva dengan lirikan matanya


"Apa?! Lo sendiri yang minta nebeng" ucap Eva


"Nebeng gimana? bukannya Eva kalo berangkat pake sepeda, terus Leo nebeng? ah gimana si jelasin deh" tanya Zahra


"Ooooh... maksud nya kalian berdua boncengan gitu pake sepedanya Eva?" tanya David sang tukang kepo yang ikut nimbrung


"Em..." ~Leo dan Eva


"WHAT!!!" teriak kompak satu kelas, kecuali Mita karena ia belum berangkat atau mungkin sedang bersama teman-teman nya itu


"Brisik Lu pada, Ran, Tin, kuy rooftop" ajak Leo


"Bolos?" tanya Justin


"Ya iya lah, kita kesana buat apa lagi, mau bunuh diri?! Sono Lu aja gue masih pengin idup" jawab Gibran


"Ya enak aja gue juga masih pen hidup kali, yaudah kuy lah" ~Justin


"Bolos mulu kerjaannya!" sindir Eva


"Iri bilang bos" ucap Gibran dan Justin bersamaan


"Ish, serah kalian lah. Zah, pr lu dah selese?" ~Eva


"Dah dong tapi gue gak tau bener apa gak, gue cocokin sama punya lu ya pinjem sini buku Lo" ~Zahra


"Wokeh nih" ~Eva, memberikan buku pr nya


"Pr apaan?" tanya Justin


"Pr fisika lah, hayoloh belum ngerjain pasti" ~Zahra


"Alamak, gue lupa. Le--" ~Gibran


"Gak asik lu pada, tuh di tas ambil sendiri, gue ke pergi dulu" gara-gara kedua temannya belum mengerjakan tugas rumah mereka, jadilah Leo pergi ke rooftop sendirian


Seperti biasa disana dia akan tiduran di atas kursi panjang sambil mengemut permen lollipop kecil. Dia seperti sedang berjemur di bawah terik matahari yang hangat, seakan tidak takut jika nanti kulit putih mulusnya akan berubah warna


Mengingat kejadian-kejadian kemarin dengan yang barusan terjadi bersama Eva, dapat mengukir sedikit senyuman di bibir Leo


"Leo, Leo Lo kenapa sih?! udah stop mikirin cewek aneh itu!! mending gue tidur dah" ucap Leo


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Leo kenapa ya? 🤔


Maaf kalo ngebosenin 😢


Makasih juga yang udah kasih dukungan ke author, love you ❤️


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...