EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 56 Truth or Dare



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Waktu telah menunjukkan pukul 2 siang, setelah jatah makan siang mereka habis, Pak Badrun sebagai penanggung jawab acara mengumpulkan mereka menjadi satu di sebuah lapangan


"Selamat siang anak-anak, bagaimana perasaan kalian saat ini?" tanya Pak Badrun


"B aja"


"Senang"


"Bosen, tempat kek gini bukan buat orang kaya gue!"


"Pak kita kapan pulang?"


"Capek tapi seruuuuu"


"Ya lumayan lah"


Beraneka macam jawaban mereka ada yang suka ataupun sebaliknya, tapi ada juga yang lebih memilih diam saja, ada juga yang menjawabnya didalam hati


"Baiklah kalau begitu mungkin sebagian dari kalian kurang menyukai tempat seperti ini ya? capek pasti, tapi tempat tujuan kita selanjutnya akan menjadi obat dari rasa capek, malas, bosen, atau apalah itu. Ada sedikit perubahan tujuan, yang awalnya kita akan ke sebuah tempat bersejarah namun kali ini karena disana ada sedikit masalah jadi kita alihkan saja langsung ke tujuan ketiga yaitu pantai, untuk tujuan keduanya besok sekalian buat beli oleh-oleh" jelas Pak Badrun panjang lebar


"Nah gitu napa dari tadi, mending kepantai"


"Horeeee... akhirnya bisa ke pantai juga"


"Sea food, aku datang lebih awal, bersiaplah"


"Duit gue masih ada gak ya, cukup gak ya? abis tinggal ngutang ehek"


"Pak berarti kita nginep ya disana?"


"Iya, Jiji seperti yang pernah diumumin oleh anggota OSIS waktu itu, kita akan menginap satu malam disana. Jadi apakah kalian semua membawa baju ganti?" ~Pak Badrun


"Bawa Pak..." ~All


"Yasudah kalau begitu, silahkan kembali ke bus masing-masing kita akan melanjutkan perjalanan kita. Tapi sebelum itu Ratu, Mita, Lintang, dan Charlyn bapak ingin berbicara sebentar kepada kalian" ~Pak Badrun


"Ada apa sih pak manggil kita?" tanya Ratu


"Iya, nanti kalo ketinggalan gimana?" sambung Lintang


"Kalian tidak akan ketinggalan, orang bapak juga masih disini. Baiklah langsung ke intinya saja, apakah kalian benar sudah berusaha mengerjai Eva tadi saat di museum?" tanya Pak Badrun tegas


"Ha enggak ko Pak, kata siapa kita ngerjain Eva ya gak guys" ~Ratu


"Tidak mungkin Leo berbohong kepada bapak, bapak percaya sama dia, jadi jawab jujur benarkan apa yang tadi bapak ucapkan?!" ~Pak Badrun


"Bukan begitu pak, kita cuma bercanda doang ko, lagian juga gak kenapa-napa orangnya, gak ada yang rusak juga kan?" ~Mita


"Bercandaan kalian sangat melewati batas, kalian tau tidak nilai patung yang ingin kalian gunakan untuk mengerjai Eva? itu sangat mahal" ~Pak Badrun


"Halah paling juga berapa sih, saya bayar tenang aja pak" ~Ratu


"Bapak tau kalian dari keluarga kaya bisa beli ini itu, tapi bisakah kalian menghargai benda bersejarah seperti itu, dan belajarlah untuk jadi orang yang tidak sombong!!" ~Pak Badrun


"Iya iya" ~Ratu, Mita, Lintang, dan Charlyn


"Kalian tidak bisa kabur seperti ini saja, kalian akan tetap mendapatkan hukuman, hukumannya akan kalian dapatkan nanti di tempat selanjutnya. Sekarang kembali ke bus masing-masing" ~Pak Badrun


"Pak boleh gak sih pindah bus? gak enak bus itu Pak" ~Ratu


"Tidak ada pindah-pindah, cepat naik" ~Pak Badrun


"Huh~ nyebelin ni satu guru!!" ~Gumam Ratu


Mereka semua pun kembali menuju bus masing-masing, karena tempat duduk Mita berada di belakang jadi ia sempat melewati tempat duduk Eva. Ia melihat dengan tatapan tidak suka kepadanya, melihat Eva tertawa bersama Zahra membuat hati Mita terasa panas. Ingin sekali ia menampar wajah itu, tapi setelah sadar jika Leo dkk ada di samping mereka ia urungkan niatnya dan kembali berjalan menuju tempat duduknya


