EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 86 Cup...



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Pisau-pisau tajam nan mengkilap yang terdiri dari berbagai jenis ukuran, gunting, perban, kapas, alkohol, dan lain-lain, tengah berkumpul di satu ruangan serba putih yang dilengkapi beberapa alat-alat kedokteran canggih lainnya


Derap langkah kaki terdengar menggema di lorong-lorong yang sepi, membawa sebuah brankar menuju ruang operasi. Gugup, khawatir, senang, sedih, bercampur aduk menjadi satu dalam pikiran Eva


"Eva" panggil Leo yang membuat langkah kaki mereka berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang


"Leo? ah kalian langsung bawa pasien ke ruang operasi saja ya, nanti saya akan menyusul, saya ada urusan sebentar" ucap Eva


"Baik Dok" jawab para suster yang membantu nya membawa brankar Aldi


"Leo, Lo ngapain disini?" tanya Eva


"Sengaja mampir buat liat Lo sebentar" jawab Leo


"Oohhh... terus?" ~Eva


"Yaaa... fighting! semoga adek Lo bisa sembuh" ~Leo


"Makasih, Lo gak kerja apa? ko malah kesini?" ~Eva


"Kerja" ~Leo


Suasana hening tiba-tiba muncul, mereka yang sama-sama tengah gugup menghadapi satu sama lain. Detik kan jam terus melaju, menimbulkan suara di tengah keheningan tersebut


Dreeettt....


Ponsel Leo bergetar di dalam saku celananya, dengan cepat Leo mengangkat panggilan tersebut. Ekspresi yang awalnya biasa saja kini berubah menjadi ekspresi penuh amarah, namun sebisa mungkin ia tutupi itu di depan Eva


"Kenapa?" tanya Eva


"Gak, yaudah kalo gitu gue pergi dulu ya, mungkin agak lama. Jaga diri Lo baik-baik, gue pergi dulu" ucap Leo


Cup...


Sebuah kecupan singkat dari bibir Leo mendarat tepat di kening Eva, membuat perempuan tersebut mematung sambil membulatkan matanya. Berlari meninggalkan nya yang masih mematung, bayangan Leo pun perlahan menghilang bersamaan dengan suara derap larinya


Eva pun menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan rasa aneh yang tiba-tiba muncul dalam dirinya. Tangannya refleks meraba jidatnya bekas kecupan Leo tadi. Tanpa sadar sebuah senyuman manis semanis madu tercipta di bibir nya


°•°•°•°•°


Di atas rooftop Hansin Hospital, Leo tengah berdiri memandangi gedung-gedung tinggi dengan aura membunuh yang sangat kental. Pakaian nya yang serba hitam ditambah kaca mata dan topi hitam, yang hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya membuat Leo terlihat begitu seram saat ini


Sebuah helikopter datang menghampiri nya, tanpa basa-basi lagi Leo langsung masuk kedalam helikopter tersebut dan pergi terbang ke salah satu negara di wilayah Asia Timur. Selama perjalanan mereka tidak pernah beristirahat, mungkin hanya mendarat sebentar untuk mengisi bahan bakar helikopter tersebut, lalu kembali melanjutkan perjalanan


6 Jam Leo berada di dalam helikopter, informasi yang yang sangat penting lah yang menyebabkan dirinya harus langsung ke negara tersebut saat itu juga


Disebuah mension megah di tengah hutan terpencil, helikopter tersebut mendarat dengan sempurna. Langkah tegas nya berjalan memasuki mension tersebut, sepanjang perjalanan banyak orang-orang yang menundukkan badannya saat Leo lewat


