EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 14 Cuek Tapi Perhatian



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Author : "Ini untuk fisualnya Ratu, Charlyn, dan Lintang. Moga suka ya, maaf kalo ada yang salah, dan untuk fisualnya Mita author ganti jadi... (liat aja di EPS sebelumnya)" 😆


Ratu :


{ Lalisa Manoban / Lisa (BLACKPINK) }



Charlyn :


{ Hwang Eun-bi / SinB (GFRIEND) }



Lintang :


{ Kim Ye-won / Umji (GFRIEND) }



÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Byurrr.....


Se ember air yang disiram kan ke tubuh Eva berhasil membuat tubuhnya basah kuyup. Bersamaan dengan itu, hal pertama yang ia dengar adalah suara tawaan seseorang


"Mita, Ratu, Charlyn, Lintang" itulah nama-nama yang disebutkan oleh Eva dan berarti mereka juga lah yang telah mengguyur Eva dengan se ember air tersebut


"Iya kenapa hem?" tanya Mita


"Ka... kalian?!" ~Eva


"Yaaa kami sekarang adalah teman, ya kan girls" ~Ratu


"Of course Ratu" ~Mita, Charlyn, dan Lintang


"Ulululu... bacah cemua ya? hahaha... makannya kalo mau berangkat sekolah tu mandi dulu di rumah, ini malah di sini hahaha..." ~Lintang


"Girls, udah mau masuk kelas nih, kita balik aja yuk. Disini panas banyak kuman lagi" ~Charlyn


"Yok lah, gue juga gak mau kulit gue yang putih, mulus, dan tentunya wangi ini berubah menjadi gosong dan bau kaya dia" ~Ratu


Sebuah tawa penuh kemenangan mengiringi jalan mereka berempat, karena rencana yang mereka buat untuk mengerjai Eva berhasil. Akibat mereka di kelas yang berbeda jadi mereka berpencar Ratu, Charlyn, dan Lintang menuju kelas 11 C sedangkan Mita ke kelas 11 A


Sendari tadi Eva hanya diam saja, diam bukan berarti takut untuk melawan, tapi dia diam karena dia tak mau membuat masalah yang nantinya akan berdampak pada pendidikan nya. Walau sekuat apa pun ia melawan mereka, pastilah mereka yang akan menang karena mereka berasal dari keluarga yang kaya yang bisa dengan mudah menggunakan uang sebagai alat perantara nya, sedangkan dirinya hanya anak seorang pegawai swasta dan asisten rumah tangga saja


Kini tubuhnya mulai menggigil dan bibirnya mulai membiru, jika dilihat dari tanda-tanda nya ia sedang kedinginan. Sebuah jaket berwarna hitam menempel pada tubuh langsing nya itu, karena penasaran siapa yang telah memberikan jaket padanya ia pun mendongakkan kepalanya


Yang pertama ia lihat adalah seseorang dengan muka datar tapi tampan, kulit putih, rambut hitam kecoklatan dengan gaya yang seperti oppa-oppa Korea, mata sipit, hidung mancung, dan bibir yang sangat indah


"Bawa baju ganti?" tanya nya datar, Eva menggelengkan kepalanya "Huh~ yaudah pake jaket gue dulu, tapi inget balikin harganya gak murah tau dan satu lagi jangan ge'er" ucapnya lagi dengan mengeluarkan sifat aslinya yaitu cuek tapi perhatian


"Leo, makasih. Gue janji bakal balikin secepatnya" ucap Eva "Tinggal 10 menit doang, kalo masuk nanti kena hukuman, tapi kalo gak masuk sayang banget gak dapet pelajaran nya Pak Botak, gue pilih yang mana ya? mana dingin banget lagi" gumam Eva


"Ikut gue" ajak Leo


"Kemana?" tanya Eva


"Ke restoran tempat Lo kerja" ~Leo


"Hah?! ko Lo tau gue kerja? tau dari mana? gue gak percaya, kalo emang bener Lo tau coba sebutin nama restoran itu" ~Eva


"Restoran K'S. Kemaren gue gak sengaja ngeliat Lo jadi pelayan disana, mau gak nih? kalo gak sih gpp gue berangkat sendiri aja and selamat menikmati hukuman dari Pak Botak" ~Leo


"Iya gue ikut, tapi tas sama sepeda gue gimana?" ~Eva


"Tas sama sepeda Lo aman di tangan Gibran sama Justin, ntar mereka yang nganterin" ~Leo


"Okey" ~Eva


Di dalam mobil sport hitam milik Leo, terdapat dua insan yang sama-sama bersetatus jomblo. Tubuhnya yang sedang dalam keadaan basah kuyup ditambah lagi dengan AC mobil Leo, membuat dirinya menggigil kedinginan


Leo melirik ke arah samping dan melihat tubuh Eva yang bergetar karena kedinginan pun langsung mematikan AC dan menepi ke pinggir jalan


"Tunggu sini bentar!" titah Leo, dia pun keluar dari mobilnya dan menghampiri abang-abang yang jualan minuman hangat. Ia kembali dengan membawa segelas kopi


Haaacuhhhh... hacim... hacim...


