
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Cerahnya bulan pada malam hari itu seakan terkalahkan oleh kecantikan Eva, berbalut dres putih selutut yang membuat dirinya terlihat seputih salju. Aroma parfum bunga kesukaan nya membuat dirinya seperti bunga cantik yang tengah berbunga dan mengeluarkan bau sangat harum
Sendari tadi ia memperhatikan penampilan nya di depan cermin sambil senyam-senyum tak jelas. Sangat cantik, bahkan dirinya sampai terpesona akan dirinya sendiri. Walau ada balutan perban di lututnya itu tidak mengurangi kecantikan nya
Hey na na na
Michiji aneuryeomyeon michyeoya hae
Hey na na na
Nareul da deonjyeo i du jjok sesange
Hey na na na
Can't hold me down cuz you know I'm a fighter
Je ballo deureoon areumdaun gamok
Find me and I'm gonna live with ya
"Siapa yang nelfon?" tanya Eva, dengan cepat ia mengangkat panggilan video dari temannya Chiyoko
Dalam panggilan vidio~
Anggap pake Bahasa Jepang
"Iya hallo Chi, how are you?" tanya Eva
"I'm fine, mentang-mentang udah kembali ke Indo kamu ngelupain aku gitu? wait wait wait coba liat penampilan kamu" jawab Chiyoko "W O W, tunggu ini Eva kan? apa aku salah sambung ya?" ~Chiyoko
"Maaf sepertinya anda memang salah sambung, iii ini aku lah Eva Aurora jangan-jangan malah kamu yang udah lupa sama aku!! huh" ~Eva
"Oh no no no, mana mungkin aku melupakan mu, tapi memang aku akui kamu itu cantik. Bay the way kamu mau kemana dandan cantik kaya gitu?" ~Chiyoko
"Diajak temen ke pesta ulang tahun" ~Eva
"Perempuan atau cowok, ngaku deh atau jangan-jangan pacar kamu yang ngajak. Wah romantis sekali" ~Chiyoko
"Eits bukan, dia bukan pacar ku, aku sama dia cuma temenan" ~Eva
"Oke oke, Mamah kemana aku pengin ketemu sama Mamah kamu dong, kangen nih, Papah kamu juga hehe" ~Chiyoko
"Kalo Papah baru pulang mungkin lagi mandi, terus kalo Mamah lagi di rumah sakit. Gimana dong" ~Eva
"Yaaaah yaudah deh gak papa" ~Chiyoko
"Eh bentar itu kayanya Mamah udah pulang deh bentar aku ke Mamah dulu ya" ~Eva
"Em!" ~Chiyoko
"Mah, Mah, nih Chiyoko nelfon pengin ketemu sama Mamah" ucap Eva langsung menghampiri Lusi yang masih di depan ambang pintu
"Benarkah, mana sini Mamah juga kangen sama Chiyoko anak manis itu" jawab Lusi antusias sampai terlupa jika ia juga membawa seseorang untuk dipersilahkan masuk bahkan Eva sendiri tidak menyadari
(Lusi berbicara sama Chiyoko pake bahasa Inggris ya, karena Lusi ceritanya gak bisa bahasa Jepang)
"Gue gak disuruh masuk gitu?" batin seseorang
Lama orang tersebut menunggu diluar sambil bersender di dinding rumah dan memainkan ponselnya. Sedangkan Eva, Lusi, dan Riko sedang antusias mengobrol dengan Chiyoko. Sampai akhirnya...
"Oh astaga! Mamah melupakan sesuatu, diluar!" ucap Lusi setelah mengingat apa yang ia lupakan
Bisa dilihat seorang lelaki tampan berpakaian rapi menggunakan jas, sedang bersender di salah satu pilar kecil sambil memandangi langit dengan wajah kesalnya
"Sumpah ini kalo bukan gue yang butuh! mana banyak nyamuk lagi. Gak anak nya gak emak nya sama-sama bikin kesel" gumam Leo, mau menelfon tapi yang ia punya hanya nomor nya Eva sedangkan ponsel itu sedang menerima panggilan
"Lo ngomong apa tadi?" tanya Eva yang tiba-tiba muncul di belakang Leo
Seeet...