Diperjalanan mereka mengisi kesunyian bus dengan bermain game yang bernama 'truth or dare' versi mereka sendiri. Pertama-tama mereka akan bermain sebuah permainan dimana nanti mereka akan mengacungkan beberapa jari lalu ada yang menghitung nya


"O, p, q, r, s, t ,u ,v ,w, x, y, z, a, b, c, d, e, oke E sebutkan nama negara, daerah, benua, terserah yang penting nama tempat berawalan huruf E dari Lo Justin" ucap Bira orang yang memimpin jalannya permainan


"Ecuador" jawab Justin


"Eropa" jawab Gibran


"Estonia" jawab Leo datar


"Em... Egypt?" jawab Eva


"Apa ya... ah ya Euphoria eh astaga maksud gue Ethiopia" jawab Zahra


"Ekuador" ~Cici


"Eritrea" jawab seseorang disamping Cici


"El Salvador udah belum?"


"Belum, lanjut" ~Bira


"Lah apaan si? udah semuanya kesebut anj*r" ucap Baruna panik


"5, 4, 3, 2, 1, teeeet truth or dare ayo cepet pilih" ~Bira


"Truth" ~Baruna


"Dare napa" ~Bira


"Yaudah dare" ~Baruna


"Oke, kalo Lo emang good boy tembak cewek yang Lo suka disini" ~Bira


"Eh ko gitu si, lah gak mau apaan" ~Baruna


"Huuuuu... Cemen Lo" ~All


"Lah yaudah iya" akhirnya Baruna berjalan mendekati kursi di depan Eva dan Zahra "Vivian ini emang berawal dari sebuah tantangan, tapi perasaan gue bukanlah tantangan gue bener-bener suka sama Lo, Lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Baruna penuh dengan harapan


"Lo gila ya! gak gue gak mau" jawab Vivian to the point


"Why Vi?" ~Baruna


"Ya karena gue udah punya pacar" ~Vivian


"Sejak kapan Lo punya pacar, gue gak pernah liat Lo deket sama cowok ko, bohong kan Lo?! kalo emang gak mau yaudah jawab aja gak usah boong udah punya pacar segala ckck" ~Baruna


Plak....


"Jaga ya kalo ngomong! emang gue udah punya pacar be*o, pacar gue anak SMA Mandala Berlian, dan gue tipe orang yang gak suka umbar pasangan!" ~Vivian, menampar pipi Baruna


"Udah mending Lo balik ke tempat duduk deh Run" ~Bira


"Puas Lo sekarang?!" ~Baruna, menatap Bira kesal


Jadilah suasana disana menjadi menegangkan setelah terjadi drama antara dua orang tadi. Tak berlangsung lama merekapun tiba ditempat tujuan, di sebuah pantai. Hanya terdengar suara ombak saja dari area parkiran, mereka masih harus berjalan menuju penginapan lebih tepatnya sebuah Villa


"Anak-anak perhatian Bapak sebentar, untuk Villa sebelah kanan itu untuk perempuan dan yang kiri untuk laki-laki. Setelah ini silahkan menentukan kamar masing-masing, bersih-bersih, istirahat, nanti sekitar jam 4 atau 5 an kita kumpul di pinggir pantai sana ya, Paham semuanya?" jelas Pak Badrun


"Paham Pak" ~All


"Baiklah silahkan beristirahat, kecuali Ratu dan teman-temannya kalian ikut Bapak" ~Pak Badrun


"Ko gitu sih Pak?!" ~Lintang


"Kalian harus menerima hukuman kalian, jangan membantah! sekarang silahkan bersihkan halaman disini sampai bersih jangan sampai bapak masih melihat ada daun satupun disini, rumput-rumput juga kalian harus cabuti kalian akan Bapak awasi jadi jangan berniat untuk kabur atau hukuman kalian akan bertambah" ~Pak Badrun


"Yah Pak, kami ini capek Lo istirahat dulu napa" ~Ratu


"Berat banget pak hukumannya, ringannin kek" ~Mita


"Suruh siapa mengerjai orang, inilah akibat nya. Menurut bapak ini masih wajar-wajar saja, sudah cepat kerjakan pekerjaan kalian, semakin cepat maka semakin cepat juga kalian bisa beristirahat" ~Pak Badrun


"Sumpret" ~Ratu


Mau tak mau Ratu dkk pun harus membersihkan halaman villa tersebut sampai bersih disaat yang lainnya pergi untuk beristirahat. Tidak sedikit yang menertawakan mereka saat mereka memilih untuk jalan-jalan dari pada istirahat, seorang Ratu membersihkan halaman sungguh pemandangan yang sangat lucu dan langka bagi mereka


"Pergi Lo semua, bukannya bantuin malah tertawa!!" usir Mita pada orang-orang


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Like, Vote, Komen, share...


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...