"Nih" ucap Leo sambil memberikan beberapa lembar tisu dan dengan senang hati Eva menerimanya "Nih minum" ~Leo


"Makasih, boleh minta tisu nya lagi?" tanya Eva


Dengan muka yang kesal, Leo melemparkan sewadah tisu yang ada di mobilnya pada Eva. Lalu menyalakan mobilnya untuk membuka atap mobil tersebut terlebih dahulu, dan ya atap mobil Leo terbuka secara otomatis. Sinar matahari yang tak terlalu panas langsung bisa mengenai kedua insan itu, Eva yang awalnya kedinginan kini perlahan mulai membaik, tapi tidak dengan bersin-bersin nya


Sesampainya di restoran tersebut Eva langsung menuju belakang untuk berganti baju, karena mereka datang lebih awal jadi lah Gavin dan Farrel belum datang. Untung ia selalu menyimpan cadangan baju kerja di lokernya, jadi kini ia bisa mengganti bajunya


"Lo sini!" perintah Leo pada Eva


Eva yang bingung pun menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan nya, setelah benar bahwa dirinya lah yang dipanggil ia segera mendekati Leo


"Ada apa?" tanya Eva


"Gue mau pesen lah" ~Leo


"Ooo... pesen yaudah mau makan atau minum apa?" ~Eva menyodorkan buku menunya pada Leo, cukup lama Eva menunggu Leo yang sendari tadi hanya membolak-balik kan buku menunya "Ish... jadi pesen gak sih, cepetan napa!" ~Eva


"Hey disini gue pelanggannya jadi terserah gue dong, mau gue aduin ke atasan lo?!" ~Leo


"Huh~ iya Tuan, bisa lebih dipercepat? saya masih banyak kerjaan yang lainnya" ~Eva


"Baiklah saya pesan ice coklat ini saja" ~Leo


"Udah? cuma ice cream doang? gak ada yang lainnya gitu?" ~Eva yang dijawab gelengan kepala oleh Leo "Astaghfirullah, dari tadi Lo milih-milih kalo gue itung bisa setengah jam dan lo cuma pesen ice doang huh dasar cowok nyebelin" ~Eva


"Apa Lo bilang!!! gue aduin ke atasan lo juga nih" ~Leo


"Jangan! iya tunggu sini" ~Eva


"Ekhem... ekhem... kayanya ada yang mulai terpesona nih" ucap Justin yang tiba-tiba muncul


"Apaan sih!" ~Leo


"Udah ngaku aja, gpp ko" ~Justin


"Ngaku apa sih?! lagian gue juga gak bakalan suka sama cewek aneh itu. Btw mana si Gibran?" ~Leo


"Yyyy... Gibran paling bentar lagi juga sampe, soalnya dia yang bawa sepedanya Eva" ~Justin


"Oh" ~Leo


"Lo belum pesen apapun? apa Lo gak punya uang? tapi gak mungkin seorang Leo tidak memiliki uang, secara kan dia adalah Ki..." ~Justin yang langsung di bekap oleh Leo


"Permisi ini pesanannya, kali begitu saya permisi dulu" ~Eva


"Tunggu!!! nih tas Lo. Isinya apaan sih berat banget" ~Justin


"Ya buku-buku lah, lagian masa segini doang udah berat, lelaki macam apa tuh?! oh ya satu lagi sepeda gue mana?" ~Eva


"Lagi dibawa Gibran ke sini" ~Leo


"Beraninya Lo ya ngatain gue! bukannya terimakasih udah gue bawain tuh tas Lo malah ngatain gue 'Cowok macem apa tuh?!'" ~Justin


"Ya udah makasih, dah kan" ~Eva


"Dih, pesen ice lemon tea nya satu gulanya jangan banyak-banyak sama hamburger nya satu" ~Justin