"Selamat datang Tuan" ucap tangan kanannya


"Ceritakan langsung!" perintah Leo


"Baik Tuan, seperti nya Tuan Kim sudah mengetahui rencana kita dan dia telah mengibarkan bendera peperangan lebih awal dari yang kami perkirakan. Mereka dibantu oleh beberapa mafia kuat lainnya, tapi kita juga mempunyai mafia keluarga Han yang jika dibandingkan, kekuatan kita seimbang. Jika kita berperang maka akan banyak orang yang menjadi korban baik dari pihak kita atau pun Tuan Kim Sendiri" jelasnya dengan detail


"Dan satu lagi, kali ini Tuan Kim 1 sendiri yang turun tangan, karena saya dengar Tuan Kim 2 sedang dalam tahap pemulihan akibat tembakan di perut yang hampir merenggut nyawanya" tambahnya


"Baguslah kalau begitu, akhirnya setelah sekian lama kita berperang lewat jalur bisnis dan teknologi, kini bisa berperang secara langsung dengan Ketua intinya langsung" ucap Leo tersenyum devil


"Tapi Tuan, anda tidak bisa meremehkan Tuan Kim. Dia juga terkenal dengan kekejaman dan kekuatan nya yang tiada tara, anda bisa saja..."


"Diam lah, tidak akan terjadi apa-apa pada ku. Aku masih mempunyai rencana lain yang lebih penting dan mengharuskan aku tetap hidup. Pergilah siapkan para anggota, hari ini akan menjadi hari yang cukup melelahkan bagi kita" ~Leo


"The Black Diamond, adalah milikku dan akan terus seperti itu!! tidak akan ku biarkan siapapun merebutnya dari tangan ku. Aku berjanji akan kembali, tolong tunggu aku" ~Leo memejamkan matanya sebentar mengurangi rasa letihnya sejenak


Kembali ia berjalan memasuki sebuah ruangan yang dikenal sebagai kamar pribadinya, didalam sana ia mengganti pakaian dengan pakaian khusus nya





Menyelipkan beberapa senjata mematikan di bajunya, sungguh penampilan ditambah aura membunuh nya sangat kuat, dapat membuat siapa saja yang melihat nya gemetar ketakutan dan sesak nafas


Sebelum ia keluar kamar ia pun melihat penampilan nya sendiri lewat pantulan cermin, tangannya terangkat dan menyentuh bibir nya, ia teringat kejadian sebelum keberangkatan nya kesini. Menurut nya itu sudah lebih dari cukup untuk menambah kekuatan nya nanti


"Aku akan kembali dan melamar mu langsung!" ucapnya


°•°•°•°


Lain hal nya dengan Eva, kini ia tengah gelisah akibat belum adanya tanda-tanda kedatangan profesor Anji yang berjanji ingin membantu nya mengoperasi Aldi



"Dokter, kondisi adik anda semakin melemah tanpa alat khusus diruangan nya, apakah kita harus kembali dan memasangkannya dengan alat itu lagi?" tanya seorang suster


"Waktunya tidak akan cukup untuk kembali ke lantai 20. Profesor anda kemana???" gugup Eva sambil menggigiti kuku nya


"Permisi Dok, seperti nya Prof Anji tidak bisa menepati janjinya saat ini, tadi beliau telfon dan memberitahu kan bahwa dia tiba-tiba ditugaskan ke Prancis"


"APAH?! hah~ hah~" shock Eva


"Dokter bagaimana ini?"


Sejenak pikirannya kosong bingung harus melakukan apa, namun saat melihat defibrilator ia tersadar


"Tidak ada pilihan lain, aku sendiri yang akan melakukan operasi ini, semuanya tolong bantu aku" tegas Eva


"Em! kami akan berusaha sebaik mungkin"


"Aldi kamu harus bertahan, Kaka gak mau liat kamu terbujur kaku terlebih dahulu, kamu masih muda, masa depan yang cerah menanti mu di luar sana!!!" batin Eva


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


...Tidak begitu sempurna, tapi sangat cantik♡...


...ㅡ Epiphany ㅡ...


Like


Vote


Komen


Gift (hadiah)


Thank you...


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...