Pandangan mereka berdua pun bertemu saling menatap satu sama lain. Terpaan angin malam yang menerbangkan anak rambut Eva menambah kesan romantis seperti di film-film
"Hey gue tanya! Lo tadi ngomong apa?" tanya Eva sekali lagi
"Ha ah itu bukan gue gak ngomong apa-apa, salah denger kali" jawab Leo
"Aduh nak Leo maaf ya Tante sampai lupa sama kamu, tadi ada temennya Eva yang nelfon jadi lupa deh" ucap Lusi tidak enak
"Iya Tante gak papa" jawab Leo "Va, berangkat sekarang yuk dah telat nih" bisik Leo
"Oke, Mah Pah kalo gitu Eva pamit dulu ya" pamit Eva
"Tan, Om, saya izin membawa Eva sebentar" pamit Leo
"Iya, tolong jagain putri Om itu ya, ingat pulangnya jangan kemalaman" ucap Riko
÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷
Di dalam mobil terjadi sebuah kecanggungan, mereka enggan membuka mulut mereka dan lebih memilih untuk fokus memperhatikan jalanan ramai
"Va" panggil Leo
"Hem?" jawab Eva
"Ntar tugas Lo disana bukan cuma nemenin gue doang tapi Lo harus jadi pasangan lebih tepatnya tunangan gue. Jadi ntar pake 'aku kamu', nih pake" jelas Leo lalu melemparkan sekotak kecil berwarna merah
"Apa ini, tunangan, aku kamu, gimana sih?" bingung Eva
"Ya Lo jadi tunangan gue. Em... pura-pura aja, itu cincinnya pake" ~Leo
"Ohhh... pura-pura, tapi napa harus gue kan masih banyak perempuan lain. Terus apa keuntungan nya buat gue?" ~Eva
"Banyak protes, udah tinggal pake juga. Keuntungan nya gelang di tangan Lo bisa lepas dengan aman, gimana?" ~Leo
"No kurang" ~Eva
"Huf~ gue bayar, Lo lagi butuh uang buat operasi adek Lo kan?" ~Leo
"No! gue terkesan wanita yang rela menghalalkan apapun demi mendapatkan uang" ~Eva
"Hais, yaudah yang ini pasti Lo gak bakal nolak. Gue bakal tutup mulut tentang chat salah kirim itu, gue juga masih ada bukti chat itu" ucap Leo yang membuat Eva melotot kan matanya
"BANGS*T!!! DASAR LO YA" kesal Eva
Sebelumnya Eva pernah salah mengirim pesan yang seharusnya ia kirimkan ke Lusi tapi malah tidak sengaja dikirim ke Leo. Isi pesan tersebut sungguh membuatnya malu bahkan sangat malu, bagaimana tidak malu ia mengirimkan chat tentang ukuran barang-barang pribadinya kepada seorang pria. Ingin sekali ia membuang muka nya, tapi itu tidak mungkin
"Kelamaan mikir, lu tolak juga gak mempan kita udah setengah jalan gue gak mau mbalik, kalo mau Lo turun sini pulang sendiri" ~Leo
"Iya iya gue mau, puas! tapi awas kalo Lo macem-macem!" ~Eva
Eva pun membuka kotak kecil tersebut dengan hati-hati, disana terdapat dua cincin kembar emas putih yang sangat cantik dan elegan. Eva mengambil salah satu cincin dan memakaikannya di jari manis kanannya
"Pakein" perintah Leo
"Pake sendiri aja, nih" tolak Eva
"Oke kalo nabrak Lo yang salah, ini ramai Eva gue--" ~Leo
"Iya iya sinih, dah" ~Eva
"Hem" ~Leo
÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷
Sebuah gedung yang sangat megah sudah di dekor sedemikian rupa untuk keperluan perta ulang tahun seorang putri dari direktur keuangan LEo's Company. Leo sebagai CEO perusahaan tersebut adalah salah satu tamu istimewa mereka yang sangat ditunggu-tunggu oleh tuan rumah
Mobil hitam Leo berhenti dengan selamat tepat di depan pintu gedung tersebut, semua orang yang tau jika itu mobil Leo pun menanti-nanti kan orang tersebut keluar dari pintu belakang. Seseorang membukakan pintu belakang mobil Leo namun hasilnya nihil, justru Leo keluar dari pintu depan tempat supir berada
Dengan cool dan wajah datar nya Leo berjalan memutari mobil menuju pintu mobil sebelah sambil mengancingkan kancing jas nya dan membenarkan letak posisi dasi. Membukakan pintu mobil yang satunya, membuat para tamu merasa heran, siapa orang yang dibukakan pintu oleh CEO super dingin itu
Sebuah kaki jenjang putih mulus yang beralaskan high heels putih muncul, diikuti anggota tubuh lainnya. Semua terpukau akan kecantikan wanita tersebut, bahkan kini perhatian nya dari Leo beralih ke Eva
"Leooo... gue pulang aja ya, gue--" bisik Eva sedikit menjinjit untuk mencapai telinga Leo
"Ohhh Tuan Leo selamat datang, akhirnya anda datang juga, kami sudah menunggunya dari tadi" ucap Direktur keuangan dengan ramah
"Hem" jawab Leo, ia menggandeng tangan Eva saat seorang perempuan cantik berjalan menuju kearah mereka
"Selamat datang Tuan Leo, saya sangat senang anda datang di hari ulang tahun saya ini. Saya tau anda pasti sangat sibuk, tapi terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang, kedatangan anda adalah kado terindah yang saya dapatkan" ucap putri direktur
"Hem, ini hadiah dari saya semoga suka" ucap Leo datar sambil memberikan satu set yang isinya terdapat baju, tas, dan sepatu branded dari merk ternama di dunia "Ayo kita masuk" ucap Leo lembut sambil menoleh ke arah Eva "Ntar gue jelasin" bisik Leo
"Ah i... iya" jawab Eva
Mereka berjalan berdua sambil bergandengan tangan membuat semua orang bertanya-tanya siapakah wanita beruntung tersebut. Duduk berdua di kursi paling pojok sambil meminum minuman soda yang disediakan pelayanan
"Cewek tadi anak dari direktur keuangan, di pernah menghalalkan segala cara buat bisa dapetin gue, tapi selalu gagal. Itu adalah tugas utama Lo, berpura-pura jadi tunangan gue di depan semua orang terutama keluarga direktur sialan itu" ucap Leo sedikit memelankan suaranya
"Ohhh oke bisa dilihat dari muka sama nada bicaranya udah males gue mbahas" ucap Eva
"Lo aja yang baru ketemu risih, apalagi gue yang udah 1 tahun" ucap Leo
"Gak kebayang sih" ucap Eva
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Love you all♡
Thank you (◍•ᴗ•◍)
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...