"Tunggu bentar" ~Eva


Seperti biasa Eva menuju dapur untuk mengambil pesanan dan mengantarkan nya ke meja pelanggan. Tak lama kemudian, Gibran datang dengan keringat yang membasahi tubuh nya terlebih di bagian dahinya. Ia langsung menyeruput ice lemon tea yang ada di atas meja tanpa memperdulikan milik siapa minuman tersebut


"Heh! itu minuman gue! main seruput-seruput aja" dengan mulut yang penuh karena hamburger, Justin pun merebut minumannya kembali sebelum dihabiskan oleh Gibran


"Yaelah minta dikit doang, panas nih abis nyepeda dari sekul ke sini mana tadi rantenya pake segala copot lagi. Sungguh lengkap penderitaan gue hari ini" ~Gibran


"Sayangnya gue gak peduli" ~Leo dan Gibran bertos


"Anj*ng lu pada" ~Gibran


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


"Va, Lo kenal sama mereka?" tanya Farrel


"Eh Rel, Vin, ah Vin gue panggil Lo Abang aja ya gak enak manggil Lo pake nama secara Lo kan lebih tua dari gue" ~Eva


"Iya terserah Lo aja lah" ~Gavin


"Mereka siapa Va?" ~Farrel


"Oh mereka, temen sekolah yang sekelas sama gue. Udah dulu ya gue mau nganterin pesenan dulu" ~Eva


Seperti itulah kegiatan Eva di lestoran tersebut setiap harinya. Menanyakan kepada para pelanggan makanan atau minuman apa yang mau mereka pesan, mencatat pesanan mereka, membawanya ke dapur, lalu setelah siap ia mengantarkan pesanan mereka ke mejanya masing-masing


Kebetulan jam 16.00 - 16.30 adalah waktu istirahat untuk mengerjakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yaitu sholat ashar bagi yang melaksanakannya. Saat ini Eva sedang dalam keadaan kedatangan bulan, jadi dia memanfaatkan waktu setengah jam itu untuk duduk sambil menuliskan sesuatu di buku diary nya


📒📒📒📒📒


^^^Senin, ..... (Sesuai kan sendiri)^^^


Ya Allah... aku sungguh lelah saat ini, lelah harus berpura-pura baik-baik saja di hadapan orang lain padahal yang sebenarnya aku lelah dan ingin rasanya menyerah


Lelah harus berpura-pura bahagia, tersenyum, kuat, berani, dll. Tapi pada kenyataannya aku itu seorang yang penakut, pecundang, cengeng, bodoh hiks~


Ingin sekali ku akhiri hidup ku ini, tapi aku masih ingat akan dosa dan neraka. Aku merasa hidup ku tak berguna, aku hanya bisa menjadi beban saja. Tapi aku percaya walaupun hidup ku tak berguna bagi semua orang, namun masih ada seseorang yang menunggu dan membutuhkan kehadiran ku di hidupnya


Dan aku juga tak perlu khawatir, karena aku masih mempunyai keluarga yang selalu mendukung ku dan Allah yang tulus sayang kepada ku dan selalu ada untuk ku kapan pun dimana pun.....


Eva's spirit!!!!!


{ Semangat Eva }


^^^Eva Aurora^^^


📒📒📒📒📒


Tanpa terasa air matanya jatuh ketika ia menulis keluh kesah nya pada buku diary yang selalu ia bawa kemana-mana itu. Sebuah tangan menyodorkan sebuah sapu tangan di depan Eva


"Lo kenapa, ada masalah? kalo mau Lo bisa cerita ke gue"


"Farrel, sejak kapan Lo ada disini?!" ucap Eva


"Baru aja ko, gue liat Lo lagi nangis makannya gue samperin deh, ada apa?" jawab Farrel


"Gue gpp ko, makasih sapu tangannya. Udah jam segini lanjut kerja yuk" ucap Eva yang langsung menyimpan kembali bukunya ke dalam tas lalu beranjak pergi


"Gue tau Lo lagi ada masalah Va, andai gue bisa jadi orang yang selalu dengerin curhatan Lo. Gue harap Lo bisa kuat Va, Lo itu perempuan yang spesial Va. Beruntung orang yang bisa dapetin Lo, dan gue harap orang itu gue, tapi gue sadar gue cuma orang miskin bahkan gue cuma lulusan SMA gak cocok sama Lo apalagi jika dibandingkan dengan lelaki tadi yang mengantarkan Eva sungguh jauh berbeda bagaikan langit dan bumi" gumam Farrel


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favoritkan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...